Batang

Daerah

Kab Pekalongan

Berita Terbaru

Tahu Krispi Sumarna Renyah Enak Dan Bumbunya Racikan Sendiri.

6:50:00 PM Add Comment
Tahu Krispi Sumarna Renyah Enak Dan Bumbunya Racikan Sendiri.
Pak Sumarna piawai mengolah tahu krispi menjadi makanan yang renyah dan banyak digemari masyarakat
Pekalongan
Mungkin bagi sebagian masyarakat makanan ringan tahu  sudah tidak asing lagi baik nama maupun rasa-nya dan harganya yang terjangkau di masyarakat, pedagang tahu banyak dijumpai baik di kota besar maupun di daerah seperti pekalongan ini.
Pak Sumarna lelaki asal Sumedang Jawa Barat yang akrab dipanggil dengan pak Nana, lelaki yang sudah menetap selama kurang lebih 14 tahun di kota Pekalongan ini dengan kreativitasnya menciptakan makanan ringan yang ada di masyarakat yaitu tahu krispi.
Tahu krispy pak Sumarna menurutnya lain daripada tahu krispi yang lain karena selain rasanya enak, gurih dan renyah dan bumbu rahasianya racikan sendiri, serta pelayanannya ramah dan fast respon, tahu krispi pak Sumarna juga menerima pesanan untuk acara tahlilan, arisan, ulang tahun,rapat dan lainnya.
Menurut Pak Sumarna kepada Pekalongan News kenapa memilih tahu? "Karena tahu makanan yang tidak membosankan, tahu mudah didapat dimana saja karena dengan adanya tahu pedagang tahu di pasar tradisional diuntungkan karena omzet pedagang tahu naik dan disukai semua lapisan masyarakat, "tuturnya.
Pak Sumarna telah menekuni usaha tahu krispi kurang lebih 5 tahun buka lapak dagangan di jalan Kusuma Bangsa Pekalongan dekat masjid Walisongo dengan label WFC (Walisongo fried Chicken, pelanggannya berbagai kalangan selain harganya terjangkau atau murah tahu krispi pak nana banyak digemari masyarakat dan ramai apalagi kalau hari jumat, bulan puasa omzetnya akan naik dan ramai pengunjung.

Dewan TIK Diminta Untuk Edukasi Masyarakat

5:46:00 PM 1 Comment
Pekalongan News
Walikota Pekalongan membuka acara FGD yang membedah konsep smart city
Kota Pekalongan
Dewan Teknologi Informasi (TIK) Kota Pekalongan tidak asal dibentuk, namun adanya Dewan TIK tersebut justru untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang teknologi informasi. Walikota Pekalongan mengatakan hal tersebut dalam kegiatan FGD Menakar Konsep Smart City, Kamis (1/12/16).
"Kalau kemajuan teknologi informasi tidak dimanfaatkan masyarakat justru akan membuat berbagai masalah," ucapnya.
Walikota menambahkan, pelayanan kepada masyarakat Kota Pekalongan sekarang ini sebagian telah menggunakan berbagai teknologi. 
"Sehingga kalau semua masyarakat sudah lebih paham dan terbiasa dengan penggunaan  teknologi maka urusan layanan masyarakat yang berhubungan dengan penggunaan teknologi akan jauh lebih cepat, mudah dan murah," paparnya.
Untuk itu peran Dewan TIK yang sudah terbentuk tersebut harus terus mengedukasi masyarakat tentang perkembangan teknologi informasi yang semakin maju.
Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) telah memberikan pelatihan-pelatihan kepada seluruh lapisan masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi informasi.
"Jadi Diskominfo membuka kesempatan kepada siapa saja yang mau belajar teknologi informasi," ujarnya.
Di tingkat RT, kata Walikota, kita sudah berikan fasilitas berupa komputer untuk dimanfaatkan belajar. Namun bagi yang belum ada fasilitas tersebut maka akan dianggarkan pada tahun depan.
"Saya berharap dengan adanya fasilitasi tetsebut, masyarakat Kota Pekalongan akan lebih paham dan pintar tentang IT," tandasnya.
 FGD yang digelar mengambil tema Menakar konsep smart city dihadiri oleh masyarakat, pemerhati TIK dan kalangan perguruan tinggi.

