Batang

Daerah

Kab Pekalongan

Berita Terbaru

Percepat Normalisasi Akses, Kodim 0710/Pekalongan Terjunkan Alat Berat

12:52:00 AM Add Comment
pekalongan-news.com
Alat berat mulai diterjunkan untuk memudahkan membuka akses jalan  di dua Desa di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Pekalongan
Kodim 0710/Pekalongan menerjunkan alat berat berupa eksavator untuk melakukan normalisasi jalan di perkebunan Desa kalipancur dan Desa Sumurjomblang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Menurut Danramil 08/Bojong, Lettu Inf Nurkhan, penggunaan alat berat untuk meratakan jalur sepanjang 1,4 kilometer untuk mempermudah dan mempercepat pengerjaan jalan yang dimulai 20 hari lalu.
"Ini hanya untuk mempercepat saja, sebab waktu pengerjaan kurang dari 15 hari," ungkap Nurkhan, Senin (20/2/17).
Nurkhan menjelaskan, kondisi jalan sepanjang 1,4 kilometer dan lebar 4 meter sebelumnya dalam keadaan jelek. Keberadaanya sangat tidak nyaman digunakan untuk dilewati aktifitas warga seperti mengangkut hasil bumi dan lain sebagainya.

Jalan tersebut juga tidak bisa dikerjakan kalau hanya mengandalkan tenaga manusia dan peralatan sederhana. Peralatan berat terpaksa harus diturunkan mengingat kondisi jalan sudah sangat rusak berat.
"Karya bhakti sendiri melibatkan ratusan orang, gabungan dari personil Koramil, Aparat kedua desa dan masyarakat dari dua desa juga," jelas Nurkhan.
Sesuai yang direncanakan, lanjut Nurkhan, pemberian Makadam akan dilakukan agar nantinya bisa dilewati kendaraan roda empat berikut muatanya.
"Secepatnya pula akan kita selesaikan dengan bantuan alat berat dari Kodim 0710/Pekalongan," terangnya.

Cek Gudang Bulog, TNI Pastikan Serapan Gabah Petani Lampaui Target

11:58:00 PM Add Comment
pekalongan-news.com
Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Heri Bambang Wahyudi didampingi Kepala Gudang Bulog Bondansari, Muhyono melakukan kuncungan ke Gudang Bulog Bondansari, Senin (20/2/17) siang
Pekalongan
Komandan Distrik Militer (Kodim) 0710/Pekalongan, Letkol Inf Heri Bambang Wahyudi meninjau sekaligus mengecek Gudang Bulog Bondansari di Jalan Mayjend S Parman, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Kedatangan Dandim yang didampingi Perwira Staf Teritorial (Pasiter) Kapten Inf Sunarto diterima Kepala Gudang Bulog Muhyono, Senin (20/2/17) siang.

Kepada Kepala Gudang Bulog Bondansari, Dandim menyampaikan bentuk dukungan dan komitmen membantu Bulog dalam menyerap gabah petani sekaligus menyukseskan program swasembada pangan yang telah dicanangkan pemerintah.
"Kami dukung untuk peningkatan serapan gabah dari petani sekaligus mendorong peningkatan hasil pertanian," terang Dandim.
Sebagai bentuk dukungan dan komitmen terhadap program kemandirian pangan nasional yang menjadi tindak lanjut dari MoU Panglima TNI dengan Meneteri Pertanian, kata Dandim, kami sudah memulainya dengan mengawal petani dari proses tanam hingga panen, bahkan pemasaranya pun kami kawal.

Selain itu, sambung Dandim, kami juga lakukan pengecekan dan memastikan stok beras dan gabah hasil serapan petani aman dan tercukupi.
"Target kita sampai bulan Maret 2017, serapan gabah dari petani mencapai 100 persen," ungkap Dandim.
Kepala Gudang Bulog Bondansari, Muhyono menambahkan, pihaknya akan terus melakukan upaya agar serapan gabah dari petani terus mengalami peningkatan.
"Kami juga berharap, upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil sehingga target tersebut bisa terpenuhi," ucapnya.

Terima Bantuan, Rumah Sodikin Dibangun Kembali

9:53:00 AM Add Comment
Sodikin (42 th) buruh warga Desa Babalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan yang pada pekan lalu menjadi korban angin puting beliung hingga membuat tempat tinggalnya roboh rata dengan tanah sekarang bisa tersenyum lega. Pasalnya selain bantuan terus mengalir, puluhan personil dari berbagai unsur saat ini sedang berupaya dengan bergotong rotong bersama masyarakat setempat membangun kembali rumahnya yang roboh.
"Alhamdulillah, berkat bantuan berbagai pihak rumah saya akhirnya bisa kembali seperti semula, bahkan terlihat lebih baru nantinya," ucap Sodikin, Minggu (19/2/17).
Sodikin mengaku bersyukur, banyak pihak yang peduli dengan keadaan dirinya, terutama dari Muspika yang telah mengupayakan bantuan pembangunan rumahnya yang roboh.

