Showing posts with label kabupaten pekalongan. Show all posts
Showing posts with label kabupaten pekalongan. Show all posts

Jalan Licin, Pelajar Putri Tewas Tersenggol Dump Truck

May 18, 2017 Add Comment
Kecelakaan menimbulkan korban jiwa terjadi, Rabu (17/5/17) di jalan raya Mayjend Sutoyo, Desa Waru Lor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.
Korban meninggal bernama Siti Rofiqoh (18 th), seorang pelajar SMA warga Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Dari informasi yang diperoleh melalui petugas Unit Laka Lantas Polres Pekalongan, korban yang mengendarai Honda Scoopy nopol G 5681 MT melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi dari arah selatan menuju ke utara.
"Korban ini bermaksud menyalib Dump Truck Izusu bernopol G 1622 LD namun mendadak Dump Truck yang ada didepanya mengerem mendadak karena dari arah berlawanan ada mobil yang hendak berpapasan," ungkap petugas.
Ia melanjutkan, akibat Dump Truck yang berhenti mendadak tersebut, korban yang berada di posisi sebelah kanan tergelincir setelah stang motor korban sempat bersenggolan dengan badan truk.

Kemudian motor korban, kata petugas, terjatuh ke arah kanan sedangkan tubuh korban sendiri terhempas ke aspal jalan dengan posisi tertelungkup.
"Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian," terang petugas. 
Sedangkan pengemudi truk bernama Mudiono (52 th) warga Boyongsari, Kelurahan Panjang Wetan, Kota Pekalongan diamankan petugas berikut barang bukti sebuah Dump Truck dan kendaraan roda.

Perketat Peredaran Produk Kadaluarsa, Satgas Mafia Pangan Sidak Usaha Retail

May 18, 2017 Add Comment
Menjelang bulan Ramadhan sejumlah minimarket yang ada Kabupaten Pekalongan dirazia Satgas Mafia Pangan dari Unit Sat Reskrim Polres Pekalongan, Selasa (16/5/17) malam. Hasilnya, puluhan minuman dan makanan ringan berbagai merek disita petugas dari rak untuk diuji sample.

Kasat Reskrim AKP Agung Ariyanto mengatakan, kegiatan yang dilakukan Satgas Mafia Pangan sebagai respon dari keluhan masyarakat yang ingin mendapatkan produk makanan maupun minuman yang layak dan berkualitas.
"Kami himbau kepada pemilik usaha untuk selalu mengecek kondisi masa kadaluarsa makanan dan minuman yang dijual," ungkap Agung.
Agung juga meminta kepada pemilik usaha untuk menarik makanan dan minuman yang kadaluarsa maupun yang kemasanya rusak serta tidak nekat menjualnya kepada masyarakat.

Selain itu penjual atau pemilik usaha dihimbau untuk tidak memajang produk makanan serta minuman yang kemasanya rusak maupun kotor.
"Yang kotor sebaiknya dibersihkan dan yang rusak bila perlu dikembalikan lagi kepada produsenya agar tidak dibeli masyarakat," terang Agung.
Adapun rincian produk makanan ringan atau snack yang disita oleh tim Satgas Mafia Pangan meliputi choklat merek Snicker 18 buah, choklat merek nestle kit kat 1buah, snack merek sponge crunch 1buah dan mie kremes 2 buah.

Sedangkan minuman yang juga disita petugas meliputi soft drink merek A&W sebanyak dua buah, minuman jenis jelly merek Carica sebanyak 6 buah dan jelly fruit sebanyak 9 buah.

Matangkan Rencana Pemindahan Pusdik Gasum, Kalemdiklat Polri Dan Tim Rojianstra Kunjungi Limbangan

May 16, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kalemdiklat Komjen Pol Muchgiarto mendapat paparan saat meninjau  lokasi di Desa Limbangan, Kecamatan Karangayar, Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Pekalongan
Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Moechgiarto bersama Tim Biro Pengkajian dan Strategi (Rojianstra) Polri, Selasa (16/5/17) melakukan kunjungan ke lokasi lahan yang rencananya akan dibangun Pusat Pendidikan (Pusdik) Tugas Umum (Gasum) di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.

Diketahui, Pusdik Gasum yang sebelumnya berada di Porong, Sidoarjo rencananya akan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih layak. Sebab sumber dari Polri menyebut, Pusdik Gasum yang ada di Porong kondisinya kian mengkhawatirkan.
"Seluruh bangunan sudah hampir tenggelam akibat dari lumpur Lapindo," ungkapnya.
Tim Rojianstra Polri sendiri sudah melakukan kajian dengan mengecek langsung ke lokasi lahan yang sebelumnya digunakan oleh PT Estu Subur seluas 17 hektar.

Selain itu, dalam memuluskan langkah pemindahan Pusdik Gasum yang ada di Porong, Sidoarjo, BPN Kabupaten Pekalongan berikut Muspika dan warga setempat juga ikut dilibatkan.

Kapolres Pekalongan AKBP wawan Kurniawan berharap realisasi pemindahan Pusdik Gasum bisa secepatnya dilakukan, mengingat  hal tersebut sudah mendapat banyak dukungan dari pemerintah daerah.
"Saya sangat berharap Pusdik Gasum segera dapat terwujud," pinta Kapolres.

Bobol Tembok Kios, Pencuri Gasak Belasan Burung

May 16, 2017 Add Comment
Tembok kios dibobol, 11 ekor burung milik Farikhin (39 th) warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan raib digondol pencuri. Peristiwa tersebut terjadi, Selasa (16/5/17) pagi.

Satu pelaku bernama Nur Cahyo alias Prentel berhasil ditangkap warga di terminal Kajen setelah sebelumnya bersembunyi di gorong-gorong sementara dua pelaku lainya kabur.
"Nur Cahyo alias Prentel (35 th) warga Kelurahan Kertoharjo, Kota Pekalongan diteriaki maling oleh pemilik kios kemudian kabur ke arah terminal" ungkap Kapolsek Kajen, AKP Legito, Selasa (16/5/17).
Korban lantas mengejar pelaku sambil meminta bantuan warga yang langsung direspon oleh beberapa warga yang berada di terminal hingga akhirnya berhasil ditangkap.

