Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Diketemukan Kuburan Baru Diduga Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang

December 14, 2017 Add Comment
Pekalongan News
 Satreskrim Polres Batang bersama Polsek Gringsing terus berupaya melakukan pengembangan dan pendalaman atas kasus pembunuhan Restu Novianto yang diduga dilakukan oleh dukun pengganda uang
Kabupaten Batang - Jajaran Satreskrim Polres Batang bersama Polsek Gringsing terus berupaya melakukan pengembangan dan pendalaman atas kasus pembunuhan Restu Novianto yang diduga dilakukan oleh dukun pengganda uang, M (45) warga Dukuh Segan Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing.

Pasalnya, Rabu (13/12) menemukan lokasi penguburan baru. Di tenpat ini di temukan kerangka manusia di duga Slamet (55) warga Dukuh Sambungrejo Desa Sawangan Kecamatan Gringsing.

Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto mengatakan, penemuan kerangka manusia yang diduga bernama Slamet bermula dari adanya keterangan istri korban, yang melaporkan bahwa korban telah menghilang sejak 2 desember 2014 .
“Istri Korban, suaminya tidak komunikasi atau hilang sejak tiga tahun lamanya. Ia bersama Mereka (keluarga korban-red) mencurigai, kalau korban ini termasuk korban pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku M. Akhirnya, dari situlah kita lakukan penyelidikan,” kata Kapolsek pada Kamis (14/12).
Lebih lanjut Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto menjelaskan, mula kejadian pada Minggu tanggal 28 Desember 2014 sekitar pukul 19.30 WIB, korban pamit kepada istrinya akan pergi kekandang ayam miliknya dengan membawa uang 140 juta dan Lokasi Kandang ayam tersebut terletak di Dk.Sambungrejo Ds.Sawangan Kec.Gringsing Kab.Batang. 
“Saat itu, Pelaku M adalah penjaga kandang ayam tersebut dan Pagi harinya tepatnya hari senin tanggal 29 Desember 2014 istri korban datang ke Kandang ayam dan menanyakan keberadaan suaminya, pelaku M menjawab bahwa suaminya pergi merantau ke Malaysia dan Ia pun percaya akan perkataan pelaku,” jelas Kapolsek. 
Ratusan warga setempat memadati lokasi, untuk melihat secara langsung kegiatan gabungan dari tim inafis Satreskrim Polres Batang dan polsek Gringsing siang kemarin melakukan penggalian dibeberapa lokasi yang dicurigai sebagai tempat dikuburnya korban. 

Dari pencarian awal, petugas berhasil menemukan lokasi penguburan jasad korban. Namun, petugas belum melakukan proses evakuasi dan autopsi terhadap jasad korban tersebut. Proses evakuasi baru akan dilakukan pada Kamis (14/12) oleh tim DVI Polda Jateng.

Saat ini, Petugas juga telah mengamankan istri dan anak tersangka di Mapolsek Gringsing guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Diduga, istri tersangka mengetahui kasus pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya. Guna antisipasi hal hal yang tidak diinginkan sejumlah petugas mengamankan rumah tersangka.

Polsek Batang Menyita Miras Dalam Gelaran Operasi Cipta Kondisi

December 13, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Puluhan botol minuman keras (Miras) berhasil disita jajaran Polsek Batang Kota dalam gelaran operasi cipta kondisi jelang Natal dan Tahun Baru.
Kabupaten Batang
Puluhan botol minuman keras (Miras) berhasil disita jajaran Polsek Batang Kota dalam gelaran operasi cipta kondisi jelang Natal dan Tahun Baru. Gelaran operasi menyasar di sejumlah warung yang diduga menjual minuman keras. Kapolsek Batang Kota Polres Batang AKP Bambang Sugiyanto langsung memimpin jalanya operasi tersebut.

Kapolsek AKP Bambang Sugiyanto mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini dalam rangka menciptakan situasi keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kecamatan Batang jelang Natal dan tahun baru.
"Kami menyita minuman keras berupa Ciu Sebanyak 55 Botol Aqua Ukuran Besar dan 28 Kantong Plastik," jelas Sugiyanto, Rabu (13/12).
Menurut keterangan pedagang miras, satu botol aqua besar CIU di jual seharga 60 ribu dan yang berada di Plastik CIU di jual Seharga 25 ribu.
Bambang Sugiyanto menambahkan, para pedagang miras yang terbukti kedapatan menjual maupun menyimpan miras tetap disidangkan Tipiring sesuai dengan Perda Kabupaten Batang yang berlaku.
"Supaya bisa menjadikan pelajaran dan efek jera bagi para penjual miras lainnya," tegasnya.
Kami mengimbau kepada warga masyarakat di wilayahnya untuk tidak mencoba menjual maupun mengkonsumsi miras. Karena apabila dijumpai hal tersebut akan dilakukan proses sesuai hukum yang berlaku.
"Mari kita ciptakan bersama iklim sejuk dan kamtibmas kondusif jelang natal dan tahun baru," pintanya.

Satresnarkoba Polres Batang Berhasil Bekuk Pengedar Pil Dextro

December 13, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Satresnarkoba Polres Batang berhasil menangkap pengedar pil Dextro yang selama ini meresahkan masyarakat di wilayah pantura Batang.
Kabupaten Batang
Satresnarkoba Polres Batang berhasil menangkap pengedar pil Dextro yang selama ini meresahkan masyarakat di wilayah pantura Batang.

AW (30) warga Desa Penundan Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang adalah diduga pelaku.
Kapolres Batang Polda Jawa Tengah AKBP Edi S Sinulingga melalui Kasatresnarkoba AKP Hartono menjelaskan, penangkapan pelaku setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat, s
elama ini di wilayah Kecamatan Banyuputih banyak terjadi peredaraan obat atau pil yang di salah gunakan di kalangan pelajar.
''Berawal dari informasi itu, tim melakukan penyelidikan hingga dapat menangkap tersangka beserta barang bukti pada saat melakukan transaksi jual beli pil,'' kata AKP Hartono pada Rabu (13/12).
Selain menangkap tersangka juga mengamankan barang bukti berupa 17 paket pil Dextro berjumlah 119, 3 paket pil warna putih total 9 butir pil double, 1 bekas bungkus rokok, Uang tunai Rp.40.000 dan 1 buah telepon genggam.
Hasil interogasi, dia (tersangka) mendapat pil itu dari jaringan pengedar di semarang. Barang.barang itu dijual di wilayah Banyuputih, gringsing dan Limpung.
"Pil dijual murah dan terjangkau Rp.1.000 per butir dan dibuat paketan, sehingga banyak konsumenya anak -anak sekolah dan karyawan pabrik.Saat ini AW di tahan di Mapolres Batang guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut," beber Kasat Narkoba AKP Hartono.








