Showing posts with label kabupaten pekalongan. Show all posts
Showing posts with label kabupaten pekalongan. Show all posts

Sumpah Pemuda, PAM Jateng Gelar Aksi Bersih Pantai

October 31, 2017 Add Comment
Perkumpulan Akuntan Muda (PAM) Jawa Tengah bersama puluhan pemuda warga Desa Wonokerto, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (28/10/17) melakukan aksi bersih pantai dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. 

Menurut Ketua Umum PAM Jateng, Misbkhul Munir, aksi bersih pantai menjadi salah satu dari beberpa rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. 
"Kegiatan lainya seperti Diskusi Ilmiah, Bedah Buku dan Lomba Kompetensi untuk para akuntan muda digelar usai aksi bersih pantai," ujarnya. 
Khusus untuk aksi bersih pantai, lanjut dia, melibatkan hampir 50 pemuda desa setempat dengan sasaran semua sampah sepanjang garis pantai termasuk sampah yang ada di saluran drainase berikut endapan lumpur yang menggangu. 

Misbkhul Munir menuturkan, saat ini Pekalongan sedang memasuki musim penghujan dan aksi ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah yang mungkin bisa berdampak pada masyarakat terutama banjir. 
"Ini menjadi bukti bahwa kami anak muda yang tergabung dalam PAM Jateng juga peduli lingkungan terutama yang berdampak langsung terhadap warga," jelasnya. 
Sejauh ini keberadaan PAM Jateng dalam berkiprah belum banyak diketahui, kata Misbkhul Munir, diharapkan dengan semakin sering pengurus dan anggota PAM Jateng terjun melakukan aksi positif, keberadaan PAM Jateng akan lebih dikenal masyarakat sekaligus bisa bermanfaat termasuk bagi apara anggotanya.
"Dan dengan momen Hari Sumpah Pemuda PAM Jateng membuktikan tak abai dengan sejarah terutama bagaimana bisa meneladani para pelaku sejarah 28 Oktober 1928," pungkasnya.

Tari Sodo Turut Meriahkan Upacara hari sumpah Pemuda

October 29, 2017 Add Comment

KAJEN – Selain penampilan grup musik rampak Angklung Rancak Bambu (ARB), dalam Upacara Hari Sumpah Pemuda Tingkat Kabupaten Pekalongan yang dilangsungkan di Alun-alun Kajen, Sabtu (28/10/2017), diramikan pula oleh penampilan Tari Sodo. Tari Sodo dibawakan oleh 60 penari terdiriatas 27 penari putri dari SMK Muhammadiyah Karanganyar dan 33 penari putra dari SMK N I Kedungwuni.
 
Seperti halnya sapu sodo/lidi yang kuat karena bersatu. Pemuda bersatu untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia. “Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh”. Penari umbul-umbul menggambarkan simbol ketangguhan pemuda, penarik heroik menggambarkan kesiapan pemuda menghadapi tantangan dan bersatu membela NKRI, penari sapu sodo/ lidi menggambarkan semangat bersatu para pemuda harapan bangsa.
 
Tarian massal ini menggambarkan persatuan dan kesatuan pemuda yang difilosofikan melalui sapu sodo atau sapu lidi. Sapu sodo terdiri dari banyak sodo/ lidi yang terikat menjadi satu kesatuan hingga kuat dan tidak mudah terpatahkan. Dengan bersatunya sodo/ lidi maka akan lebih mudah untuk membersihkan sesuatu.
 
Dengan diiiringi musik gamelan dari Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Pekalongan, mereka menghibur para tamu undangan yang hadir pada upacara di alun-alun Kajen tersebut. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Bupati Asip Kholbihi Pimpin Upacara Sumpah Pemuda

