Batang

Daerah

Kab Pekalongan

Berita Terbaru

Supir Truk Yang Menewaskan Satu Keluarga, Diamankan Personel Satlantas Polres Batang Dari Tempat Pelariannya Di Lampung.

July 21, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Sopir truk  MS (48 ) yang melarikan diri berhasil diamankan personel Satlantas Polres Batang dari tempat pelariannya di Lampung.
Kabupaten Batang
Akhirnya, Sopir truk Tronton Mitsubisi dengan Nopol BE-9925-CM yang melarikan diri berhasil diamankan personel Satlantas Polres Batang dari tempat pelariannya di Lampung.

Sopir MS (48 ) saat dimintai keterangan di ruang Kasatlantas berkata, dirinya lari karena merasa bingung dan takut atas kejadian itu,  sehingga memutuskan kabur, ke arah barat atau kembali ke rumahnya di Lampung.
“Setelah kejadian saya langsung lari, mencari tumpangan truk. Kebetulan orang Lampung juga, tapi tidak kenal sebelumnya, akhirnya sampai ke rumah orangtua angkat di Natar,” jelasnya Kamis sore, (20/7).
Dirinya mengakui bahwa kendaraannya tidak berfungsi maksimal, karena rem blong. Ketika menjelang di tikungan Plelen, truknya beberapa kali menghantam kendaraan lain, dan terakhir menimpa sekeluarga anggota polisi Polres Batang tersebut.
“Rem saya blong, truk hilang kendali saat jalan lebar, banyak kendaraan seperti bus dan kendaraan lain yang sempat kena srempet, namun kendaraan kecil terakhir yang kena, karena truk saya semakin oleng sehingga jatuh,” tukasnya.
Lanjutnya, terakhir dirinya baru istirahat di daerah Pemalang, dilihat secara fisik dirinya masih merasa bugar dan dari tempat kejadian hitunganya tidak terlalu jauh, karena sudah istirahat.

Selanjutnya, MS juga mengakui bahwa beban muatannya melebih KIR truk, jika seharusnya hanya maksimal 26 ton, namun tepung sagu yang rencananya akan dikirim dari Lampung ke Pati, berat total 36  ton, atau kelebihan beban 12 ton.
Atas kejadian tersebut, MS, juga turut menyesal, dan juga minta maaf kepada keluarga korban, karena merenggut nyawanya.

Kasatlantas Polres Batang AKP M. Adiel Aristo,S.I.K., mengatakan, bahwa dirinya sangat bersyukur bisa segera mengamankan sang sopir. Hingga tepat sepekan, ditemukan di persembunyiannya.
“Kami bersyukur, akhirnya bisa mengamankan sang sopir, sehingga bisa lebih mudah dalam menuntaskan kasus kecelakaan yang terjadi sepekan kemarin di Plelen Gringsing Batang,” ujar Kasatlantas Polres Batang AKP M Adiel Aristo, Kamis sore (20/7).
Dijelaskan Aristo, sopir sebenarnya bisa ditemukan tepat sepekan kejadian tersebut, atau hari Selasa siang, namun baru Rabu malam bisa dibawah ke Batang untuk dimintai keterangan. Sopir diamankan, setelah dengan sengaja menelpon istrinya, dan keluarga lapor kepada Satlantas.

Setelah dapat nomor telepon sopir, dan dilacak, diketahui berada di daerah Metro. Dengan berkordinasi Polres Batang dengan Polres Lampung Selatan dan Polsek Natar,  MS akhirnya bisa diamankan di Mapolsek setempat. Dan anggota Satlantas langsung menuju ke Lampung, untuk segera mengamankan dan di bawa ke Batang.

Diduga Halusinasi Warga Wonotunggal Terjun Kedalam Didalam Sumur Gas Beracun

July 20, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Tim SAR Batang Rescue bersama Polsek Wonotunggal Polres Batang, dan Koramil setempat berhasil mengevakuasi jasad korban meninggal dunia masuk ke dalam sumur. 
Kabupaten Batang
Tim SAR Batang Rescue bersama Polsek Wonotunggal Polres Batang, dan Koramil setempat berhasil mengevakuasi jasad korban meninggal dunia masuk ke dalam sumur, diketahui korban  bernama Cashuri (35) Wonotunggal Kabupaten Batang.
"Setelah berhasil dievakuasi jenasah kita serahkan pada keluarga," terang Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, melalui Kapolsek Wonotunggal AKP Donni Krestanto, Kamis (20/7/17).
Lanjutnya, Kapolsek Wonotunggal AKP Donni Krestanto, menjelaskan awal mula kejadian pada Rabu, 19 Juli 2017, sekitar pukul 22.00 WIB, korban diduga mengalami halusinasi dan terjun ke sumur miliknya yang berada di belakang rumah/dapur dengan kedalaman kurang lebih 25 meter yang masih ada gas beracun di dalam sumur.
"Anak korban yang melihat kejadian lalu meminta tolong pada pamannya untuk menolong korban," jelas AKP Donni.
Namun tidak bisa di karenakan  sumur tersebut terdapat gas beracun kemudian pamannya meminta tolong kepada tetangga. Selanjutnya Lapor kepada Polsek Wonotunggal.
"Lalu kami kordinasi dengan Camat dan meminta bantuan tim SAR (Batang Rescue) untuk mengangkat Korban yang sudah meninggal di dalam sumur," beber AKP Donni.
Kapolsek menambahkan jenasah korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.00 WIB, setelah itu lalu dilakukan visum luar oleh Dokter Puskesmas Wonotunggal.

