Batang

Daerah

Kab Pekalongan

Berita Terbaru

Cegah Erosi, Babinsa Topik Ajak Warga Tanam Pohon Di Pematang Sawah

January 23, 2018 Add Comment
Pekalongan – Bertempat di desa pantianom kec bojong,selasa ( 23/1) telah dilaksanakan penanaman pohon dalam rangka penghijauan dan mencegah terjadinya erosi di lahan persawahan.

Dalam kegiatan penghijauan tersebut telah di tanam berbagai macam jenis tanaman tahunan sebanyak 600 bibit tanaman yang seluruhnya di tanam di area pematang persawahan.

Menurut sertu Topik Priyo Handoyo, Babinsa dari koramil 08 bojong sebagai koordiantor dilapangan dalam kegiatan tersebut menjelaskan, bahwa kegiatan penghijauan ini multi fungsi.

“Kegiatan ini multi fungsi,selain berfungsi untuk penghijauan juga merupakan langkah mencegah terjadinya erosi dan bisa juga di gunakan para petani untuk berteduh nantinya apabila tanamanya sudah rimbun,”Jelasnya.

Topik juga berharap dengan adanya kegiatan penghijauan ini masyarakat,khususnya petani bisa memelihara dan merawatnya sehingga nantinya bisa di rasakan betul manfaatnya.

“saya berharap masyarakat bisa memelihara dan merawat hingga tanaman ini tumbuh besar sehingga dengan penghijauan ini bisa dirasakan betul manfaatnya bagi masyarakat khususnya petani disini,”pungkasnya.

Sementara itu, kepala desa Pantianom Hadi Suto mengatakan, “sangat berterima kasih sekali dengan adanya kegiatan ini dan berharap bisa saling menjaga dan memelihara sehingga apa yang sudah dilaksanakan ini akan membawa manfaat bagi masyarakat dan para petani disini,“Jelasnya.


Hadir dalam kegiatan penghijauan tersebut Babinsa dari Koramil 08 bojong,kepala desa Pantianom,KKN Undip,kelompok Pkk, dan masyarakat desa pantianom yang seluruhnya berjumlah 40 orang ** red ( rusg99 )

Sinergitas Dan Soliditas Kebersamaan TNI-Polri Dalam Melakukan Tugas

January 22, 2018 Add Comment
Pekalongan News
Sinergitas TNI - Polri antara Polsek dan koramil Limpung sudah tidak di ragukan lagi. Belum lama ini, meski ditempat sederhana di Warung Niken sebelah pos polisi Banyuputih
Kabupaten Batang

Sinergitas TNI - Polri antara Polsek dan koramil Limpung sudah tidak di ragukan lagi. Belum lama ini, meski ditempat sederhana di Warung Niken sebelah pos polisi Banyuputih terlihat kebersamaan Danramil Limpung beserta anggota dan Kanit Intelkam bersama PS. Kanit Sabhara serta PS. Kasi Humas Ngopi bareng. 

Dalam kesempatan tersebut Danramil Limpung Kapten Infanteri Bardi menyampaikan tentang antisipasi gangguan keamanan dan netralitas dalam pilkada Gubernur 2018.
"Terimakasih kepada semua anggota polsek dan koramil, koordinasi tidak harus di laksanakan secara formal namun demikian seperti ini juga dapat di jadikan metode mencari solusi bersama dalam pemecahan masalah kedinasan," ujar Danramil.
Danramil juga menambahkan hubungan baik kedua institusi harus selalu di jaga.
"Sinergitas dan soliditas harus di laksanakan dengan setulus hati,semua itu dalam rangka melayani masyarakat di kecamatan Limpung dan Banyuputih," tambah Kapten Bardi.
Sementara PS. kanit Intelkam Polsek Limpung Polres Batang Aiptu Sutijono menyampaikan bahwa dalam kinerja selama ini dilapangan selalu berkoordinasi.
"Koordinasi dan komunikasi menjadikan suksesnya di lapangan terutama antara Babinsa dan Bhabikamtibmas," ucap PS. Kanit intel.
Terpisah, Kapolsek Limpung AKP Raharja sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
"Netralitas TNI - Polri harus terjaga dan dijunjung tinggi. Terima kasih pak Danramil yang selalu berkoordinasi dalam tugas di lapangan," kata Kapolsek.
Ia menambahkan kebersamaan dan soliditas kekompakan dalam pekerjaan menjadi salah satu kunci sukses dalam pelaksanaan tugas.