October 29, 2017 Add Comment
KAJEN - Ratusan orang yang terdiri dari berbagai elemen, baik pelajar, mahasiswa, aparat, serta instansi pemerintahan memadati Alun-alun Kajen. Mereka berbaris rapi mengikuti jalannya upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89. Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si hadir dan menjadi inspektur upacara peringatan hari sumpah pemuda.
Dari mimbar kehormatan tampak hadir Wakil Bupati Pekalongan ir. Hj. Arini Harimurti, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH., S.IK., M.Si, Wakil Ketua DPRD Ir. Nunung Sugiantoro, ST., perwakilan Kodim 0710/ Pekalongan, Kejari Kabupaten Pekalongan, Pengadilan Agama, Ketua Kantor Kementerian Agama Kajen, Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan serta hadirin tamu undangan.
Upacara pun berlangsung dengan khidmad dan lancar. Pada upacara terebut, Bupati Pekalongan membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI yang berjudul “Pemuda Indonesia Berani Bersatu” di hadapan para peserta upacara.
Dalam amanat yang dibacakannya Bupati Pekalongan, Menpora Imam Nahrawi mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri lahirnya sumpah pemuda, dimana sumpah pemuda yang diperingati hari ini, Sabtu (28/10/2017) merupakan sumbangsih para pemuda Indonesia di masa lampau.
Dijelaskan, delapan puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Sungguh sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ikrar ini nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945.
Lebih lanjut, Menpora Imam Nahrawi, menuturkan pernahkah kita membayangkan bagaimana seorang Mohammad Yamin dari Sawah Lunto dapat bertemu dengan Johannes Leimena dari Ambon? Pernahkah kita membayangkan bagaimana seorang Katjasungkana dari Madura dapat bertemu dengan Lefrand Senduk dari Sulawesi?
Bukan hanya bertemu. tapi mereka juga berdiskusi, bertukar pikiran, mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen ke lndonesiaan, Padahal jarak antara Sawah Lunto dengan Kota Ambon, lebih dari 4.000 kilometer. Hampir sama dengan jarak antara Kota Jakarta ke Kota Sanghai di China. Sarana transportasi umum saat itu masih mengandalkan laut. Dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk bisa sampai ke kota mereka. Alat komunikasi pun masih terbatas, mengandalkan korespondensi melalui kantor pos. Hari ini surat dikirim, satu dua bulan kemudian, barulah sampai dialamat tujuan.
“Kita tentu patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang udah melahirkan Sumpah Pemuda, sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya. Bandingkan dengan era sekarang. Hari ini, sarana transportasi umum sangat mudah. Untuk menjangkau ujung timur dan barat Indonesia hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja. Untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda di pelosok – pelosok negeri ini  cukup dengan menggunakan alat komunikasi, tidak perlu menunggu datangnya tukang pos hingga berbulan -bulan lamanya. Interaksi sosial dapat dilakukan 24 jam, kapanpun dan di manapun,” kata Bupati Asip Kholbihi.
Usai pembacaan amanat Menpora oleh Bpati Pekalongan, acara pun dilanjutkan dengan pembacaan doa dan diakhiri oleh penampilan Tari Sodo oleh siswa-siswi SMK Muhammadiyah Karanganyar dan SMKN I Kedungwuni.(RGT)

Aksi Nyata, LazisNu Kabupaten Pekalongan Salurkan 100 Juta Untuk Muslim Rohingya

October 23, 2017 Add Comment
Pekalongan News
NU Care Lazisnu Kabupaten Pekalongan menyalurakan bantuan senilai 100 juta rupiah untuk muslim Rohingya, Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Pengurus Wilayah NU Care Lazisnu Jawa Tengah dengan disaksikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi
Kabupaten Pekalongan
Bertempat di Pendopo Kabupaten Pekalongan, NU Care Lazisnu Kabupaten Pekalongan menyalurakan bantuan senilai 100 juta rupiah untuk muslim Rohingya, Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Pengurus Wilayah NU Care Lazisnu Jawa Tengah dengan disaksikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi. Penyerahan dilakukan di sela-sela acara Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.

Zainuddin Zein, Sekretaris NU Care Lazisnu Jateng menjelaskan bahwa bantuan yang terhimpun di PW NU Care Lazisnu Jawa Tengah nantinya akan diteruskan ke Pengurus Pusat NU Care Lazisnu di Jakarta, untuk kemudian diserahkan ke Rohingya.

Ia juga menerangkan bahwa ini merupakan penghimpunan dana Rohingya tahap yang kedua. Jika ditotal, dana yang terkumpul ditahap kedua ini sudah mencapai 320-an juta. Lebih besar jika dibandingkan dengan tahap yang pertama, yaitu 132 juta. 