Mengejutkan, Tiap Harinya Enam Warga Batang Ajukan Gugatan Cerai

4:27:00 PM 3 Comments
Mengejutkan, Tiap Harinya Enam Warga Batang Ajukan Gugatan Cerai
Tampak beberapa warga sedang antri mendaftarkan perkara di ruang pelayanan Pengadilan Agama Kelas IIB Batang
Kabupaten Batang
Sedikitnya Enam warga Kabupaten Batang setiap harinya mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kelas IIB Batang, Ketua PA Batang Abdul Khaliq melalui Wakil Panitera, Muhammad Miftah menyampaikan hal tersebut kepada pekalongannews.com saat ditemui, Jum'at (2/12/16).
Menurut Miftah, dari data selama tahun 2016 sampai bulan oktober jumlah perkara yang didaftarkan di PA Batang Kelas IIB sebanyak 1892 perkara.
Data yang masuk selama bulan oktober saja, kata Miftah, PA Batang telah memutus perkara cerai gugat sebanyak 157 kasus dan cerai talak sebanyak 53 kasus.
"Faktor ekonomi menjadi alasan terbanyak kasus perceraian di Kabupaten Batang," ungkap Miftah.
Presentasinya mencapai 60-70 persen dari semua kasus gugatan perceraian yang diputus perkaranya oleh PA Kelas IIB Batang.
Alasan lainnya, seperti ketidakharmonisan , KDRTdan  pihak ketiga menjadi faktor penentu kasus perceraian yang ada di Kabupaten Batang.
Namun dari data secara keseluruhan, lanjut Miftah, terjadi penurunan angka perceraian di tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015.
Kendati terjadi penurunan, Miftah masih enggan untuk membuka seluruh informasi yang ada dengan dalih datanya  belum diinput semuanya dan petugas penginput data sedang tidak ada.
"Saya tidak hapal satu-persatu apalagi bulan Desember ini masih kita jalani, jadi data belum bisa masuk," ujarnya.

Semua Paslon Langgar PKPU Ini Kata Panwaslu Batang

4:21:00 PM Add Comment
Semua Paslon Langgar PKPU Ini Kata Panwaslu Batang
APK pasangan calon nomor urut 4, Ahmad Faizin-Erna Yuniwati terlihat sobek pada bagian muka. Diduga perusakan tersebut merupakan unsur kesengajaan
Kabupaten Batang
Suhu politik di Pilkada 2017 Kabupaten Batang mulai memanas, terbukti Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Batang selain mendapati sejumlah pelanggaran Peraturan Kampanye Pemilihan Umum (PKPU) yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon dan tim suksesnya, juga mendapatkan temuan dugaan perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) oleh oknum yang belum jelas identitasnya.
Saat dikonfirmasi, Jum'at (2/12/16), Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu, Teguh Rahyono membenarkan adanya temuan APK yang diduga sengaja dirusak di Jalan Yos Sudarso, Klidang Lor.
"Saat ini masih dilakukan investigasi. Kita belum melakukan tindakan lebih lanjut. Karena pihak yang dirugikan, yaitu paslon nomer urut 4,  Faizin-Erna belum mengetahui adanya dugaan perusakan APK tersebut," ungkap Teguh.
Kemudian, pihaknya sebelumnya juga mendapati beberapa pelanggaran yang dilakukan semua paslon seperti kelebihan jumlah APK yang tidak semestinya mulai dari Baliho dan sepanduk yang melebihi ketentuan KPU.
Terus masih adalagi temuan oknum Desa yang dengan sengaja mendukung pasangan calon nomor urut 1, Wihaji-Suyono dan kasus terakhir pelanggaran PKPU yang dilakukan oleh paslon nomor urut 1 dan 3.
"Pelanggaran PKPU dilakukan oleh paslon nomor urut 1 dan 3 melakukan pemasangan iklan di media cetak diluar aturan yang diterapkan KPU Batang," ucap Teguh.
Teguh menyebutkan, dari berbagai temuan pelanggaran yang ada, masih terdapat pelanggaran PKPU yang telah menjadi perhatian dan monitoring pihak Panwaslu.
Yakni adanya media sosial facebook yang dijadikan ajang kampanye terselubung dan alat untuk berkampanye oleh semua paslon peserta Pilkada 2017 Batang.
Baca Juga 

