Batang

Daerah

Kab Pekalongan

Berita Terbaru

MAI Salurkan Bantuan Terdampak Rob

May 25, 2018 Add Comment
Brand Manager Bank Mandiri Cabang Pekalongan, Nur Alfiah bersama tim SAR dan BPBD siap distribusikan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana rob
Kota Pekalongan 
Bantuan kemanusiaan bagi korban bencana rob di Kota Pekalongan terus mengalir. Bank Madiri melalui yayasan Mandiri Amal Insani (MAI) selama dua hari sudah mendistribusikan bantuan bahan makanan, tikar, selimut dan peralatan bayi. 
"Hari ini kita kita distribusikan bantuan senilai Rp 30 juta di dua lokasi, yakni Kelurahan Bandengan dan Kelurahan Pabean," ungkap Nur Alfiah, Brand Manager Bank Mandiri imam bonjol pekalongan, Jum'at (25/5/18). 
Sehari sebelumnya, kata dia, MAI sudah menyalurkan bantuan bagi warga di Kecamatan Pekalongan Utara dan Posko Induk atau dapur umum yang di pusatkan di GOR Jatayu. 
Bantuan kemanusiaan yang didistribusikan oleh MAI menurut Nur Alfiah merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Bank Mandiri yang tergabung dalam yayasan MAI. 
"Ini bagian dari amaliyah yang dananya dihimpun dari seluruh karyawan Bank Mandiri," ujarnya. 
Dijelaskan dia, MAI merupakan badan amal zakatnya karyawan Bank Mandiri yang memiliki banyak program tidak saja tanggap darurat bencana, namun banyak lainya seperti wakaf produktif, pembiayaan anak yatim, donasi untuk anak indonesia dan benah rumah maupun tempat ibadah. 
"Sumber dananya dari karyawan seperti zakat mal, zakat fitrah dan zakat penghasilan serta wakaf," jelas Nur Alifah. 
Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Agustinus Adi Purwanto mengatakan, berasama tim SAR, pihaknya diminta untuk mengawal bantuan kemanusiaan dari MAI ke lokasi-lokasi yang paling membutuhkan bantuan. 
"Malam ini setelah dari Kelurahan Bandengan kami akan bergerak menuju Kelurahan Pabean,Pantaisari, pasirsari, kandang panjang, klego dan jeruksari karena menurut informasi yang masuk ada beberapa lokasi di sana belum dijangkau oleh bantuan," terangnya. 
Menurut dia, prioritas distibusi bantuan diperuntukan bagi warga pengungsi maupun warga yang belum sempat mengungsi atau yang masih bertahan di rumah. 
"Biasanya di titik tersebut selain aksesnya susah juga lokasinya terlalu kedalam sehingga menjangkaunya butuh usaha ekstra karena ketinggian airnya di atas rata-rata," tandasnya.

MAI Salurkan Bantuan Terdampak Rob Pekalongan

May 25, 2018 Add Comment
pekalongan-news.com
Branch Manager Bank Mandiri Cabang Pekalongan, Nur Alfiah bersama tim SAR dan BPBD siap distribusikan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana rob
Kota Pekalongan
Bantuan kemanusiaan bagi korban bencana rob di Kota Pekalongan terus mengalir. Bank Madiri melalui yayasan Mandiri Amal Insani (MAI) selama dua hari sudah mendistribusikan bantuan bahan makanan, tikar, selimut dan peralatan bayi.
"Hari ini kita kita distribusikan bantuan senilai Rp 30 juta di beberapa lokasi, yakni Kelurahan Bandengan, Salamanis, pantaisari, Pasirsari, Jeruksari, Klego dan Pabean," ungkap Nur Alfiah, Branch Manager Bank Mandiri Imam Bonjol Kota Pekalongan, Jum'at (25/5/18).
Sehari sebelumnya, kata dia, MAI sudah menyalurkan bantuan bagi warga di Kecamatan Pekalongan Utara dan Posko Induk atau dapur umum yang di pusatkan di GOR Jatayu.