Legito menjelaskan, tiga pelaku melakukan pencurian dengan cara membobol tembok samping bawah kios milik Farikhin sekitar pukul 02.15 WIB.

Pemilik kios sendiri, kata Legito, mengetahui burungnya dicuri saat hendak mengecek kondisi burung yang ada di dalam kios.
"Lantaran curiga tidak ada suara burung dari dalam, korban pun akhirnya mengintip melalui lubang yang ada di pintu depan kios," terang Legito.
Legito melanjutkan, saat masuk kedalam korban kaget, 11 ekor burung bermacam jenis dan dua buah sangkar telah lenyap.

Legito mengungkapkan, pihaknya telah mengantungi identitas kedua pelaku yang kabur dan saat ini sedang dilakukan pengejaran.
"Dari kejadian pencurian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 3,8 juta," pungkasnya.

Antar Pulang Sekelompok Anak SD Yang Lelah Menunggu Jemputan, Polisi Ini Banyak Terima Pujian

May 15, 2017 Add Comment
Yang dilakukan anggota Babinkamtibmas Polsek Karangdadap, Polres Pekalongan ini patut diacungi jempol. Pasalnya dalam bertugas, Brigadir Miftakhul Hudy memilih menjadi petugas Polisi yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

Seperti yang dilakukannya pada Sabtu (13/5/17) kemarin, saat melakukan patroli rutin dengan mobil dinasnya, Ia mendapati sekelompok anak-anak SD putus asa menanti jemputan para orang tua yang tak kunjung tiba.

Diketahui, hari itu SD Karangdadap 1 pulang lebih cepat sementara orang tua tidak mengetahui kalau anak-anaknya harus lelah menunggu jemputan.
"Saya tawarkan anak-anak apakah mau diantar menggunakan mobil patroli sampai ke rumah dan mereka rupanya senang bisa diantar sampai ke rumah," ungkap Brigadir Miftakhul Hudy.
Brigadir Miftakhul Hudy yang menjadi Babinkamtibmas di Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan ini pun lantas mengangkut anak-anak SD tersebut naik di belakang mobil.

Tak disangka, apa yang dilakukan Babinkamtibmas ini membuat anak-anak SD senang bukan kepalang apalagi semua diantar ke rumah masing-masing yang berjarak lumayan jauh dari sekolah.

Kapolsek Karangdadap AKP I Wayan Gelgel yang menjadi atasan Brigadir Miftakhul memuji apa yang dilakukan oleh anak buahnya tersebut.
"Itu merupakan bentuk dari aplikasi Polri yang tidak saja menjadi pelindung, pengayom dan pelayan bagi masyarakat namun juga peka terhadap kondisi psikologis masyarakat," ucap Wayan.
Dampaknya pun anak-anak menjadi sangat senang karena berkesempatan pulang naik mobil patroli dan mereka menghargainya dengan ucapan terima kasih atas keikhlasan petugas yang tanpa pamrih.

Pastikan Ketersediaan Beras Lebaran Aman, Satgas Mafia Pangan Sidak Bulog

May 15, 2017 Add Comment
Menjaga ketersediaan kebutuhan lebaran tetap aman dan terpenuhi, Satgas Mafia Pangan Polres Pekalongan melakukan pengecekan stok beras di Gudang Bulog Drive IV Bondansari, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Senin (13/5/17).

Selain Gudang Bulog, Satgas Mafia Pangan juga melakukan pengecekan di Unit Pengolahan Gabah Beras (UPGB) dan mengecek ketersediaan LPG di PT Rodeso Pekalongan.

Di Gudang Bulog, Satgas mendapati beberapa sample beras dalam kemasan karung berukuran 15 kilo tidak sesuai bobot yang tertera atau seharusnya.
"Setelah kita cek dengan ditimbang memang ada beberapa yang tidak sesuai beratnya namun sesuai SOP yang ada di sini itu nanti akan dicek ulang. Apabila ada berat yang kurang maka akan ditambahkan lagi dengan membuka bungkusnya," ujar Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariayanto didampingi Kasat Intelkam, AKP GN Simatupang.
Namun secara umum, kata Agung, kondisi beras bagus dan layak untuk dikonsumsi serta masih dalam kemasan yang utuh. Dan untuk sementara, lanjut Agung, ketersediaan stok beras di gudang sudah aman.
"Jumlahnya ada 9500 ton sesuai data yang kita terima," ungkap Agung.
Demikian juga dengan gula pasir kondisinya bagus masih terbungkus rapi, ada yang dikemas per satu kilo dalam bungkus plastik dan kondisinya juga masih bagus.

Sementara Kepala Gudang Bulog Drive IV Bondansari, Wahyono mengatakan, untuk ketersediaan beras 10 bulan kedepan dalam kondisi aman.

Ia menjelaskan, stok beras yang tersedia mencapai 9500 ton untuk memenuhi kebutuhan lebaran dan untuk beras Raskin atau Rastra masing-masing ada 801.720 kilogram.
"Untuk Raskin atau Rastra kita alokasikan yang bulan Maret dan April dengan serapan mencapai 70 persen," terang Wahyono.
Sedangkan untuk ketersediaan gula pasir, kata Wahyono, sebanyak 30 ton untuk memenuhi kebutuhan Kota Pekalongan yang masuk ke dalam program e-voucher.
"Jumlah 30 ton itu masuk baru bulan kemarin dan semuanya untuk kebutuhan Kota Pekalongan," tutur Wahyono.

Isi Kegiatan Akhir Pekan, Ini Yang Dilakukan Kapolres Pekalongan

May 13, 2017 Add Comment
Mengisi kegiatan akhir pekan, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan bersama Wakalpores Kompol Joko Watoro dan sejumlah Kabag, Kasat, Kapolsek serta para perwira di jajaran Polres Pekalongan blusukan ke sejumlah daerah dengan bersepeda.

Kesempatan mengenali wilayah kerja atau wilayah hukum Polres Pekalongan dilakukan Sabtu (13/5/17) pagi dengan menyusuri rute yang tidak biasa dilakukan saat patroli.

