Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Bawa Ribuan Pil Dextro Pemuda Mabuk Digelandang Polisi

May 17, 2017 Add Comment
Pekalongan News
pemuda mabuk berinisial AS (24) warga Dukuh Sikalong Desa Adinuso Kecamatan Subah terpaksa digelandang polisi. Pasalnya dari  tangan pemuda ini kedapatan membawa ribuan pil Dextro saat terjaring operasi cipta kondisi, semalam.
Kabupaten Batang
Seorang pemuda berinisial AS (24) warga Dukuh Sikalong Desa Adinuso Kecamatan Subah terpaksa digelandang polisi. Pasalnya dari  tangan pemuda ini kedapatan membawa ribuan pil Dextro saat terjaring operasi cipta kondisi, semalam.
"Saat razia cipta kondisi kami temukan 1000 butir pil dextro yang dibawa AS, ketika itu dia dalam kondisi mabuk," jelas Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono melalui Kapolsek Gringsing Polres Batang AKP Sugiyanto, Rabu ( 17/5).
Kapolsek Gringsing Polres Batang AKP Sugiyanto menuturkan,  bermula ketika 3 anggota petugas piket  sedang melaksanakan patroli tepatnya ketika berada di jalan Mentosari, mendapati pengendara sepeda motor yamaha Vixon nomor Polisi  G 4551 ZC yang  sedang berhenti di tepi jalan, lalu petugas mendekati pengendara tersebut, namun pengendara itu malah menarik gas sehingga jatuh di kolong- kolong. 

Setelah di tolong petugas dan di bawa ke puskesmas dilakukan pengecekan dalam balik baju, ternyata terdapat dus kecil  paket dari  jaket JNE setelah  di buka oleh anggota dan petugas puskesmas di nyatakan Dexstro selanjutnya barang bukti  tersebut di amankan di Mapolsek Gringsing.
“Dari tangan AS, petugas mengamankan barang bukti berupa 1000 butir pil Dexstro,1 unit spm Vixon, 3 buah hp,uang tunai Rp.280 .000 sampai saat ini tersangka belum bisa dimintai keterangan karena kondisi masih linglung dan luka luka,” jelas Kapolsek AKP Sugiyanto.
Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto menambahkan, di duga pemuda ini mengkonsumsi pil koplo secara berlebihan.
"Setelah sadar nanti,  kami akan lakukan pemeriksaan," imbuh AKP Sugiyanto.

Mengaku Anggota Polisi Ternyata Melakukan Penculikan Disertai Tindakan Pemerasan

May 17, 2017 Add Comment
Polres Batang berhasil menangkap enam pelaku tindak pidana penculikan dan pemerasan yang terjadi pada Minggu 2 April 2017 di Desa Pasusukan Kecamatan Bawang,Kabupaten Bawang
Batang
Polres Batang berhasil menangkap enam pelaku tindak pidana penculikan dan pemerasan yang terjadi pada Minggu 2 April 2017 di Desa Pasusukan Kecamatan Bawang,Kabupaten Bawang.  
“Tindak pidana penculikan yang di sertai pemerasan di lakukan oleh delapan orang Pelaku yaitu TR, R, J, KS, NH dan MK, sementara  A dan H masih buron (DPO).  Dimana aktor intelektualnya seorang Pamong Desa di wilayah Kecamatan Bawang yakni TR  yang di bantu ketujuh rekannya,” Jelas AKBP Juli Agung Pramono  didampingi kasat Reskrim AKP Suhadi dan Kasubbaghumas AKP Warsito  saat gelar perkara  pada awak media di Halaman Sat Reskrim Polres Batang,Rabu (17/5).  
Awal mula kejadian tindak kejahatan tersebut di rencanakan di Alun – alun Limpung Sabtu 1 April 2017 sekitar pukul  23.00 WIB, tiga jam kemudian minggu dini hari pada 2 April pukul  01.00 WIB kelima tersangka melakukan eksekusi dengan menggunakan mobil minibus untuk mengecek rumah milik korban, setelah situasi aman pelaku mengetok pintu rumah korban yang di buka oleh Ibu korban.
“Empat tersangka masuk rumah setelah ibu korban membukakan pintu. Salah satu tersangka yaitu NH menuju kamar korban LY ( 32 ) dan langsung menodongkan senjata mainan ke kepala korban, kemudian tersangka mengaku anggota polisi dari Polda Metro Jaya, lalu di bawa kemobil dengan diikat tanganya dengan menggunakan tali plastik dan di tutup matanya serta mulutnya di lakban di bawa ke Brebes untuk bermalam di sebuah hotel,” jelas AKBP Juli Agung Pramono.
Kesokan harinya korban di bawa kembali ke Batang menuju ke rumah Makan di wilayah Kecamatan Gringsing, yang selanjutnya tersangka menelpon keluarga korban untuk meminta uang tebusan kepada keluarga korban.
“Keluarga korban di mintai uang tebusan sebesar Rp. 500 juta untuk di barter dengan anaknya, namun keluraga korban menawar hingga terjadi kesepakatan uang tebusan menjadi Rp. 300 juta,” beber AKBP Juli Agung Pramono.
Setelah menyerahkan uang tebusan di  rumah makan gerbang elok gringsing. Merasa curiga, keluarga Korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Bawang, yang kemudian Polsek Bawang melaporkanya ke Polres Batang. Dari hasil laporan dilakukan penelusuran dan olah TKP  ( Tempat Kejadian Perkara),“ dari hasil penelusuran di tempat hotel di Kabupaten Brebes ada KTP tersangka yang di tinggal, sehingga kita bisa menangkap enam tersangka dan dua masih DPO,” tutur AKBP Juli Agung Pramono.
“Dari total kerugian korban mencapi 300 juta namun kita berhasil mengamankan sekitar Rp.73 juta berupa uang tunai, mobil avanza, sejumlah perhiasan, handphone dan sepeda motor, dari kejahatan tersebut tersangka melanggar pasal 328 dan 368 jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun dan 9 tahun penjara,” tandas Kapolres Batang AKBP Juli agung Pramono.  
Saat ini petugas masih memburu 2 pelaku lain(DPO) dan pengembangan kasus ini.

