Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Sungguh Terlalu Ibu Mana Yang Tega, Membuang Bayinya Didepan Pintu Paud

June 24, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Bayi perempuan ditemukan warga didepan  pintu PAUD Al Hidayah desa Kalibalik Banyuputih, Kabupaten  Batang
Kabupaten Batang  
Sesosok  bayi perempuan ditemukan warga didepan  pintu PAUD Al Hidayah desa Kalibalik Banyuputih, Kabupaten  Batang, Sabtu (24/6/17) sekitar pukul 02.45 WIB.

Sungguh tega perbuatan orangtua yang telah membuang bayinya di  pintu PAUD Al Hidayah desa Kalibalik Banyuputih, Kabupaten  Batang.

Penemuan bayi ini berawal saat seorang warga bernama Firmansyah (24) petugas parkir Masjid Baiturrohim desa Kalibalik, dini hari tadi sedang berada di masjid yang tidak jauh dari lokasi pembuangan bayi.

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono  melalui Kapolsek Limpung Polres Batang AKP Raharja menjelaskan, bayi perempuan diperkirakan berumur 2 bulan, memiliki panjang badan 56 cm, BB : 4,8 kg, lingkar dada : 36 cm, lingkar kepala 36 cm di temukan di didepan pintu PAUD Al Hidayah desa Kalibalik / Banyuputih, Kabupaten  Batang. Ketika ditemuka memakai baju dan celana  panjang warna putih kombinasi orange. Anting - anting dari benang, kaos kaki warna pink, celana dalam warna kuning.
"Saat ini petugas masih menyelidiki siapa yang diduga membuang bayi tersebut," jelas Kapolsek Limpung AKP Raharja pada Sabtu (24/6) siang.
Saat itu saksi  melihat ada seorang perempuan Sewaktu Firmansyah jaga parkir dihalaman masjid Baiturrohim desa Kalibalik melihat ada seorang perempuan, umur sekira 25 tahun, memakai kaos warna hijau, celana jean, duduk - duduk di bangku halaman masjid sambil menggendong bayi,  selanjutnya orang tersebut berjalan ke komplek SDN 01 Kalibalik, namun sekitar 15 menit berikutnya pemudik yang sedang istirahat dimasjid Baiturrahim desa Kalibalik mendengar tangisan bayi dari komplek SDN 01 Kalibalik.
"Karena merasa curiga, lalu saksi melakukan pengecekan kearah tangisan bayi, ternyata didepan pintu PAUD Al Hidayah  komplek SDN 01 Kalibalik ditemukan seorang bayi perempuan itu," beber Kapolsek.
Selanjutnya bayi tersebut oleh saksi  dibawa kerumah Muntiari (56) warga setempat.
"Kondisi bayi ini cukup sehat. Namun demikian, untuk memastikan kesehatan, bayi  malang itu dibawa ke Puskesmas Banyuputih," tukasnya.
Kapolsek menyatakan, untuk mendapatkan perawatan yang intensif, sementara bayi dirawat di RSUD Limpung Batang dalam kondisi sehat dan normal sembari menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Tuntun Beat Warna Hitam Opong Dihajar Warga

June 19, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Har (27) alias ompong pelaku pencurian kendaraan bermotor milik Imaroh Warga yang melihat perisitiwa itu kemudian menghajar pelaku hingga babak belur. Untung dalam waktu yang tidak lama, petugas kepolisian datang dan mengamankan pelaku untuk dibawa ke mapolres Batang
Kabupaten Batang

Nasib sial dialami Har (27) alias ompong pelaku pencurian kendaraan bermotor milik Imaroh yang beralamat di Dracik Kuncen Proyonanggan Selatan Kabupaten Batang.

Saat melakukan aksinya Har (27) di ketahui oleh kakak korban Suparjo (29), yang kemudian segera keluar rumah dan menghampiri pelaku yang sedang duduk diatas Sepeda motor Beat Warna Hitam 

Saksi korban mengatakan dirinya melihat dua pelaku berkendaraan sepeda motor berhenti depan rumahnya, kemudian, salah satu pelaku curanmor, Har(27) turun dari sepeda motor dengan perilaku yang mencurigakan. 
"Saat itu, pelaku menoleh ke kanan dan ke kiri melihat kondisi lingkungan. Saya yang sudah menaruh curiga terhadap dua pelaku terus mengawasi gerak-gerik mereka yang diketahui kemudian menuntun sepeda motor Beat Warna Hitam milik adiknya untuk dibawa pergi,"ujar Korban. 
Suparjo mengatakan setelah melihat kejadian itu, dirinya berteriak 'maling' yang kemudian didengar oleh warga.
"Warga yang melihat perisitiwa itu kemudian menghajar pelaku hingga babak belur. Untung dalam waktu yang tidak lama, petugas kepolisian datang dan mengamankan pelaku untuk dibawa ke mapolres," katanya. 
Menurut Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono melalui Kasatreskim Polres Batang AKP Suhadi mengatakan bahwa saat ini kedua pelaku sudah diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangannya. 

"Ya, pelaku sempat dihajar massa sebelum polisi datang. Selain mengamankan mengamankan 2 (dua) orang pelaku yang diduga sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor Honda Beat warna Hitam Nomor Polisi G-6860BV milik Imaroh alamat Dracik Kuncen Kecamtan Proyonanggan Selatan, saat ini kasusnya ditangani oleh Satreskrim Polres Batang" , Kata AKP Suhadi Kasatreskrim Polres Batang.
Pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dan saat sekarang masih menjalani pemeriksaan intensi di Unit 1 Sat Reskrim Polres Batang guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tersangka Har mengakui dirinya sebelum melakukan aksinya didahului dengan minum-minuman keras jenis Ciu yang dicampur obat batuk Komik
"Semula saya tidak ada niat untuk mencuri. Akan tetapi, saat melintas jalan raya Proyonanggan saya melihat sepeda montor lalu saya turun dan bermaksud mengambil sepeda motor itu," Ucap Pelaku.



Reskrim Polsek Tersono Tangkap Pencuri Motor Vario

June 16, 2017 Add Comment
Pekalongan News
AS (28)  terpaksa di gelandang polisi. Pasalnya dia diduga telah melakukan pencurian sepeda motor Honda Vario Nopol G 6530 DV milik Khaliri warga Dukuh Limbangan Desa Rejosari Barat Kecamatan Tersono Kabupaten Batang 
Kabupaten Batang 
AS (28) asal Dukuh Sidoagung, Desa  Adinuso Kecamatan Reban Kabupaten Batang terpaksa di gelandang polisi. Pasalnya dia diduga telah melakukan pencurian sepeda motor Honda Vario Nopol G 6530 DV milik Khaliri warga Dukuh Limbangan Desa Rejosari Barat Kecamatan Tersono Kabupaten Batang yang di parkir  diteras rumah, AS (28) ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Tersono Polres Batang  pada Jumat (9/6/17).

