Batang

Daerah

Kab Pekalongan

Berita Terbaru

Dandim 0710 pekalongan Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional Di kab.pekalongan

May 21, 2018 Add Comment

Pekalongan - Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Pemda Kabupaten pekalongan digelar di Lapangan Alun Alun Kajen,kabupaten pekalongan , Senin (21/5), yang di ikuti oleh TNI, Polri, PNS dari lingkungan Pemda kab pekalongan Serta para pelajar dengan Inspektur Upacara Komandan Kodim 0710 pekalongan Letkol Infanteri Muhammad Ridha. 

Dalam Upacara tersebut Letkol Infantri Muhammad Ridha mambacakan sambutan tertulis dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang diantaranya menegaskan bahwa, Pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan di segala sektor. Di sektor kelistrikan, misalnya, pembangunan ketenagalistrikan telah dilakukan di 2.500 desa yang belum mendapat aliran listrik. Pada saat yang sama, kebijakan pemerataan dilakukan melalui subsidi listrik yang difokuskan kepada masyarakat menengah ke bawah, sehingga bisa dilakukan relokasi subsidi listrik sebesar Rp 12 trillun, dialihkan untuk menunjang sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Pemerintah juga memandang bahwa pembangunan infrastruktur diperlukan untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan meningkatkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk juga salah satunya infrastruktur jalan raya. Baru-baru ini Bapak Presiden berkenan menjajal langsung jalan Trans-Papua yang sudah hampir selesai dibangun. Dari 4.300 kilometer jalan raya Trans-Papua, 3.800 kilometer di antaranya telah dibuka.

Dalam bidang agraria, juga telah diluncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE) yang bertumpu pada 3 pilar yaitu lahan, kesempatan dan SDM. bahwa upaya pemerataan tersebut sebagai upaya dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan

Pada kesempatan tersebut, Dandim 0710 pekalongan letkol infanteri Muhammad Ridha berpesan agar para pemuda bisa menghargai jasa para pahlawan, tidak terpengaruh pada hal negativ di era digital , serta di minta untuk meningkatakan prestasi, demi kemajuan negra kesatuan republik indonesia.

“ Untuk generasi muda supaya jangan terpengaruh dengan kegiatan-kegiatan yang negatif apalagi dalan era di gitalisasi ini,hargai jasa para pahlawan dengan terus mengukir prestasi demi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini,”terang Dandim.

Usai upacara tersebut dilanjutkan dengan ziarah dan tabur bunga di taman makam pahlwan Bhakti Wiratama Kec.Bojong, kab Pekalongan untuk mengenang kembali jasa para pahlawan. 

Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Bpk. H. Asip Kholbihi, Wakil Bupati Wakil Bupati Pekalongan Ibu Hj. Iriana Harimurti,Dandim 0710/Pkl  Letkol Inf M. Ridha, Kapolres Pkl  AKBP Wawan Kurniawan, Setda Kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Hj. Hindun,Forkopimda Kab. Pekalongan, serta elemen masyarakat lainnya.


Kodim 0710 Pekalongan Awali Kegiatan Ramadhan Dengan Buka Puasa bersama Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya.

May 18, 2018 Add Comment

Pekalongan – Kodim 0710 Pekalongan, mengawali kegiatan di bulan ramadhan dengan melaksanakan buka puasa bersama Maulana Habib Lutfi ali Bin Yahya, bertempat di ruang serbaguna makodim 0710 pekalongan,kamis ( 17/5/18 )

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0710 Pekalongan mengungkapkan rasa syukurnya, karena diawal bulan puasa 1439 H ini, bisa melaksanakan acara buka puasa antara prajurit Kodim 0710 Pekalongan bersama dengan ulama karismatik Maulana Habib Lutfi ali bin Yahya.

 Dandim Muhammad Ridha berharap, dengan adanya kegiatan ini para prajurit bisa di bekali dengan tausiah dan pandangan-pandangan habib lutfi dalam mendukung tugas pokok para prajurit di lapangan.

“ Kita berharap dengan kegiatan ini para prajurit akan di bekali dengan tausiah dan pandangan-pandangan dari Habib Lutfi untuk mendukung tugas pokok di lapangan,sehingga prajurit bisa mendeteksi secara dini tentang kondisi keamanan di wilayah, yang ujungnya akan tercipta kondisi wilayah yang aman dan kondusif,”Terang dandim Ridha.

Sementara itu, dalam Tausiahnya Habib Lutfi ali Bin Yahya menyampaikan bahwa,Kecintaan terhadap tanah air akan mempengaruhi perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Jika nasionalisme kita semakin melemah, jangan harap kita sebagai Muslim bisa menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa.

“ Walau hanya sebutir pasir yang ada di atas tanah air ini, akan kita jaga mati-matian,” Tegas Habib Lutfi.

“Kata siapa cinta tanah air atau nasionalisme tidak ada dalilnya? Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Aku cinta Arab karena aku adalah bangsa Arab”,di contohkan Habib.

“ Ini contoh kongkrit kecintaan suatu bangsa pada tanah airnya, Cinta tanah air itu sebagai wujud syukur kepada Allah atas anugrah bumi pertiwi ini. Ulama adalah benteng ideologi, TNI-Polri adalah benteng NKRI. Mari kita bersatu. Jangan goyahkan persatuan karena oknum kiai, TNI atau POLRI ada yang tidak benar,”Sambungnya.

Lebih Lanjut Habib Lutfi menyampaikan,seorang Babinsa harus dekat dengan perangkat Desa, penguasaan wilayah harus di kuasai, Babinsa tidak boleh kecolongan serta menjaga stabilitas keamanan.