Kasus Pembunuhan Dengan Motif Penggandaan Uang Berhasil Diungkap Satreskrim Polres Batang

December 11, 2017 Add Comment


Polres Batang
Jajaran Polres Batang berhasil mengungkap kasus pembunuhan dengan motif penggandaan uang, Pelaku membunuh korban dan menguburnya di kebun sengon milik pemerintah desa Sawangan
Kabupaten Batang - Jajaran Polres Batang berhasil mengungkap kasus pembunuhan dengan motif penggandaan uang, Pelaku membunuh korban dan menguburnya di kebun sengon milik pemerintah desa Sawangan.

M (37) warga Dukuh Segan Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing adalah diduga pelaku pembunuhan terhadap Restu Novianto (37), warga Desa Plelen Kecamatan Gringsing berhasil ditangkap Polsek Gringsing yang di backup Tim Opsnal Polres Batang dirumahnya, Minggu (10/12) sekitar pukul 15.00 WIB.A

Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, melalui Kapolsek Gringsing, AKP Sugiyanto mengatakan, kejadian berawal pada Rabu (15/11), korban berpamitan pada istrinya untuk bertemu temannya dengan alasan akan menggandakan uang. Namun sejak kepergiannya tersebut, Restu Novianto tidak pulang ke rumah. Atas laporan dari warga, Unit Reskrim Polsek Gringsing kemudian bergerak melakukan penyelidikan.
"Berdasarkan ciri-ciri motor yang dipakai korban yaitu Honda Beat No G 5400 GV, Unit Reskrim Polsek Gringsing mencurigai sepeda motor tersebut dipakai oleh M. Dibantu tim Opsnal Sat Reskrim Polres Batang kemudian tim berhasil mengamankan yang bersangkutan," jelas Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto pada Senin (11/12) pagi.
Pelaku terpaksa dilumpuhkan petugas di kakinya karena berusaha melawan ketika akan diamankan. Saat interogasi, pelaku telah membunuh Restu Novianto dan jenazah korban dikuburkan di kebun sengon yang dimiliki pemerintah Desa Sawangan Kecamatan Gringsing.
"Modusnya, Pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara memuntir leher korban hingga kemudian meninggal dunia. Setelah meninggal, korban selanjutnya dikubur di tanah tegalan. Pelaku telah menunjukan tempat mengubur korban pada pihak kepolisian," katanya.
Polisi sendiri bergerak cepat untuk melakukan pengembangan atas kasus ini. Mereka mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang police line. Selain itu pelaku dibawa ke Satreskrim oleh tim Opsnal untuk pengembangan lebih lanjut. Rencananya, kata Sugiyanto, untuk pemeriksaan dan pengambilan mayat Restu Novianto akan dilakukan pada hari ini (Senin).

Unit Reskrim Polsek Limpung Berhasil Membekuk Pencuri Pakan Ternak Ayam

December 10, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Unit Reskrim Polsek Limpung Polres Batang Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap dan menangkap tindak pidana pencurian pakan ternak ayam yang berada di Dukuh Blimbing Desa Luwung Kecamatan Limpung

Kabupaten Batang - Unit Reskrim Polsek Limpung Polres Batang Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap dan menangkap tindak pidana pencurian pakan ternak ayam yang berada di Dukuh Blimbing Desa Luwung Kecamatan Limpung Kabupaten Batang. Tiga orang diduga pelaku ditangkap saat berada di lapangan Desa setempat, Rabu (6/12) sore.

Diketahui identitas diduga pelaku bernama AY (29), ES (30), TA (26), ketiga pelaku warga Dukuh Luwung Desa Blimbing Banyuputih.
"Ketiga pelaku adalah penjaga kandang ternak ayam saat ini sudah kami tahan dan mintai keterangan," Kapolsek Limpung AKP Raharja, pada Minggu (10/12) sore.
Lanjut Kapolsek menjelaskan, mula kejadian pada Senin tanggal 04 Desember 2017 diketahui sekitar pukul 06.00 WIB bertempat di Kandang Ayam ilik Ichsan (34) warga Dukuh Petamanan Banyuputih merasa kehilangan barang berupa 7 (tujuh) karung pakan Ayam Merk POKPEN B-11S Q. Seperti kebiasaan pagi itu, Dua orang saksi bermaksud hendak mengambil pakan ayam di gudang pakan, namun ternyata hilang.
"Modusnya, Pelaku mencongkel dan merusak dinding pada gudang pakan ayam yang terbuat dari papan kayu sengon, kemudian pelaku masuk ke dalam gudang," jelas AKP Raharja.
Saat diinterogasi, ketiga pelaku mengakui perbuatanya.
"Uang hasil mencuri digunakan untuk minum minum/foya foya," aku ketiganya.
Selain menangkap pelaku juga mengamankan barang bukti berupa 
5 (lima) Karung Pakan Ayam BOILER Merk POKPEN B-11S Q, Uang tunai Rp. 77.000,- (tujuh puluh tujuh ribu rupiah).
"Akibat perbuatan pelaku, Korban mengalami kerugian sebesar. Rp. 3.500.000-, (tiga juta lima ratus ribu rupiah ) dan pelaku bisa di jerat pasal 363 KUHPidana," tandas Kapolsek Limpung AKP Raharja.

Terduga Pelaku Pembunuhan Melompat Di Jembatan Kali Kutho Gringsing

December 10, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Penemuan mayat di aliran sungai Kalikuto Dukuh Lutung mati Desa Yosorejo Kecamatan Gringsing oleh dua warga sekitar yang tengah memancing menjadi titik terang bagi pihak kepolisian dalam mengungkap kasus pembunuhan karyawan BRI cabang Weleri
Kabupaten Batang - Penemuan mayat di aliran sungai Kalikuto Dukuh Lutung mati Desa Yosorejo Kecamatan Gringsing oleh dua warga sekitar yang tengah memancing menjadi titik terang bagi pihak kepolisian dalam mengungkap kasus pembunuhan karyawan BRI cabang Weleri Warga Desa Ngareanak Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal ditemukan meninggal di sebuah gedung bekas rumah makan, Selasa (21/11) lalu.

Kapolsek Gringsing Polres Batang Polda Jawa Tengah AKP Sugiyanto menjelaskan sebelumnya informasi yang ia dapat bahwa terduga pelaku pembunuhan melompat dari jembatan Kali Kutho. Polsek Gringsing dan Satreskrim Polres Kendal berkerja sama mencari pelaku pembunuhan Pegawai BRI tersebut.
"Penemuan mayat ini segera saya sampaikan kepada Satreskrim Polres Kendal untuk mengecek apakah mayat ini merupakan pelaku yang mereka cari," jelas AKP Sugiyanto, Jumat (8/12).
Lanjut Kapolsek, saksi terakhir sekaligus seorang sopir rental mobil yang pelaku sewa pada waktu itu untuk mengantarkan ke Brebes.

Di duga pelaku yang bernama Jm warga desa Sendang Kulon Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal itu Curhat kepadanya bahwa dirinya terbelit utang dan mau bunuh diri. 