Saat dikonfirmasi mengenai cara penggalangan dana, Ketua NU Care Lazisnu Kabupaten Pekalongan, H. Suhaimi mengatakan,
 “Penggalangan dana untuk Rohingya ini dilakukan hanya dalam waktu kurang dari satu bulan saja. Caranya adalah dengan menginstruksikan masjid-masjid NU di seluruh kabupaten Pekalongan ini untuk memberikan satu kali Kotak Jum’atnya untuk disediakan secara khusus membantu muslim Rohingya.”
Sementara itu, Dewan Penasehat NU Care Lazisnu Kab. Pekalongan, KH. Imronuddin menambahkan, bahwa dengan keberadaan penggalangan dana ini, Alhamdulillah, semakin menampakkan peran serta kepedulian warga Nahdliyyin dalam isu-isu kemanusiaan di tingkat internasional.
“100 juta ini adalah aksi nyata kita untuk Rohingya. Semoga dengan semakin pedulinya kita terhadap saudara-saudara muslim kita, itu menunjukkan semakin menguatnya ukhuwah islamiyah serta ukhuwah basyariyah kita”. Imbuhnya. 
Dalam acara tersebut juga diserahkan bantuan pendidikan kepada 10 santri yang masing-masing menerima 500 ribu rupiah, serta bantuan kewirausahaan kepada 2 santri masing-masing 1,5 juta rupaih. Bantuan tersebut sebagai bentuk dorongan dalam bidang pendidikan dan ekonomi santri. 

Cuping Hidung Bayi Copot Karena Dugaan Malpraktik, Keluarga Korban Somasi RSUD Kajen

October 12, 2017 Add Comment
Sepintas tidak ada yang aneh dari raut muka Adiyatma Serkan Altaya (5 bln) putra pertama pasangan Ubaidillah (23 th) dan Karimah (18 th) warga Rt 01 Rw 01 Desa Madukaran, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Seperti bayi pada umumnya, Adiyatma Serkan Altaya terlihat lucu dan menggemaskan, namun siapa sangka kalau diperhatikan secara seksama bayi laki-laki kesayangan keluarga besar Karimah tersebut tidak memili sekat hidung yang memisahkan dua lubang pernafasan layaknya bayi normal lainya.
"Lobang hidung anak saya jadi seperti ini karena kesalahan pihak RSUD Kajen saat mencopot selang pernafasan tidak hati-hati, akibatnya daging yang memisahkan dua lubang hidung ikut copot," ungkap Karimah, Rabu (11/10/17) sore saat ditemui pekalongan-news.com dikediaman orang tuanya.
Pekalongan News
Foto Adiyatma Serkan Altaya bersama ibundanya setelah pulang dari RSUD Kajen
Karimah mengisahkan, enam bulan lalu tepatnya 8 April 2017 dirinya melakukan proses kelahiran normal di RSUD Kajen saat kandunganya masih berusia delapan bulan dan alhamdulillah selamat termasuk bayi yang dilahirkanpun dalam kondisi sehat tanpa kurang suatu apa, namun kondisi bayi dianggap lahir prematur.
"Karena dianggap prematur, oleh dokter yang merawat kemudian anak saya diputuskan harus dirawat didalam inkubator selama 15 hari," kata Karimah didampingi LBH Kompak dan keluarga besarnya.
Namun yang kami sesalkan, usai melakukan pencopotan selang pernafasan anak saya setelah total kami dirawat selama 33 hari, ada sedikit pendarahan yang terlihat di hidung serta yang lebih mengagetkan lagi daging diantara dua lubang hidung anak saya sudah tidak ada.

"Saya langsung komplain dokter dan rumah sakit tapi jawabanya tidak memuaskan. Mereka mengatakan hanya sekedar membantu tanpa ada indikasi mau bertanggungjawab," ujar Karima.
Karima menuturkan, perjuangan keluarganya sebagai pasien untuk memuntut pertanggungjawaban pihak rumah sakit tidaklah mudah dan cukup menyita kesabaran.

Karimah melanjutkan, sampai suatu ketika kami akhirnya memutuskan untuk menyurati secara pribadi Pak Bupati terkait persoalan yang terjadi, baru mereka (Rumah Sakit) merespon.
"Rupanya keluhan kami didengar oleh Pak Bupati yang kemudian pihak perwakilan Rumah Sakit Datang untuk mediasi dan hari ini telah terjadi kesepakatan untuk mau bertanggungjawab," ucap Karima.
Mohammad Yusuf, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kompak yang dipercaya untuk mewakili sekaligus mendampingi keluarga korban membenarkan telah terjadi kesepakatan pihak RSUD Kajen dengan keluarga korban.

