Batang

Daerah

Kab Pekalongan

Berita Terbaru

Dandim Pekalongan : Tangkal Budaya Asing Dengan Cinta Tanah Air

January 16, 2019 Add Comment
Kota Pekalongan – Seiring perkembangan zaman yang semakin pesat, maka kemampuan generasi muda yang begitu maju dalam mengikuti kemajuan teknologi juga harus disertai dengan pengetahuan yang mumpuni terkait wawasan kebangsaan dan Pancasila, sehingga tidak mudah menerima ideologi dan budaya dari luar negeri yang tidak sesuai dengan Pancasila dan budaya kita.

Hal tersebut diungkapkan Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha pada pembinaan wawasan kebangsaan dan 4 pilar kebangsaan bagi generasi muda kota pekalongan , yang diselenggarakan kantor kesbangpol di aula SMPN Islam kota pekalongan , Rabu (16/1),

Menurut Dandim Ridha, dengan mengikuti kemajuan ilmu teknologi dan mempunyai wawasan kebangsaan yang mumpuni, para generasi muda sebagai penerus bangsa ini bisa menangkal segala bentuk budaya asing yang masuk, yang tidak sesuai dengan pancasila dan budaya bangsa indonesia. Karena apabila sudah tertanam jiwa kebangsaan yang kuat maka jiwa cinta akan tanah air juga kuat.

“ Dengan mempunyai ilmu yang mumpuni, serta jiwa cinta tanah air yang kuat, maka itulah sebagai penangkal budaya asing masuk ke indonesia, yang tidak sesuai dengan budaya bangsa serta bisa menghancurkan moral anak bangsa,”Papar Dandim.

Lanjutnya, Dandim Ridha berharap, dengan pembekalan dan motivasi yang di berikan tersebut, para generasi muda mempunyai akhlak yang baik, mau bekerja keras serta berbakti kepada orang tua, sehingga nantinya para generasi muda ini, bisa menjadi generasi pemimpin bangsa dimasa yang akan datang.(red/rusg)

Seorang Babinsa Di Pekalongan Rela Lakukan Pekerjaan Ini, Demi Warga Binaanya

January 16, 2019 Add Comment
Pekalongan - Apa yang sudah dilakukan seorang Babinsa Desa Bojong Wetan, kecamatan bojong, kabupaten Pekalongan  yaitu Sertu Tofik Prio Handoyo patut kita acungi jempol, dan patut kita jadikan contoh dalam kehidupannya bermasyarakat.

Pasalnya Babinsa ini, selain aktif dalam kegiatan di wilayahnya, juga mempunyai rasa sosial dan kepedulian yang tinggi dalam bekerja bersama warganya. Hal tersebut ditunjukkan saat bersama petani, melaksanakan kerja bakti membersihkan dan membuat saluran irigasi di area persawahan desa bojong wetan,rabu(16/1/19).

Menurutnya, hal itu dilakukan selain bentuk kepedulian kepada warga binaannya, juga yang lebih penting lagi adalah untuk memperlancar jalannya air, sehingga saatnya hujan tiba air bisa masuk ke area persawahan dengan lancar dan mempermudah petani dalam menggarap sawahnya.

" Ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang babinsa, yang terpenting saya bisa membantu petani dan warga disini apapun saya lakukan, termasuk ikut mencangkul membersihkan dan membuat saluran irigasi guna menunjang musim tanam bulan ini,"ujarnya.

Sementara itu, salah seorang anggota gabungan anggota kelompok tani (Gapoktan)  Hadi Prayitno menyampaikan, Sertu Topik memang sudah sangat dikenal di desanya, pasalnya sebagai seorang babinsa selalu aktif dan ringan tangan dalam membantu masyarakat yang dalam kesulitan. Dicontohkan Hadi bahwa sertu Topik sering membantu bekerja di desanya baik itu rehab rumah, pengerasan jalan maupun di sawah membantu petani.

" Sebagai Babinsa, sertu Topik sudah seperti keluarga sendiri di desa ini, orangnya ringan tangan dan aktif dalam kegiatan di masyarakat, saya sangat simpatik dan senang dengan keberadaan babinsa disini,"ungkap Hadi.(red/rusg)

Walikota Pekalongan : Lulusan SMK diharapkan Siap Kerja

January 15, 2019 Add Comment
Kota Pekalongan- Wali Kota Pekalongan H.M Saelany Machfudz, SE berharap lulusan SMK siap memasuki dunia kerja. Demikian dikatakan Saelany saat menghadiri Dies Natalis Ke-52 SMKN 2 Pekalongan, Selasa (15/1).

“ Saya harap lulusan SMK memiliki kompetensi dalam bidangnya. Sehingga menjadi tenaga kerja yang terampil produktif untuk dapat mengisi lowongan kerja yang ada dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.,” tutur Walikota.

Ditambakannya, bahwa sesuai dengan Undang Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, SMK adalah salah satu jenjang pendidikan menengah dengan kekhususan mempersiapkan lulusannya untuk siap bekerja dibidang tertentu. Oleh karena itu tercapai atau tidaknya tujuan tersebut sangat tergantung pada masukan dan sejumlah variabel dalam proses pendidikan, salah satunya adalah kerja sama antara SMK dengan dunia usaha dan dunia pendidikan tinggi.