Saat melintas di jembatan Kalikuto Jm meminta diberhentikan mobilnya. Setelah itu Jm berlari dan melompat ke dalam sungai. Tindakan diduga pelaku tidak disangka oleh saksi. 
"Padahal saat itu kondisi hujan dan sungai banjir," katanya. 
Ia menambahkan kondisi terakhir mayat diduga pelaku itu memang sudah rusak terutama di bagian wajah. Bagian tubuh yang masih dikenali oleh keluarga pelaku adalah pakaian dikenakan terakhir dan bekas operasi di bawah perut. Mayat. Diduga pelaku kini tengah berada RSU Soewondo Kendal untuk diidentifikasi. 

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar menjelaskan pihak Polres akan melakukan pemeriksaan dengan melakukan tes DNA dan ciri-ciri yang lain dengan dipadukan keterangan keluarga pelaku.
"Untuk memastikan akan kami lakukan Tes DNA. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah mayat ini merupakan orang yang kami cari, dari keterangan saksi bahwa pakaian yang dikenakan mayat ada kemiripan dengan yang pelaku pakai," Jelas Kasatreskrim Polres Kendal.


Pura-Pura Pinjam Korek 2 HP Dan Sandal Raib

November 27, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Jajaran Satreskrim Polres Batang berhasil mengungkap dan menangkap diduga pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Umum (Jalan Desa) masuk wilayah Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem
Kabupaten Batang - Jajaran Satreskrim Polres Batang berhasil mengungkap dan menangkap diduga pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Umum (Jalan Desa) masuk wilayah Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. S (28) warga Desa Candiareng Warungasem Batang adalah diduga pelaku yang ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Batang ketika pelaku berada dirumah saudaranya di daerah Toso Kecamatan Bandar pada Sabtu (25/11/17) petang.
Baca Juga
"Pelaku sudah kami amankan dan mintai keterangan," kata Kasat Reskrim saat ditemui Senin (27/11).
Eko Marudin menjelaskan, mula kejadian pada Sabtu tanggal 11 Nopember 2017 sekitar pukul 17.30 Wib, ketika dua pelajar yakni Riza Hendrawan (17) dan Amat Tembel Yulianto (15) keduanya warga Warungasem bersama dengan teman-temanya sedang bermain bola di tanah kosong yang berada di pinggir jalan umum yang pada waktu itu HP milik korban di taruh bersama dengan sandal di tanah dekat korban bermain bola. 

Tiba tiba datang dua orang lelaki yang tidak dikenal dan salah satu menggunakan sarung warna coklat kombinasi hijau motif kotak-kotak dengan mengendarai sepeda motor Honda beat No.Pol G-4020-GV.
"Mereka awalnya berpura-pura meminjam korek api, setelah mondar-mandir kemudian pelaku mengambil 2 (dua) buah HP milik korban dan beberapa sandal yang berada di tempat itu dan langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor," beber Kasat Reskrim.
Melihat barang-barang miliknya diambil oleh pelaku, lanjut Kasat Reskrim, lalu korban bersama dengan teman-temanya langsung mengejar kedua pelaku dan berteriak “maling-maling”, namun belum jauh kurang lebih 100 meter pelaku terjatuh, kemudian pada waktu itu korban berusaha merebut HP yang diambil oleh pelaku beserta HP yang diambil ikut terjatuh.
"Saat itu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis golok dan diayun-ayunkan ke arah korban dan teman-temannya, melihat hal itu korban berusaha lari sambil berpura-pura mengambil batu untuk dilemparkan ke arah pelaku, kemudian pelaku pergi melarikan diri," jelasnya.
Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 2.500.000,- (Dua juta lima ratus ribu rupiah) selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Warungasem.
"Akibat perbuatanya, pelaku bisa dijerat dengan pasal 365 KUHP dan Kami sudah mengantongi identitas teman pelaku," tandas Kasat Reskrim AKP Eko Marudin.
Saat ini petugas tengah lakukan pendalaman dan pengejaran terhadap teman pelaku.

Warga Grebek Pernipu Dengan Modus Pengganda Uang

November 22, 2017 Add Comment
Kabupaten Batang
Nasib naas dialam MS (35), warga Dukuh Taragan, Desa Prungguhan, Kecamatan semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ketika akan melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang ke rumah korbannya, Safii ( 45 Tahun), warga Dukuh Botokan Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, malahan digrebek warga setempat. Kemudian yang bersangkutan dibawa warga ke Mapolsek Warungasem Polres Batang, untuk diamankan, Selasa (21/11/17) pagi.

Tersangka mulai melakukan aksinya setelah sering datang ke warung milik korban. Kemudian dia mulai merayu dengan mengatakan bisa menggandakan uang hingga RP.250 juta. Korban pun merasa tertarik dan mau menyerahkan uang Rp 5 juta supaya digandakan.

Sebelumnya, MS meminta korban agar menyediakan kardus dan diisi bunga kenanga serta bunga kantil pada Kamis (2/11). Kemudian paginya, Jumat (3/11) bisa dibuka dengan membaca surat Al fatehah sebanyak 3 kali dan kardus akan terisi uang. Namun ketika syarat semua sudah dilaksanakan, ternyata setelah dibuka kardusnya tidak ada uang serupiahpun.

Korban lalu menyampaikan hal tersebut kepada pelaku dan diminta untuk mengulanginya kembali. Lagi-lagi, saat kardus dibuka tetap tidak ada uangnya. Lantaran curiga, akhirnya Saffi menceritakan kejadian itu ke tetangganya dan mereka mengatakan kalau itu merupakan aksi penipuan.
Selanjutnya korban dan warga setempat mengambil inisiatif untuk menjebak tersangka supaya datang ke rumahnya. Rencana itu berhasil, MS pada malam hari kembali datang ke rumah korban. Setelah beberapa saat berada di rumah korban, warga pun beramai-ramai datang dan melakukan penggrebekan.

Pelaku yang tidak mengetahui rencana itu sangat terkejut, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya dia hanya bisa pasrah ketika dibawa ke Mapolsek Warungasem.
Menurut pengakuannya, nekat melakukan aksi tersebut lantaran terpaksa untuk menyambung hidup sebagai perantauan. Di Pekalongan, dirinya hanya sendiri dan tak memiliki keluarga, lalu hasil dari pekerjaannya tidak maksimal.
''Hasil dari menipu saya gunakan kepentingan pribadi dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan sisanya saya pakai untuk foya-foya,'' katanya kepada polisi.
Selain mengamankan pelaku juga menyita barang bukti berupa, sebuah kardus warna coklat bertuliskan Hemart dan Higienize, sebuah tas punggung warna hitam, bunga kantil dan kenanga dalam keadaan kering.

Kapolres Batang Polda Jawa Tengah AKBP Edi S Sinulingga., melalui Kapolsek Warungasem AKP Akhmad Almunasifi, mengatakan, penipuan yang dilakukan tersangka ke Safii dilakukan beberapa tahap. Sampai ketiga kali, korban menyadari akan tertipu sehingga bercerita ke warga dan membuat rencana untuk menangkap tersangka.