Rombongan yang berjumlah tak kurang dari 100 orang tersebut melaju dari Mapolres Pekalongan berlanjut melintasi jalan tanah dan sejumlah desa bahkan rombongan sempat menyebragi sungai dengan memanggul sepeda sebelum sampai ke tujuan.
"Kegiatan bersepeda ini selain sehat juga bisa banyak mendapatkan manfaat," ujar Wawan.
Wawan menjelaskan, kegiatan bersepeda sambil berpatroli tersebut sekaligus untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat di sepanjang perjalanan.

Dan rute yang dilalui sepanjang 21 kilometer, kata wawan,  sangat menantang serta cukup memacu andrenalin sehingga bisa menjadi uji ketahanan dan stamina.
"Pemandangannya tadi juga indah apalagi kita sempat menyeberangi sungai sambil memanggul sepeda," ungkap Kapolres Pekalongan yang baru menjabat dua bulan tersebut.
Rombongan patroli bersepeda menempuh jarak 21 kilometer dengan tujuan Bendungan Brondong Kesesi, Kabupaten Pekalongan dan kembali ke Mapolres dengan melintasi kawasan pedesaan.

Publikasikan Pariwisata Nusantara, Puluhan Bogger Dan Jurnalis Media Online Serbu Hutan Petungkriyono

May 13, 2017 Add Comment
Puluhan Blogger dan Jurnalis Media Online asal Jakarta menyerbu kawasan hutan alam Petungkriyono, kedatangan puluhan Blogger dan Media Online Jakarta tersebut diterima dan dilepas Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (11/5/17).

Kegiatan yang bertajuk Fun Trip Petungkriyono bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata melalui Anggota Komisi X DPR RI Dapil X, Marlinda Irwanti sebagai mitra kerja.

Marlinda mengatakan, dirinya memang sengaja membawa 25 Blogger dan Jurnalis Media Online dari Jakarta untuk turut mempromosikan Kawasan Hutan Lindung Nasional Petungkriyono sebagai Hutan Hujan atau Hutan Alam terakhir di pulau Jawa.
"Diharapkan dengan adanya promosi wisata yang dilakukan 25 Blogger dan Jurnalis Media Online tersebut bisa turut mendorong kekuatan PAD daerah," ucap Marlinda.
Dikatakan Marlinda, Pariwisata telah menjadi salah satu indikator bagi kesejahteraan masyarakat, apalagi Bupati sendiri telah memiliki komitmen kuat untuk menjadikan potensi Petungkriyono sebagai alat menghidupkan sekaligus mensejahterakan masyarakat setempat.

Marlinda menambahkan, nantinya para Blogger dan Jurnalis Media Online yang ia bawa akan membantu dengan cara menulis dan menggambarkan keindahan alam Hutan Petungkriyono agar lebih mendunia.

Di tempat yang sama, Bupati Pekalongan Asip Kolbihi mengungkapkan, saat ini Petungkriyono telah menjadi destinasi wisata favorit pilihan masyarakat karena kondisi alamnya yang masih lestari dan terjaga.
"Saya minta untuk terus dijaga bersama-bersama agar hutan yang tersisa ini tetap bertahan dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor manusia," ujarnya.
Sebagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati juga mengeluarkan kebijakan, salah satunya dengan menetapkan wilayah Petungkriyono harus terbebas dari sampah plastik dan zona larangan tebang.

Kenekaragaman hayati yang ada di Petungkriyono seperti flora dan fauna masih banyak yang belum diberi nama, untuk itu Pemerintah Kabupaten pekalongan juga menjalin kerjasama dengan kalangan perguruan tinggi terkemuka seperti ITB, IPB, Unsoed, UGM. Undip dan UI untuk keberlangsungan satwa liar langka yang ada seperti Owa Jawa, Elang Jawa, Macan Tutul khas Jawa dan beragam fauna sebagai kekayaan hayati bumi Pekalongan.
"Kita aplikasikan kerjasama tersebut dengan melibatkan masyarakat melaui teknologi terapan guna mendukung Petungkriyono Technoforestry Park, pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan wisata," tandas Bupati.

Lirik Potensi Pisang Yang Melimpah, Bupati Janjikan Kecamatan Doro Untuk Ditata

May 13, 2017 Add Comment
Setiap harinya Pasar Doro, Kabupaten Pekalongan menampung tak kurang dari 5 ton buah pisang lokal. Buah pisang sebanyak itu dihasilkan oleh petani dari kebun sebagai komoditas sampingan di sekitar Kecamatan Doro.

Dari berbagai informasi yang didapat, ribuan tandan pisang berbagai jenis tersebut selain dijual di Pasar Doro juga didistribusikan ke Pasar Tradisonal lainya seperti Pasar Kedungwuni, Pasar Wiradesa, Pasar Comal dan Pasar Induk Pemalang.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi usai melepas kegiatan jalan sehat memperingati Hari Lahir (Harlah) SMK Ma'arif NU Doro, Kamis (11/5/17) lalu, menyempatkan diri untuk menyambangi sejumlah pedagang dan pengepul buah pisang di Pasar Doro.

Bupati mengatakan, selain terkenal dengan sejumlah objek wisata dan salah satu daerah penghasil buah durian, Doro rupanya juga memiliki potensi tanaman buah pisang lokal.
"Dengan melimpahnya hasil panen buah pisang yang tiap harinya mencapai 5 ton, maka tak salah kalau potensi ini akan kita angkat juga," ujar Bupati.
Kedepan, lanjut Bupati, akan saya arahkan bagaimana orang-orang kalau membeli pisang bisa langsung ke Doro. Kita akan kembangkan lagi supaya Doro bisa dikenal sebagai sentra pisang dengan harga yang cukup bagus.