Kapolsek Tersono AKP Waluyo Hadi Purnomo mengatakan, bahwa Unit Reskrim Polsek Tersono Polres Batang berhasil mengungkap tindak pidana pencurian berupa satu unit sepeda motor. 
“Pelaku sudah kami amankan dan periksa,” ujar Kapolsek Tersono AKP WH. Purnomo, Kamis (15/6).
Kapolsek menuturkan, aksi pencurian berawal pada Jum'at 2 Juni 2017 sekitar pukul 18.00 WIB pelaku mencuri sepeda motor milik korban yang saat itu diparkir di teras rumah. Selanjutnya di bawa kabur ke arah selatan ( Ds. Sendang ). Ternyata pelaku yang merupakan tetangga korban, sebelumnya pelaku mengambil terlebih dahulu kunci kontak sepeda motor itu beberapa hari sebelum dicurinya. Namun apes, sesampainya di Dukuh Kebanggan Desa Sendang pelaku terjatuh dari sepeda  motor itu, lalu sepeda motor ditinggal begitu saja. Setelah itu korban dibantu warga melakukan pencarian dan hanya menemukan motornya saja. Selanjutnya perkara tersebut dilaporkan ke Polsek Tersono.
“Kami lakukan penyelidikan dan bukti bukti yang dikumpulkan mengarah ke pelaku, kemudian kami lakukan penangkapan,” jelas Kapolsek.
Selain menangkap pelaku juga mengamankan barang bukti  1 ( satu ) unit sepeda motor Honda Vario nopol : G 6530 DV warna hitam berikut kunci kontak.
“Akibat perbuatan tersebut, pelaku  akan dijerat dengan pasal 362 KUHPidana,” tandas AKP WH. Purnomo.

Reskrim Polsek Bandar Berhasil Bekuk dua Pemuda Tipu Dan Gadai Mobil Rental

June 14, 2017 Add Comment
Batang
Dua dari tiga pelaku penipuan dan penggelapan berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Batang Polres Batang .

kedua pelaku yakni MH (26) warga  Dukuh Kebanyon Kelurahan Kasepuhan, Batang dan  P alias Ipung (35) warga Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Keduanya ditangkap di daerah Subah, Jum’at (9/6).
“Dua pelaku penipuan dan penggelapan sudah kami amankan dan lakukan pemeriksaan,” jelas Kapolsek Batang AKP Bambang Sugiyanto pada Selasa (`13/6).
Kapolsek Batang menuturkan, aksi penggelapan mobil rental berawal pada Kamis, 1 Juni 2017 pukul 16.30 Wib,  MH datang kerumàh Nurul Akhyar dengan maksud meminjàm Mobil Grand Max No.Pol. G-8904-HC miliknya itu untuk dibawa ke Kuningan Jawa barat , selama 4 hari dengan sewa perhari sebesàr Rp. 250.000,-. 

Namun setelah Grand Max sudah  dikuasai oleh MH, lalu menghubungi P alias Ipung bersama temannya (Belum tertangkap). Mobil itu malah digadaikan kepada seseorang di Subàh Batang sebesàr Rp. 25 juta , dimana uang hasil gadai Grand Max  tersebut dibagi bertiga, MH sebesar Rp. 5 juta  dan P alias Ipung sebesar Rp. 3 juta  dàn sebesar Rp. 17 juta dibawa temanya (DPO).

Karena sudah lebih dari 4 hari mobil tersebut belum dikembalikan akhirnya Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batang.
Selain menangkap pelaku juga mengamankan barang bukti berupa Mobil Grand max G-8904-HC, kunci, STNK dan BPKB.
“Pelaku akan kami jerat dengan pasal 378 dan 372 KUHPidana,” tandas AKP Sugiyanto.
Saat ini petugas tengah mengembangkan kasus ini dan lakukan pengejaran terhadap DPO.

Polsek Bawang Bersama Warga Mengamankan Seorang Pemuda, Tertangkap Tangan Mencuri

June 14, 2017 Add Comment
Pekalongan News
AM (19) warga Desa Rejosari Timur Kecamatan Tersono Kabupaten Batang.perbuatanya ketahuan warga Pasalnya pemuda ini diduga telah melakukan pencurian dalam warung.
Kabupaten Batang
Nasib sial dialami AM (19) warga Desa Rejosari Timur Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. Pasalnya pemuda ini diduga telah melakukan pencurian dalam warung dan perbuatanya ketahuan warga. Tak pelak, pelaku babak belur dihajar warga. Beruntung Polisi segera datang mengamankan pelaku.

Kapolsek Bawang Polres Batang AKP Gumana membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang pemuda yang diduga telah melakukan pencurian dengan pemberatan.
“Pelaku sudah kami amankan selasa (13/6) dini hari dan periksa,” jelas Kapolsek Bawang pada Selasa (13/6) siang.
Kapolsek Bawang AKP Gumana menuturkan, aksi pencurian pada Selasa, 13 Juni 2017 sekitar pukul 01.00 WIB pada saat Wahyu Hartono (29) Perangkat Desa warga Dukuh Kebonsari Desa Bawang  Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang sedang berada di rumah di beritahu oleh seorang warga bahwa di warung miliknya  ada orang, selanjutnya Wahyu memberitahu ayahnya dan warga sekitar, kemudian bersama-sama menuju ke warung yang tidak jauh dari rumah, sampai di depan warung benar bahwa ada orang yang berada di dalam warung dan pintu bawah  terbuat dari lempeng kayu sudah pecah/sempal.

selanjutnya pelaku keluar dari warung dengan membawa hasil kejahatan berupa tas warna hitam yang berisi Tisu sebanyak 15 buah, biskuit Malkist 10 buah, Biskuit Better 3 buah, solasi kecil 18 buah, sampo sacet sunsil 14 buah, permen milkita 16 buah, minuman botol berbagai merk 8 buah, sirup botol fress 1 buah, korek gas 8 buah, kuku bima 1 pack, tangan kanan memegang pisau dapur dan tangan kiri memegang botol kosong, selanjutnya di amankan warga dan Polsek Bawang lalu di bawa ke Kantor Polsek Bawang.

Atas kejadian itu, wahyu mengalami kerugian kurang lebih sebedar Rp. 2 juta
“Akibat perbuatan tersebut, pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHPidana,” tandas AKP Gumana.                        