Dijelaskan Yusuf, dalam kesepakatan awal tersebut pihak RSUD bersedia bertanggungjawab sekaligus memfasilitasi keluarga korban untuk kontrol maupun melakukan penanganan medis yang lebih.

"Intinya pihak keluarga korban tidak akan menuntut apa-apa kecuali hanya ingin kondisi bayi Aditya Serkan Altaya kembali seperti semula," tandasnya.
Di tempat yang sama, dr Hasyim Purwadi yang merupakan utusan sekaligus perwakilan dari RSUD Kajen menyampaikan, kondisi cacat yang terjadi pada bayi yang dimaksud merupakan resiko medis dari sebuah tindakan penanganan medis kepada pasien.
Pekalongan News
Mediasi anatar keluarga dengan pihak RSUD Kajen di rumah korban
Ia menampik kalau yang terjadi dikatakan tindakan mal praktik atau kesalahan operasional prosedur yang dilakukan oleh dokter. Hasyim menegaskan, justru pihaknya mengambil langkah penyelamatan karena dua lubang hidung bayi tersebut terlihat dempet.
"Jadi bayi beresiko tidak bisa bernafas atau akan mengalami kematian namun memang kami akui ada bagian dari resiko medis dari tindakan tersebut dan kami sudah sepakat akan bertanggungjawab untuk melakukan operasi lanjutan," jelasnya.
Hasyim menambahkan, dalam waktu dekat pihak keluarga akan kami undang ke Rumah Sakit untuk membahas langkah penanganan selanjutnya termasuk juga membahas rencana membawa bayi ke RS Kariadi Semarang untuk dilakukan operasi untuk memulihkan kondisi bayi seperti semula.

GP Ansor Kabupaten Pekalongan Kukuhkan Kader Ansor Banser Baru

October 09, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Sejumlah 101 kader Ansor Banser dikukuhkan menjadi anggota baru Ansor dan Banser Kabupaten Pekalongan 
Kabupaten Pekalongan
Sejumlah 101 kader Ansor Banser dikukuhkan menjadi anggota baru Ansor dan Banser Kabupaten Pekalongan pada minggu (8/10) kemarin di lapangan Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.

Mereka yang dikukuhkan ini telah melalui tahapan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser selama 4 hari yang berlangsung sejak Kamis (5/10) sampai dengan Minggu (8/10) di bawah gemblengan Tim instruktur PC GP Ansor dan Satkorcab Banser Kabupaten Pekalongan.

Dalam amanatnya, M. Azmi Fahmi selaku Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan mengingatkan segenap kader bahwa Ansor Banser sebagai benteng Ahlus sunnah waljamaah, benteng ulama dan NKRI harus menjadi kader yang militan bukan mlilitan.
"Jadilah kader yang bisa membanggakan para ulama karena kita mampu melestarikan para alim ulama dan jam'iyyah Nahdlatul Ulama dan mampu menjaga persatuan dan kesatuan" tandasnya.
Azmi menambahkan, seorang kader dituntut untuk berperan dan ambil bagian untuk menguatkan struktur organisasi dan berkontribusi positif dengan fokus mengimplementasikan visi dan misi organisasi serta jangan sampai mudah termakan isu dan provokasi.
"Yang tak kalah penting, seorang kader harus terus belajar terutama mengikuti jenjang kaderisasi yang ada. Karena kita adalah calon-calon pemimpin di masa yang akan datang" pungkasnya.

Wujud Kepedulian NU Gejlig Kecamatan Kajen Melaksanakan Aksi Solidaritas Peduli Rohingya

October 08, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Sejumlah warga Nahdlatul Ulama Ranting Desa Gejlig Kajen Pekalongan menggelar aksi solidaritas peduli Rohingya
Kabupaten Pekalongan
Sejumlah warga Nahdlatul Ulama Ranting Desa Gejlig Kajen Pekalongan menggelar aksi solidaritas peduli Rohingya. Aksi digelar jum'at (6/10) kemarin di bilangan SPBU Kajen Dukuh Sumurbandung Gejlig Kajen sekitar pukul 08.00 pagi diikuti pengurus dan warga NU serta Badan otonom-nya.