Tim Sar Berhasil Evakuasi, Kakak Beradik Warga Desa Menjangan Subah yang Tercebur Sumur

July 20, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Nasib malang menimpa kakak beradik warga Desa Menjangan Kecamatan Subah Kabupaten Batang, diketahui korban bernama Ainnatsya (10) pelajar dan Faturohman (21).
Kabupaten Batang
Nasib malang menimpa kakak beradik warga Desa Menjangan Kecamatan Subah Kabupaten Batang, diketahui korban bernama Ainnatsya (10) pelajar dan Faturohman (21).
"Kedua korban adalah kakak beradik dan saat ini jenasah sudah diserahkan pada keluarga," kata Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, S.H., S.I.K., M.Hum melalui Kapolsek Subah AKP Budi Prayitno, Kamis (20/7/17).
Lebih lanjut Kapolsek Subah AKP Budi Prayitno menjelaskan, bahwa mula kejadian pada Rabu 19 Juli 2017 sekitar pukul 18.30 WIB. Sewaktu korban atas nama Ainnatasya sedang mandi di dalam rumah dan di sebelahnya ada sumur yang tidak sudah dipakai, dengan kedalaman sumur sekitar 18 meter dan di sampingnya di beri pagar pengaman terbuat dari papan kayu sengon yang sudah rapuh.
"Diduga korban terpeleset mengenai papan karena sudah papan sudah rapuh sehingga korban tercebur kedalam sumur," jelas Kapolsek Subah.
Melihat hal itu, kakak korban yang bernama Fakturrohman (21) mendengarkan suara yang mencurigakan dan melihat adiknya yang mandi tidak ada, setelah di lihat ternyata adiknya berada di dalam  sumur, kakak korban berusaha menolong adiknya.
"Bercampur panik, dengan jalan menuruni sumur dengan kaki, namun sampai di tengah sumur, kakinya tidak kuat akhirnya tercebur ke sumur, akhirnya kedua korban meninggal karena kehabisan oksigen," tutur Kapolsek.
Mendengar hal itu, Polsek Subah Polres Batang meminta bantuan tim SAR dari Brimob Pekalongan dan Basarnas.
"Alhamdulillah, kami berhasil mengevakuasi korban sekitar dinihari dan setelah di periksa dari pihak puskesmas tidak ada tanda2 penganiayaan sehingga Muspika menyerahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan," pungkas AKP Budi Prayitno.

Dir Polairud Polda Jateng,Berikan Apresiasi Nelayan Batang

July 19, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Dir Polairud Polda Jateng Kombes Pol.  Andreas  Kusmaedi,,didampingi Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono melaksanakan silaturahmi dengan masyarakat nelayan cantrang Batang
Kabupaten Batang
Dir Polairud Polda Jateng Kombes Pol.  Andreas  Kusmaedi,,didampingi Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono melaksanakan silaturahmi dengan masyarakat nelayan cantrang Batang bertempat di balai pertemuan Kantor Lembaga Pelaksana Lelang TPI Kab. Batang, Rabu (19/7/17).

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono dalam sambutan mengatakan terimakasih atas kedatangan  Dir Pol Airud Polda Jateng dalam menjalankan tugas/ perintah  Kapolda untuk hadir di Kab. Batang dan memberikan apresiasi kepada masyarakat nelayan Batang.
"Kami sangat bangga dengan nelayan  batang yang kooperatif dan  inovatif sehingga situasi selalu terjaga/ kondusif, terkait alat tangkap cantrang yang  menjadi fenomena nanti akan kita bahas bersama," kata Kapolres.
Asisten II Setda  Batang Wondhi mewakili Bupati dan Wakil Bupati Batang menyampaikan permohonan maaf karena beliau tidak bisa hadir karena ada agenda lain di waktu yg bersamaan.
"Kami atas nama Pemda Batang  sangat mendukung dilaksanakan kegiatan ini sehingga bisa memberikan wawasan dan pengertian kepada masyarakat nelayan  batang tentang permasalahan cantrang  yangg terjadi selama ini,"ungkapnya.
Kepala pelabuhan perikanan pantai klidang lor Khusni mengatakan bahwa keberadaan kantor kami  dibatang dibantu oleh beberapa stake holder yang paling kompak untuk melayani masyarakat nelayan di wilayah Batang.