Meski Ada Rencana Impor Beras Petani Tetap Semangat Bercocok Tanam

January 22, 2018 Add Comment
Pekalongan News
Koramil 10/Batang beserta jajaran Babinsa di wilayah Batang bersatu padu bersama penyuluh pertanian (PPL) dari BP3K melaksanakan pendampingan pertanian
Batang - Perang tanpa bentuk atau sering dibilang Proxy War saat ini mengancam bangsa Indonesia, sehingga semua fihak harus bersatu dalam mencegah atau melawannya, karena Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya raya akan sumber daya alam (SDA), sehingga jangan sampai pepatah " Tikus mati di lumbung padi" terjadi di Indonesia, seperti yang dikatakan oleh Kapten Inf A Mutholib pada saat memberikan semangat kepada para petani di Kelurahan Kalisalak. 

Lebih lanjut Kapten Mutholib menambahkan dalam rangka mempertahankan kekayaan tersebut dari usaha dan upaya negara lain untuk menguasai Indonesia maka Indonesia harus mampu dalam mengoptimalkan dan memaksimalkan potensi sumber daya manusia maupun sumber daya alam untuk kesejahteraan warganya. 

Salah satu bukti dari kekayaan tersebut adalah kesuburan tanah Indonesia yang mampu dan cocok untuk ditanami berbagai macam tanaman yang dapat menghasilkan beberapa sumber makanan nabati guna menunjang kelangsungan hidup manusia di dunia.

Industri pertanian merupakan salah satu industri yang mempunyai hubungan langsung dengan kebutuhan pokok (primer) bagi setiap manusia maka mau tidak mau, suka tidak suka kita mutlak harus mampu memenuhi kebutuhan nomor wahid ini selain kebutuhan sandang (Pakaian) dan papan (Tempat tinggal) .

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok tersebut Koramil 10/Batang beserta jajaran Babinsa di wilayah Batang bersatu padu bersama penyuluh pertanian (PPL) dari BP3K melaksanakan pendampingan pertanian kepada para petani guna memotifasi dan meningkatkan produktifitas hasil pertanian setiap hari tanpa mengenal waktu, tempat maupun kondisi cuaca ditengah upaya Impor beras dari negara tetangga. 

Dalam urusan pendampingan pertanian, kami tidak mengenal lelah, panas, hujan bahkan hari liburpun kami tetap turun ke sawah karena sudah menjadi komitmen TNI dalam upaya membantu mewujudkan ketahanan pangan khususnya Padi, jagung dan Kedelai. 

Maryono petani asal Kelurahan Kalisalak menyampaikan harapannya bahwa hal tersebut tentunya juga harus dibarengi dengan tersedianya alat dan prasarana pertanian berikut obat obatan yang harganya terjangkau oleh para petani, sehingga para petani tidak merugi, karena yang terjadi sekarang ini petani harus menanggung biaya produksi yang tinggi tidak seimbang dengan hasil panen.(Pendim 0736).

Puluhan Yatim Piatu Dan Duafa Mendapat Santunan Dan Sembako Dalam Kegiatan Kopdar Komunitas PWD

January 22, 2018 Add Comment
Pekalongan News
Puluhan anak yatim piatu dan kaum duafa mendapat santunan dan sembako dalam kegiatan kopi darat Komunitas PWD (Panggonane Wong Drenges ) dan Polsek Batang Kota bertempat di Gedung Serba Guna Desa Kalipucang Kulon
Kabupaten Batang
Puluhan anak yatim piatu dan kaum duafa mendapat santunan dan sembako dalam kegiatan kopi darat Komunitas PWD (Panggonane Wong Drenges ) dan Polsek Batang Kota bertempat di Gedung Serba Guna Desa Kalipucang Kulon Kec/Kab. Batang, Minggu (21/1).