Tindakan pelaku ini bisa dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman di atas empat tahun penjara. Sementara ini, pihaknya masih menindaklanjuti kasus itu dengan memperdalam keterangan terhadap tersangka, khususnya apakah ada korban lainya. Untuk itu, dia meminta ke warga, apabila merasa menjadi korban serupa yang dilakukan tersangka supaya melapor ke Polsek Warungasem.
''Kami mengimbau masyarakat agar jangan mudah tergiur dengan penipuan dengan modus penggandaan uang dan jika ada yang menawarkan bisa menggandakan uang, segera laporkan ke polisi,” katanya.

Asyik Berjudi, Tidak Menyadari Kedatangan Polisi

November 15, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Satreskrim Polres Batang berhasil membekuk empat pelaku judi kartu domino, selasa (14/11) kemarin petang. Keempatnya tertangkap tangan sedang asyik bermain judi di sebuah warung makan di pinggir jalan raya pantura batang
Kabupaten Batang
Jajaran Satreskrim Polres Batang berhasil membekuk empat pelaku judi kartu domino, selasa (14/11) kemarin petang. Keempatnya tertangkap tangan sedang asyik bermain judi di sebuah warung makan di pinggir jalan raya pantura batang-semarang masuk Desa Sentul Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.

Tanpa perlawanan keempat pelaku langsung di bawa ke Mapolres Batang. Keempat pelaku tersebut yakni S (46) , AS (30) keduanya warga Dukuh Krincing Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing kabupaten Batang, R (29) warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal dan So (35) warga Dukuh Sendangwungu Desa Kutasari Kecamatan Gringsing.
“Saking asyiknya, keempat pelaku yang sedang berjudi di warung milik S (salah satu pelaku) tidak menyadari kedatangan polisi. Bahkan mereka tidak sempat melarikan diri,” ungkap Kasat Reskrim AKP Eko Marudin, Rabu (15/11).
Selain menangkap para pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya karpet warna hitam, uang tunai Rp. 450.000, 1 (satu) set kartu domino berjumlah 28 buah.

Setelah diinterogasi, ternyata S dan AS adalah ayah dan anak sedangkan So juru parkir di warung tersebut.

Menurut Kasat Reskrim AKP Eko Marudin, keempatnya akan di jerat dengan pasal 303 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun Penjara, tandasnya.





Polsek Batang Kota Bersama Warga Evakuasi Mayat Laki-Laki Didalam Rumah

November 09, 2017 Add Comment
Polres Batang
Polsek Batang Kota bersama warga lalu mengevakuasi korban ke RSUD Kalisari Batang untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER)
Kabupaten Batang
Warga Perumahan Kalisalak Kelurahan Kauman dikejutkan dengan penemuan mayat laki laki didalam rumah. Mayat itu, pertama kali ditemukan oleh tetangga korban yang tengah melintas didepan rumah dan mencium bau busuk.

Kapolres Batang Polda Jawa Tengah AKBP Edi Suranta Sinulingga melalui Kapolsek Batang Kota AKP Bambang Sugiyanto menuturkan mayat itu ditemukan warga dan berdasar identitas KTP mayat itu bernama Abdul Rozak (88), warga pemalang." Tadi sekitar pukul 14.00 WIB," kata Kapolsek Batang Kota AKP Bambang Sugiyanto pada Selasa (7/11/17).

Lanjut Kapolsek, saksi merasa curiga kemudian memberitahu warga yang lain. Selain itu kecurigaan bertambah karena sudah beberapa hari korban tidak keluar rumah dan lampu teras menyala.
"Saat di cek ternyata pintu terkunci dan saat dipanggil tidak ada suara . Salah satu warga memberitahu anak korban dengan menanyakan apakah korban ikut dengannya atau tidak, namun ternyata ayahnya berada di dalam rumah tersebut," jelas Kapolsek.
Mengetahui hal itu, dia bersama warga mengecek ke dalam rumah dan ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang di lantai ruang tengah dan kondisi sudah membusuk.
Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Batang Kota.

Polsek Batang Kota bersama warga lalu mengevakuasi korban ke RSUD Kalisari Batang untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER).

Menurut keterangan Dr.Yuliati RSUD Kalisari Batang menyimpulkan bahwa korban meninggal diperkirakan sudah 2 hari dan diduga karena memang sudah lanjut usia serta tidak di temukan tanda tanda penganiayaan.

Polsek Warungasem Bersama Warga Berhasil Mengamankan Pencuri Burung

November 07, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Apes, MH alias Sindung (31) diduga membawa kabur burung kenari di dalam sangkar ketahuan pemiliknya. Sehingga hal tersebut membuat Sindung tak bisa berkutik.
Kabupaten Batang
Apes, MH alias Sindung (31) warga kelurahan Krapyak kidul Kecamatan Pekalongan utara kota Pekalongan. Pasalnya Sindung diduga membawa kabur burung kenari di dalam sangkar ketahuan pemiliknya. Sehingga hal tersebut membuat Sindung tak bisa berkutik.

Kapolsek Warungasem AKP Akhmad Almunasifi menjelaskan, pelaku kami amankan pada Jumat 3 Nopember 2017 sekitar pukul 09.00 WIB di jalan Raya Warungasem. "Pelaku sudah kami tahan dan mintai keterangan," kata Kapolsek Warungasem Polres Batang AKP Akhmad Almunasifi, Senin (6/11) siang.

Lebih lanjut Kapolsek Warungasem AKP Akhmad Almunasifi mengungkapkan, kejadian bermula pada Jumat 3 nopember 2017 pukul 08.00 WIB, ketika itu Muslimin akan pulang kerumah ditengah jalan melihat pelaku membawa burung kenari didalam sangkar yang diyakini miliknya dengan menggunakan sepeda motor honda vario nopol G 4590 HH.
"Saat itu juga pelaku langsung dihentikan korban dengan memegang stang kiri yang mengakibatkn sepeda motor dan sangkarnya terjatuh, setelah itu warga berdatangan dan diserahkan kepada Polsek Warungasem Polres Batang," jelas Kapolsek.
Kemudian setelah dilakukan pengembangan ternyata sebelumnya pelaku sudah mengambil 2 ekor burung kenari di dua tempat di Warungasem.

Setelah diinterogasi, pelaku mengaku telah beraksi tiga kali melakukan pencurian burung kenari dan burung itu dijual di Pasar burung, dari penjualan ini dia mendapat keuntungan sehingga pelaku berusaha melakukan aksi ini kembali, akunya.

Kami mengimbau kepada warga masyarakat pecinta atau hobi burung agar menempatkan sangkar dan burung ditempat aman, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.
"Mari kita jaga bersama kondusifitas kamtibmas di lingkungan masing masing dan menggiatkan kembali pos kamling," imbuh Kapolsek.