Reskrim Polsek Bandar Berhasil Meringkus Pelarian Kasus Penganiayaan.

May 14, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Buseng diringkus Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang di jalan Desa  Sikidang masuk wilayah Desa Pucanggading Kecamatan Bandar Batang,  Rabu (10/5/17) pasalnya Sis alias Buseng sudah hampir 10 bulan pelarian karena kasus penganiayaan. 
Kabupaten Batang
Nasib sial dialami Sis alias Buseng (32 ) warga Dukuh Kauman Bandar Kabupaten  gara gara  mabuk dan  jatuh dari sepeda motor Buseng diringkus Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang di jalan Desa  Sikidang masuk wilayah Desa Pucanggading Kecamatan Bandar Batang,  Rabu (10/5/17) pasalnya Sis alias Buseng sudah hampir 10 bulan pelarian karena kasus penganiayaan. 

Buseng diduga telah melakukan penganiayaan terhadap RK ( 20 ) warga Dukuh Beji  Desa Sengare Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan.
Kapolsek Bandar AKP Yusi Andi Sukmana menuturkan bahwa Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang berhasil mengamankan terduga pelaku Penganiayaan. 
"Pelaku sudah kami amankan dan mintai keterangan," jelas Kapolsek Bandar, Minggu (14/5).
Lebih lanjut Kapolsek Bandar AKP Yusi mengungkapkan, mula kejadian
pada hari Minggu tanggal 24 Juli 2016 di jalan Desa masuk wilayah Dukuh Bandar selatan Kabupaten Batang  dimana Korban dan saksi, melihat perempuan berjalan sendirian, lalu korban dan saksi mengikutinya, namun sewaktu perempuan tersebut masuk gang korban dan saksi hendak berkenalan, tiba tiba di datangi laki- laki  tidak dikenal yang mengaku pacar perempuan itu.
"Korban dan Saksi diajak masuk ke gang dan ternyata sudah ada banyak pemuda yang sedang berkumpul nongkrong diantaranya Pelaku," terang Kapolsek.
Menurut Kapolsek dari hasil interogasi, setibanya di tempat tersebut Pelaku langsung menghampiri korban dan  menarik rambut korban dengan tangan kirinya, kemudian tangan kanan pelaku yang dikepalkan memukul kearah wajah korban sebanyak 4 (kali) mengenai dahi kanan dan kiri serta pipi korban hingga korban terjatuh, hal ini dilakukanya sendiri dengan tangan kosong. 

Beruntung kejadian tersebut dilerai oleh warga setempat, atas kejadian tersebut korban mengalami luka memar di dahi kanan dan kiri serta memar di pipi, dan berobat di Puskesmas Bandar, selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Bandar," beber Kapolsek Bandar.
"Akibat perbuatan tersebut, pelaku akan dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan," tandas AKP Yusi Andi Sukmana.
Kapolsek Bandar menambahkan. bahwa Sis alias Buseng merupakan residivis yang sudah 3 kali masuk penjara yaitu 2 kali kasus pencurian  dan 1 kali kasus penganiayaan.
"Pelaku kita tangkap berawal adanya laporan warga adanya kecelakaan, setelah di lakukan pengecekan ternyata terduga pelaku penganiayaan dan saat itu dalam keadaan mabuk," ungkap Kapolsek Bandar.


Reskrim Polsek Bandar Bekuk Terduga Pelaku Penadahan 1 unit Daihatsu Xenia

May 14, 2017 Add Comment
Pekalongan News
IK alias  Sinok (30) perempuan warga Kauman  Wiradesa dibekuk Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang, alasannya karena IK adalah terduga pelaku penadahan 1  unit Daihatsu Xenia dengan No.Pol. G-8575-FC,
Kabupaten Batang 
IK alias  Sinok (30) perempuan warga Kauman  Wiradesa dibekuk Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang, alasannya karena IK adalah terduga pelaku penadahan 1  unit Daihatsu Xenia dengan No.Pol. G-8575-FC,  atas nama M. Fadhil warga Dukuh Krajan Desa Wonokerto, Kecamatan  Bandar, Kabupaten Batang, barang bukti hasil kejahatan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan (tersangka penggelapan sudah diproses sebelumnya) dirumahnya, Rabu (10/5/17). 
"Pelaku sudah kami periksa  dan amankan ," jelas Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, melalui Kapolsek Bandar AKP Yusi Andi Sukmana Minggu (14/5).
Lebih lanjut, Kapolsek Bandar AKP Yusi Andi Sukmana mengungkapkan,  awal mula kejadian pada Selasa (6/12/2016) di Dukuh Krajan Desa Wonokerto Kecamatan Bandar, Batang, pelaku bersama dengan suaminya  (Belum tertangkap) menerima gadai 1 unit  Daihatsu Xenia No.Pol. G-8575-FC  yang diketahuinya barang  diduga hasil dari kejahatan dari AK, 27, (sudah ditangkap) senilai sepuluh juta rupiah, setelah itu oleh Pelaku 1 unit  Daihatsu Xenia  kembali digadaikan kepada Su, warga Desa Siwalan, dengan nilai lima belas juta rupiah sehingga pelaku mendapatkan keuntungan sebesar lima juta rupiah dari hasil gadai unit KBM itu dan uang tersebut habis digunakan untuk kepentingan pribadi jelas Kapolsek Bandar.

Selain mengamankan pelaku juga menyita barang bukti berupa, 1 unit  Daihatsu Xenia  warna silver metalik No.Pol. G-8575-FC, tahun 2004/
" Pelaku akan kami jerat dengan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara," tandas AKP Yusi Andi Sukmana.
Saat ini petugas tengah melakukan pendalaman untuk pengembangan dan mengejar pelaku lain. Karena diduga pelaku merupakan kelompok atau jaringan yang sudah beraksi di berbagai wilayah di pekalongan dan sekitarnya.