Aksi solidaritas Peduli Rohingya ini dilakukan dengan orasi dan membentangkan spanduk ajakan kepada masyarakat untuk menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan untuk etnis muslim Rohingya yang menjadi korban pertikaian.

Taruno selaku Ketua Ranting NU Gejlig dan sekaligus koordinator aksi mengatakan bahwa aksi ini sebagai wujud solidaritas dan kepedulian warga nahdliyin terhadap penderitaan yang dialami etnis Rohingya di Negara Myanmar.
"Kami menyaksikan melalui pemberitaan media, betapa berat penderitaan yang dialami mereka. Mereka terusir dari kampung halamannya bahkan tidak sedikit akibat pertikaian yang terbunuh. Sebagaian lagi hidup tanpa harapan di pengungsian. Sebagai saudara sesama muslim dan dengan alasan kemanusiaan kami terpanggil untuk melakukan aksi nyata dengan menggalang bantuan untuk sedikit meringankan beban mereka" jelasnya.
"Alhamdulillah banyak warga masyarakat yang mendukung aksi kami. Dalam waktu kurang lebih 2 jam sudah terkumpul 2 juta lebih. Hasil penggalian dana bantuan ini akan kami akumulasikan dengan penggalangan dana di ranting-ranting lain selanjutnya akan kami salurkan melalui NU Care-LAZISNU dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU)" pungkasnya.

MI Plus Sullam Taufiq Kajen , Perkuat Karakter Melalui Budaya Madrasah

October 08, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Sebagai implementasi penguatan pendidikan karakter, MI Plus Sullam Taufiq Kajen menggalakkan budaya madrasah
Kabupaten Pekalongan 
Sebagai implementasi penguatan pendidikan karakter, MI Plus Sullam Taufiq Kajen menggalakkan budaya madrasah. Secara konseptual, budaya madrasah merupakan suatu sistem nilai,kepercayaan, keyakinan, kredo dan norma-norma keberagamaan yang diterima secara menyeluruh, mulai dari kepala madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan penerimaan serta konsistensi sebagai perilaku alami, yang dibentuk oleh miliu yang menciptakan pemahaman yang sama diantara seluruh unsur dan personil madrasah, dan jika perlu membentuk opini masyarakat yang sama dengan madrasah. Demikian disampaikan Syaikhul Alim, kepala MI Plus Sullam Taufiq Kajen di sela-sela penerimaan rapor hasil Ulangan Tengah Semester I jum'at (6/10) kemarin. 

Lebih lanjut dijelaskan, budaya madrasah yang kami terapkan ini merupakan sebuah konsep pendidikan nilai guna membangun karakter peserta didik dan segenap civitas madrasah yang bersifat komprehensif. Karena dalam perwujudannya terdapat inkulnasi nilai, pemberian teladan, dan penyiapan peserta didik agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan-pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan hidup yang lain.

Dalam penerapannya, budaya madrasah ini diwujudkan dalam bentuk program unggulan berupa keterpaduan antara pendidikan agama dan umum.
"Peserta didik di MI Plus Sullam Taufiq Kajen disamping mengikuti pendidikan formal melalui kegiatan intra dan ekstrakurikuler madrasah, pembelajaran juga dipadukan dengan kegiatan di TPQ dengan fokus muatan keagamaan seperti tahsin dan tahfidz Al-Qur'an dan hadits serta praktik doa dan ibadah " terangnya.
Implementasi yang lain diterapkan melalui pembiasaan karakter positif seperti rajin ibadah seperti sholat dhuha dan sholat dhuhur berjamaah, cinta kebersihan dan lingkungan, sikap disiplin, jujur dan tanggung jawab, saling menghargai dan toleransi, sopan santun dan tata krama serta dibangun nilai-nilai kebersamaan dan kompetisi yang sehat dan bersahabat guna mewujudkan komunitas pembelajar.
"Pembiasaan karakter positif ini juga didorong dan dibangun melalui pemberian keteladanan terutama dari pendidik dan tenaga kependidikan. Jadi budaya madrasah tidak hanya ditujukan untuk peserta didik tetapi juga untuk guru dan tenaga kependidikan. Kami berprinsip keteladanan adalah metode yang paling efektif dan ampuh membangun karakter" tambahnya.
"Harapan kami, melalui penerapan budaya madrasah ini dapat terbentuk peserta didik sebagai generasi penerus yang berkarakter atau berakhlaqul karimah dan memiliki kecerdasan majemuk baik intelektual, emosional maupun spiritualnya". Pungkasnya.