Polsek Blado Bersama Warga Berhasil Mengamankan Pencuri Dengan Modus Mencongkel Jendela

November 07, 2017 Add Comment
Pekalongan News
N (54) warga Dukuh Donomerto Desa Pesantren Kecamatan Blado Kabupaten Batang, terpaksa kembali merasakan dinginya di balik jeruji besi. Pasalnya setelah berhasil membawa hasil curian ketika hendak kabur perbuatannya tersebut ketahuan warga.
Kabupaten Batang
Nasib sial dialami N (54) warga Dukuh Donomerto Desa Pesantren Kecamatan Blado Kabupaten Batang, terpaksa kembali merasakan dinginya di balik jeruji besi. Pasalnya setelah berhasil membawa hasil curian berupa 1 (satu) buah tas cangklong warna Coklat , 1 (satu) buah HP merk smart frend andromax warna hitam  dan uang tunai sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) ketika hendak kabur perbuatannya tersebut ketahuan warga. Tak pelak, warga yang geram sempat melampiaskan kemarahannya. Beruntung, petugas Polsek Blado Polres Batang yang berpatroli segera mengamankan pelaku.

Kapolsek Blado AKP Puji Irtianto, membenarkan kejadian tersebut. "Saat ini pelaku sudah kami amankan dan mintai keterangan," kata Kapolsek Blado AKP Puji Irianto pada Senin (6/11) siang.

Lebih lanjut Kapolsek Blado menjelaskan N (54) beraksi dirumah korban Chotimah (25) warga Dk. Kepokoh  Desa Blado, Kecamatan Blado Kabupaten Batang Sabtu tanggal 4 November 2017, sekitar pukul 02.00 WIB,
"Modusnya, pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan mencongkel jendela kamar samping kanan rumah menggunakan obeng dan drei yang sudah dipersiapkan. Dalam aksinya Pelaku menggunakan penutup muka (sebo) agar tidak dikenali Selanjutnya pelaku keluar lewat pintu kiri rumah, setelah berhasil melakukan perbuatannya dan bermaksud untuk melarikan diri," jelas Kapolsek.
Akan tetapi perbuatanya kepergok warga, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian yang kebetulan saat itu Petugas Polsek Blado yang dipimpin oleh Kapolsek sedang melaksanakan patroli ke wilayah Desa Blado dengan menggunakan Kendaraan Dinas Backbone.

Selain mengamankan pelaku juga menyita barang bukti berupa 1 (satu) dus buk, Hanphone Merk  Smrat Frend Andromax warna hitam, 1 (satu) buah tas cangklong warna coklat berisi 1 (satu) bungkus tisu basah merk Mitobaby, 1 (satu) buah tas cangkong warna coklat tua berisi 1 (satu) HP merk Nokia, 1 (satu) obeng, 1 (satu) kunci  T, 1 (buah) gunting, 1 (satu) buah senter, 1 (satu)sisir warna merah, 1 (satu) korek api gas, 1 (satu) buah penutup muka (sebo) warna hitam dan 1 (satu) pasang kaos tangan warna putih-merah bertulisan princess.

Menurut pengakuanya, pelaku sudah empat kali keluar masuk penjara yaitu kasus penipuan dan pencurian.
"Akibat perbuatanya, pelaku bisa dijerat dengan pasal 363 KUHPidana," tandas AKP Puji Irianto.
Saat ini petugas Kepolisian masih mengembangkan kasus pencurian tersebut.

Pelaku Penggelapan Sepeda Motor Ditangkap Tim Reskrim Polres Batang

November 01, 2017 Add Comment
Pekalongan News
R ditangkap Tim Opsanal Sat Reskrim Polres Batang karena di duga telah melakukan penggelapan satu unit sepeda motor Yamaha Vega
Kabupaten Batang
Warga Desa Jrakah payung Tulis Batang berinisial R (27) terpaksa di gelandang polisi pada Minggu (29/10) sore di wilayah Bandar. Pasalnya, R ditangkap Tim Opsanal Sat Reskrim Polres Batang karena di duga telah melakukan penggelapan satu unit sepeda motor Yamaha Vega yang terjadi di Desa Clapar Kecamatan Subah Kabupaten Batang pada februari tahun 2016.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim, Eko Marudin, membenarkan penangkapan tersebut. 
"Saat ini Pelaku sudah kami amankan dan mintai keterangan," kata Kasat Reskrim pada Selasa (31/10) siang.
Kasat Reskrim menjelaskan kejadian bermula pada Senin 01 Pebruari 2016 sekitar pukul 11.00 WIB Dinanto (17) warga Ds. Ciluwuk Tulis  Batang adalah pemilik sepeda motor Yamaha Vega warna biru tahun 2005 ditelpon oleh R alias Kisut untuk datang menemuinya.
 "Selanjutnya, teman pelaku yang tidak dikenal meminjam sepeda motor Dinanto untuk membeli rokok," tuturnya.
Namun setelah ditunggu, ternyata tidak kunjung dikembalikan dan juga tidak bisa dihubungi. Karena tidak juga mendapatkan sepeda motor miliknya, Dinanto kemudian melaporkan kejadian ini kepada polisi.

Polisi kemudian menindaklanjuti laporan yang ada dan bergerak untuk mencari para pelaku. Setelah melalui proses penyelidikan, polisi akhirnya berhasil membekuk R. 
"Pelaku juga merupakan residivis perkara curanmor dengan TKP Polsek Tulis. Dia juga DPO perkara penipuan penggelapan di TKP Polsek Limpung. Kami masih mengembangkan kasus ini dan pelaku bisa dijerat dengan pasal 372 KUHP," tandasnya.

Cegah Penyakit Masyarakat, Polsek Blado Sita Puluhan Botol Miras

October 31, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Guna mencegah penyakit masyarakat yaitu Miras (Minuman Keras) di wilayah hukumnya, Jajaran Polsek Blado melaksanakan operasi yang ditingkatkan
Kabupaten Batang
Guna mencegah penyakit masyarakat yaitu Miras (Minuman Keras) di wilayah hukumnya, Jajaran Polsek Blado Polres Batang Polda Jawa Tengah melaksanakan operasi yang ditingkatkan.

Razia kali ini menyasar ke warung warung yang diduga menyimpan serta menjual miras. Kapolsek Blado AKP Puji Irianto, yang langsung memimpin dalam razia tersebut.
"Puluhan botol miras siap edar kami sita," ujar Kapolres Batang AKBP Edi Suranta melalui Kapolsek Blado pada Senin (30/10/17) sore.
Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, razia dilakukan selama 2 hari yakni sabtu dan minggu kemarin, menyasar di dua warung, pada hari sabtu petugas berhasil mengamankan 11 (sebelas) botol minuman keras AO besar. Kemudian pada minggu di salah satu warung dari situ polisi menyita 20 (delapan) botol miras AO besar, 1 (satu) botol AO botol kecil.
Total barang bukti menyita 31 Botol miras.
“Penyitaan miras berjalan aman dan lancar, dan seluruh barang bukti diamankan di Mapolsek Blado," jelas Kapolsek.
Untuk selanjutnya, barang bukti miras kita serahkan kepada Sat Sabhara agar dilakukan sidang tipiring bagi pemilik barang tersebut.

