Batang

Daerah

Kab Pekalongan

Berita Terbaru

Melebihi Target, Tim Monitoring Percepatan Luas tanam (LTT) Dari Kementan Beri Apresiasi

May 30, 2017 Add Comment
Pekalongan - Target Luas Tambah tanam (LTT) di Wilayah Kec Bojong sudah melebihi target, dari yang di targetkan 1600 ha untuk pencapaian sampai saat ini sudah mencapai 1700 ha, Demikian yang di ungkapkan Danramil 08/Bojong Kapten Inf Nurkhan disaat mendampingi Tim Monitoring dari Kementan Selasa (30/5/17) di Desa Kalipancur,Kec Bojong.

Hadir sebagai Tim Monitoring dari Kementan tanaman Pangan, yang di wakili oleh Ir. Eli Kuncoro dan Ir.Catur Rita ( Kasi Penyebaran Varietas) dan di dampingi dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah Edi Darmono ( Kasi Padi ). Dalam sambutanya Eli Kuncoro mengatakan sangat mengapresiasi apa yang telah di capai oleh Gapoktan Kecamatan Bojong Khususnya dan wilayah Kabupaten Pekalongan pada umumnya, yang sudah berupaya dengan sangat keras sehingga bisa mencapai target,dari 1600ha yang di targetkan sekarang sudah mencapai 1700ha dalam percepatan Luas tambah Tanam ini,sehingga apa yang diharapkan pemerintah dalam usaha untuk selalu mencapai swasembada pangan akan tercapai,”Ungkapnya.

Sementara  itu mewakili Komandan Kodim 0710/Pekalongan,Perwira penghubung Mayor kav haryono juga mengucapkan terima kasih kepada Gapoktan,PPL dan Babinsa yang selalu terjun langsung ke lapangan sehingga apa yang sudah di targetkan untuk Luas tambah Tanam ini bisa tercapai, Lebih lanjut mayor Haryono menyampaikan untuk selanjutnya apabila ada kendala di lapangan supaya di koordinasikan yang baik antar instasi yang sudah membidangi pekerjaanya masing masing sehingga tepat sasaran dan cepat teratasi,”Imbuhnya

Ikut mendampingi Tim Monitoring Luas Tambah tanam tersebut antara lain Kabid Tanaman Pangan Ir. Endang S, Ir. Rintono, Perwira Penghubung Kodim 0710/Pekalongan Mayor Kav Haryono, Muspika Kecamatan Bojong dan PPL,Babinsa serta Gapoktan desa Kalipancur Kecamatan Bojong. 

Babinsa Kodim 0710/Pekalongan Mahir Membuat Jamban Keluarga

May 30, 2017 Add Comment

Pekalongan - Bertempat di halaman Makodim 0710/Pekalongan Selasa (30/5/17), sejumlah anggota Babinsa dari kodim pekalongan melaksanakan praktek cara membuat kloset/jamban keluarga, kegiatan ini sudah berlangsung selama beberapa hari yang lalu, sebelumnya para babinsa tersebut  sudah melaksanakan pelatihan selama 2hari, sehingga para Babinsa tersebut sudah terlihat cekatan dalam membuat jamban.

Seperti yang sudah di beritakan sebelumnya,Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Heri Bambang Wahyudi, S.I.P, melalui Pasiter Dim0710/Pekalongan Kapten Inf Sunarto menjelaskan bahwa adanya kegiatan ini didasari oleh banyaknya masyarakat yang ada diwilayah Kodim 0710/Pekalongan yang belum mempunyai sarana MCK yang memadai sehingga di harapkan dengan adanya kegiatan ini,nantinya babinsa yang sudah di latih ini bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat, Sehingga masyarakat yang belum mempunyai MCK yang memadai bisa membuat sendiri dengan biaya yang lebih murah"Terangnya.