Puluhan Atlet Malaysia Dan Thailand Ramaikan Kejuaraan Taekwondo Batik Cup 2

August 14, 2017 Add Comment
International Batik Centre (IBC) & Craft kembali menggelar kejuaraan Taekwondo Batik Cup yang ke-2 di Kompleks atau centra penjualan batik terbesar di Jawa Tengah, tepatnya di Convention Hall IBC & Craft, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Di pagelaran yang kedua ini, pengelola IBC & Craft menghadirkan dua puluhan atlit dari dua negara tetangga, yaitu Malaysia dan Thailand serta ratusan altit nasional yang mewakili klub maupun Propinsi di Indonesia.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Propinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin mengatakan, tingkat partisipasi Kejuaraan Taekwondo Batik Cup yang ke-2 cukup tinggi, bahkan cukup bergengsi karena ada dua negara tetangga ikut mengirimkan para atlitnya menjadi peserta.

"Kejuaraaan ini banyak sekali peminatnya sehingga persaingan menjadi lebih ketat, apalagi dengan kehadiran para atlit dari Malaysia dan Thailan sehingga tingkatanya tidak lagi nasional, namun sudah internasional minimal regional," ucap Urip mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuka kejuaraan, Sabtu (12/8/17) kemarin.

Kepada para peserta kejuaraan Taekwondo Batik Cup ke-2, ia berpesan terutama kepada atlit lokal dan nasional agar memanfaatkan kejuraan tersebut sebagai ajang menimba ilmu sekaligus meningkatkan prestasi.

"Saya mewakili masyarakat Jawa Tengah tentu banyak berharap para atlit Taekwondo kita dapat mendulang prestasi baik ditingkat nasional maupun di level internasional," ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Taekwondo Batik Cup Ke-2, Imam Suprananto menjelaskan, jumlah peserta kejuaraan pada tahun ini mengalami peningkatan dengan peserta sebanyak 389 atlit, termasuk 23 atlit dari dua negara. 11 atlit dari Malaysia dan 12 atli lainya dari Thailand.

Sedangkan untuk atlit lokal dan nasional yang mengikuti kejuaraan, kata Imam, berasal dari klub maupun wakil propinsi yang ada di Indonesia seperti dari Jawa Barat, DKI, Jogjakarta, Jatim, Bangka belitung dan kota-kota di Jawa Tengah.

"Mereka terbagi dalam tiga kelas, Pra Junior, Junior dan Senior dengan dua katagori yang dilombakan seperti kerapian jurus dan perkelahian," terang Imam.

Imam menyebut, sebagai pengurus olahraga Taekwondo Jateng pihaknya memiliki tujuan agar kejuaraan Batik Cup menjadi salah satu ajang pemanasan menuju kejuaraan internasional Taekwondo Pakualam Cup yang pertama di jogjakarta pada bulan September mendatang.

"Ini sekaligus juga menjadi ajang pencarian bibit atlit muda terutama pelajar di daerah dan kejuaraan ini termasuk menjadi salah satu ajang promosi pariwisata di Kabupaten Pekalongan yang kita sinkronkan dengan Objek Wisata Unggulan Petungkriyono," tandasnya.