Sejurus itu, Bupati akan langsung meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM (Disperindag) untuk menata Kecamatan Doro agar potensi tersebut bisa dikenal luas oleh masyarakat.
"Bagian ekonomi juga akan saya minta mulai menata potensi ini sekaligus untuk mengelolanya dengan baik. Ini akan sangat bagus nantinya," ucap Bupati.
Bupati menilai, dengan penataan yang bagus dan didukung potensi yang cukup luar biasa, maka para petani pisang dan para pedagang buah pisang akan mendapatkan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi kerakyatan yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Ratusan Siswa SMK Ikuti Seleksi PT Suzuki Indomobil Motor

May 09, 2017 Add Comment
PT Suzuki Indomobil Motor menggelar seleksi calon tenaga kerja yang diikuti sebanyak 438 siswa kelas 3 dan alumni berbagai SMK yang ada di Kabupaten Pekalongan bertempat di SMK Gondang, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan selama dua hari berturut-turut mulai tanggal 9-10 Mei 2017.

Nantinya peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan unit produksi PT Suzuki Indomobil Motor di Jakarta, sebab saat ini perusahaan yang bersangkutan membutuhkan seribu angkatan kerja baru yang diambil dari lulusan SMK.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut berpesan kepada para peserta untuk mengedepankan etika dan kejujuran, sebab menurut Bupati, kesuksesan yang dibangun melalui kecerdasan hanya menyumbang 10 persen sedangkan sisanya merupakan sikap kejujuran sebagai penopang kesuksesan.
"Jadi saya berharap setelah diterima, para peserta untuk tidak meninggalkan kewajibanya sebagai seorang muslim seperti sholat lima waktu dan senantiasa mendoakan orang tua," ucap Bupati, Selasa (9/5/17).
Kepada PT Suzuki Indomobil Motor, Bupati juga berpesan agar anak-anak SMK diajak sama-sama bertanggungjawab membesarkan perusahaan.
"Saya titip, semoga semua peserta yang ikut seleksi bisa diterima semuanya," ujar Bupati.
Manajer SDM atau HRD PT Suzuki Indomobil Motor, Ibnu Haris meminta kepada seluruh peserta seleksi untuk bisa bersunguh-sungguh dan maksimal mengerahkan kemampuanya agar bisa lolos.

Ibnu mengatakan, pihak perusahaan tidak mencari SDM yang pintar melainkan SDM yang secara sunguh-sungguh untuk belajar dan mau maju.
"Saat ini PT Suzuki Indomobil Motor menggunakan sistem dua sift kerja dan kedepan akan kami tambahkan menjadi tiga sift sehingga banyak membutuhkan angkatan kerja baru," ungkap Ibnu.
Ibnu menjelaskan, kesempatan banyak terbuka lebar bagi siswa SMK yang lolos seleksi, sebab kebutuhan SDM nanti sangat besar jadi tidak boleh main-main dalam seleksi.
"Kesempatan untuk bisa menjadi karyawan PT Suzuki Indomobil Motor sangat terbuka lebar. Jadi silahkan manfaatkan seleksi ini untuk bisa lolos," pungkas Ibnu.

Jaga Stabilitas Rupiah BI Sosialisasikan Uang Baru

May 09, 2017 Add Comment
Prima Center Indonesia bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Semarang,menggelar sosialisasi uang baru dalam rangka memberikan perlindungan dan kepastian hukum serta menjaga stabilitas rupiah dengan menghadirkan nara sumber Kepala Divisi Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kanwil BI Jateng Eko Purwanto,  Kepala Unit pelayanan kas BI Agus Indra dan Prof Hendrawan Supratikno Anggota Komisi XI DPR RI hadir pula Arini Harimurti Wakil  Bupati Pekalongan.
Baca Juga
Sosialisasi yang digelar di Hotel Sahid Kota Pekalongan diikuti Para pelaku usaha se kabupaten Pekalongan, mahasiswa IAIN Pekalongan dan lainnya, bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman penggunaan mata uang rupiah baru Senin (8/05/2017).

Menurut Wakil  Bupati Pekalongan Arini kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat agar masyarakat tahu dan mendapat  pencerahan tentang mata uang rupiah yang baru
" Sosialisasi semacam ini nantinya bisa berlanjut di kemudian hari supaya berguna bagi para pelaku usaha dan masyarakat luas, "ucap Arini pada saat sosialisasi.
Dalam penjelasannya Eko Purwanto Kadiv Bi wilayah Jateng, BI merilis secara resmi 11 seri mata uang baru yang terdiri dari 7 mata uang kertas dan 4 mata uang logam.
"Harapan kami makin banyak masyarakat tahu akan ciri ciri uang rupiah sehingga menekan peredaran uang palsu, "ucap Eko purwanto.
Menurut Prof Hendrawan Supratikno tugas pemerintah itu menjaga nilai rupiah, mempermudah atau memfasilitasi orang agar menjadi kaya dan mempersulit orang jadi miskin, untuk itu tugas pemerintah menjaga nilai rupiah tetap stabil jangan sampai inflasi.
"Alhamdulillah kita berikan apresiasi kepada BI pada tahun 2016 tingkat inflasi di Indonesia 3,02 %   itu adalah prestasi terbaik dalam 45 tahun, "   ungkap Hendrawan. 

Bantu Pembangunan Musium Rifa'iyah, Asrul Sani Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

May 09, 2017 Add Comment
Anggota Komisi III DPR RI, Asrul Sani menyerahkan bantuan sebesar Rp 50 juta kepada Pengurus Daerah Rifa'iyah Kabupaten Pekalongan untuk pembangunan musium Rifa'iyah di Limpung, Batang. Bantuan diserahkan disela kegiatan Sarasehan Pencegahan Paham Radikal yang digelar di Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Rifai'yah Bojongminggir, Sabtu (6/5/17).

Asrul Sani mengaku menyukai kegiatan-kegiatan pelestarian kebudayaan dan keilmuan salah satunya museum. Bahkan ia mengaku senang dengan keberadaan musium.
"Jujur Saya senang dengan museum," ungkapnya usai memberi paparan empat pilar kebangsaan dihadapan Kapolres Pekalongan, Kesbangpol dan para kader Rifa'iyah Kabupaten Pekalongan.
Asrul Sani yang membidangi persoalan hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) serta keamanan memaparkan, kondisi bangsa Indonesia saat ini rawan terhadap berbagai doktrin-doktrin sehingga perlu adanya benteng yang kuat agar faham radikal tidak berkembang di negara Indonesia.