Sementara itu, Komandan Rayon Militer (Danramil) 08/Bojong, Lettu Inf Nurkhan menuturkan, kurang lebih 60 personil gabungan dari TNI, Polri, FKPPI, Kecamatan dan warga setempat bergotong-royong membangun kembali rumah saudara Sodikin yang roboh akibat musibah angin puting beliung pada 15 Febuari 2017 lalu.
"Kerja bhakti dimulai pagi tadi pukul 09.00 WIB dan Insya Allah akan dikerjakan sampai selesai hingga keluarga saudara Sodikin layak untuk menempatinya," jelas Nurkhan.
Selain itu, sebagai bentuk kepedulian TNI bersama unsur lain seperti Polri dan Muspika, kami bekerjasama mengatasi persoalan yang menimpa masyarakat. Apalagi hal tersebut, lanjut, Nurkhan, merupakan musibah bencana alam yang tidak saja mengancam jiwa namun bisa juga mengancam harta benda.
"Ini juga menjadi bagian tanggung jawab pembinaan teritori di wilayah kami sekaligus fungsi pengawasan dilingkungan Kormail 08/Bojong," terang Nurkhan.
Diharapkan, Nurkhan melanjutkan, setelah selesai pembangunan rumah oleh warga dan personil ganbungan nanti, bisa kembali bermanfaat dan saudara Sodikin beserta keluarganya bisa beraktifitas seperti seperti biasanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, angin puting beliung yang bertiup kencang telah merobohkan rumah warga Desa Babalan RT 01 RW 01 Kecamatan Bojong.

Angin puting beliung tidak saja merobohkan bangunan rumah juga melukai dua anak dari pemilik rumah yang bernama Sodikin hingga akhirnya dievakuasi ke Rumah Sakit.

Dikukuhkan, APBTN Janji Berikan Manfaat Ekonomi Bagi Kota Pekalongan

10:38:00 PM Add Comment
pekalongan-news.com
Ketua DPC APBTN terpilih, Eko Kalungguh saat menerima SK pengukuhan dari Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid, Sabtu (18/2/17) malam di Ballroom Fuchia Hotel Dafam, Kota Pekalongan
Kota Pekalongan
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Profesi Batik Tenun Nusantara (APBTN) Kota Pekalongan, Sabtu (18/2/17) dikukuhkan pengurusanya oleh Walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid di Hotel Dafam Kota Pekalongan.
Dalam kesempatan pengukuhan, Walikota Pekalongan meminta keberadaan 
APBTN harus mampu memberikan manfaat dan pengaruh yang positif bagi perekonomian Kota Pekalongan.
"Termasuk pengaruh positif perkembangan batik dan tenun sekaligus kesejahteraannya juga meningkat," ujarnya.
Di tempat yang sama Ketua Panitia Rininta melaporkan, bahwa APBTN merupakan wadah dan rumah besar bagi para pelaku usaha batik maupun tenun agar keduanya selalu ada dan terjaga di Indonesia.

Ruang lingkupnya kegiatan asosiasi tersebut, kata Rininta, meliputi bidang organisasi, bidang usaha, bidang pendidikan, bidang sosial, peningkatan SDM di Bidang Manajemen Batik dan Tenun baik produksi, penjualan, dan lain-lain.
"Sehingga Para pelaku usaha batik maupun tenun dapat memberikan ide dan kreatifitasnya di Asosiasi ini sehingga batik dan tenun tidak punah ” ucapnya.
Sementara Ketua DPC APBTN Kota Pekalongan terpilih, Eko Kalungguh, mengatakan sejalan dengan pemikiran Walikota, bahwa pihaknya dalam menjalankan program asosiasi akan selalu bersinergi dengan pemerintah dan pelaku usaha termasuk didalamnya pengrajin batik dan tenun.
"Kami akan membantu pemerintah Kota Pekalongan dan pelaku usaha untuk tetap berupaya melestarikan warisan budaya berupa batik dan tenun," tegasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP APBTN, Dedeh Kurnia Sari, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Dandim 0710/Pekalongan dan Habib Luthfie Bin Ali Yahya serta para pegiat dan pelaku usaha Batik dan Tenun dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang.

Gagal Atasi Rob, Pemkab Pekalongan Akan Bangun Great Wall

8:03:00 PM Add Comment
Great Wall atau tembok besar akan segera dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mengatasi persoalan bencana banjir rob yang terus melanda wilayah utara Pekalongan. Dihadapan Kades se-Kecamatan Tirto, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan rencananya.
Tembok besar tersebut menurut Asip, dirancang untuk membendung gempuran air rob yang ada di Desa Mulyorejo, Karangjompo dan Tegaldowo. Hal tersebut ditegaskannya, Kamis (16/2/17) yang lalu.

Selanjutnya keadaan tanggap darurat ditetapkan bagi wilayah Kecamatan Tirto, Siwalan dan Wonokerto. Asip sendiri mengakui, bahwa relokasi adalah yang paling tepat dan seharusnya mungkin dilakukan, namun kendala yang ada dimasyarakat seperti faktor sosial dan budaya menyebabkan kesulitan untuk dilaksanakan.

Belajar dari kesulitan tersebut, kata Asip, terbesit ide untuk mengegolkan rencana pembangunan tembok berukuran raksasa sepanjang 800 meter yang mencakup tiga Desa.
"Agar pembangunannya cepat terlaksana, maka anggarannya sedang disiapkan. Termasuk pembuatan tebing dari sungai Sengkarang hingga sungai Meduri," ucap Bupati.
Saat ini ia mengaku sedang dalam posisi bergerak cepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Bila perlu dirinya akan terbang ke Belanda untuk melakukan konsultasi.

Asip berkeyakinan, bila Great Wall berhasil dilaksanakan, maka tiga Desa seperti Mulyorejo, Karangjompo dan Tegal Dowo akan aman, sementara wilayah seperti Desa Jeruksari dan Wonokerto akan dilakukan kajian serta studi lebih kompherensif dalam penanganannya.
"Saya hanya minta dukungan dari seluruh masyarakat Tirto untuk menyelesaikan persoalan ini, ayo kita selesaikan bersama," pintanya.