Bantuan kemanusiaan yang didistribusikan oleh MAI menurut Nur Alfiah merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Bank Mandiri yang tergabung dalam yayasan MAI.
"Ini bagian dari amaliyah yang dananya dihimpun dari seluruh karyawan Bank Mandiri," ujarnya.
Dijelaskan dia, MAI merupakan badan amal zakatnya karyawan Bank Mandiri yang memiliki banyak program tidak saja tanggap darurat bencana, namun banyak lainya seperti wakaf produktif, pembiayaan anak yatim, donasi untuk anak indonesia dan benah rumah maupun tempat ibadah.
"Sumber dananya dari karyawan seperti zakat mal, zakat fitrah dan zakat penghasilan serta wakaf," jelas Nur Alifah.
Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Agustinus Adi Purwanto mengatakan, berasama tim SAR, pihaknya diminta untuk mengawal bantuan kemanusiaan dari MAI ke lokasi-lokasi yang paling membutuhkan bantuan.
"Malam ini setelah dari Kelurahan Bandengan kami akan bergerak menuju Kelurahan Pabean karena menurut informasi yang masuk ada beberapa lokasi di sana belum dijangkau oleh bantuan," terangnya.
Menurut dia, prioritas distibusi bantuan diperuntukan bagi warga pengungsi maupun warga yang belum sempat mengungsi atau yang masih bertahan di rumah.
"Biasanya di titik tersebut selain aksesnya susah juga lokasinya terlalu kedalam sehingga menjangkaunya butuh usaha ekstra karena ketinggian airnya di atas rata-rata," tandasnya.




Persit Kodim 0710 Pekalongan Peduli Banjir Rob

May 25, 2018 Add Comment

Pekalongan – Bencana banjir rob yang melanda wilayah pesisir kota Pekalongan dan kab pekalongan membuat ribuan rumah warga terendam, dan ribuan warga mengungsi,tak terkecuali beberapa rumah anggota dari kodim 0710 pekalongan pun juga ada yang rumahnya terendam air rob.

Hal tersebut membuat Ketua persit Kartika Chandra Kirana Cab XX Kodim 0710 Pekalongan Ny.Devi Rosanti, tergerak untuk membantu anggotanya yang terdampak rob,dengan memberikan bantuan moril dan materiil pada, jum’at 25 mei 2018.

Menurut Devi, hal tersebut merupakan wujud kepedulian persit terhadap anggotanya,juga memberikan moril sehingga tetap semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“ Ini wujud kepedulian kita sebagai sesama persit,dan mudah-mudahan bisa memberikan moril sehingga bagi anggota yang terkena dampak banjir rob ini tetap semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,”terang Devi.

Pihaknya berharap, bencana banjir rob ini segera berlalu, dan bisa normal kembali, sehingga warga bisa beraktivitas seperti sedia kala. Adapun rumah anggota persit yang terdampak rob berjumlah 19 orang.


Kodim 0710 Pekalongan Gelar Latihan Menembak

May 24, 2018 Add Comment

Pekalongan - Ratusan prajurit jajaran Kodim 0710/Pekalongan melaksanakan kegiatan latihan menembak senjata ringan di Lapangan Tembak Subden B Brimob Pekalongan , Kamis (4/5/18)

Kegiatan latihan menembak ini mempunyai maksud untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit dan di laksanakan secara rutin, sehingga masing - masing prajurit dapat mencapai tingkat kecapakapan standart sesuai yang di harapkan oleh komando atas.

Latihan menembak dengan mengunakan senjata ringan ini target sasaranya sejauh 100 meter terbagi dalam 3 posisi, tiarap, duduk dan berdiri,yang sesuai rencana akan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 24 sampai dengan 26 Mei 2018.

Menurut Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Muhammad Ridha mengatakan,tujuan latihan menembak adalah untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan skil setiap prajurit.

“Tujuan dari latihan menembak adalah,untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan prajurit,  baik itu tamtama, Bintara dan perwira dalam keahlian menembak. Maka ini adalah kegiatan rutin yang digelar tiap 3 bulan sekali,”jelas Dandim.

“ Selain itu sebagai Babinsa, selain harus mampu membina wilayah juga harus jadi jago tembak,maka dari itu harus latihan secara rutin,”imbuh Dandim

Pihaknya berharap dengan rutin melaksanakan latihan ini, nantinya kemampuan dan keahlian dasar menembak anggota TNI tidak berkurang tapi justru semakin meningkat.