Kisah Annisa Pelajar SMA Yang Melawan Dua Pelaku Jambret

April 19, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Annisa Salsabila, siswi SMA Negeri 3 yang berani melawan dua pelaku jambret yang mengambil hape baru kesayanganya
Kota Pekalongan
Annisa Salsabila (16 th) pelajar SMA Negeri 3 Kota Pekalongan yang menjadi korban aksi penjambretan dua pemuda warga Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan tergolong cewek yang berani dan nekad, betapa tidak meskipun diancam pelaku dengan pisau, cewek berhijab ini tetap melakukan perlawanan.
"Sempat juga diancam pakai pisau, namun tetap saya pepet pakai motor lalu dua orang pelaku tancap gas dan saya kejar," ungkap Annisa, Senin (17/4/17) usai dimintai keterangan petugas.
Annisa menceritakan aksi nekadnya melawan dua pelaku jambret lantaran hape kesayanganya yang baru ia beli sepekan sebelumnya diambil paksa oleh pelaku saat di perempatan lampu merah.

Annisa mengatakan, saat berangkat menuju ke sekolah dirinya bermaksud membeli bensin eceran didepan BP Polri atau tepatnya di depan perempatan lampu merah Kraton.
"Waktu itu sempet berhenti dulu karena lampu masih menyala merah, namun tiba-tiba datang dua oran laki-laki yang salah satunya langsung merogoh tas punggung saya dan mengambil hape," Ujar Annisa.
Annisa mengaku saat itu sempat berebut Hape dengan pelaku namun secepat itu pula pelaku yang mengendarai motor langsung tancap gas.
"Saya kejar hingga ke jalan Kemakmuran trus sampai akhirnya ketemu lampu merah, namun saat saya pepet pelaku yang membonceng mengeluarkan pisau untuk mengancam," tutur Annisa.
Namun karena tidak mau kehilangan hape barunya, Annisa tetap melakukan perlawanan dengan mengejar pelaku yang nekad menerobos lampu merah.
"Saya ingat jalan yang dilalui pelaku mengarah ke kantor Satreskrim dan saya tahu pagi itu ada apel Polisi, pas lewat situ saya langsung teriak jambret," ucap Annisa memperagakan.
Disebutkan Annisa, beberapa Polisi yang sedang berada di depan Kantor spontang langsung mengejar pelaku hingga akhirnya tertangkap.

"Saya lihat sekitar lima atau enam Polisi mengejar pelaku dan pelaku tertangkap di depan gang 6, yang satu ditangkap di lokasi yang satunya lagi kabur namun juga tertangkap," beber Annisa.

Sebelum Tersungkur, Dua Jambret Ini Sempat Ledek Polisi

April 19, 2017 Add Comment
Sebelum tersungkur mencium aspal, dua pelaku jambret masing-masing Prawito alias Fauzan (23 th) dan Khamim Ilwanda alias Dalam (16 th) sempat meledek enam petugas kepolisian Polres Pekalongan Kota yang melakukan pengejaran terhadap keduanya.
"Pelaku ini saat dikejar meledek petugas dengan menjulurkan lidahnya, namun berkat kesigapan petugas dua orang pelaku jambret bisa dibekuk setelah keduanya jatuh dari motor," ungkap Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Windoyo.
Windoyo juga mengungkapkan, salah seorang pelaku, Khamim bahkan sebelumnya sempat mengancam korbanya dengan sebilah pisau.

Saat itu, kata Windoyo, korban yang bernama Annisa Salsabila (16 th) pelajar SMA 3 Kota Pekalongan nekat melakukan perlawanan dengan mengejar motor pelaku.
"Saat melaju didepan Mapolres, korban ini teriak jambret dan meminta tolong petugas yang kebetulan akan mengikuti apel pagi," terang Windoyo.
Nah saat melintas di depan Satlantas Polres Pekalongan Kota, lanjut Windoyo, beberapa petugas pun langsung berhamburan mengejar pelaku.

Bahkan, menurut informasi petugas Satlantas sempat melempar kursi ke arah pelaku namun tidak mengenai sasaran. 

Windoyo menambahkan, kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Sementara itu Prawito alias Fauzan mengaku kalau dirinya baru sekali itu melakukan aksi jambret.
"Baru sekali mas," ucap Fauzan sambil meringis menahan sakit sebab hapir disekujur tangan dan kaki terlihat parutan daging bekas menggaruk aspal.
Fauzan mengaku, kalau hasil kejahatan yang didapat rencananya hanya untuk jajan karena sedang tidak punya uang, sebab pekerjaan sebelumnya sebagai kuli proyek sedang sepi.

Satlantas Polres Pekalongan Kota Bekuk Dua Pelaku Jambret, Ini Hasilnya

April 19, 2017 Add Comment
Polres Pekalongan Kota berhasil menggagalkan aksi penjambretan yang dilakukan oleh Prawito alias Fauzan (23 th) warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan dan rekanya Khamim Ilwanda alias Dalam (16 th) warga Kelurahan yang sama.

Keduanya berhasil dibekuk setelah sebelumnya terlibat aksi kejar-kejaran dengan enam petugas Satlantas setelah diteriaki jambret oleh korbanya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Windoyo, peristiwa yang terjadi Senin (17/4/17) pagi sekira pukul 06.30 WIB bermula dari, korban yang bernama Annisa Salsabila (16 th) hendak berangkat sekolah berhenti di lampu merah perempatan Kraton atau tepatnya di depan BP Polri di jalan Veteran, Kota Pekalongan.
"Selanjutnya korban tiba-tiba dipepet oleh dua orang pelaku yang langsung merogoh tas punggung korban yang terbuka dan mengambil sebuah ponsel lalu kabur," ujar Windoyo.
Korban sendiri, kata Windoyo, langsung mengejar sambil berteriak jambret di sepanjang jalan Kemakmuran hingga akhirnya masuk ke jalan Diponegoro.

Saat melewati Kantor Satlantas Polres Pekalongan Kota, lanjut Windoyo, korban berteriak minta tolong kepada petugas yang langsung melakukan pengejaran.
"Keduanya akhirnya bisa dibekuk dan langsung digelandang menuju Unit Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Windoyo.
Dari hasil penyidikan, sambung Windoyo, Prawito alias Fauzan merupakan residivis yang belum lama keluar dari penjara. Sedangkan Khamim alias diketahui masih berusia di bawah umur.
"Khamim karena masih di bawah umur akhirnya diperiksa oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),"jelas Windoyo.
Sementara itu selain mengamankan dua orang pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit kendaraan roda dua nopol G xxxx xx dan sebilah pisau serta sebuah Hand phone hasil kejahatan.