Imunisasi MR di MI Plus Sullam Taufiq Kajen

August 11, 2017 Add Comment
Kabupaten Pekalongan
Dalam memberikan layanan pendidikan, MI Plus Sullam Taufiq Kajen mengedepankan pemenuhan hak kesehatan anak didik. Hal ini mengingat kesehatan dan keselamatan anak didik adalah prioritas dan menjadi perhatian utama. Demikian disampaikan Guru UKS MI Plus Sullam Taufiq, Mardiana di sela-sela imunisasi MR yang dilaksanakan petugas dari Puskesmas Kajen Kamis (10/8) kemarin.
"Untuk tumbuh dan hidup sehat adalah hak setiap anak Indonesia. Sekolah atau Madrasah sudah semestinya memberikan prioritas kesana. Adanya kampanye dan program Imunisasi Measles Rubella yang dilaksanakan  pemerintah selama bulan Agustus dan September 2017 sepenuhnya kami mendukung komitmen kuat Pemerintah dalam mewujudkan eliminasi campak dan mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella (Congenital Rubella Syndrome) di Indonesia pada tahun 2020 " jelasnya.
Lebih lanjut, Dian, panggilan akrab Mardiana menambahkan bahwa ketika anak didik tumbuh sehat, dengan dukungan lingkungan sekolah yang juga sehat, aman, dan nyaman. Maka harapan orangtua agak anak dapat belajar dengan baik akan terwujud.
 “Dari penjelasan petugas kesehatan disampaikan bahwa Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus. Hal ini juga untuk memberikan imunisasi secara tuntas kepada setiap anak. Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan. Kita ingin mewujudkan anak didik yang sehat dan berkualitas di kemudian hari,” ujar Dian"Kami dari Dewan guru MI Plus Sullam Taufiq memastikan bahwa semua anak didik sudah diimunisasi MR sehingga tidak ada yang terlewatkan" pungkasnya.

DPO Dua Tahun, Tiga Pelaku Curanmor Berhasil Dibekuk

August 03, 2017 Add Comment
Tiga buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama dua tahun, Selasa (1/8/17) dini hari kemarin berhasil dibekuk Satreskrim Polres Pekalongan di tiga tempat yang berbeda. Tiga DPO tersebut menurut Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan melalui Kasatreskrim AKP Agung Ariyanto merupakan pelaku Curanmor yang disertai dengan pemberatan.

"Ketiga pelaku berhasil ditangkap setelah diburu selama dua tahun karena terlibat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor pada tahun 2015 silam," ungkap Agung.

Salah satu pelaku yang bernama Bambang (34 th), kata Agung, ditangkap saat kembali kerumah untuk menengok keluarganya di Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan pada Selasa dini hari.

Dari hasil penangkapan kepada tersangka, lanjut Agung, anggota berhasil mengamankan barang bukti satu unit kendaraan Honda Scoopy nopol G 2930 TK tahun 2001 atas nama Nur Hidayah warga satu Desa dengan pelaku.

Selain satu unit kendaraan, petugas juga mengamankan selembar STNK dan sebuah obeng sepanjang 35 centimeter yang diduga sebagai alat kejahatan yang digunakan pelaku untuk merusak kontak kendaraan korban.

"Kita tangkap bersama barng bukti lalu kita amankan ke Mapolres untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut untuk memgungkap kejahatan pelaku yang cukup licin dalam menjalankan aksinya," tutur Agung.

Ia menambahkan, keberhasilan petugas menangkap tiga pelaku curanmor kurang dari sepekan berkat kerjasama dengan masyarkat yang selalu melaporkan setiap informasi yang kita butuhkan untuk mengungkap pelaku kejahatan.

"Dan untuk memburu para pelaku curanmor ini kami sebelumnya sudah membentuk tim untuk memburu ketiganya karena sudah sangat meresahkan apalagi sempat menjadi buron selama 2 tahun," tuntasnya.

Pulang Ke Rumah DPO Ranmor Dibekuk

July 29, 2017 Add Comment
Lama menjadi buruan Polisi, Abdurrohman (27 th) alias Kampret warga Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan berhasil dibekuk Satreskrim Polres Pekalongan di rumah orang tuanya saat kembali dari pelariannya.

Abdurrohman alias Kampret masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah sebelumnya mencuri satu unit sepeda motor milik Fatmawati (30 th) warga Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan saat terparkir di pinggir jalan.
"Pelaku ini membuka paksa kontak kendaraan dengan kunci leter T dan melarikan motor tersebut saat pemiliknya lengah atau saat berada di dalam sebuah rumah produksi bordir, di jalan raya Podo, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan," ungkap Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan melalui Kasatreskrim AKP Agung Ariyanto.
Agung mengatakan, Abdurrohman alias Kampret dibekuk petugas pada Jum'at (28/7/17) dini hari setelah sebelumnya pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku di rumah orang tuanya .