Dijelaskan, razia miras yang dilakukan dalam rangka operasi yang ditingkatkan untuk menciptakan kondisi aman dan menekan kriminalitas serta upaya memberantas penyakit masyarakat. 
“Miras merupakan penyebab tindak kriminalitas. Ini juga untuk memberi efek jera bagi penjual. Karena dampak yang ditimbulkan oleh miras tidak bagus. Biasanya orang melakukan penganiayaan, pencurian, dan tindak kejahatan lainnya diawali dengan mengokonsumsi miras,” imbuh Kapolsek.
Kapolsek mengajak masyarakat untuk menciptakan kondusifitas daerah dengan menghindari kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 
“Jaga keluarga kita dengan tidak melakukan hal yang menimbulkan gangguan kamtibmas seperti mengokonsumsi miras,” beber Kapolsek.

Polsek Wonotunggal Berhasil Mengamankan Puluhan Juta Uang Palsu Dan Mainan

October 23, 2017 Add Comment
Polres Batang
Polsek Wonotunggal Polres Batang, mengamankan uang palsu dan mainan dengan total hingga puluhan juta rupiah
Kabupaten Batang
Jajaran Polsek Wonotunggal Polres Batang, mengamankan uang palsu dan mainan dengan total hingga puluhan juta rupiah, Sabtu (21/10). Uang tersebut hasil penemuan dari tiga siswa MI Brayo, Dukuh Ujungbiru, Desa Brayo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga,melalui Kapolsek Wonotunggal AKP Donni Krestanto membenarkan kejadian tersebut. 
"Mereka menemukannya di ranting pohon Cemara depan Sekolah setempat lalu melaporkannya ke Polsek Wonotunggal," ungkap Kapolsek saat ditemui pada Senin (23/10/17).
Kapolsek Wonotunggal Polres Batang AKP Donni Krestanto menjelaskan kronologi penemuannya, sekitar pukul 07.00 WIB ada tiga siswa di sekolah itu sedang dalam perjalanan ke sekolah. Ketika melewati pohon, mereka melihat ada plastik warna hitam yang berada di ranting. Kemudian kantong plastik ini di ambil Salah satu siswa karena penasaran isi barang tersebut.
"Setelah dibuka, ternyata isinya berupa uang palsu dan uang mainan, Selanjutnya dia memberitahu Kepala Sekolah setempat, kalau mereka bertiga telah menemukan kantong plastik warna hitam yang berisi uang palsu dan uang mainan," jelas Kapolsek.
Setelah mengetahui, saksi terakhir meminta kepada salah satu temannya, Hasanudin warga setempat membawa kantong barang temuannya ke Polsek Wonotunggal. Setelah diterima dan diperiksa petugas kepolisian setempat, hasil temuan itu berupa uang palsu senilai Rp. 11.850.000. Dengan rincian 118 lembar pecahan uang seratus ribu rupiah dan 1 lembar pecahan uang lima puluh ribu rupiah.

Kemudian uang mainannya senilai Rp. 20.020.000 dengan rincian 200 lembar pecahan uang seratus ribu rupiah dan 2 lembar uang pecahan sepuluh ribu rupiah.

Di samping itu, di dalam kantong plastik warna hitam juga ditemukan 2 buah mainan berbentuk hewan babi dan berbentuk menyerupai dewa, lalu 2 mainan berbentuk naga serta 5 batu warna putih.

Kapolsek Wonotunggal AKP Donni Krestanto mengatakan untuk sementara ini semua barang bukti masih diamankan di tempat kerjanya. Kemudian pihaknya juga bekerjasama dengan jajaran Reskrim Polres Batang dalam rangka mengusut dan menindaklajuti penemuan uang palsu dan mainan ini.

Dalam Waktu Sepekan, 6 Pengedar Narkoba Ditangkap Satresnarkoba Polres Batang

October 21, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Satresnarkoba Polres Batang berhasil membekuk 6 tersangka pengedar narkoba "pil Koplo" dan ganja yang termasuk jaringan di wilayah pantura Batang
Kabupaten Batang
Satresnarkoba Polres Batang berhasil membekuk 6 tersangka pengedar narkoba "pil Koplo" dan ganja yang termasuk jaringan di wilayah pantura Batang.
Keenam tersangka tersebut bernama RS (23) warga Sambong, AH (24) warga Denasri Batang, RY (24) warga panjang Kota Pekalongan, AA (35) warga Kraton Kota Pekalongan , AS (26) warga Kel.Pasirsari Kota Pekalongan ,AM (21) Kel.Pasirsari Pekalongan. Keenam tersangka dibekuk ditempat dan jam yang berbeda.

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga, melalui Kasat Resnarkoba AKP Hartono, mengatakan, 
“tersangka kami tangkap pada kurun waktu satu minggu kemarin di bulan oktober ini. Dari tangan tersangka kami berhasil mengamankan 60 butir pil hexymer, 1098 pil dextro dan 1 paket ganja kering,” ungkap Kasat Resnarkoba AKP Hartono pada Jumat (20/10/17) sore.
Kasat Resnarkoba AKP Hartono menuturkan, kronologi kejadiannya, Satresnarkoba mendapat informasi akan ada transaksi pildextro di dalam rumah warga di Kelurahan Sambong Batang, kemudian tim Satresnarkoba melakukan penggebrekan.
"Awalnya Petugas menangkap RS (23) pada Sabtu (7/10) malam,selanjutnya dikembangkan dan berhasilmenangkap AH (24) dan RY (24) pada Selasa (10/7/17) siang," ungkap AKP Hartono.
Lanjut Hartono, lalu kita pada Kamis (12/10) sekitar pukul 21.00 WIB di salah satu kafe di batang berhasil mengamankan 3 tersangka beserta satu paket ganja kering.

Selain pil hexymer dan dextro serta ganja, polisi juga mengamankan barang bukti lain, seperti beberapa handphone, plastik klip dan tas tenteng warna hitam.
"Akibat perbuatan tersebut, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 pasal 111 UU RI No. 35 th 2009 tentang Narkotika dan pasal 196/197 UU No 36 th. 2009 tentang kesehatan," tandas AKP Hartono.
Hartono juga menyampaikan bahwa di Batang selama ini belum pernah ditemukan adanya peredaraan pil PCC.
"Sebelumnya pernah ada informasi ada Warganya terkena pil tersebut. Namun setelah dirawat dicek kebenaranya, ternyata bukan akibat pcc tapi pil daftar G ( trihexyphenidil), bukan PCC. Pil ini dioplos dengan miras dan mushroom. 
Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat bisa bekerjasama dengan kepolisian. Jika melihat ada warga yang mengonsumsi segala jenis "pil koplo" supaya melapor pihak kepolisian," imbuhnya.

Dua Residivis Curanmor Berhasil Ditangkap Polsek Tulis

September 15, 2017 Add Comment
Polsek Tulis  berhasil membekuk dua residivis kambuhan. Keduanya ditangkap setelah melakukan percobaan pencurian sepeda motor dengan kekerasan
Batang
Polsek Tulis Polres Batang  berhasil membekuk dua residivis kambuhan. Keduanya ditangkap setelah melakukan percobaan pencurian sepeda motor dengan kekerasan ,sekaligus mengamankan sebuah senjata api rakitan menyerupai revolver beserta amunisi. 