Tangkap Pelaku, Polisi Ungkap Sindikat Kejahatan Penadah Truk

April 09, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Sirojudin pelaku penadah truk sedang mencermati surat penagkapan yang ditujukan padanya saat digelandang ke Polres Pekalongan Kota, Jum'at (7/4/17)
Kota Pekalongan
Polres Pekalongan Kota berhasil mengungkap kasus kejahatan penadahan dengan objek sebuah truk Mitsubishi Nopol G 1987 CC, selain itu juga ditangkap tersangka Pelaku yang diduga merupakan spesialis penadah mobil bernama Sirojudin (36 th) warga Dukuh Sidayu Rt 03 Rw 01 Desa Sidayu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Sirojudin ditangkap di rumahnya, Jum'at (7/4/17) oleh tim Satreskrim Polres Pekalongan Kota yang dipimpin langsung Kasat Reskrim, AKP Windoyo dan Kapolsek Bandar AKP Yusi Andi.

Dari keterangan yang diperoleh, hasil ungkap kasus tersebut bermula dari Haryoni yang melakukan akad kredit dengan PT Arta Asia Finance pada tanggal 22 Desember 2010 atas kepemilikan sebuah truk Mitsubishi seharga Rp 170 juta dengan angsuran sebesar Rp 5.365.417 perbulan yang dicicil selama empat tahun.

Seiring berjalanya waktu, ternyata Haryoni hanya mampu mengangsur selama 14 bulan dan selanjutnya pada 17 Febuari 2012 mengalihkan kepemilikan truk Mitsubishi yang menjadi jaminan fidusia tersebut kepada Sirojudin tanpa sepengatahuan pihak leasing yang bersangkutan.

Sirojudin diketahui membayar truk Mitsubishi dari tangan Haryoni sebesar Rp 40 juta dengan perjanjian, Sirojudin tetap melanjutkan sisa angsuran hingga lunas. Namun oleh Sirojudin, angsuran truk tidak pernah dibayar malah truk yang sudah dikuasai malah berpindah tangan kepada orang lain, akibatnya PT Artha Asia Finance mengaku rugi sebesar Rp 186.740.316.

Tidak itu saja, pihak leasing juga melaporkan kasus tersebut ke Polres Pekalongan Kota dan proses hukum mengantarkan Haryoni menjadi pesakitan setelah pengadilan akhirnya menetapkan Haryoni sebagai terdakwa dan divonis empat bulan penjara.

Widiarto, kuasa hukum Haryoni mengungkapkan, klienya yang bernama Haryoni telah bebas menjalani hukuman selama empat bulan dan saat ini setelah mendengar Sirojudin tertangkap oleh Polisi maka pihaknya akan melakukan gugatan hukum karena merasa dirugikan menjadi korban penipuan dari yang bersangkutan.
"Akibat dari ulah pelaku, klien kami merasa didholimi dan mengalami kemunduran usaha karena harus menjalani hukuman, selain itu klien kami harus menjalani usaha dari nol lagi untuk menafkahi keluarganya," ungkap Widiarto.
Widiarto menambahkan, klienya mengaku lega, Sirojudin berhasil ditangkap oleh Polisi sehingga kejahatan pelaku bisa dihentikan.
"Sebelumnya kami cari-cari eh, tiba-tiba muncul sudah tertangkap," ujar Widiarto.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enrico Sugiarto Silalahi melalui Kasatreskrim AKP Windoyo mengatakan, setelah memastikan keberadaan pelaku di rumahnya, kami langsung menuju lokasi dan pelaku kami tangkap tanpa perlawanan.
"Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan secara intensif dan akan kita lanjutakan dengan pengembangan kasus ini terkait dengan kemungkinan adanya korban lainya," terang Windoyo.
Sejumlah saksi, kata Windoyo, juga sedang dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkara yang bersangkutan dan untuk tersangka akan kami jerat dengan pasal 480 KUHP tentang perbuatan pendahan.
"Sedangkan ancaman hukuman yang akan diterima pelaku maksimal empat tahun penjara," pungkas Windoyo.

Polsek Buaran Limpahkan Kasus Bobol ATM Ke Polres Pekalongan

March 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Dua tersangka pelaku bobol ATM, Sobri dan Henri dibantu petugas turun dari mobil setelah sebelumnya diamuk massa
Kota Pekalongan
Setelah dilakukan gelar perkara kasus kejahatan pembobolan ATM dengan modus mengganjal lubang ATM dan memasang stiker Call Centre palsu di Mapolsek, Polsek Buaran bersama Polres Pekalongan Kota masih akan terus mengembangkan kasus tersebut.
"Tidak menutup kemungkinan masih akan ada laporan dari masyarakat yang juga menjadi korban kejahatan yang sama di Kota Pekalongan," kata Kapolsek Buaran AKP Harsono, Senin (20/3/17).
Harsono menyebutkan kejadian perkara kejahatan bobol ATM dengan pelaku kelompok Palembang dan korbanya Aftanul Afif (28 th) warga Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan masuk wilayah hukum Polres Pekalongan.

Untuk itu setelah berita acara penyerahan atau pelimpahan kasus tersebut, maka kewenangan selanjutnya akan menjadi perhatian Polres Pekalongan.
"Kita sudah serahkan tadi berkas pelimpahanya. Namun sesuai dengan petunjuk pimpinan, kami akan tetap terus melakukan pengembangan. Sebab pelaku lainya belum tertangkap," ungkap Harsono.
Kelompok Palembang ini, kata Harsono, memang spesialis bobol ATM dan banyak beroprasi di daerah Pantura, maka ini masuk kejahatan lintas kota.

Kita juga sudah dapatkan adanya laporan kejahatan serupa yang terjadi di Medono. Itu sedang kita kembangkan apakah memiliki keterkaitan dengan jaringan Palembang ini.
"Namun yang di Medono belum sampai diambil uangnya karena memang kartu ATM macet tidak bisa dikeluarkan," terang Harsono.