Ketua Panitia Simon mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan semua lapisan masyarakat.
“Melalui media sosial kita buat kegiatan yang positif dan telah mendapat dukungan dari member, PWD tidak ada maksud menyaingi media sosial lain yang ada di Kabupaten Batang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Batang Kota Polres Batang AKP Asfauri menyampaikan imbauan kamtibmas untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.
“Semoga acara ini bisa menjadi tali silaturahmi dan kegiatan positif,” kata Kapolsek.
Dengan adanya UU ITE, Asfauri meminta sampaikan berita yang benar, jangan sampai Komunitas PWD menyampaikan berita berita yang belum tentu benar atau hoaks.
“Karena di Kepolisan sudah ada Patroli Unit Cyber bertugas memantau semua kegiatan media sosial yang d ilakukan masyarakat. Oleh karena itu, jangan sampai terjerat hukum,” tandasnya.
Selain itu, Kapolsek juga mengajak masyarakat turut serta dalam menjaga Kamtibmas dan Kamsetibcarlantas serta seluruh lapisan masyarakat untuk selalu peduli bersama Polri dalam mengamankan Pilgub tahun 2018.
“Mari kita bersama ciptakan iklim sejuk untuk wujudkan Batang aman,” pintanya.
Sementara dewan Pembina Maman menambahkan agar jangan sampai anggota komunitas PWD berurusan dengan hukum.

MENJADI PENGURUS ORGANISASI HARUS IKHLAS DAN LILLAHI TA’ALAA

January 22, 2018 Add Comment

KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menghadiri dan memberikan pengarahan dalam Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Wonokerto, Minggu (21/01/2018) pagi di MIS Bebel Wonokerto.

Pembukaan konferensi dibuka oleh Anggota DPR RI H. Bisri Romly, M.Si., dihadiri Camat Wonokerto beserta jajaran Muspika, Rois Syuriah Pimpinan Cabang NU (PCNU) Kabupaten Pekalongan KH. Muhammadun Jundi, Ketua Tanfidz PCNU KH. Muslikh Khudori, M.Si., Pengurus MWC NU dan badan otonom, Pengurus Ranting NU se Kecamatan Wonokerto dan ratusan undangan yang memadati halaman MIS Bebel Wonokerto.

“Organisasi ini dapat hidup apabila ada proses kaderisasi atau re-organisasi dalam rangka revitalisasi organisasi. Sehingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu membuat Peraturan Organisasi (PO) yang kalau di tingkat MWC ini harus ada konferensi lima tahun sekali,” kata Bupati mengawali pengarahannya.

Bupati berpesan kepada segenap pengurus NU baik di tingkat Cabang, MWC maupun Ranting untuk secara ikhlas dan lillahi ta’alaa karena akan banyak hikmah yang akan kita peroleh tanpa kita sadari. Sebagai contoh Bupati menceritakan bagaimana dirinya menjadi orang nomor satu di Kota Santri saat ini. Kata Bupati, itu semua karena dirinya pernah mengabdikan diri dan berkhidmah untuk NU. “Saya dulu juga pernah menjadi pengurus MWC NU Kedungwuni, kemudian pengurus Cabang. Bahkan jaman Gus Dur, saya menjadi salah satu pengurus Lakpesdam dan Robithoh Maarif Islamiyah Pusat,” ujarnya.

Tantangan menjadi Ketua MWC NU Wonokerto ke depan, kata Bupati, tidaklah mudah karena ada beberapa proyek nasional dan regional yang akan tiba di Wonokerto. “Kami sedang melakukan studi untuk pasca berdirinya tanggul melintang proyek Provinsi dan Pusat. Dalam minggu depan akan dilakukan ground breaking. Untuk kajian-kajian sosialnya saya minta dibantu oleh MWC NU Wonokerto ini,” kata Bupati.

Dijelaskan Bupati, setelah tanggul melintang jadi, yang sebelah utaranya itu akan seperti apa, ini Bupati telah meminta dari Roterdam University maupun HHSK (Dewan Air di Belanda) yang siap membantu Kabupaten Pekalongan dalam konteks water management. “Jadi proyek tanggul melintang itu spektakuler dan saya meyakini akan merubah kultur sosial, ekonomi, budaya masyarakat Wonokerto. Ini adalah tantangan Ketua MWC NU ke depan,” imbuhnya.

Dari hasil Konferensi MWC NU Kecamatan Wonokerto telah terpilih Kyai M. Alwi Hamim sebagai Ra'is Syuriyah dan Ahmad Zaki, S.Pd sebagai Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmah 2018-2023.Semoga penuh barokah dan tambah amanah(didik/dinkominfo kab.pekalongan)