Kapolsek Tulis I Wayan Sono mengatakan bahwa dua residivis berinisial APF (35), warga Kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara dan AS(39) warga Desa Kedungmalang Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang ditangkap pada Senin (11/9) malam.
"Dua pelaku diketahui telah melakukan tindak percobaan pencurian sepeda motor Honda Beat milik korban, Lukman (25) warga Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang," ungkap Kapolsek Tulis AKP I Wayan Sono pada Kamis (14/9/17).
Pelaku APF (38) adalah seorang residivis kasus pencurian dengan kekerasan dan AS (39) seorang residivis kasus narkoba yang belum lama keluar dari Rutan Slawi.

Lebih lanjut Kapolsek menuturkan sebelumnya saat melewati Jalan Desa Depok korban menghentikan laju sepeda motornya pada Senin (11/9) malam sekitar pukul  22.00 WIB, karena ada barang bawaan yang terjatuh. 
Dalam menjalankan aksinya, dua pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega, tiba-tiba pelaku menghentikan laju sepeda motor milik korban.
"Setelah korban berhenti, pelaku APF langsung mengambil kunci kontak sepeda motor milik korban, namun korban berusaha mempertahankan dan pelaku mengeluarkan sepucuk senjata api rakitan menyerupai revolver dengan amunisi ramset yang berisi kelor," jelasnya.
Kapolsek Tulis Polres Batang AKP I Wayan Sono mengatakan pelaku APF sempat meletuskan senjata rakitan tersebut sebanyak tiga kali sehingga mengakibatkan 2 luka sobek pada pipi kiri korban, setelah korban tidak berdaya, karena perbuatannya diketahui warga, para pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan korban.
"Akan tetapi saat melarikan diri, sepeda motor yang dikendarai para pelaku sempat 2 kali terjatuh sehingga sepucuk senjata api rakitan yang dibawa pelaku juga terjatuh di lokasi didepan kantor Perkebunan di Desa Depok. Pada posisi jatuh yang kedua dipinggir jalan Dukuh Seprih Desa Juragan Kecamatan Kandeman itulah, kedua pelaku sampai meninggalkan sepeda motornya dipinggir jalan," terangnya.
Selang 4 jam kemudian, petugas Kepolisian dari Polsek Tulis dengan dibantu warga berhasil 
mengamankan kedua pelaku di bundaran Jalan raya Desa Tulis Kecamatan Tulis Kabupaten 
Batang. Selanjutnya kedua tersangka berikut barang bukti dibawa ke Polsek Tulis.
"Barang bukti yang kami amankan yakni 1 pucuk senpi rakitan menyerupai revolver berikut amunisinya jenis ramset yang berisi kelor. Serta 1 unit sepeda motor Yamaha Vega yg merupakan sarana yang digunakan oleh tersangka,” ungkapnya.
Menurut Kapolsek Tulis Polres Batang, setelah mengamankan pelaku, pada Selasa (12/9) Jajaran Satreskrim Polres Batang dan Unit Reskrim Polsek Tulis, melakukan penggeledahan di rumah kontrakan milik tersangka APF, di kelurahan Poncol Kota Pekalongan.

"Kami menemukan sejumlah barang bukti pendukung, diantaranya peluru rakitan dan sejumlah alat untuk untuk merakit," beber Kapolsek. 

Setelah diinterogasi,"APF mengaku mendapatkan senjata tersebut dari temanya dengan membelinya seharga Rp. 1.300.000," akunya.
Kapolsek AKP I Wayan Sono mengatakan," kedua pelaku akan di jerat dengan pasal 1 ayat (1) Undang - Undang Darurat RI No 12 tahun 1951, pasal 365 jo 53 KUHPidana," tandas AKP I Wayan Sono. 
Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan senpi itu dan mengembangkan kasus ini,"pungkasnya.

Kepergok Mencuri,Dua Pelaku Pencuri Dompet Diringkus Polsek Batang Kota Bersama Warga

September 12, 2017 Add Comment
Kabupaten Batang
Nasib apes dialami AK (38) dan AH (27) keduanya warga Pringlangu kota Pekalongan terpaksa merasakan dinginya jeruji besi. 

Pasalnya AK dan AH setelah mencuri 1 buah dompet warna hitam merk Sophie Martin yang berisi uang Tunai Rp. 1.250.000,- kepergok warga. 

Tak ayal, AK da AH sempat menjadi bulan bulanan warga hingga bonyok. Untunglah, polisi segera datang mengamankan pelaku.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Batang Kota AKP Bambang Sugiyanto membenarkan penangkapan tersebut.
 "Saat ini AK dan AH sudah kami amankan di Polsek Batang untuk kami mintai keterangan," kata Kapolsek Batang Kota AKP Bambang Sugiyanto pada Senin (11/9/17).
Kapolsek menuturkan, AK dan AH beraksi di Dk. Pejintenan kelurahan Karangasem Selatan Kec/Kab.Batang sekitar pukul 10.00 WIB membuntuti Endah Septianingsih (korban) hingga kerumahnya setelah berbelanja.   
"Modusnya,sebelumnya kedua tersangka sengaja ke daerah Batang  naik sepeda motor Suzuki Satria Fu Nopol : DK 5513 UT warna hitam  berboncengan  untuk mencari sasaran ( mencuri/ mengambil dompet di dalam jok sepeda motor ) . Saat itu kedua tersangka sampai  ke jalan RE Martadinata dan melihat  seorang perempuan  (Endah Septianingsih) sedang berbelanja di salah satu Toko klontong di Jl. RE Martadinata Dk. Ngarakan Kel. Karangasem Utara Kec/kab. Batang," jelas kapolsek.
Lanjut Kapolsek mengungkapkan, kemudian AK berbelok / berbalik arah kearah selatan dan berhenti diseberang jalan toko kelontong tersebut. Kedua tersangka selanjutnya  mengawasi korbannya yang sedang berbelanja. Setelah selesai berbelanja , terlihat Endah Septianingsih memasukan sebuah dompet warna hitam ke dalam jok sepeda motornya ( Vario 125 Nopol G 3845 BH ).  Selanjutnya Endah Septianingsih pergi naik sepeda motor tersebut dan masuk kedalam gang.
"Kemudian  kedua tersangka  mengikutinya hingga sampai di rumah korban. Terlihat saat itu korban memarkir sepeda motornya di teras depan rumah menghadap ke timur  . Saat itu kedua tersangka pun  ikut memasukan sepeda motornya   ke dalam teras rumah dan berhenti  parkir di dekat pintu gerbang  rumah tersebut menghadap ke barat," terang Kapolsek. 
Setelah terlihat korban masuk kedalam rumah kemudian kedua tersangka turun dari sepeda motor dimana  AH  berpura pura mengajak ngobrol seseorang yang kebetulan ada di tempat tersebut untuk mengalihkan perhatian, sementara AK  mendekati sepeda motor vario tersebut, selanjutnya kaki kanannya menginjak step sebelah kiri dan tangan kirinya  menarik / membuka paksa jok sepeda motornya hingga terdapat lobang selanjutnya tangan kanannya masuk melalui lobang jok tersebut dan mengambil dompet tersebut diatas. 
"Setelah berhasil di ambil , dompet tersebut  di masukan ke dalam tas yang sudah di siapkan, AK  saat itu berpura pura telephone seseorang untuk mengalihkan perhatian sambil menuju ke sepeda motornya namun ternyata perbuatannya  diketahui orang lain yang akhirnya belum sempat melarikan diri, kedua tersangka  diteriaki maling," beber AKP Bambang. 
Selain menangkap pelaku juga mengamankan barang bukti berupa 1 ( satu ) buah dompet warna hitam merk Sophie Martin berisi uang Tunai Rp. 1.250.000,- dan KTP atas nama Endah Septianingsih alamat. Dk. Pejintenan Rt.01/VI Kel. Karangasem Selatan Kec/Kab. Batang, 1 ( satu ) buah tas cangklong warna biru, 1 ( satu ) unit spm Suzuki Satria Fu Nopol : DK 5513 UT warna hitam berikut STNK, 1 ( satu ) buah HP merk Bleckjelly.
"Akibat perbuatan itu, pelaku bisa dijerat dengan pasal 363 KUHPidana," tandas Kapolsek Batang Kota AKP Bambang Sugiyanto.
Saat diinterogasi,  pelaku mengakui telah melakukan perbuatan tersebut sebanyak 15 kali di wilayah pantura," akunya.