Begini Cara Pelaku Bobol ATM Perdayai Korbanya

March 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Sobri (38 th) salah satu pelaku penjahat spesialis bobol ATM saat memberikan keterangan kepada media di Polsek Buaran, Senin (20/3/17)
Kota Pekalongan
Sobri (38 th) salah satu pelaku bobol ATM dari kelompok Palembang mengungkapkan, modus yang ia lakukan bersama tiga orang rekanya dengan cara memperdayai korban.
"Rekan saya Henri bertugas mengawasi ATM dan melaporkanya bila ada target masuk. Yang bertugas memandu korban setelah ATM tertelan adalah saya," aku Sobri, Senin (20/3/17) usai gelar perkara.
Sobri menjelaskan, setelah korban masuk ke ruangan dan selanjutnya akan mengalami masalah ATM tertelan atau tidak bisa dikeluarkan, kemudian saya masuk ruangan berpura-pura memberikan bantuan. Setelah itu saya pandu cara mengatasinya sampai saya suruh telpon ke Call Centre yang sudah disiapkan. lalu setelah itu saya pura-pura keluar memberikan kesempatan korban untuk melakukan apa yang saya suruh.
"Teman saya, Tejo di Jakarta berperan sebagai petugas Call Centre yang akan menerima telpon dari korban dan selanjutnya memberikan arahan hingga akhirnya korban menyebutkan PIN," ungkap Sobri.
Setelah PIN didapat, kata Sobri, korban saya tinggalkan dan teman saya Danu yang sebelumnya telah mencongkel lubang ATM dan mengganjalnya akan masuk ke ruang ATM setelah memastikan lebih dulu korban pergi untuk minta bantuan.

Karena biasanya setelah melakukan berbagai cara untuk mengeluarkan kartu ATM yang tertelan tidak bisa, lanjut Sobri, korban akan panik dan pergi ke Bank terdekat untuk minta bantuan.
"Kesempatan itu akan dimanfaatkan oleh teman saya untuk mengeluarkan ATM yang tertelan dengan mudah dan kemudian akan melakukan penarikan tunai karena PIN sudah didapat," beber Sobri.
Sobri mengaku, sudah dua hari di Pekalongan dan baru empat ATM yang sudah menjadi target sasaran, tiga ATM BRI dan satu ATM BNI namun yang mendapatkan hasil baru satu.
"Iya itu yang di RS bersalin, sebesar Rp 12,5 juta. Dan uangnya sudah dibagi. Danu membawa Rp 5 juta dan saya sebesar Rp 7,5 juta," jelas Sobri.
Sementara itu Kapolsek Buaran AKP Harsono menyampaikan, saldo tabungan milik korban, Aftanul Afif (28 th) sejumlah Rp 14.880.000 dan berhasil dikuras pelaku sebesar Rp 12.500.000.
"Sehingga saldo yang tersisa hanya sebesar Rp 2.380.000, selebihnya dikuras pelaku," ujar Harsono.

Pelaku Pembobol ATM Di Pekalongan Masuk Kelompok Palembang

March 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Kapolsek Buaran AKP Harsono menunjukan bukti stiker Call Centre palsu yang dipasang pelaku untuk menjebak korbanya
Kota Pekalongan
Polsek Buaran, Kota Pekalongan mengamankan sejumlah ATM, KTP dan uang tunai sebesar Rp 7,5 juta dari tangan kedua pelaku kejahatan bobol ATM dengan modus ganjal lobang ATM dan stiker Call Centre Palsu.

Selain itu diamankan pula sebuah sepeda motor jenis matik nopol B 6651 ZIO berikut helm dan STNK serta dua buah drei berujung tajam yang digunakan para pelaku.

Kapolsek Buaran, AKP Harsono dalam gelar perkara, Senin (20/3/17) mengatakan, jumlah pelaku ada empat orang dan masing-masing memiliki peran sendiri-sendiri.
"Dua orang ini adalah eksekutornya sedangkan dua orang lainya, Danu yang lolos dari penangkapan berperan sebagai pengganjal lubang ATM beserta penempelan stiker Call Centre Palsu," ungkap Harsono.
Sedangkan untuk satu orang lainya atau yang disebut sebagai Tejo atau Sutejo, kata Harsono, berperan sebagai penerima telpon Call Centre palsu dari para korbanya.

Sutejo ini, lanjut Harosono, berkedudukan di Jakarta dan belum tertangkap. Semua itu menurut pengakuan Sobri dan Henri dan masih akan kita kembangkan lagi.
"Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku atau korban lainya. Seperti kasus yang sama di Medono, beruntung uangnya belum bisa diambil karena ATMnya macet," terang Harsono.
Harsono juga menyebutkan, kedua pelaku yang tertangkap tersebut  berasal dari Palembang dan masuk kelompok Palembang yang memang ditugaskan untuk beroprasi di sini atau di wilayah Pantura.
"Modus yang dilakukan dengan cara mencongkel lubang ATM dengan drei tajam kemudian mengganjalnya dengan alat tertentu selanjutnya mereka memasang stiker Call Centre palsu sebagai jebakan," beber Harosno.

Begini Kronologis Aksi Pembobolan ATM Dengan Modus Ganjal Dan Stiker Call Centre Palsu

March 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Dua Pelaku pembobol ATM dengan modus ganjal dan stker Call Cantre Palsu , Henri dan Sobri dalam gelar perkara di Mapolsek Buaran, Senin (20/3/17)
Kota Pekalongan
Aftanul Afif (28 th) warga Pekajangan yang menjadi korban aksi pembobolan ATM dengan modus ganjal ATM dan Call Centre palsu menyampaikan kronologis kejadian yang menimpanya, saat itu dirinya baru terima kabar ada uang transfer masuk sebesar Rp 14 juta dari hasil usahanya di bidang Batik.
"Saya bermaksud menarik uang melalui Box ATM RS Bersalin Siti Aisyiah Pekajangan Senin pagi pukul 06.00 WIB," tuturnya usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Buaran, Senin (20/3/17).
Saat masuk ruangan ATM, kata Afif, sepintas lalu dirinya melihat ada salah satu pelaku duduk diatas motor diluaran. Awalnya saya tidak curiga.