Jambret HP Di Pasar Batang Tak Berkutik, Saat dibekuk Polisi

June 08, 2017 Add Comment
Pekalongan News
MAZ (24) asal Simbang Wetan Kecamatan Buaran Kodya Pekalongan tak berkutik di tangan petugas  Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Batang dan Polsek Warungasem setelah melancarkan aksinya yakni menjambret di depan pasar sementara Batang Jl.Dr.Sutomo pada Minggu (4/6).
Kabupaten Batang
Seorang pria berinisial MAZ (24) asal Simbang Wetan Kecamatan Buaran Kodya Pekalongan tak berkutik di tangan petugas  Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Batang dan Polsek Warungasem setelah melancarkan aksinya yakni menjambret di depan pasar sementara Batang Jl.Dr.Sutomo pada Minggu (4/6).
"Pelaku sempat melarikan diri namun berhasil kami kejar dan tangkap di jalan raya Desa lebo Kecamatan Warungasem, Batang," jelas Kasat Reskrin AKP Suhadi Rabu (7/6).

Kasat Reskrim AKP Suhadi mengungkapkan, sewaktu Korban SI (23) warga Dukuh Ngebong Desa Tersono Kecamatan Tersono Kabupaten Batang sedang mengendarai sepeda motor berboncengan dengan temannya berhenti di Jl.dr.Sutomo Batang, tiba tiba datang pelaku dengan mengendarài sepeda motor mio tanpa plat nomor dari aràh utara mendekàti korban.

Lalu pelaku mengàmbil sebuah Handphone milik Korban merk Samsung seri J 7 yang saat itu dipegang korban, lalu pelaku melarikan diri kearah selatan dan dikejar oleh korban, bersamaan itu ada patroli gabungan Satreskrim, Satsabhara dan Polsek Warungasem akhirnya pelaku berikut barang bukti berhasil diamankan.

"Pelaku beraksi seorang diri dan dia juga merupakan  residivis 2 kali masuk penjara  tersangkut kasus curanmor dan perkelahian," ujar AKP Suhadi.
Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa, Satu unit SPM Yamaha Mio warna putih tanpa plat Nomor.Sebuah HP merk Samsung seri J 7.

Menurut Kasat Reskrim dari hasil interogasi, bahwa barang bukti sepeda motor yang digunakan untuk melancarkan aksinya adalah hasil kejahatan mencuri bersama temannya di wilayah kabupaten Pekalongan, aku pelaku.
"Akibat perbuatannya, pelaku akan di jerat dengan pasal 362 KUHPidana," tandas AKP Suhadi.
Saat ini, Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengembangkan kasus ini.

14 Tersangka Shabu Dan Pil Koplo Diringkus Jajaran Satresnarkoba Polres Batang Dalam Kurun Waktu 2 bulan

May 27, 2017 1 Comment
Pekalongan News
Barang bukti Shabu sebanyak 17,24  gram yang dibagi dalam beberapa paket hemat, Pil 5.991butir pada gelaran perkara yang disampaikan Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono yang didampingi Wakapolres Kompol Widodo Ponco Sutanto, dan Kasatresnarkoba AKP Hartono pada awak media
Kabupaten Batang
14 orang tersangka pengedar shabu dan pil (dextro & hexymer) dalam kurun waktu 2 bulan terakhir berhasil diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Batang, hal tersebut disampaikan Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono yang didampingi Wakapolres Kompol Widodo Ponco Sutanto, dan Kasatresnarkoba AKP Hartono, pada  gelar perkara kepada awak media di Lobi Polres Batang, Jum'at (26/5) sore usai pemusnahan miras.
"Tersangka sudah kami amankan beserta barang bukti. Rincianya,Shabu sebanyak 17,24  gram yang dibagi dalam beberapa paket hemat, Pil 5.991butir,  terdiri dari 3.331 butir pil dexstromethorphan dan 2660 butir pil hexymer," Ujar  Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono.
Menurut Kapolres Batang, dari keterangan tersangka terakhir, dia mengaku jika mereka dikendalikan oleh 3 orang narapidana dari lapas pekalongan, 
14 Tersangka Shabu Dan Pil Koplo Diringkus Jajaran Satresnarkoba Polres Batang Dalam Kurun Waktu 2 bulan
Dalam kurun waktu 2 bulan terakhir 14 orang tersangka pengedar shabu dan pil (dextro & hexymer) berhasil diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Batangn
14 tersangka terdiri dari 8 laporan polisi yakni  4 kasus shabu dan 4 kasus pil, semua tersangka ini diamankan di tempat berbeda, ketika tengah bertransaksi dengan para pembeli.
"Para tersangka ini hanya menjalankan perintah dari narapidana untuk mengambil dan menjual kepada langganan mereka," jelas AKBP Juli Agung Pramono.
Kapolres Batang mengakui bahwa Pengungkapan kasus ini atas peran masyarakat yang telah memberikan informasi dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan, Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa peralatan hisap, handphone dan sejumlah uang hasil penjualan.
"Akibat perbuatan tersebut, tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat(1) subsider 112 ayat(1) UU RI No. 35 Th. 2009 ttg Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan pasal 196 subsider  pasal 197 UU RI No.36 TH.2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maximal," Ujar AKBP Juli Agung Pramono.
Kapolres mengimbau dan mengajak, mari kita antisipasi para murid dan santri agar selalu di pantau dan dijaga agar mereka tidak terjangkit obat-obatan terlarang.
“ Kami juga telah bekerjasama dengan semua pihak untuk bersama-sama memberantas peredaran miras dan obat obatan terlarang," imbuh Kapolres.

Bawa Ribuan Pil Dextro Pemuda Mabuk Digelandang Polisi

May 17, 2017 Add Comment
Pekalongan News
pemuda mabuk berinisial AS (24) warga Dukuh Sikalong Desa Adinuso Kecamatan Subah terpaksa digelandang polisi. Pasalnya dari  tangan pemuda ini kedapatan membawa ribuan pil Dextro saat terjaring operasi cipta kondisi, semalam.
Kabupaten Batang
Seorang pemuda berinisial AS (24) warga Dukuh Sikalong Desa Adinuso Kecamatan Subah terpaksa digelandang polisi. Pasalnya dari  tangan pemuda ini kedapatan membawa ribuan pil Dextro saat terjaring operasi cipta kondisi, semalam.
"Saat razia cipta kondisi kami temukan 1000 butir pil dextro yang dibawa AS, ketika itu dia dalam kondisi mabuk," jelas Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono melalui Kapolsek Gringsing Polres Batang AKP Sugiyanto, Rabu ( 17/5).
Kapolsek Gringsing Polres Batang AKP Sugiyanto menuturkan,  bermula ketika 3 anggota petugas piket  sedang melaksanakan patroli tepatnya ketika berada di jalan Mentosari, mendapati pengendara sepeda motor yamaha Vixon nomor Polisi  G 4551 ZC yang  sedang berhenti di tepi jalan, lalu petugas mendekati pengendara tersebut, namun pengendara itu malah menarik gas sehingga jatuh di kolong- kolong. 