Saat ini Unit Reskrim Polsek Batang Kota Polres Batang  masih melakukan pendalaman dan mengembangkan kasus ini.

Reskrim Polsek Bandar Berhasil Membekuk Pencuri Genset

September 06, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Unit Reskrim Polsek Bandar berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pencurian 1 unit mesin Genset listrik yang terjadi pada bulan agustus lalu di bengkel dan toko ban "Nata Ban"
Kabupaten Batang
Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pencurian 1 unit mesin Genset listrik yang terjadi pada bulan agustus lalu di bengkel dan toko ban "Nata Ban" masuk Dukuh Sidomulyo Desa Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Pelaku bernama SSP alias  Cipuk (23) warga  Dukuh Sidomulyo, Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, melalui Kapolsek Bandar Iptu Imam Sudrajat, mengatakan membenarkan penangkapan terhadap pelaku.
"Pelaku kami tangkap dirumah temanya masih di wilayah Bandar senin (4/9) siang dan saat ini, pelaku sudah kami tahan dan periksa," ungkap Kapolsek Bandar Iptu Imam Sudrajat, pada Rabu (6/9/17).     
Lebih lanjut Kapolsek Bandar Polres Batang Iptu Imam Sudrajat menjelaskan, awal kejadian pada Kamis 24 Agustus 2017 sekitar pukul 08.00 WIB Ana Puryani (51) warga Dukuh Sidomulyo, Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang bermaksud membuka bengkel dan toko ban "Nata Ban" miliknya, akan tetapi setelah di buka didapati genset yang ada di dalam toko sudah tidak ada. 
"Modusnya, pelaku datang pada malam hari di saat bengkel sudah tutup, lalu memanjat rumah kosong yang berdempetan dengan bengkel. Kemudian masuk melalui jendela yang menghubungkan dengan  bengkel, setelah itu pelaku mengambil genset yang ada didalam bengkel dan membawanya melalui rumah kosong lalu membuka kunci slot rumah kosong dari dalam dan membawa genset keluar," jelas Imam Sudrajat.
Saat diinterogasi pelaku mengakui perbuatanya dan dilakukan bersama temannya (belum tertangkap) dan ia juga mengaku belum mendapatkan hasil dari penjualan genset tersebut.
"Ia mengakui dalam kurun waktu awal agustus sampai sebelum tertangkap sudah melakukan pencurian sebanyak 4 kali di tempat yang sama, yaitu mencuri ban truk/mobil dan uang hasil penjualan ban truk/mobil sebelumnya ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari," akunya.
Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan  barang bukti  1 unit genset merk DAIHO type EM 1500D. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp.3 juta.
"Kami sudah mengantongi identitas teman pelaku yang belum tertangkap. Akibat perbuatanya, pelaku bisa dijerat dengan pasal 363 KUHPidana," tandas Kapolsek Bandar Iptu Imam Sudrajat .
Disela sela memantau kegiatan penyidikan, Kapolsek Bandar menghimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah Bandar agar berhati hati dalam menaruh barang berharga miliknya,taruh barang berharga ditempat yang aman supaya terhindar dari aksi pencurian," imbuh Kapolsek Bandar Iptu Imam Sudrajat.


Polisi saat ini masih melakukan pendalaman dan mengejar pelaku yang lain.

Polsek Limpung Berhasil Bekuk Pelaku Judi Togel

September 03, 2017 Add Comment
Polsek Limpung Polres Batang berhasil membekuk pelaku perjudian jenis togel. Pelaku bernama Su (38) warga Dukuh Sarirejo Desa Banaran Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang, Jum'at (25/8/17) sekitar pukul 19.30 WIB di rumahnya.

Kapolres Batang Polda Jawa Tengah AKBP Juli Agung Pramono melalui Kapolsek Limpung AKP Raharja mengungkapkan, 
" Tersangka sudah kami amankan dan periksa," ungkap Kapolsek Limpung AKP Raharja didampingi Kanit Reskrim Ipda Wargo dan Ps. Kasi Humas Aiptu Ernawan pada Minggu (3/9/17).
Ia menuturkan penangkapan terhadap tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah adanya perjudian nomor togel jenis Hongkong dan Kuda lari yang dilakukan tersangka.
"Modusnya dengan cara para pembeli datang sendiri menemui tersangka sebagai pengecer untuk membeli nomor togel dimana pembeli tersebut ada yang langsung bilang dan juga ada yang sudah membawa secarik kertas yang bertuliskan nomor togel yang akan dipasang beserta jumlah nominal uangnya," jelas AKP Raharja.
Lanjut Kapolsek, kemudian oleh tersangka pesanan nomor togel tersebut dari pembeli langsung ditulis dikupon yang sudah disediakan rekapan tersebut nantinya disetorkan kepada bandar berikut uang pembeliannya.

Selain menangkap tersangka petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp. 1.523.000,- (satu juta lima ratus dua puluh tiga rubu rupiah), 29 (dua puluh sembilan) lembar potongan keras karbon, 7 (tujuh) bendel kupon kuda lari, 7 (tujuh) bendel kupon Hongkong, 1 (satu) bendel kupon colok HK, 1 (satu) bendel kupon colok KL, 9 (sembilan) lembar kupon pembelian HK, 10 (sepuluh) lembar kupon Togel yang sudah keluar, 1 (satu) buah buku rekapan, 2 (dua) lembar kertas rekapan nomor yang sudah keluar, 3 (tiga) lembar kertas ramalan Arjuna.

Tersangka mengaku baru setengah bulan menjalankan perbuatan itu dan ia juga mengaku mendapat keuntungan sekitar RP.150 ribu setiap harinya," aku tersangka.

"Akibat perbuatan tersebut, tersangka bisa dijerat dengan pasal 303 KUHPidana," tandas Kapolsek Limpung Polres Batang AKP Raharja.