Asrul Sani dalam kesempatan tersebut mengajak untuk kembali memahami empat pilar kebangsaan kita secara mendasar, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka tunggal Ika.
"Dengan empat pilar, maka kita bisa tahu mana yang tidak sesuai dengan isi empat pilar yang dimaksud agar kita bisa menghindarinya,” terang politisi asal Cirebon tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Pusat Rifa'iyah, Mukhlisin Muzarie mengatakan, paham radikal sudah ada sejak dahulu. Hanya saja paham radikal era sekarang lebih rumit dan kompleks karena diketahui banyak faktor sebagai pemicunya.
"Spekulasi yang dikembangkan oleh banyak pihak, radikalisme yang berujung aksi teror berpangkal dari fundamentalisme agama, terutama Islam," ucap Mukhlisin.
Mukhlisin menyampaikan, agenda strategis yang dapat disiapkan untuk melawan radikalisme dan tindakan teror selain aksi nyata dari pihak kemanan juga bisa dilakukan melalui reorientasi pendidikan sekaligus kampanye anti radikalisme secara masif.
"Sebab paham radikalme dan aksi teror saat ini telah menjadi ancaman yang serius bagi umat manusia," tegas Mukhlisin.

Taklukan Tim Futsal KPUD Kabupaten Pekalongan 4-7, PWI Pekalongan Juara

April 24, 2017 Add Comment
Akhirnya Tim PWI Pekalongan mampu mengunci gelar juara dalam kejuaraan Turnamen Futsal Komisi Pemilihan Umum (KPU) wilayah Pantura Barat setelah sebelumnya sempat kalah 4-3 di babak penyisihan di pertandingan yang dimainkan di Lapangan Futsal New Coral, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.

Di partai puncak, tim PWI Pekalongan yang tidak diunggulkan tanpa diduga mampu melaju hingga babak final dan bertemu kembali dengan tim KPU Kabupaten Pekalongan serta mampu membalikan keadaan dengan skor kemenangan 4-7 untuk keunggulan tim PWI Pekalongan.
"Di awal kami sempat ragu untuk mengimbangi permainan kontestan lain, sebab selain hanya berenam, kami tidak ada pemain pengganti yang cukup. Semua rekan lainya mudik dan sebagian lagi ada tugas mendadak sehingga tinggal enam pemain yang ikut," papar Kapten Tim PWI Pekalongan, Prahayuda Febriyanto dari Koran Sindo.
Yuda mengaku, melawan tim tuan rumah sangat berat hal itu dibuktikan dengan kekalahan 4-3 di babak penyisihan. Namun karena sadar tidak ada pemain pengganti maka mau tidak mau harus bisa memaksimalkan pemain yang ada.

Yuda juga menyebut, tim KPU Kabupaten Pekalongan sangat bagus skil individunya, bahkan ada satu pemain profesional futsal di dalamnya.
"Namun demikian dengan bermain bertahan, Alhamdulillah bisa menang," ucapnya senang.
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan sekaligus Kapten tim, Mudasir, mengatakan, diadakanya turnamen Futsal KPU wilayah Pantura Barat bertujuan untuk menjaga kekompakan antar sesama anggota KPU dengan awak media.

Apalagi, sambung Mudasir, dalam waktu dekat akan ada pesta demokrasi pemilihan Gubernur, sehingga kegiatan yang sudah berlangsung sukses ini mampu menjaga silaturahmi KPU se-Pantura Barat.
"Ini akan menjadi ajang pemanasan untuk menghadapi Pilgub dan Pileg 2019 dan turnamen futsal dengan media maupun rekan KPU yang lain semoga mampu saling menguatkan hubungan yang sudah baik selama ini," ujarnya.
Selain Futsal, kata Mudasir, turnamen KPU wilayah Pantura Barat juga memainkan cabang olahraga lainya seperti Catur dan tenis meja.
"Dan khusus untuk futsal, pemenangnya adalah PWI Pekalongan, selamat dan terima kasih sudah hadir bertanding," tandasnya.
Dinformasikan, tim futsal PWI Pekalongan juga diperkuat oleh, Ari Himawan dari Kompas TV, Edy Mustofa dari TV One, Harvian antara foto, Ficky Radio Kota Santri (RKS), Indra Birowo Radio Kota Batik (RKB) dan Kapten tim, Prahayuda Febriyanto dari Koran Sindo.

Kepergok Warga Cabuli Siswa Laki-Laki, Guru MTs Di Pekalongan Ditangkap Polisi

April 23, 2017 Add Comment
Ketahuan warga mencabuli siswa laki-lakinya, Mustamsir (46 th) guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pekalongan diciduk Polisi. Guru yang berstatus PNS tersebut mengaku telah mencabuli dua siswa laki-laki, yang membuat miris salah satu korbanya dicabuli di Mushola dan korban lainya di rumah saat sedang dalam kondisi sakit.

Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Aris Tri Hartanto mengatakan, kejadian asusila tersebut bermula saat yang bersangkutan, Mustamsir menjenguk salah seorang siswanya berinisial MA (14 th) yang sedang sakit di rumah kakeknya yang berlokasi di Desa Babalan Kidul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.
"Usai menjenguk, pelaku lantas mengajak pulang ke rumah korban di Desa Bojongminggir dan di rumah itulah pelaku kemudian mencabuli korban hingga akhirnya dipergoki warga," ungkap Aris, Jum'at (21/4/17).
Aris mengungkapkan, dari pengakukan pelaku, korban dicabuli lebih dari sekali, salah satunya di Mushola desa setempat dan di rumah korban sendiri.

Siswa lainya, asal Kecamatan Talun, kata Aris, juga pernah diperlakukan sama berupa tindakan asusila sesama jenis sedangkan Pelaku dan korban saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
"Kita juga sedang mendalami kasus ini untuk mengetahui apakah ada korban lainya selain yang sudah disebutkan sesuai pengakuan pelaku," terangnya.
Sementara itu Mustamsir tidak menampik tuduhan perbuatan cabul yang dilakukanya namun dirinya membantah kalau perbuatan tersebut dilakukan secara paksa. 
"Saya tidak pernah memaksa, mereka berdua juga suka melakukanya," aku Mustamsir saat diperiksa.
Pria yang sudah berkeluarga tersebut juga mengakui  kalau ia terkadang merasa tertarik dengan sesama jenis padahal dirinya sudah memiliki istri dan anak.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, Mustamsir diancam dengan dijerat Pasal 82 Junto Pasal 76 e Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun. 