Setelah di tolong petugas dan di bawa ke puskesmas dilakukan pengecekan dalam balik baju, ternyata terdapat dus kecil  paket dari  jaket JNE setelah  di buka oleh anggota dan petugas puskesmas di nyatakan Dexstro selanjutnya barang bukti  tersebut di amankan di Mapolsek Gringsing.
“Dari tangan AS, petugas mengamankan barang bukti berupa 1000 butir pil Dexstro,1 unit spm Vixon, 3 buah hp,uang tunai Rp.280 .000 sampai saat ini tersangka belum bisa dimintai keterangan karena kondisi masih linglung dan luka luka,” jelas Kapolsek AKP Sugiyanto.
Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto menambahkan, di duga pemuda ini mengkonsumsi pil koplo secara berlebihan.
"Setelah sadar nanti,  kami akan lakukan pemeriksaan," imbuh AKP Sugiyanto.

Mengaku Anggota Polisi Ternyata Melakukan Penculikan Disertai Tindakan Pemerasan

May 17, 2017 Add Comment
Polres Batang berhasil menangkap enam pelaku tindak pidana penculikan dan pemerasan yang terjadi pada Minggu 2 April 2017 di Desa Pasusukan Kecamatan Bawang,Kabupaten Bawang
Batang
Polres Batang berhasil menangkap enam pelaku tindak pidana penculikan dan pemerasan yang terjadi pada Minggu 2 April 2017 di Desa Pasusukan Kecamatan Bawang,Kabupaten Bawang.  
“Tindak pidana penculikan yang di sertai pemerasan di lakukan oleh delapan orang Pelaku yaitu TR, R, J, KS, NH dan MK, sementara  A dan H masih buron (DPO).  Dimana aktor intelektualnya seorang Pamong Desa di wilayah Kecamatan Bawang yakni TR  yang di bantu ketujuh rekannya,” Jelas AKBP Juli Agung Pramono  didampingi kasat Reskrim AKP Suhadi dan Kasubbaghumas AKP Warsito  saat gelar perkara  pada awak media di Halaman Sat Reskrim Polres Batang,Rabu (17/5).  
Awal mula kejadian tindak kejahatan tersebut di rencanakan di Alun – alun Limpung Sabtu 1 April 2017 sekitar pukul  23.00 WIB, tiga jam kemudian minggu dini hari pada 2 April pukul  01.00 WIB kelima tersangka melakukan eksekusi dengan menggunakan mobil minibus untuk mengecek rumah milik korban, setelah situasi aman pelaku mengetok pintu rumah korban yang di buka oleh Ibu korban.
“Empat tersangka masuk rumah setelah ibu korban membukakan pintu. Salah satu tersangka yaitu NH menuju kamar korban LY ( 32 ) dan langsung menodongkan senjata mainan ke kepala korban, kemudian tersangka mengaku anggota polisi dari Polda Metro Jaya, lalu di bawa kemobil dengan diikat tanganya dengan menggunakan tali plastik dan di tutup matanya serta mulutnya di lakban di bawa ke Brebes untuk bermalam di sebuah hotel,” jelas AKBP Juli Agung Pramono.
Kesokan harinya korban di bawa kembali ke Batang menuju ke rumah Makan di wilayah Kecamatan Gringsing, yang selanjutnya tersangka menelpon keluarga korban untuk meminta uang tebusan kepada keluarga korban.
“Keluarga korban di mintai uang tebusan sebesar Rp. 500 juta untuk di barter dengan anaknya, namun keluraga korban menawar hingga terjadi kesepakatan uang tebusan menjadi Rp. 300 juta,” beber AKBP Juli Agung Pramono.
Setelah menyerahkan uang tebusan di  rumah makan gerbang elok gringsing. Merasa curiga, keluarga Korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Bawang, yang kemudian Polsek Bawang melaporkanya ke Polres Batang. Dari hasil laporan dilakukan penelusuran dan olah TKP  ( Tempat Kejadian Perkara),“ dari hasil penelusuran di tempat hotel di Kabupaten Brebes ada KTP tersangka yang di tinggal, sehingga kita bisa menangkap enam tersangka dan dua masih DPO,” tutur AKBP Juli Agung Pramono.
“Dari total kerugian korban mencapi 300 juta namun kita berhasil mengamankan sekitar Rp.73 juta berupa uang tunai, mobil avanza, sejumlah perhiasan, handphone dan sepeda motor, dari kejahatan tersebut tersangka melanggar pasal 328 dan 368 jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun dan 9 tahun penjara,” tandas Kapolres Batang AKBP Juli agung Pramono.  
Saat ini petugas masih memburu 2 pelaku lain(DPO) dan pengembangan kasus ini.

Reskrim Polsek Bandar Berhasil Meringkus Pelarian Kasus Penganiayaan.

May 14, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Buseng diringkus Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang di jalan Desa  Sikidang masuk wilayah Desa Pucanggading Kecamatan Bandar Batang,  Rabu (10/5/17) pasalnya Sis alias Buseng sudah hampir 10 bulan pelarian karena kasus penganiayaan. 
Kabupaten Batang
Nasib sial dialami Sis alias Buseng (32 ) warga Dukuh Kauman Bandar Kabupaten  gara gara  mabuk dan  jatuh dari sepeda motor Buseng diringkus Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang di jalan Desa  Sikidang masuk wilayah Desa Pucanggading Kecamatan Bandar Batang,  Rabu (10/5/17) pasalnya Sis alias Buseng sudah hampir 10 bulan pelarian karena kasus penganiayaan. 

Buseng diduga telah melakukan penganiayaan terhadap RK ( 20 ) warga Dukuh Beji  Desa Sengare Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan.
Kapolsek Bandar AKP Yusi Andi Sukmana menuturkan bahwa Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang berhasil mengamankan terduga pelaku Penganiayaan. 
"Pelaku sudah kami amankan dan mintai keterangan," jelas Kapolsek Bandar, Minggu (14/5).
Lebih lanjut Kapolsek Bandar AKP Yusi mengungkapkan, mula kejadian
pada hari Minggu tanggal 24 Juli 2016 di jalan Desa masuk wilayah Dukuh Bandar selatan Kabupaten Batang  dimana Korban dan saksi, melihat perempuan berjalan sendirian, lalu korban dan saksi mengikutinya, namun sewaktu perempuan tersebut masuk gang korban dan saksi hendak berkenalan, tiba tiba di datangi laki- laki  tidak dikenal yang mengaku pacar perempuan itu.
"Korban dan Saksi diajak masuk ke gang dan ternyata sudah ada banyak pemuda yang sedang berkumpul nongkrong diantaranya Pelaku," terang Kapolsek.
Menurut Kapolsek dari hasil interogasi, setibanya di tempat tersebut Pelaku langsung menghampiri korban dan  menarik rambut korban dengan tangan kirinya, kemudian tangan kanan pelaku yang dikepalkan memukul kearah wajah korban sebanyak 4 (kali) mengenai dahi kanan dan kiri serta pipi korban hingga korban terjatuh, hal ini dilakukanya sendiri dengan tangan kosong. 