Langgar PKPU, Dua Paslon Pilkada Batang Didiskualifikasi

"Kami sedang melakukan pengawasan terhadap akun facebook yang mengatasnamakan dirinya 'Gossip Batang' yang telah kami ketahui identitas adminya," ujar Teguh.
Dalam waktu dekat pihaknya akan menemui admin dari 'Gossip Batang dan meminta untuk bisa mengatur anggotanya karena itu bukan akun resmi pemilu Batang.
"Semua datanya kita sudah dapatkan mulai dari nama admin, alamat dan tempat usahanya," terang Teguh.

Langgar PKPU, Dua Paslon Pilkada Batang Terancam Didiskualifikasi

7:55:00 AM Add Comment
 Langgar PKPU, Dua Paslon Pilkada Batang Didiskualifikasi
Dok Foto : Laman Panwas Batang
Kabupaten Batang 
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten memeberikan peringatan keras kepada dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada Kabupaten Batang karena diketahui melanggar aturan kampanye. 
Tidak itu saja, pemberian peringatan keras kepada dua paslon juga disertai ancaman pembatalan pencalonan bila terbukti melakukan pelanggaran yang sama.
Ketua Panwas Kabupaten Batang, Mizan mengatakan, pihaknya telah memanggil keduanya pasangan calon 1 dan 3 karena terbukti melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang larangan kampanye bagi pasangan calon.
"Keduanya ini melanggar PKPU Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016 Pasal 68 tentang kampanye resmi dan Pasal 69 terkait money politik," ungkap Mizan, Rabu (30/11/16) lalu.
Mizan menjelaskan, dalam peraturan Pasal 68 Nomor 3 disebutkan bahwa Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Pasangan dan/atau Tim Kampanye dilarang Iklan Kampanye di media massa cetak atau media massa elektronik.
Menurut Mizan, pelanggaran yang dilakukan kedua paslon sudah jelas, kemarin mereka memasang iklan di media cetak, sehingga menabrak aturan kampanye diluar PKPU.
"Padahal sesuai aturan, paslon hanya diperbolehkan kampanye melalui media, yang didanai pemerintah," jelas Mizan.
Mizan melanjutkan, bahwa Iklan Kampanye adalah penyampain pesan Kampanye melalui media cetak dan elektronik berbentuk tulisan, gambar, animasi, promosi, suara, peragaan, sandiwara, debat, dan bentuk lainnya yang dimaksudkan untuk memperkenalkan Pasangan Calon atau meyakinkan Pemilih memberi dukungan kepada Pasangan Calon,  difasilitasi oleh KPU KPU/KIP atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Mizan menyebut, aturan Pasal 69 Nomor 1 juga dilanggar oleh kedua paslon. Padahal disana jelas disebutkan kalau Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainya untuk mempengaruhi pemilih.
"Kami sudah ingatkan agar mereka tidak boleh seenaknya bagi-bagi materi kepada calon pemilih lagi atau melakukan money politik lagi," ucap Mizan.
Setelah kemarin kita beri peringatan, kedua paslon juga sudah kami beri sanksi karena sudah sesuai dengan PKPU Pasal 73 ayat 1 maka, pelaku akan dikenakan a. Saksi tertulis, b. Diperintahkan penghentian penayangan Iklan Kampanye di media massa.
"Apabila keduanya tidak melakukan ketentuan sanksi tersebut dalam 1X24 jam, maka akan kami batalkan mereka sebagai pasangan calon peserta Pilkada,"  tegas Mizan.