Perempuan Pekalongan Pecahkan Rekor Berkebaya Terbanyak Di Indonesia

April 23, 2017 Add Comment
Buku Musium Rekor Indonesia (MURI) kembali mencatat nama Kabupaten Pekalongan setelah, Sabtu (22/4/17) tercipta rekor baru berupa Perempuan Berkebaya terbanyak di Indonesia yang mengikuti Apel Pagi di Alun-alun Kajen. Tercatat sebanyak 17 ribu perempuan berkebaya tumpah ruah memadati lokasi. Mereka berasal dari 19 Kecamatan yang di Kabupaten Pekalongan.

Selain mencatatkan diri dalam buku MURI, belasan ribu peserta tersebut juga mendeklarasikan diri sebagai Perempuan Berkebaya Kabupaten Pekalongan Melawan Korupsi.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, dirinya akan menghidupkan kembali budaya berkebaya karena menurutnya kebaya merupakan pakaian nasional Indonesia.
"Kabupaten Pekalongan akan menjadi inisiator agar para perempuannya berpakaian kebaya," ujarnya.
Asip juga mengungkapkan, kain kebaya merupakan produk asli Indonesia jadi sangat relevan sekali kalau kita yang memulai karena selama ini Kabupaten Pekalongan dikenal sebagai sentra kain.

Panitia penyelenggara yang juga istri dari Bupati Pekalongan,  Munafah Asip Kholbihi menyampaikan, pemecahan Rekor MURI perempuan berkebaya merupakan satu dari beberapa rangkaian kegiatan memperingati Hari Kartini yang ke-128.
"Tujuan kita adalah untuk melestarikan budaya nasional berkebaya bagi perempuan Indonesia khususnya di Kabupaten Pekalongan dan menjadikan kebaya sebagai pakaian sehari-hari," ungkapnya.
Sementara itu Rahmi Hidayati, penggagas sekaligus aktivis Perempuan Indonesia Berkebaya menjelaskan, kebaya bukan hanya Jawa dan Sumatra saja, namun juga Aceh, Kesultanan Tidore, Kalimantan dan Sulawesi juga cinta kebaya dan senang berpakaian kebaya.

Dan dukungan seperti ini, kata Rahmi,menunjukan kalau pada dasarnya perempuan Indonesia itu senang berkebaya dan ingat kebaya bukan Kartini saja, namun mereka selain Jawa dan Sumtra juga berkebaya.
"Kita akan sosialisasikan agar kebaya menjadi pakaian resmi Indonesia dan kedepan kita akan dorong agar ada hari kebaya," terangnya.
Diinformasikan, rekor perempuan berkebaya terbanyak di Indonesia berhasil dipecahkan Kabupaten Pekalongan dengan 15.186 peserta versi catatan buku MURI dengan menumbangkan rekor sebelumnya milik Kabupaten Purbalingga sebanyak 10 ribu perempuan berkebaya dan Kabupaten Kediri sebanyak 11.029 dalam even pergaan busana kebaya terbanyak.

Geliat Ekonomi Sentra Kerajinan Sapu Botosari Kabupaten Pekalongan

April 16, 2017 Add Comment
Pekalongan News
 Fuad Ketua Petani bambu Trubus Desa Botosari,di lokasi kebub Bambu
Kabupaten Pekalongan
Sentra kerajinan sapu Di desa Botosari sangat pesat di mulai sejak tahun 90 an yang hanya dilakukan oleh segelintir pengrajin dengan model yang sederhana. Tapi, sekarang hampir seluruh masyarakat desa botosari membuatnya dengan model yang beragam dengan kata lain desa botosari sekarang menjadi sentra pengrajin sapu terbesar di kabupaten Pekalongan, bahkan tidak hanya di kabupaten pekalongan saja pemasarannya sampai Jawa tengah dan Jawa Timur yaitu Kedu, Boyolali, Kudus, Ngawi,Solo sampai Surabaya.

Banyak permasalahan yang muncul diantaranya harga bahan baku untuk membuat sapu membuat pengrajin sapu di Desa Botosari Paninggaran Kabupaten Pekalongan makin kesulitan untuk mengembangkan usahanya, Ketua Petani bambu Trubus Desa Botosari, Fuad mengungkapkan saat ditemui dikediamannya di desa Botosari.
"Dengan mahalnya bahan bambu yang semakin tinggi akhirnya para pengrajin bambu punya ide menanam bambu sendiri di pinggiran kali dan bantaran sungai, selama ini bambu jarang orang yang menanam biasanya yang sudah ada di tebang dan tidak menanam lagi akhirnya dari situ warga mulai menanam bambu,"Ungkapnya. 
Dengan alam yang indah ini yanag dihiasi air terjun,batu Payung, candi Tranggalek,wadas putih serta pemandangan alam yang indah akhirya munculah ide yang didukung Fadep kab pekalongan agar nantinya desa Botosari dibikin wisata bambu.
Baca Juga :
 "Dari awal kita belum kepikiran akan wisata bambu yang kita fokuskan adalah produksi sapu bukan hanya sekedar jual beli tapi benar benar ekonominya terangkat,ucapnya."
Desa botosari masih memiliki hutan lindung Srigayang yang membentang dari desa botosari hingga desa Bedagung seluas 91 ha dengan berbagai tumbuhan dan dihuni berbagi macam binatang diantaranya babi hutan, kijang,owa, ular dan berbagi jenis burung. Dari keberadaan hutan lindung ini memunculkan sumber-sumber mata air seperti mata air srigayang, sireges, dan gomblangan yang memberikan sejuta manfaat bagi penduduk desa botosari.
Geliat Ekonomi Sentra Kerajinan Sapu  Botosari Kabupaten Pekalongan
Pemandangan Dusun bambu Desa Botosari Kab Pekalongan
"Sedangkan bambu cendani sementara ini hanya bikin gagang sapu karena bambu cendani mempunyai nilai ekonomis yang tinggi bahkan di daerah seperti Wonosobo,Malang,Ngawi minta permintaan khusus dengan bambu cendani disamping lebih halus bambu cendani jarang terkena kutu dan kelebihannya semakin mengkilap kita tidak perlu menggunakan pewarna karena bambu cendani apabila dipanaskan sudah mengkilat sendiri,"pungkasnya.