Beruntung kejadian tersebut dilerai oleh warga setempat, atas kejadian tersebut korban mengalami luka memar di dahi kanan dan kiri serta memar di pipi, dan berobat di Puskesmas Bandar, selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Bandar," beber Kapolsek Bandar.
"Akibat perbuatan tersebut, pelaku akan dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan," tandas AKP Yusi Andi Sukmana.
Kapolsek Bandar menambahkan. bahwa Sis alias Buseng merupakan residivis yang sudah 3 kali masuk penjara yaitu 2 kali kasus pencurian  dan 1 kali kasus penganiayaan.
"Pelaku kita tangkap berawal adanya laporan warga adanya kecelakaan, setelah di lakukan pengecekan ternyata terduga pelaku penganiayaan dan saat itu dalam keadaan mabuk," ungkap Kapolsek Bandar.


Reskrim Polsek Bandar Bekuk Terduga Pelaku Penadahan 1 unit Daihatsu Xenia

May 14, 2017 Add Comment
Pekalongan News
IK alias  Sinok (30) perempuan warga Kauman  Wiradesa dibekuk Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang, alasannya karena IK adalah terduga pelaku penadahan 1  unit Daihatsu Xenia dengan No.Pol. G-8575-FC,
Kabupaten Batang 
IK alias  Sinok (30) perempuan warga Kauman  Wiradesa dibekuk Unit Reskrim Polsek Bandar Polres Batang, alasannya karena IK adalah terduga pelaku penadahan 1  unit Daihatsu Xenia dengan No.Pol. G-8575-FC,  atas nama M. Fadhil warga Dukuh Krajan Desa Wonokerto, Kecamatan  Bandar, Kabupaten Batang, barang bukti hasil kejahatan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan (tersangka penggelapan sudah diproses sebelumnya) dirumahnya, Rabu (10/5/17). 
"Pelaku sudah kami periksa  dan amankan ," jelas Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, melalui Kapolsek Bandar AKP Yusi Andi Sukmana Minggu (14/5).
Lebih lanjut, Kapolsek Bandar AKP Yusi Andi Sukmana mengungkapkan,  awal mula kejadian pada Selasa (6/12/2016) di Dukuh Krajan Desa Wonokerto Kecamatan Bandar, Batang, pelaku bersama dengan suaminya  (Belum tertangkap) menerima gadai 1 unit  Daihatsu Xenia No.Pol. G-8575-FC  yang diketahuinya barang  diduga hasil dari kejahatan dari AK, 27, (sudah ditangkap) senilai sepuluh juta rupiah, setelah itu oleh Pelaku 1 unit  Daihatsu Xenia  kembali digadaikan kepada Su, warga Desa Siwalan, dengan nilai lima belas juta rupiah sehingga pelaku mendapatkan keuntungan sebesar lima juta rupiah dari hasil gadai unit KBM itu dan uang tersebut habis digunakan untuk kepentingan pribadi jelas Kapolsek Bandar.

Selain mengamankan pelaku juga menyita barang bukti berupa, 1 unit  Daihatsu Xenia  warna silver metalik No.Pol. G-8575-FC, tahun 2004/
" Pelaku akan kami jerat dengan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara," tandas AKP Yusi Andi Sukmana.
Saat ini petugas tengah melakukan pendalaman untuk pengembangan dan mengejar pelaku lain. Karena diduga pelaku merupakan kelompok atau jaringan yang sudah beraksi di berbagai wilayah di pekalongan dan sekitarnya.

Kisah Annisa Pelajar SMA Yang Melawan Dua Pelaku Jambret

April 19, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Annisa Salsabila, siswi SMA Negeri 3 yang berani melawan dua pelaku jambret yang mengambil hape baru kesayanganya
Kota Pekalongan
Annisa Salsabila (16 th) pelajar SMA Negeri 3 Kota Pekalongan yang menjadi korban aksi penjambretan dua pemuda warga Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan tergolong cewek yang berani dan nekad, betapa tidak meskipun diancam pelaku dengan pisau, cewek berhijab ini tetap melakukan perlawanan.
"Sempat juga diancam pakai pisau, namun tetap saya pepet pakai motor lalu dua orang pelaku tancap gas dan saya kejar," ungkap Annisa, Senin (17/4/17) usai dimintai keterangan petugas.
Annisa menceritakan aksi nekadnya melawan dua pelaku jambret lantaran hape kesayanganya yang baru ia beli sepekan sebelumnya diambil paksa oleh pelaku saat di perempatan lampu merah.

Annisa mengatakan, saat berangkat menuju ke sekolah dirinya bermaksud membeli bensin eceran didepan BP Polri atau tepatnya di depan perempatan lampu merah Kraton.
"Waktu itu sempet berhenti dulu karena lampu masih menyala merah, namun tiba-tiba datang dua oran laki-laki yang salah satunya langsung merogoh tas punggung saya dan mengambil hape," Ujar Annisa.
Annisa mengaku saat itu sempat berebut Hape dengan pelaku namun secepat itu pula pelaku yang mengendarai motor langsung tancap gas.
"Saya kejar hingga ke jalan Kemakmuran trus sampai akhirnya ketemu lampu merah, namun saat saya pepet pelaku yang membonceng mengeluarkan pisau untuk mengancam," tutur Annisa.
Namun karena tidak mau kehilangan hape barunya, Annisa tetap melakukan perlawanan dengan mengejar pelaku yang nekad menerobos lampu merah.
"Saya ingat jalan yang dilalui pelaku mengarah ke kantor Satreskrim dan saya tahu pagi itu ada apel Polisi, pas lewat situ saya langsung teriak jambret," ucap Annisa memperagakan.
Disebutkan Annisa, beberapa Polisi yang sedang berada di depan Kantor spontang langsung mengejar pelaku hingga akhirnya tertangkap.