“ Semakin erat hubungan antara SMK dengan dunia usaha dan dunia pendidikan tinggi, maka logikanya semakin baik pula kualitas lulusan yang dihasilkan.,” terang Saelany yang juga Alumni SMK 

Kepala Sekolah SMKN 2 Pekalongan, Isniharsih feriyan menambahkan Dies Natalis ke 52 SMK 2 Pekalongan kali ini mengambil tema “ Satukan tujuan untuk menyonsong masa depan wujudkan generasi gemilang”. Untuk mewujudkan tema tersebut pihaknya memilki program yang selaras dengan kebutuhan industri. “ Kami memilki program Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang selaras dengan kebutuhan industri. Selain itu pelajaran praktek selalu kita sinkronkan antara kurikulum sekolah dengan kurikulum industri,” terangnya.

Ia melanjutkan untuk rangkaian acara Dies Natalis dimulai jalan sehat keluarga SMK 2 Pekalongan, Lomba lari 5K yang diikuti Perwakilan siswa SMP baik negeri maupun swasta dan lomba lomba baik seni , agama dan olahraga. “ Puncaknya adalah pentas seni dan panggung hiburan,” tandasnya.
(Red/rus/ML)

Antisipasi Makanan Berbahaya, Guru SDN 1 Bojong Wetan Libatkan Babinsa Sidak Pedagang Jajanan

January 15, 2019 Add Comment
Pekalongan – Guna mengantisipasi adanya makanan yang berbahaya dan kadaluarsa, babinsa Koramil 08/Bojong Sertu Topik Prio Handoyo bersama Agusnoto,S,Pd dan Susmitawati salah satu guru SDN 1 Bojong Wetan mengadakan sidak kepada para pedagang yang menjajakan makanan di sekolahan tersebut, Selasa(15/1/19)

Langkah tersebut dilakukan pihak sekolah, sebagai pengawasan agar makanan yang dijajakan oleh para pedagang di SDN 1 Bojong wetan yang bertempat di rt 06/rw 3 bebas dari makanan yang berbahaya dan kadaluarsa, sehingga aman dikonsumsi oleh para siswa.

“ Kita melibatkan Babinsa yang punya wilayah binaan di desa ini pak, untuk mengecek secara mendadak kepada para pedagang yang menjajakan makanan untuk siswa kita. Agar anak-anak yang jajan disini aman dari makanan yang kadaluarsa dan makanan berbahaya,”ungkap Agusnoto.

Sementara itu Sertu Tofik Prio Handoyo menambahkan, pengawasan kepada para pedagang jajanan memang perlu dilakukan agar, anak-anak terhindar dari bahaya keracunan makanan, yang apabila tidak dilakukan pengecekan secara mendadak bukan tidak mungkin hal tersebut akan terjadi.

“ Ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap wilayah binaan, tidak terkecuali sekolahan dan instansi lainya, sehingga kita bersinergi dengan semua pihak, dan sidak makanan jajan ini memang perlu untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, contohnya keracunan makanan,”Ujar Topik.

Dari pantauan yang dilakukan, sementara belum di temukan makanan yang berbahaya maupun yang kadaluarsa. Dan dengan adanya sidak yang dilakukan tersebut diharapkan, semua makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak aman, sehingga tidak sampai terjadi hal yang membahayakan, dan bagi para pedagang yang menjajakan makanan juga tidak sembarangan menjajakan makanannya.(rede/rusg)

Kasdim Pekalongan : Generasi Muda Harus Jadi Agent Of Change dan Berwawasan Kebangsaan

January 14, 2019 Add Comment
Kota Pekalongan - Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan, Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change sekaligus berwawasan kebangsaan. Hal tersebut diungkapkan kepala staf kodim 0710 pekalongan Mayor inf Hufron pada pembinaan wawasan kebangsaan dan 4 pilar kebangsaan bagi generasi muda kota pekalongan , yang diselenggarakan kantor kesabangpol di aula SMPN 2 kota pekalongan , senin (14/1).

Menurutnya, generasi muda adalah sebagai penerus bangsa maka harus ditanamkan betul tentang wawasan kebangsaan dan cinta akan tanah air. Dijelaskan juga bahwa dengan penanaman rasa kebangsaan tersebut tentunya sesuai dengan apa yang menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya saat ini. Dicontohkan, apabila pelajar maka sudah menjadi kewajiban untuk patuh dan taat akan aturan sekolah serta mempunyai jiwa disiplin yang tinggi.

Lebih lanjut Kasdim Hufron mengungkapkan bahwa, saat ini banyak negara asing yang ingin menjajah bangsa indonesia melalui berbagai macam cara, diantaranya melalui ITE, Narkoba serta melalui perang dagang, sehingga penting  untuk menyiapkan para generasi muda yang mempunyai jiwa kebangsaan dan cinta tanah air yang kuat dalam menghadapi tantangan yang semakin berat.

“ Sangat penting bagi kita semua, terutama generasi muda untuk mempunyai wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Karena sudah banyak bangsa lain yang ingin menghancurkan bangsa kita melalui berbagai macam cara, yaitu dengan menghancurkan generasi muda dengan Narkoba, ITE serta perekonomian dan ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa,”papar Kasdim.

Dirinya berharap dengan pemberian wawasan kebangsaan serta penanaman cinta tanah air yang diberikan tersebut, para generasi muda kita tidak akan bingung dalam melangkah kedepan nanti. Juga mempunyai daya tangkal yang kuat yang bisa menggerus rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan dalam rangka bela negara.(red/rusg)