Penuhi Aspirasi Masyarakat, Dewan Minta Klarifikasi Pelaksana Tol Pemalang-Batang

April 11, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan minta klarifikasi kepada pelaksana tol Pemalang-Batang terkait aspirasi dan komplain masyarakat yang disampaikan melalui dewan
Kabupaten Pekalongan
Maraknya pemberitaan media yang menyebut ruas jalan tol Pemalang-Batang sudah bisa difungsikan saat lebaran nanti membuat beberapa anggota Dewan dari Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan merespon dengan mendatangi sekaligus menggelar audensi dengan pihak pelaksana jalan tol Pemalang-Brebes yang diwakili oleh Bagian Teknik Pemalang Batang Toll Road (PBTR), Triyono dan Kepala Proyek PT SMJ, Budi Mulya di Aula Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Selasa (11/4/17).

Selain untuk mengurai persoalan yang terjadi selama proses pembangunan jalan tol yang melewati wilayah Kabupaten Pekalongan, anggota Komisi C yang membidangi masalah pembangunan daerah tersebut juga meminta penjelasan terkait kepastian jalan tol Pemalang-Batang bisa dilewati pada saat lebaran nanti.
"Kami meminta penjelasan progres terkini dari jalan tol Pemalang-Batang karena kelihatanya pihak pelaksana optimis sekali kalau jalan tol bisa dilalui pada saat arus mudik lebaran tahun ini," ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Edi Sutrisno.
Edi mengemukakan, melihat kondisi riil lapangan yang terlihat tidak terlalu meyakinkan untuk bisa dilalui kendaraan pada arus mudik nanti membuat politisi dari Fraksi Golkar tersebut
sangsi tol bisa selesai tepat waktu.

Edi menjelaskan, banyaknya pekerjaan yang belum selesai seperti pembuatan fly over, jembatan, underpass dan fisik jalan sendiri yang belum banyak tersambung.
"Saya ragu dengan kondisi itu sebab lebaran tinggal 46 hari lagi, jadi saya minta penjelasan secara detail agar bisa menjadi rujukan karena statmen yang dikeluarkan sangat yakin lebaran tahun ini tol bisa dilewati," ungkap Edi.
Dikesempatan yang sama Edi juga menyoroti banyaknya persoalan sosial yang terjadi selama proses pembangunan jalan tol Pemalang Batang di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Edi mengaku, dirinya banyak menerima aspirasi berupa keluhan maupun komplain dari masyarakat termasuk dari konstituenya terkait banyak hal.

Ia mencontohkan, dari persoalan yang terjadi di Desa Sijeruk, Bojong, jembatan Surabayan dan yang terbaru adanya komplain dari 7 desa yang belum bisa melakukan penanaman di musim tanam saat ini karena terkendala irigasi yang terganggu oleh proyek tol.
"Dari informasi yang saya dengar beberapa desa gagal panen karena pengairan terhenti akibat tol dan saat ini terancam tidak bisa menanam padi di musim tanam kali ini," terang Edy.
Sementara itu Perwakilan dari PBTR, Triyono menjamin jalan tol trase Pemalang-Batang bisa dilalui kendaraan pada lebaran tahun ini. Triyono mengatakan, saat ini progres trase Pemalang-Batang baru 60 persen tembus atau tersambung. Sisanya akan dikebut hingga awal atau minggu pertama puasa seluruh trase akan bisa tersambung.

Ia menjelaskan, saat ini ada 9 titik lokasi yang belum tersambung, 7 titik diantaranya berupa jembatan yang rencananya akan dibangun darurat atau tidak permanen dan nantinya akan dibongkar lagi usai lebaran.
"Jadi awal puasa seluruh jalan sudah tersambung dan sudah dicor beton. Sebagian ada yang sementara dan sebagian lagi sudah permanen. Yang permanen seperti di wilayah Pasekaran-Rowobelang Batang," ucapnya.
Triyono menjelaskan, kendala terbesar dari proses pengerjaan jalan tol Pemalang-Batang adalah pembebasan lahan. Progres terkini dari pembebasan lahan menurut Triyono baru mencapai 97 persen dan sisanya belum bisa dibebaskan.
"Untuk sisanya nanti kita akan gunakan sistem konsinyasi. Jumlah lahan yang belum dibebasakan ada 25 bidang, semuanya ada di wilayah Pekajangan sampai Batang," jelas Triyono.
Dan untuk usulan atau permintaan agar pelaksana jalan tol lebih responsif menyikapi persoalan dengan warga, sambung Triyino, pihaknya akan melakukanya sesuai dengan permintaan Dewan.
"Kita akan ikuti dan tindak lanjuti seperti tadi yang disampaikan, kita sudah kirim tim ke Rengas untuk mengecek irigasi yang terganggu dan memperbaikinya meskipun sifatnya sementara," kata Triyono diamini Kepala Proyek PT SMJ, Budi Mulya.

Hindari Penyebrang Jalan, Truk Muatan Batu Kali Terperosok Di Bekas Galian Pipa

April 10, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Muatan truk berupa batu kali terpaksa diturunkan untuk proses evakuasi
Kabupaten Pekalongan
Gara-gara menghindari penyebrang jalan, sebuah kendaraan angkut jenis dump truk bermuatan batu kali lepas kendali hingga akhirnya terperosok di bekas galian pipa sepanjang jalan raya Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.

Akibat dari kejadian tersebut, lalulintas menuju Kecamatan Doro dan sebaliknya menjadi macet karena selain jalur sempit, pengguna jalan dan warga juga banyak yang berkerumun disekitar lokasi.