Namun saat ATM saya tertelan dan tidak bisa dikeluarkan lagi, lanjut Afif, orang tersebut menawarkan bantuan ke saya untuk menekan ulang PIN dan setelah itu disuruh mengulang prosesnya dari awal dan kalau tetap tidak bisa disuruh menghubungi Call Centre sesuai dengan stiker yang tertempel di samping ATM.
"Saya coba berkali-kali tetap tidak bisa, saya mulai panik karena orang yang bantu saya sudah tidak ada. Akhirnya saya putuskan pergi ke Kantor Bank terdekat untuk memblokir rekening," terangnya.
Sesampainya di Bank yang dimaksud, jelas Afif, ternyata Kantornya belum buka dan disarankan petugas sekuriti untuk telpon ulang Call Centre yang asli.
"Ternyata saya sudah terlambat, Saldo yang semula Rp 14 juta lebih tersisa hanya Rp 800 ribu," ungkapnya.
Meski sedih dan gemas dengan apa yang baru dialami, tutur Afif, saya coba untuk pulang dan melaporkan kejadian tersebut ke Polisi. Beruntung, dalam perjalanan pulang dirinya malah berpapasan dengan kedua pelaku.
"Saya masih ingat wajahnya. Dia terlihat sedang sibuk telpon, kemudian saya hampiri lalu saya teriaki," ucap Afif.
Mungkin karena kaget saya memergokinya, kedua orang tersebut langsung kabur tancap gas dan spontan saya kejar sambil teriak maling hingga membuat warga yang berada dilokasi membantu mengejar pelaku.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara kedua pelaku dengan korban yang dibantu warga, sehingga kedua pelaku menjadi panik dan akhirnya menabrak Aiptu I Wayan Kembar dan rekanya Bribda Heru Setianto yang sedang bertugas mengatur lalu lintas di perempatan Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Sebelum Dimassa, Dua Pelaku Pembobol ATM Tabrak Polisi

March 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Dua pelaku pembobol ATM dengan modus ganjal ATM saat dilakukan gelar perkara di Mapolsek Buaran
Kota Pekalongan
Dua pelaku kejahatan bermodus ganjal lobang ATM dengan batang korek api sebelum ditangkap petugas dengan bantuan warga sempat diamuk massa terlebih dulu.

Dua pelaku awalnya kaget korban memergoki keduanya di dekat perempatan Bligo saat sedang sibuk menelpon.

Lantaran mengenali wajah pelaku, korban, Aftanul Afif (28 th) kemudian meneriakinya sebagai pencuri yang sontak memancing massa untuk menghakimi pelaku.

Pelaku yang panik akhirnya kabur memacu kendaraanya dan baru berhenti setelah menabrak Aiptu I Wayan Kembar yang saat itu sedang bertugas mengatur lalulintas.
"Saya teriak maling kepada pelaku agar keduanya bisa ditangkap," ujar Afif, Senin (20/3/17).
Massa yang marah langsung menghujani pelaku dengan bogem mentah hingga bapak belur sedangkan I Wayan Kembar yang menjadi korban tabrak dari kendaraan pelaku menderita luka di tangan.

Afif kepada petugas mengaku menjadi korban pembobolan ATM oleh dua pelaku di RS Bersalin Siti Aisyiah pada Senin (20/3/17) pagi sekira pukul 06.00.
"Pelakunya tiga orang, namun yang seorang lagi kabur. Dua orang itu yang akhirnya saya teriaki maling," kata Afif.
Kedua pelaku, lanjut Afif, menjadi sasaran amuk massa namun bisa diamankan oleh petugas dan selanjutnya dibawa petugas ke Polsek Buaran.

Breaking News : Dua Pelaku Kejahatan Ganjal ATM Dibekuk Polisi

March 20, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Dua pelaku kejahatan dengan modus mengganjal lobang ATM asal Palembang sedang menjalani pemeriksaan tim penyidik Polsek Buaran Pekalongan
Kota Pekalongan
Dua dari tiga pelaku kejahatan dengan modus ganjal ATM dengan batang korek api lintas kota berhasil dibekuk anggota Polsek Buaran dibantu warga masyarakat pada Senin (20/3/17) pagi.

Wakapolres Pekalongan Kota Kompol Kristanto mengatakan dua pelaku berhasil ditangkap anggota namun satu pelaku lainya berhasil lolos.
"Para pelaku ini merupakan pemain lama dan sangat profesional lantaran mereka masing-masing berbagi peran dalam mengelabui mangsanya," ungkap Kristanto.
Kristanto menambahkan, modus dari pelaku adalah mengganjal lobang ATM dengan batang korek api.
"Lalu memasang stiker nomor yang bisa dihubungi agar korban Bisa menelpon nomer tersebut," terang Krisranto.
Kejadianya sendiri menurut Kristanto berlangsung tadi pagi pukul 06.00 WIB di RS Bersalin Aisyiah Pekajangan.

Sedangkan untuk pelaku berhasil dibekuk lantaran ketahuan korabanya saat berpapasan ketika hendak pulang.
"Akibat dari ulah pelaku, korban menderita kerugian uang sebesar Rp 14 juta," tandasnya.

Polres Pekalongan Kota Ungkap Sindikat Pelaku Ranmor, Hasilnya 15 Unit Motor Diamankan