Sementara itu menurut Bati Ops Dim 0710/Pekalongan Pelda Aris Setiawan mengungkapkan, bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut dan secara bergantian sampai para Babinsa yang ikut dalam pelatihan ini memang sudah benar benar mampu dan mahir dalam membuat jamban tersebut, karena nantinya para babinsa tersebut akan langsung turun ke lapangan untuk menularkan ilmunya tersebut ke masyarakat daerah binaanya masing masing"Pungkas Aris.


Walaupun dalam keadaan puasa, terlihat tak menyurutkan semangat para Babinsa perwakilan dari masing masing koramil di Jajaran Kodim 0710/pekalongan ini untuk praktek membuat jamban.

Ini Saran Dari Mahasiswi Onsoed Untuk Sasaran Non Fisik TMMD Rempoah

May 30, 2017 Add Comment
BANYUMAS  - Ini saran yang disampaikan oleh Hartati,  seorang  mahasiswi semester akhir  di UNSOED  Purwokerto, terhadap sasaran non fisik TMMD Reguler Kodim Banyumas di Desa Rempoah. Diantaranya, ada beberapa hal pokok yang perlu di suluh kepada warga Desa  Rempoah.

''Beberapa hal pokok yang perlu disuluh kepada warga Desa Rempoah, diantaranya soal kebersihan lingkungan untuk antisipasi serangan penyakit Demam Berdarah, Soal perlunya tidak BAB di sembarang tempat.. Termasuk emndorong tum ungnya industri rumahan yang ada di Desa Rempoah, supaya bisa meningkatkan perekonomian warga setempat,'' beber  Harttati.

Terpisah Pasiter Kodim Banyumas, Kapten Arh.  Sugeng Supriyadi menjelaskan, bahwa di kegiatan non fisik TMMD Reguler, pihaknya akan memaksimalkan potensi puluhan mahasiswa dari UNSOED.  ''Kami jug sependapat perlu adanya penyuluhan soal kebersihan lingkungan dalam rangka antisipasi Demam Berdarah,'' ungkap Kapten Arh. Sugeng Supriyadi.  

Danramil Turun ke Warga, Gali Masukan Soal TMMD

May 30, 2017 Add Comment
BANYUMAS  -  Demi sempurnanya pelaksanaan TMMD Reguler ke -99 Kdoim Banyumas di Desa Rempoah,  Danramil Baturaden, Kapten Inf. Ruswanto sering turun ke lapangan,  berkunjung ke sejumlah warga untuk menggali masukan dari para warga tempat kekurangan-kekurangan apa yang ada pada pelaksanaan TMMD.

Menurut Danramil Ruswanto, terkait perintah dari komando atas bahwa di sasaran non fisik harus diadakan di setiap hari, berarti minimal ada 28 kali pertemuan antara penyuluh dan warga, pihaknya perlu mencari masukan kepada warga, kira-kira materi penyuluhan apa yang cocok dan saat ini dibutuhkan oleh warga.   

Hendaknya TMMD Juga Pikirkan Eksistensi Curug Belot

May 30, 2017 Add Comment
BANYUMAS  -  Sebuah saran disampaikan seorang pelancong lokal dari Purwokerto, Alvi (28)  yang menyempatkan datang ke Curug Belot di Desa Rempoah, Kecamatan Baturaden, disaat di desa itu  sedang ada helatan TMMD Reguler ke -99 Kodim Banyumas. ''Saya selaku warga luar Desa Rempoah, kalau boleh usul hendaknya di sela-sela pelaksanaan TMMD nantinya ada semacam pelatihan atau mungkin penyuluhan tentang bagaimana mengelola sebuah potensi wisata,'' ungkap  Alwi yang warga Desa Sumbang RT 01/RW03 Purwokerto itu.

Sementara itu Kades Rempoah,  Sugeng  Pujiharto, mengakui jika pengelolaan Curug Belot hingga saat ini memang dilakukan secara perorangan. Namun demikian, pasca TMMD nanti, seiring semakin dikenalnya wisata air mancur di Crug Belot, bukan tidak mungkin pihak desa akan mengambil alih pengelolaanya.  ''mengambil alih disini nantinya tetap memberdayakan warga yang ada di sekitar Curug,'' jelas Kades Rempoah