"Saya lihat sekitar lima atau enam Polisi mengejar pelaku dan pelaku tertangkap di depan gang 6, yang satu ditangkap di lokasi yang satunya lagi kabur namun juga tertangkap," beber Annisa.

Sebelum Tersungkur, Dua Jambret Ini Sempat Ledek Polisi

April 19, 2017 Add Comment
Sebelum tersungkur mencium aspal, dua pelaku jambret masing-masing Prawito alias Fauzan (23 th) dan Khamim Ilwanda alias Dalam (16 th) sempat meledek enam petugas kepolisian Polres Pekalongan Kota yang melakukan pengejaran terhadap keduanya.
"Pelaku ini saat dikejar meledek petugas dengan menjulurkan lidahnya, namun berkat kesigapan petugas dua orang pelaku jambret bisa dibekuk setelah keduanya jatuh dari motor," ungkap Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Windoyo.
Windoyo juga mengungkapkan, salah seorang pelaku, Khamim bahkan sebelumnya sempat mengancam korbanya dengan sebilah pisau.

Saat itu, kata Windoyo, korban yang bernama Annisa Salsabila (16 th) pelajar SMA 3 Kota Pekalongan nekat melakukan perlawanan dengan mengejar motor pelaku.
"Saat melaju didepan Mapolres, korban ini teriak jambret dan meminta tolong petugas yang kebetulan akan mengikuti apel pagi," terang Windoyo.
Nah saat melintas di depan Satlantas Polres Pekalongan Kota, lanjut Windoyo, beberapa petugas pun langsung berhamburan mengejar pelaku.

Bahkan, menurut informasi petugas Satlantas sempat melempar kursi ke arah pelaku namun tidak mengenai sasaran. 

Windoyo menambahkan, kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Sementara itu Prawito alias Fauzan mengaku kalau dirinya baru sekali itu melakukan aksi jambret.
"Baru sekali mas," ucap Fauzan sambil meringis menahan sakit sebab hapir disekujur tangan dan kaki terlihat parutan daging bekas menggaruk aspal.
Fauzan mengaku, kalau hasil kejahatan yang didapat rencananya hanya untuk jajan karena sedang tidak punya uang, sebab pekerjaan sebelumnya sebagai kuli proyek sedang sepi.

Satlantas Polres Pekalongan Kota Bekuk Dua Pelaku Jambret, Ini Hasilnya

April 19, 2017 Add Comment
Polres Pekalongan Kota berhasil menggagalkan aksi penjambretan yang dilakukan oleh Prawito alias Fauzan (23 th) warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan dan rekanya Khamim Ilwanda alias Dalam (16 th) warga Kelurahan yang sama.

Keduanya berhasil dibekuk setelah sebelumnya terlibat aksi kejar-kejaran dengan enam petugas Satlantas setelah diteriaki jambret oleh korbanya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Windoyo, peristiwa yang terjadi Senin (17/4/17) pagi sekira pukul 06.30 WIB bermula dari, korban yang bernama Annisa Salsabila (16 th) hendak berangkat sekolah berhenti di lampu merah perempatan Kraton atau tepatnya di depan BP Polri di jalan Veteran, Kota Pekalongan.
"Selanjutnya korban tiba-tiba dipepet oleh dua orang pelaku yang langsung merogoh tas punggung korban yang terbuka dan mengambil sebuah ponsel lalu kabur," ujar Windoyo.
Korban sendiri, kata Windoyo, langsung mengejar sambil berteriak jambret di sepanjang jalan Kemakmuran hingga akhirnya masuk ke jalan Diponegoro.

Saat melewati Kantor Satlantas Polres Pekalongan Kota, lanjut Windoyo, korban berteriak minta tolong kepada petugas yang langsung melakukan pengejaran.
"Keduanya akhirnya bisa dibekuk dan langsung digelandang menuju Unit Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Windoyo.
Dari hasil penyidikan, sambung Windoyo, Prawito alias Fauzan merupakan residivis yang belum lama keluar dari penjara. Sedangkan Khamim alias diketahui masih berusia di bawah umur.
"Khamim karena masih di bawah umur akhirnya diperiksa oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),"jelas Windoyo.
Sementara itu selain mengamankan dua orang pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit kendaraan roda dua nopol G xxxx xx dan sebilah pisau serta sebuah Hand phone hasil kejahatan.

Tangkap Pelaku, Polisi Ungkap Sindikat Kejahatan Penadah Truk

April 09, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Sirojudin pelaku penadah truk sedang mencermati surat penagkapan yang ditujukan padanya saat digelandang ke Polres Pekalongan Kota, Jum'at (7/4/17)
Kota Pekalongan
Polres Pekalongan Kota berhasil mengungkap kasus kejahatan penadahan dengan objek sebuah truk Mitsubishi Nopol G 1987 CC, selain itu juga ditangkap tersangka Pelaku yang diduga merupakan spesialis penadah mobil bernama Sirojudin (36 th) warga Dukuh Sidayu Rt 03 Rw 01 Desa Sidayu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Sirojudin ditangkap di rumahnya, Jum'at (7/4/17) oleh tim Satreskrim Polres Pekalongan Kota yang dipimpin langsung Kasat Reskrim, AKP Windoyo dan Kapolsek Bandar AKP Yusi Andi.

Dari keterangan yang diperoleh, hasil ungkap kasus tersebut bermula dari Haryoni yang melakukan akad kredit dengan PT Arta Asia Finance pada tanggal 22 Desember 2010 atas kepemilikan sebuah truk Mitsubishi seharga Rp 170 juta dengan angsuran sebesar Rp 5.365.417 perbulan yang dicicil selama empat tahun.

Seiring berjalanya waktu, ternyata Haryoni hanya mampu mengangsur selama 14 bulan dan selanjutnya pada 17 Febuari 2012 mengalihkan kepemilikan truk Mitsubishi yang menjadi jaminan fidusia tersebut kepada Sirojudin tanpa sepengatahuan pihak leasing yang bersangkutan.

Sirojudin diketahui membayar truk Mitsubishi dari tangan Haryoni sebesar Rp 40 juta dengan perjanjian, Sirojudin tetap melanjutkan sisa angsuran hingga lunas. Namun oleh Sirojudin, angsuran truk tidak pernah dibayar malah truk yang sudah dikuasai malah berpindah tangan kepada orang lain, akibatnya PT Artha Asia Finance mengaku rugi sebesar Rp 186.740.316.

Tidak itu saja, pihak leasing juga melaporkan kasus tersebut ke Polres Pekalongan Kota dan proses hukum mengantarkan Haryoni menjadi pesakitan setelah pengadilan akhirnya menetapkan Haryoni sebagai terdakwa dan divonis empat bulan penjara.