February 16, 2017 Add Comment
Polres Pekalongan Kota berhasil mengungkap sindikat pelaku pencurian sepeda motor yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Pekalongan. Selain berhasil menangkap dua orang pelakunya, Polisi juga berhasil mengamankan sebanyak 15 unit sepeda motor dari berbagai merek dari tangan para tersangka.
Kapolres Pekalongan AKBP Enrico Sugiarto Silalahi dalam gelar perkara di Mapolres, Kamis (16/2/17) sore mengatakan, dari hasil pengembangan kasus pencurian sepeda motor yang dilaporkan warga Kradenan, Kota Pekalongan, petugas mendapati informasi salah satu pelaku berhasil tertangkap di Batang.
"Berbekal informasi yang didapatkan dari Polres Batang, pelaku yang beraksi di Pekalongan berjumlah dua orang, akhirnya satu pelaku berhasil kita tangkap di Kota Pekalongan dan seorang lagi kita tangkap di Yogyakarta," ungkap Enrico.
Kemudian dari tersangka yang tertangkap di Kota Pekalongan, kata Enrico, akhirnya berkembang lagi tidak hanya satu laporan melainkan berbagai laporan lainnya masuk di Polres Pekalongan Kota.
Dari situ, lanjut Enrico, didapatkan barang bukti curian lainya yang menyertai pencurian sepeda motor seperti handphone, perhiasan emas dan barang berharga lainya.
"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kedua pelaku kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dan Pasal 262 dengan ancaman hukuman sembilan tahun pejara," ujar Enrico.
Enrico juga menjelaskan kalau dua orang pelaku merupakan residivis didalam kasus yang sama dan beberapa kali keluar masuk penjara. Khusus untuk pelaku utama yang berinisial PRW (31 th) alias Sengek dalam aksinya menggunakan modus rusak kuci kontak dengan kunci T.

Sedangkan pelaku lainnya, MIM (30 th) alias Arab selain melakukan pencurian juga berperan sebagai penjual sepeda motor hasil curian ke sejumlah tempat.
"Hasil dari penjualan sepeda motor curian mereka bagi sama rata untuk foya-foya," jelas Enrico.
Sementara itu salah satu tersangka, Sengek mengakui kalau uang hasil penjualan sepeda motor untuk senang-senang seperti mabuk dan sebagainya.

Ia juga mengakui modus yang digunakan dalam menjalankan aksinya dengan cara merusak kunci kontak dengan kuci T kemudian dibawa kabur.
"Motor saya keluarkan dari dalam rumah, setelah sebelumnya saya rusak dulu kunci kontaknya dengan kunci T," aku Sengek.

Jual Togel Buruh Batik Ditangkap Polisi

February 07, 2017 Add Comment
Nyambi jual togel, seorang buruh babar batik bernama Zuhdi Syauqon (34 th) alias Gongsil, warga Kertijayan, Buaran, Kabupaten Pekalongan, dibekuk petugas Reskrim Polsek Buaran pada Senin (6/2/17) malam.
Zuhdi ditangkap petugas saat berjalan di daerah Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan. Dari handphone pelaku, petugas mendapati daftar rekapan judi togel jenis Hongkong dan barang bukti uang tunai sebesar Rp 63 ribu.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enrico Sugiarto Silalahi mengatakan, jenis togel yang dijual oleh pelaku tidak menggunakan kupon namun menggunakan handphone alias online, bahkan transaksinya juga sudah menggunakan alat komunikasi tersebut.
"Pelaku ini sebagai bandar yang mengerjakan sendiri jualan togelnya tanpa dibantu pengecer," ungkap Enrico, Selasa (7/2/17) usai persmian Gedung Command Centre di Halaman Mapolres Pekalongan Kota.
Awal penangkapan pelaku, petugas Reskrim Buaran mendapatkan laporan masyarakat yang langsung ditindaklanjuti kemudian dari hasil penyelidikan pelakunya adalah Zuhdi alias Gongsil yang akhirnya dilakukan penangkapan lengkap dengan barang buktinya.
Baca Juga : Meresahakan, Penjual Judi Togel Hongkong Dibekuk Polisi
"Pelaku ini terancam Pasal 303 KUHP yang ancaman hukumanya 10 tahun penjara," terang Enrico.
Zuhdi sendiri menjalankan profesi sebagai penjual togel sejak dua pekan lalu karena tergiur keuntungan yang lumayan besar. Kepada petugas Zuhdi mengaku menjanjikan hadiah RP 60 ribu hingga Rp 2,5 juta untuk pembelian 1, 2, 3 dan 4 angka yang tepat.
"Dari jualan togel, semalam bisa mengantongi uang Rp 200 ribu," aku Zuhdi.

Motor Rekan Mantan Istri Dirampas , Dua Pemuda Ngawur Ini Digelandang Polisi

February 04, 2017 Add Comment
Nasib sial dialami dua pemuda, Alex Sanjaya (31 th) dan M Kamaludin (18 th), keduanya warga Desa Tirto, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Alex dan Kamaludin diciduk petugas Polsek Tirto, Kota Pekalongan karena kedapatan membegal dua gadis belasan tahun di jalan raya Ketingan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Saat diperiksa, keduanya mengaku tidak merencakannya. Namun niat jahat tersebut muncul ketika melihat motor Yamaha Mio K 5001 JH warna kombinasi putih dan pink dengan kunci kontak masih nempel ditempatnya terparkir di depan sebuah rumah kosong, sementara pemiliknya terpisah jarak tiga meteran asik ngobrol bersama dua orang temanya.
"Awalnya kami hanya berniat merayu tapi tidak berani, namun setelah ngobrol selama 10 menit, teman saya Alex lalu mengambil motor tersebut dan dibawa kabur," ungkap Kamal, Sabtu (4/1/17) saat diperiksa petugas.
Saat pelaku mengambil paksa motor, korban melawan dan sempat terjadi tarik menarik. Karena kalah kuat, pelaku berhasil membawa kabur. Sementara korban jatuh terbanting diaspal kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke petugas jaga di Pos Sepacar. Sedangkan dua orang teman korban dibantu warga mengejar pelaku. 

Yang unik, salah satu teman korban merupakan mantan istri dari salah satu pelaku. Alhasil berbekal informasi tersebut, petugas pun menangkap kedua pelaku dirumahnya. Bahkan kamal, rekan dari pelaku tertangkap basah sedang berusaha mengganti plat nomor di belakang rumah.