“Masyarakat harus mempunyai Intelijen, apabila masyarakat mempunyai Intelijen saya yakin bom-bom tidak akan terjadi di negara kita.Para ulama harus mempunyai peran besar dalam menciptakan kondisi yang aman dan tenteram,”Terang Habib Lutfi

Kegiatan buka puasa bersama di ikuti seluruh prajurit kodim 0710 Pekalongan beserta ASN dengan di awali Tausiah dari Ustad Samlawi dan dilanjutkan dengan tausiah oleh Maulana Habib Lutfi Ali Bin Yahya.**red ( Rusg99)

Kirab Seribu Bendera Merah Putih Tangkal Radikalisme

May 15, 2018 Add Comment

Pekalongan - Pawai ta’aruf kirab merah putih yang mengusung tema kibar 1.000 sang saka merah putih untuk kejayaan negeri  di kota pekalongan   berlangsung meriah.

Berbagai elemen  khusunya TNI dari Kodim 0710 , Polri, masyarakat, pelajar, ormas, perkumpulan dan organisasi masyarakat ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Kirab yang diberangkatkan oleh Danramil pekalongan utara kapten infanteri suhardi  diikuti lebih kurang 2000 orang.

Selaku ketua panitia dalam kegiatan tersebut Kapten Inf Sapari Dairyanto mengatakan, Kirab tersebut  merupakan salah satu langkah untuk menangkal penyebaran bahaya radikalisme.

Melalui tema.“Melalui kegiatan kirab ini kita tanamkan nilai cinta pada tanah air dan bangsa Indonesia serta untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

“ Kegiatan kirab ini merupakan suatu bentuk nyata dalam menangkal paham radikalisme, selain membawa bendera merah putih juga ada iring - iringan pawai menampilkan budaya lokal daerah,sehingga tertanam jiwa cinta tanah air dan nasionalisme yang kuat di dalam jiwa para peserta pawai,”Jelas Kapten Sapari.

Menurutnya,melalui pendekatan kultural diyakini mampu menjadi alternatif dalam mencegah dan membendung paham radikalisme dan terorisme karena sangat menyentuh langsung ke akar masalahnya.

“ Melalui pendekatan kultural diyakini mampu menjadi alternatif dalam mencegah dan membendung paham radikalisme  karena sangat menyentuh langsung ke akar masalah,    antara lain, terkait dengan masalah lokal, seperti soal kebijakan, keterasingan, dan kemiskinan serta dapat memberikan pelajaran bagi para masyarakat dan pelajar untuk cinta pada Negara Kesatuan RI,”Pungkasnya.

Antisipasi Teror Dandim 0710 Pekalongan Intruksikan Jajaranya Untuk Giatkan Patroli Wilayah Bersama

May 14, 2018 Add Comment

Pekalongan – Maraknya aksi teror yang terjadi baru-baru ini,Kodim 070 pekalongan mengambil langkah antisipasi cepat dengan mengumpulkan seluruh Danramil dan Babinsa yang ada di wilayahnya pada ,bertempat di aula serbaguna makodim 0710 pekalongan,Senin ( 14/5/18)

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha menyampaikan kejajaranya untuk lebih memaksimalkan dan menggiatkan lagi patroli wilayah bersama Polri serta masyarakat.

“ Selain pengamanan pangkalan juga obyek-obyek vital menjadi perhatian dan sasaran untuk di amankan,”Jelas Dandim.
Dandim Muhammad Ridha berharap, peran serta masyarakat dan sinergitas semua lapisan masyarakat sangat di butuhkan untuk menanggulangi aksi teror yang terjadi.

“ Kita harus bersinergi dengan semua lapisan masyarakat untuk menanggulangi aksi teror ini,karena dengan saling bersinergi maka akan terjalin soliditas yang kuat, sehingga informasi sekecil apapun akan sangat berarti dalam mengantisipasi teror ini,”Terang Dandim.

Dandim 0710 Pekalongan Ajak Cegah Deradikalisasi Sejak Dini

May 14, 2018 Add Comment
Pekalongan - Seiring marak dan bertambahnya jumlah anak-anak punk, serta pengemis yang berkeliaran tidak jelas di wilayah kota pekalongan,Pemkot pekalongan senin siang (14/5/18), mengadakan rapat koordinasi dengan dinas dan instansi terkait guna penanganan lebih lanjut.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, Sekda kota pekalongan Sri Ruminingsih, Polres Kota Pekalongan, Kompol Arifin, Kejaksaan Kota Pekalongan serta Opd  Kota Pekalongan( Satpol PP, Dinsos, Dinkes).

Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha, hadir sebagai undangan dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, dalam menanggulangi anak-anak punk perlu sinergitas antar Intansi baik TNI,Polri, Pemkot, Tokoh agama serta Tokoh masyarakat.
“ Harus ada pendekatan secara emosianal dengan anak-anak punk, dan para pengemis yang berada di jalanan maupun tempat keramaian,”terang Dandim Ridha.
Menurut  Dandim M.Ridha, untuk mencegak meluas dan bertambah banyaknya anak-anak punk dan pengemis,perlu segera melakukan tindakan preventif, dengan melaksanakan operasi gabungan antara Polres, Kodim dan Satpol PP di titik-titik berkumpulnya anak-anak punk dan daerah operasi para pengemis untuk memberi efek jera pada mereka.

Langkah – langkah tersebut nenurut Dandim Muhammad Ridha, juga sebagai langkah cegah dini dalam menangggulangi radikalisme yang ada di wilayah.
“ Langkah cegah dini tentang radikalisme ini perlu kita laksanakan sejak dini, karena bukan tidak  mungkin dengan segala keterbatasan dan kurangnya perhatian dari kita sebagai aparat pemerintah, sehingga para anak punk dan pengemis ini nantinya akan dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab  untuk kepentingan yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat,”Jelas Dandim Ridha.