Widiarto, kuasa hukum Haryoni mengungkapkan, klienya yang bernama Haryoni telah bebas menjalani hukuman selama empat bulan dan saat ini setelah mendengar Sirojudin tertangkap oleh Polisi maka pihaknya akan melakukan gugatan hukum karena merasa dirugikan menjadi korban penipuan dari yang bersangkutan.
"Akibat dari ulah pelaku, klien kami merasa didholimi dan mengalami kemunduran usaha karena harus menjalani hukuman, selain itu klien kami harus menjalani usaha dari nol lagi untuk menafkahi keluarganya," ungkap Widiarto.
Widiarto menambahkan, klienya mengaku lega, Sirojudin berhasil ditangkap oleh Polisi sehingga kejahatan pelaku bisa dihentikan.
"Sebelumnya kami cari-cari eh, tiba-tiba muncul sudah tertangkap," ujar Widiarto.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enrico Sugiarto Silalahi melalui Kasatreskrim AKP Windoyo mengatakan, setelah memastikan keberadaan pelaku di rumahnya, kami langsung menuju lokasi dan pelaku kami tangkap tanpa perlawanan.
"Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan secara intensif dan akan kita lanjutakan dengan pengembangan kasus ini terkait dengan kemungkinan adanya korban lainya," terang Windoyo.
Sejumlah saksi, kata Windoyo, juga sedang dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkara yang bersangkutan dan untuk tersangka akan kami jerat dengan pasal 480 KUHP tentang perbuatan pendahan.
"Sedangkan ancaman hukuman yang akan diterima pelaku maksimal empat tahun penjara," pungkas Windoyo.

Polsek Buaran Limpahkan Kasus Bobol ATM Ke Polres Pekalongan

March 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Dua tersangka pelaku bobol ATM, Sobri dan Henri dibantu petugas turun dari mobil setelah sebelumnya diamuk massa
Kota Pekalongan
Setelah dilakukan gelar perkara kasus kejahatan pembobolan ATM dengan modus mengganjal lubang ATM dan memasang stiker Call Centre palsu di Mapolsek, Polsek Buaran bersama Polres Pekalongan Kota masih akan terus mengembangkan kasus tersebut.
"Tidak menutup kemungkinan masih akan ada laporan dari masyarakat yang juga menjadi korban kejahatan yang sama di Kota Pekalongan," kata Kapolsek Buaran AKP Harsono, Senin (20/3/17).
Harsono menyebutkan kejadian perkara kejahatan bobol ATM dengan pelaku kelompok Palembang dan korbanya Aftanul Afif (28 th) warga Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan masuk wilayah hukum Polres Pekalongan.

Untuk itu setelah berita acara penyerahan atau pelimpahan kasus tersebut, maka kewenangan selanjutnya akan menjadi perhatian Polres Pekalongan.
"Kita sudah serahkan tadi berkas pelimpahanya. Namun sesuai dengan petunjuk pimpinan, kami akan tetap terus melakukan pengembangan. Sebab pelaku lainya belum tertangkap," ungkap Harsono.
Kelompok Palembang ini, kata Harsono, memang spesialis bobol ATM dan banyak beroprasi di daerah Pantura, maka ini masuk kejahatan lintas kota.

Kita juga sudah dapatkan adanya laporan kejahatan serupa yang terjadi di Medono. Itu sedang kita kembangkan apakah memiliki keterkaitan dengan jaringan Palembang ini.
"Namun yang di Medono belum sampai diambil uangnya karena memang kartu ATM macet tidak bisa dikeluarkan," terang Harsono.

Begini Cara Pelaku Bobol ATM Perdayai Korbanya

March 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Sobri (38 th) salah satu pelaku penjahat spesialis bobol ATM saat memberikan keterangan kepada media di Polsek Buaran, Senin (20/3/17)
Kota Pekalongan
Sobri (38 th) salah satu pelaku bobol ATM dari kelompok Palembang mengungkapkan, modus yang ia lakukan bersama tiga orang rekanya dengan cara memperdayai korban.
"Rekan saya Henri bertugas mengawasi ATM dan melaporkanya bila ada target masuk. Yang bertugas memandu korban setelah ATM tertelan adalah saya," aku Sobri, Senin (20/3/17) usai gelar perkara.
Sobri menjelaskan, setelah korban masuk ke ruangan dan selanjutnya akan mengalami masalah ATM tertelan atau tidak bisa dikeluarkan, kemudian saya masuk ruangan berpura-pura memberikan bantuan. Setelah itu saya pandu cara mengatasinya sampai saya suruh telpon ke Call Centre yang sudah disiapkan. lalu setelah itu saya pura-pura keluar memberikan kesempatan korban untuk melakukan apa yang saya suruh.
"Teman saya, Tejo di Jakarta berperan sebagai petugas Call Centre yang akan menerima telpon dari korban dan selanjutnya memberikan arahan hingga akhirnya korban menyebutkan PIN," ungkap Sobri.
Setelah PIN didapat, kata Sobri, korban saya tinggalkan dan teman saya Danu yang sebelumnya telah mencongkel lubang ATM dan mengganjalnya akan masuk ke ruang ATM setelah memastikan lebih dulu korban pergi untuk minta bantuan.

Karena biasanya setelah melakukan berbagai cara untuk mengeluarkan kartu ATM yang tertelan tidak bisa, lanjut Sobri, korban akan panik dan pergi ke Bank terdekat untuk minta bantuan.
"Kesempatan itu akan dimanfaatkan oleh teman saya untuk mengeluarkan ATM yang tertelan dengan mudah dan kemudian akan melakukan penarikan tunai karena PIN sudah didapat," beber Sobri.
Sobri mengaku, sudah dua hari di Pekalongan dan baru empat ATM yang sudah menjadi target sasaran, tiga ATM BRI dan satu ATM BNI namun yang mendapatkan hasil baru satu.
"Iya itu yang di RS bersalin, sebesar Rp 12,5 juta. Dan uangnya sudah dibagi. Danu membawa Rp 5 juta dan saya sebesar Rp 7,5 juta," jelas Sobri.
Sementara itu Kapolsek Buaran AKP Harsono menyampaikan, saldo tabungan milik korban, Aftanul Afif (28 th) sejumlah Rp 14.880.000 dan berhasil dikuras pelaku sebesar Rp 12.500.000.
"Sehingga saldo yang tersisa hanya sebesar Rp 2.380.000, selebihnya dikuras pelaku," ujar Harsono.