Marsiam Novianti (15 th) pelajar SMP kelas IX warga Desa Mulyorejo yang menjadi korban pembegalan mengaku tak menyangka salah satu teman ngobrolnya berniat jahat.
"Saya terjatuh saat mempertahankan motor. Beruntung teman saya mantan istri dari pelaku bernama Kamal, jadi tahu tempat tinggalnya sehingga saat lapor Polisi langsung bisa tertangkap," ungkap Marsiyam.
Wakapolsek Tirto, Aiptu Ismet Herman menyampaikan, pelaku dikejar teman korban dengan dibantu masyarakat dari lokasi kejadian, Siwalan yang masuk wilayah Polsek Wiradesa hingga ke wilayah pantura yang masuk wilayah Polsek Tirto, Kota Pekalongan.
"Saat ditangkap di rumahnya, pelaku ini tidak sadar korbanya adalah teman dari mantan istrinya sendiri," terang Ismet.
Ismet menjelaskan, pelaku Alex Sanjaya merupakan residivis dan belum lama keluar dari penjara sedangkan M Kamaludin baru sekali melakukan pencurian motor.
"Barang bukti sudah lengkap kita amankan dan kita sedang menunggu kedua pelaku ini dijemput petugas dari Polsek Wiradesa yang memiliki wilayah hukum di TKP," jelas Ismet.

Sembunyi Di Rumah Istri Kadal Digrebeg Polisi

February 03, 2017 Add Comment
Mardiyono (32 th) alias Kadal warga Kelurahan Klidang Wetan, Kecamatan Batang Kota, Kabupaten Batang berhasil ditangkap petugas Polsek Pekalongan Timur dalam sebuah aksi penggrebegan di sebuah rumah yang diketahui milik istri pelaku di Desa Depok, Kabupaten Batang.

Pelaku yang memiliki tato disekujur badanya tersebut diketahui sebagai tersangka pencurian sepeda motor di Jalan Kartini, Kota Pekalongan tanggal 30 Desember 2016 silam.

Kapolsek Pekalongan Timur, Kompol Agus Riyanto mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi keberadaan tesangka di rumah istrinya dari masyarakat.
"Sebelum dilakukan penangkapan, kami sudah sudah pelajari situasinya. Mardiono kami amankan setelah duhur," ungkap Agus, Kamis (2/2/17).
Selain tersangka, lanjut Agus, kami juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor matic Honda Beat tahun 2015 warna biru hitam dengan nopol G 6126 HH milik Purnomo, warga jalan Kartini Rt 04 RW IV Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur.

Namun barang bukti yang dimaksud, kata Agus, sempat dipindahtangankan ke orang lain, tapi sudah kita ambil sebagai barang bukti kejahatan.
"Untuk Mardiono ini kasusnya sudah banyak. Kami sudah pelajari selama enam kali menjalani hukuman penjara," terang Agus.
Sebenarnya kalau dikembangkan, tambah Agus, Mardiono terlibat  banyak kasus, namun untuk TKP di wilayah Pekalongan Timur baru satu.

Miliaran Uang Peserta Umroh Ludes Digunakan Pelaku Penipuan Umroh Bodong Untuk Main Trading Forex

January 25, 2017 Add Comment
Korban penipuan umroh bodong oleh karyawan biro perjalanan haji Al Mafira Kota Pekalongan, Abday Rathomi (41 th) dan pemilik biro perjalanan haji Kedhaton asal Jogjakarta, M Yusuf,  berjumlah 98 orang dengan kerugian mencapai Rp 1,9 miliar.
"Awalnya para korban dimintai uang Rp 14 juta kemudian dimintai lagi dengan alasan biaya macam-macam hingga akhirnya berjumlah Rp 21 juta," ungkap Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enrico Sugiaharto Silalahi dalam gelar perkara, Selasa (24/1/17).
Selain mengamankan barang bukti berupa pakaian haji motif batik, paspor dan bukti-bukti pembayaran. Polisi juga menyita sisa uang dari hasil kejahatan sebesar Rp 220 ribu.
"Jadi uang peserta umroh sebesar Rp 1,9 miliar hanya tersisa Rp 220 ribu," terang Enrico.
Enrico menjelaskan, bedasarkan keterangan penyidikan sesuai BAP, kedua pelaku merupakan teman pribadi bukan rekan bisnis.
Dan terkait uang sebesar Rp 1,9 miliar yang diterima kedua pelaku dari para korbanya, lanjut Enrico, sebagian diserahkan tersangka Abday Rathomi ke tersangka lainya M  Yusuf sedangkan sisanya habis untuk kepentingan pribadi.
"Salah satunya untuk bisnis forex trading hingga hanya tersisa Rp 220 ribu yang kita amankan," jelas Enrico.

Dua Pelaku Penipuan Umroh Bodong Ditetapkan Sebagai Tersangka

January 25, 2017 1 Comment
Polres Pekalongan Kota akhirnya menetapkan dua pelaku penipuan umroh bodong, Abday Rathomi (41 th) dan M Sofyan sebagai tersangka dalam gelar perkara di Mapolres Kota Pekalongan, Selasa (24/1/17).
"Bedasarkan keterangan saksi dan bukti yang ada setatus keduanya kita tingkatkan menjadi tersangka," ungkap Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enrico S Silalahi.
Menurut Enrico, pihak kepolisian dalam waktu dekat akan segera melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan. Dari keterangan penyidikan dan BAP keduanya memang tidak menjadwalkan keberangkatan 98 orang korbannya ke tanah suci Mekah untuk melakukan ibadah haji umroh.
Enrico mejelasakan, salah satu tersangka, Abday Rathomi alias Tomi merupakan karyawan dari biro perjalanan haji Al Mafira yang memang sudah biasa merekrut calon haji umroh untuk diberangkatkan.
Enrico juga menambahkan, sebagian korban penipuan kedua pelaku pernah menggunakan jasa yang bersangkutan untuk ibadah haji umroh di Mekah.
"Namun untuk pendaftaran calon haji tahun 2015 dengan keberangkatan tahun 2016, semua korban gagal berangkat ke tanah suci," jelas Enrico.
Para korban yang gagal berangkat bulan Desember 2016, lanjut Enrico, akhirnya melaporkan keduanya ke Polisi dan langsung ditindak-lanjuti hingga akhirnya ditetapkan sebagi tersangka.

Para korban sendiri, kata Enrico berasal dari tiga daerah seperti Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.
"Totalnya ada 98 orang korban dengan kerugian materi sebesar Rp 1,9 miliar," terang Enrico.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Pekalongan menerima laporan dari masyarakat, Selasa 20 Desember 2016 terkait adanya praktik penipuan yang dilakukan oleh dua orang yang berasal dari Biro Perjalan Haji.