Kapolres Batang Ajak Pemuka Agama Berperan Aktif Dalam Tangkal Paham Radikalisme

May 24, 2018 Add Comment
Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga mengajak pemuka Agama ikut berperan aktif dalam menangkal paham - paham radikal di wilayah hukum Polres Batang
Kabupaten Batang 
Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga mengajak pemuka Agama ikut berperan aktif dalam menangkal paham - paham radikal di wilayah hukum Polres Batang. 
"Saya minta pada para Ulama, tokoh agama di Kabupaten Batang berperan aktif untuk mengingatkan dan membimbing warga dalam setiap kesempatan kegiatan ibadah," kata AKBP Edi S Sinulingga saat Silaturahmi Tokoh Agama beserta Forkopimda Batang di Mapolres Batang, Rabu (23/5/18) petang.
Lebih lanjut Kapolres mengatakan karena tidak menutup kemungkinan paham radikal maupun pelaku teror bisa berada di lingkungan tempat tinggal kita, oleh karena itu jajaran kepolisian telah menurunkan intel, Bhabinkamtibmas sebanyak mungkin untuk melakukan deteksi dini. 
"Saya harap aktivitas kelompok masyarakat untuk ikut juga mengamankan lingkunganya masing - masing. Jangan apatis kalau ketemu orang tidak mau berkomunikasi dan sulit diajak berkomunikasi, maka harus di perhatikan hal -hal tersebut," jelas AKBP Edi S Sinulingga 
Disampaikan juga kepedulian tersebut sangat membantu pihak keamanan untuk melakukan deteksi dini dengan melaporkan kepihak RT, kelurahan atau desa dan Bhabimkamtibmas, Polsek dan Polres. 
"Pemberantasan teror dan teroris harus di lakukan bersama - sama dan tidak bisa dilakukan oleh Polri dan TNI saja. Karena musuh bersama," tegasnya.
Pihak kepolisian akan selalu memonitor perkembangan dan situasi keamanan ketertiban masyarakat dan wilayah, untuk pemantauan secara khusus tidak ada di wilayah Kabupaten Batang.
"Kemarin memang ada pemantauan khusus karena ada pelaku teroris yang di tangkap di sukabumi dari warga Batang, tapi pemantauan khusus tidak ada, pada prinsipnya kita pastikan situasi kamtibmas di Batang kondusif dan berharap masyarakat bersikap tenang dan tidak apatis dan mau peduli dengan lingkungannya masing - masing," pinta Kapolres 
Untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif kita selalu kordinasi dengan Pemerintah Daerah dengan jajaran Kodim untuk lebih proaktif dalam menjaga sistem keamanan lingkungan ( Siskamling), untuk memonitornya siskampling yang aktif dan mengaktifkan kembali siskamling agar tercipta situasi lingkungan yang kondusif. 

Bupati Batang Wihaji Mengatakan, kegiatan buka bersama dengan tokoh agama merupakan momentum penting untuk menyampaikan peran kita kita untuk waspada terhadap paham - paham radikal yang akhir - akhir ini belum lama bom bunuh diri.
"Teroris tidak bisa disembuhkan karena otaknya sudah dicuci dengan sebuah keyakinan, untuk mencegahnya kita harus bersama - sama peduli dengan lingkunganya dengan cara membimbinganya dan apabila ada sesuatu yang mencurigakan segera kordinasi dengan pihak kepolisian maupun TNI tapi jangan di hakimi sendiri," Kata Wihaji 
Ditegaskan juga bahwa Batang sejarah telah mencatatnya ada pelaku teroris di Kecamatan Tersono, dan Batang dan inilah yang menjadi keprihatinan kami selaku kepaka daerah, oleh karena itu tingkat kewaspadaan terhadap lingkungan harus ditingkatkan kembali agar peristiwa tersebut tidak ada lagi di Batang.

Turut Hadir dalam acara Dandim 0736 Batang, Ketua MUI, semua komponen jajaran kepolisian dari tingkat polsek, koramil, Camat Se Kab Batang, tokoh agama, tokoh pemuda organisasi kepemudaan dari Banser NU dan Kokam Muhammadiyah. Kemudian acara dilanjutkan dengan buka bersama