Pelaku Pembobol ATM Di Pekalongan Masuk Kelompok Palembang

March 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Kapolsek Buaran AKP Harsono menunjukan bukti stiker Call Centre palsu yang dipasang pelaku untuk menjebak korbanya
Kota Pekalongan
Polsek Buaran, Kota Pekalongan mengamankan sejumlah ATM, KTP dan uang tunai sebesar Rp 7,5 juta dari tangan kedua pelaku kejahatan bobol ATM dengan modus ganjal lobang ATM dan stiker Call Centre Palsu.

Selain itu diamankan pula sebuah sepeda motor jenis matik nopol B 6651 ZIO berikut helm dan STNK serta dua buah drei berujung tajam yang digunakan para pelaku.

Kapolsek Buaran, AKP Harsono dalam gelar perkara, Senin (20/3/17) mengatakan, jumlah pelaku ada empat orang dan masing-masing memiliki peran sendiri-sendiri.
"Dua orang ini adalah eksekutornya sedangkan dua orang lainya, Danu yang lolos dari penangkapan berperan sebagai pengganjal lubang ATM beserta penempelan stiker Call Centre Palsu," ungkap Harsono.
Sedangkan untuk satu orang lainya atau yang disebut sebagai Tejo atau Sutejo, kata Harsono, berperan sebagai penerima telpon Call Centre palsu dari para korbanya.

Sutejo ini, lanjut Harosono, berkedudukan di Jakarta dan belum tertangkap. Semua itu menurut pengakuan Sobri dan Henri dan masih akan kita kembangkan lagi.
"Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku atau korban lainya. Seperti kasus yang sama di Medono, beruntung uangnya belum bisa diambil karena ATMnya macet," terang Harsono.
Harsono juga menyebutkan, kedua pelaku yang tertangkap tersebut  berasal dari Palembang dan masuk kelompok Palembang yang memang ditugaskan untuk beroprasi di sini atau di wilayah Pantura.
"Modus yang dilakukan dengan cara mencongkel lubang ATM dengan drei tajam kemudian mengganjalnya dengan alat tertentu selanjutnya mereka memasang stiker Call Centre palsu sebagai jebakan," beber Harosno.

Begini Kronologis Aksi Pembobolan ATM Dengan Modus Ganjal Dan Stiker Call Centre Palsu

March 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Dua Pelaku pembobol ATM dengan modus ganjal dan stker Call Cantre Palsu , Henri dan Sobri dalam gelar perkara di Mapolsek Buaran, Senin (20/3/17)
Kota Pekalongan
Aftanul Afif (28 th) warga Pekajangan yang menjadi korban aksi pembobolan ATM dengan modus ganjal ATM dan Call Centre palsu menyampaikan kronologis kejadian yang menimpanya, saat itu dirinya baru terima kabar ada uang transfer masuk sebesar Rp 14 juta dari hasil usahanya di bidang Batik.
"Saya bermaksud menarik uang melalui Box ATM RS Bersalin Siti Aisyiah Pekajangan Senin pagi pukul 06.00 WIB," tuturnya usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Buaran, Senin (20/3/17).
Saat masuk ruangan ATM, kata Afif, sepintas lalu dirinya melihat ada salah satu pelaku duduk diatas motor diluaran. Awalnya saya tidak curiga.

Namun saat ATM saya tertelan dan tidak bisa dikeluarkan lagi, lanjut Afif, orang tersebut menawarkan bantuan ke saya untuk menekan ulang PIN dan setelah itu disuruh mengulang prosesnya dari awal dan kalau tetap tidak bisa disuruh menghubungi Call Centre sesuai dengan stiker yang tertempel di samping ATM.
"Saya coba berkali-kali tetap tidak bisa, saya mulai panik karena orang yang bantu saya sudah tidak ada. Akhirnya saya putuskan pergi ke Kantor Bank terdekat untuk memblokir rekening," terangnya.
Sesampainya di Bank yang dimaksud, jelas Afif, ternyata Kantornya belum buka dan disarankan petugas sekuriti untuk telpon ulang Call Centre yang asli.
"Ternyata saya sudah terlambat, Saldo yang semula Rp 14 juta lebih tersisa hanya Rp 800 ribu," ungkapnya.
Meski sedih dan gemas dengan apa yang baru dialami, tutur Afif, saya coba untuk pulang dan melaporkan kejadian tersebut ke Polisi. Beruntung, dalam perjalanan pulang dirinya malah berpapasan dengan kedua pelaku.
"Saya masih ingat wajahnya. Dia terlihat sedang sibuk telpon, kemudian saya hampiri lalu saya teriaki," ucap Afif.
Mungkin karena kaget saya memergokinya, kedua orang tersebut langsung kabur tancap gas dan spontan saya kejar sambil teriak maling hingga membuat warga yang berada dilokasi membantu mengejar pelaku.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara kedua pelaku dengan korban yang dibantu warga, sehingga kedua pelaku menjadi panik dan akhirnya menabrak Aiptu I Wayan Kembar dan rekanya Bribda Heru Setianto yang sedang bertugas mengatur lalu lintas di perempatan Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Sebelum Dimassa, Dua Pelaku Pembobol ATM Tabrak Polisi

March 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Dua pelaku pembobol ATM dengan modus ganjal ATM saat dilakukan gelar perkara di Mapolsek Buaran
Kota Pekalongan
Dua pelaku kejahatan bermodus ganjal lobang ATM dengan batang korek api sebelum ditangkap petugas dengan bantuan warga sempat diamuk massa terlebih dulu.

Dua pelaku awalnya kaget korban memergoki keduanya di dekat perempatan Bligo saat sedang sibuk menelpon.

Lantaran mengenali wajah pelaku, korban, Aftanul Afif (28 th) kemudian meneriakinya sebagai pencuri yang sontak memancing massa untuk menghakimi pelaku.

Pelaku yang panik akhirnya kabur memacu kendaraanya dan baru berhenti setelah menabrak Aiptu I Wayan Kembar yang saat itu sedang bertugas mengatur lalulintas.
"Saya teriak maling kepada pelaku agar keduanya bisa ditangkap," ujar Afif, Senin (20/3/17).
Massa yang marah langsung menghujani pelaku dengan bogem mentah hingga bapak belur sedangkan I Wayan Kembar yang menjadi korban tabrak dari kendaraan pelaku menderita luka di tangan.

Afif kepada petugas mengaku menjadi korban pembobolan ATM oleh dua pelaku di RS Bersalin Siti Aisyiah pada Senin (20/3/17) pagi sekira pukul 06.00.
"Pelakunya tiga orang, namun yang seorang lagi kabur. Dua orang itu yang akhirnya saya teriaki maling," kata Afif.
Kedua pelaku, lanjut Afif, menjadi sasaran amuk massa namun bisa diamankan oleh petugas dan selanjutnya dibawa petugas ke Polsek Buaran.