Dalam hal pengurusan ijin kami tidak akan mempersulit dan bahkan menyediakan cetak ditempat yang di diwilayah lain tidak ada.

Dir Pol Airud Polda Jateng Kombes Pol. Andreas  Kusmaedi,membacakan sambutan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan,bahwa peraturan mengenai  cantrang akan  berakhir pada akhir th  2017 silahkan digunakan utk melaut dan segera di urusi ijinnya.
"Untuk perijinan, baik SLO maupun ijin  Sipi nya disepakati kemarin (ditegal red) silahkan di urus maksimal 2 hari dan silahkan melaut," kata Dir Polairud
Diharapkan nelayan batang bisa menjadi contoh  utk wilayah lain yang bisa menjaga  kondusifitas wilayah dan lakukan  koordinasi yang baik dengan elemen yang ada.
Ia juga mengingatkan tentang bahaya radikalisme dan peredaran narkoba diperairan Jawa Tengah.
"Masyarakat nelayan batang supaya bisa bekerjasama dengan pihak kepolisian terutama tentang keberadaan kapal asing yang mencurigakan karena peredaran narkoba sekarang sering melalui jalur laut," pintanya.
Ketua HNSI Batang Teguh Tarmujo menyampaikan apresiasi dalam kegiatan ini.
"Kami atas nama masyarakat nelayan Batang mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menggelar acara ini, terutama atas kedatangan Bapak Dir Polairud Polda Jawa Tengah bersama Kapolres Batang," katanya.
Diijinkanya kami melaut hingga akhir 2017 sedikit membawa angin segar bagi nelayan sehingga bisa mencari nafkah kembali.

Kami berharap pemerintah sedikit banyak membantu mengenai masalah cantrang ini dengan memberikan solusi terbaik dan pendampingan dilapangan," pintanya.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan Sarana Kontak secara simbolis kepada masyarakat nelayan.

Danrem 071/Wk Hadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2017 Tingkat Jawa Tengah.

July 19, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi pada Rabu (19/7) mewakili Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Tatang Sulaiman, menghadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017 Tingkat Jawa Tengah di Kebun Raya Baturaden Banyumas
Banyumas 
Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi pada Rabu (19/7) mewakili Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Tatang Sulaiman, menghadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017 Tingkat Jawa Tengah di Kebun Raya Baturaden Banyumas.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni setiap tahunnya diperingati pada 19 Juli 2017 bertemakan Connecting People To Nature, juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta Forkopimda Jawa Tengah, para Bupati dan Walikota se-Jawa Tengah, SKPD Jawa Tengah, Bupati Banyumas beserta Forkopimda Banyumas, DPRD Jawa Tengah Komisi B dan D, DPRD Banyumas, Ka SPN Purwokerto, Direktur RS sewilayah Jawa Tengah, Mitra Pariwisata se-Jawa Tengah, paguyuban dan kelompok tani kehutanan serta warga masyarakat baik penerima penghargaan sewilayah Jawa Tengah maupun masyarakat sekitar Banyumas.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap masyarakat yang telah menerima penghargaan dibidang lingkungan hidup agar pengetahuan dan tata kelola lingkungan yang dilakukan untuk disebarluaskan, ditingkatkan, direplikasikan dan dibuat banyak agar masyarakat yang lain dapat mengikuti jejaknya.
"Pengolahan limbah lingkungan hidup menjadi bahan edukasi dan pembelajaran bagi kita, pengolahan limbah apabila digunakan lagi sebagai inovasi dan kreasi akan menjadi barokah. Aktifisme dalam bagaimana pengolahan limbah sampah ini yang harus kita kerjakan", jelas Gubernur Jawa Tengah.
Disampaikan pula bahwa dikebun raya ada pohon yang usianya mencapai ratusan tahun dan tinggal robohnya saja, namun bagaimana hal itu dapat dilakukan sebagai satu ikhtiar dan usaha agar pohon tetap hidup. Menurut Gubernur, hal tersebut dilakukan dengan cara mengundang orang untuk menjadi bapak angkat dari pohon tersebut agar pohon tetap berdiri dan hidup. Dengan jalan mereka mengirimkan pembiayaan, pohon dirawat dan bahkan dibuat cukup bagus hingga sekarang pohon masih hidup.
"Kebun raya, menurut saya. Kita sosialisasikan bagaimana cara pengelolaan yang modern dari pohonnya banyak, tanaman dan bunganya serta tempatnya baik", ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa dengan kita berdialog agar kita konsisten menjaga lingkungan hidup kita dan tidak hanya sekedar seremonial saja dalam kegiatan ini.
"Dari beberapa program yang ada, kita mencoba menerjemahkan dan ingin mengajak masyarakat untuk mengelola lingkungan hidup kita", ungkapnya.