Suroso, sopir truk nahas warga Dukuh Pegandon Kidul, Rt 01 Rw 01 Desa Pegandon, Kecamatan Karangdadap mengaku dirinya kaget dan panik karena saat melaju tiba-tiba anak kecil menyebrang begitu saja tanpa melihat kanan-kiri.
"Reflek saya banting setir hingga menyebabkan kendaraan oleng ke kiri dan langsung terperosok begitu saja di bekas galian pipa air yang tidak diberi tanda," ungkap Suroso, Senin (10/4/17).
Kapolsek Karangdadap, AKP I Wayan Gelgel menyampaikan, kejadian laka tunggal tersebut terjadi sekira pukul 12.30 WIB dan saat peristiwa berlangsung, dirinya sedang melaksanakan patroli rutin sehingga dengan cepat tiba di lokasi.
"Kondisi truk saat terperosok masih penuh dengan muatan batu kali, sehingga untuk evakuasi terpaksa menurunkan muatan terlebih dahulu," terang Wayan.
Wayan menjelaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat dari peristiwa tersebut, namun sopir truk masih shock saat dimintai keterangan.

Dari hasil keterangan awal yang didapat, sambung Wayan, sopir truk berusaha menghindari anak kecil yang menyeberang jalan secara tiba-tiba.

Wayan melanjutkan, truk kehilangan kendali saat pengemudi mengarahkan laju truk ke ke kiri jalan, namun karena yang bersangkutan tidak tahu sepanjang jalan ada bekas galian proyek air minum yang menggunakan pipa berukuran besar dan tidak ada rambu penanda maka kendaraan terperosok.
"Untuk menghindari kemacetan yang lebih parah, kami langsung melakukan evakuasi truk dibantu warga," pungkas Wayan.

Jembatan Surabayan Amblas, Wabup Pekalongan Larang Truk Proyek Tol Lewat

April 09, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Sebuah alat berat diletakan melintang oleh Pemkab Pekalongan untuk menutupi satu lajur jalan menyusul insiden amblasnya oprit jembatan Surabayan karena ulah truk-truk besar bermuatan tanah galian yang saban hari melintasi jembatan yang belum lama dioperasikan tersebut
Kabupaten Pekalongan
Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengeluarkan larangan bagi truk-truk besar bermuatan tanah galian untuk keperluan pengerjaan proyek tol Pemalang-Batang yang melintasi jembatan Pringgodani atau jembatan Surabayan di Perbatasan Kecamatan Kedungwuni dengan Kecamatan Wonopringgo.

Larangan melintas tersebut dikeluarkan menyusul adanya temuan kerusakan oprit jembatan yang turun 10 centimeter sehingga sangat membahayakan kelangsungan operasional jembatan.

WakilBupati Pekalongan, Arini harimurti saat menunjau lokasi kerusakan, Kamis (6/4/17) lalu mengatakan, pihaknya melarang truk-truk besar milik pelaksana proyek tol Pemalang-Batang melewati jembatan.
"Sebelum ada kesepakatan atau komitmen dari PT Waskita Karya sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk memperbaiki jembatan, saya larang truk-truk bermuatan tanah galian melewati jembatan," ucap Arini, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan.
Keluarnya larangan melintas bagi armada truk bermuatan tanah galian membuat PT LMA selaku sub pelaksana proyek terpaksa menarik 9 armada truk yang belum sempat melintas ke pangkalan.

Terpisah, PT Waskita Karya saat dikonfirmasi adanya insiden penutupan jembatan atau larangan melintas bagi armada truk pengangkut tanah galian untuk proyek tol Pemalang-Batang belum memberikan tanggapan.

Arini sendiri menegaskan akan kukuh melarang truk milik pelaksana tol sampai adanya kesepakatan perbaikan jembatan terpenuhi. Selama ini, kata Arini, selain banyak merusak infrastruktur didaerahnya, truk-truk tersebut juga ugal-ugalan di jalan sehingga membahayakan warga.
"Penuhi dulu komitmen, baru boleh lewat. Itupun armada truknya harus diganti dengan yang lebih kecil," tegas Arini.

Atasi Rob, Bupati Pekalongan Gandeng DWA-HHSK Belanda

April 09, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan Walikota Pekalongan Alf Arsland Djunaid dalam kesempatan pertemuan dengan DWA-HHSK di Kota Rotterdam, Belanda
Kabupaten Pekalongan
Bupati Pekalongan Asip Kholibihi menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Dutch Water Authorities (DWA) atau Hoogheemradschap Van Schiland en de Krimpenerwaad (HHSK) Rotterdam, Belanda untuk proyek penanganan bencana rob di wilayah utara Kabupaten Pekalongan.

Perjanjian kerjasama kedua belah pihak ditandatangani oleh Vice Chairman DWA-HHSK, A.i.B Van Der Klugt dan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat melakukan kunjungan kerja ke negeri kincir angin awal April lalu.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan memilih Dewan Air Belanda atau DWA-HHSK karena dianggap sangat berpengalaman dalam mengelola air di Kota Rotterdam, Belanda.

Asip mengatakan, kesepakatan kerjasama dengan DWA-HHSK merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk peningkatan Capasity Building selain kerjasama saling menguntungkan, salah satunya penyelesaian permasalahan rob yang melanda Pekalongan termasuk juga penguatan di bidang manajemen sistem drainese.
"Kita sepakat untuk bertukar informasi dan regulasi di sektor drainese serta berkolaborasi dengan pihak lembaga akademis dan penelitian," ungkap Asip.
Aksi lebih lanjut, kata Asip, akan dilakukan pada tahun ini juga dengan menggelar pertemuan untuk menyusun sekaligus merumuskan program pengelolaan sistem drainese melaui workshop bench marking termasuk juga akan melakukan pertukaran delegasi tekhnis antara kedua belah pihak.

Asip menambahkan, pihaknya segera akan menerapkan pelatihan, pendampingan dan peningkatan peran serta masyarakat  dalam mengelola sistem drainese lingkungan yang akan melibatkan lembaga akademik lokal dam luar negeri.
"Sasaranya untuk penyusunan studi aplikatif pengelolaan infrastruktur air dan water management," jelasnya.