Identitas pelaku sendiri, kata Agung, diketahui saat petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah korban pencurian atau saudari Fatmawati lapor ke petugas.
"Dari hasil olah TKP dan bukti-bukti yang didapat serta keterangan beberapa saksi, akhirnya kami berhasil mendapatkan identitas pelaku," terang Agung.
Namun saat petugas kami mendatangi rumah pelaku,lanjut Agung, yang bersangkutan sudah tidak ada di tempat dan kuat dugaan kabur, namun kami tidak putus asa hingga akhirnya titik terang muncul setelah ada laporan masuk dari masyarakat yang menginformasikan keberadaan pelaku di rumahnya.
"Tak mau buruan lepas, malam itu kami terjunkan tim gabungan dari Reskrim dan Buser yang sedang piket untuk membekuk pelaku," kata Agung Ariyanto.
Adapun barang bukti yang berhasil kami diamankan, kata Agung, berupa satu unit kendaraan Mio warna putih nopol G 4050 MK tahun 2010, STNK atas nama korban sendiri dan sebuah kunci kontak serta dua buah kunci leter T yang vterbuat dari besi.
"Saat ini pelaku sedang kami periksa termasuk mendalami lebih lanjut kasus ranmor ini terkait adanya bukti kejahatan lainya," tandas Agung.

Kapolsek Bojong Terkejut Dapat Kue Ulang Tahun dari Anggota TNI

July 01, 2017 Add Comment
Pekalongan News
sejumlah anggota TNI dari Koramil 08/Bojong secara mengejutkan mendatangi Polsek Bojong
Pekalongan – Tepatnya hari Sabtu pagi , tanggal 1 Juli 2017 sejumlah anggota TNI dari Koramil 08/Bojong secara mengejutkan mendatangi Polsek Bojong, mereka secara bersama sama datang dan langsung saja masuk ke kantor Polsek tanpa permisi maupun salam,namun para anggota TNI tersebut tidak sedang berdemo ataupun berniat jahat, melainkan para anggota Koramil tersebut memberikan kejutan kepada para anggota polsek yang sedang berjaga dikantor, benar saja mereka para anggota polsek tersebut pada terkejut karena mereka tidak mengetahui akan mendapat kejutan tepat di Hari Ulang Tahun Polri Ke-71 dari para anggota Koramil 08/Bojong.

Menurut Danramil 08/Bojong Kapten Inf Nurkhan mengatakan,kegiatan ini memang sudah kita rencanakan agar sinergitas antara TNI - Polri semakin solid dalam mengemban tugas tugas negara, dan ini adalah wujud dari kemanunggalan kita yang sudah kita bina selama ini sehingga ada hubungan yang harmonis di antara TNI - Polri. 

Sementara itu Kapolsek Bojong Akp I Wayan Suandi menerima secara simbolis kue tersebut yang di serahkan langsung oleh perwakilan anggota Koramil Bojong yang mewakili Danramil dengan di iringi kemeriahan tepuk tangan anggota Polsek dan Koramil yang kurang lebih berjumlah 10 orang dan juga ada satu ibu Persit. 

Ucapan terimakasih juga sampaikan Kapolsek dan seluruh anggota Polsek Bojong yang hadir saat itu, keakraban dan kerjasama yang baik antara Polsek dan Koramil Bojong terlihat dalam suasana tersebut. 

Kedepan tugas Polri dan TNI sangat berat, dengan jalinan kerjasama dan soliditas yang baik antara TNI dan Polri diharapkan akan sangat mendukung dalam menjalankan tugas tugas dilapangan kedepanya nanti.

Bupati Pekalongan Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

June 06, 2017 Add Comment
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus terus meningkatkan kedisiplinan dan harus menjunjung tinggi profesionalisme dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat secara cepat dan efisien.

Sebagai abdi negara, kata Asip, ASN adalah individu atau kelompok yang dalam kehidupanya menggunakan instrumen keuangan negara sehingga dituntut untuk menjadi khodimul umat yang baik.
"Stgma di masyarakat seperti pelayanan birokrasi masih dinilai sebagai pelayanan slowly atau lamban," ucap Asip, saat memimpin apel pagi di halaman Kantor DPU Taru, Kabupaten Pekalongan, Senin (5/6/17).
Asip meminta, untuk menjawab stigma masyarakat yang ditujukan kepada birokrasi di Kabupaten Pekalongan, ASN harus kerja keras, kerja cerdas dan kerja trengginas.
"Karena saat ini tuntutan pelayanan prima dari masyarakat sudah demikian tinggi," tegas Asip.
Kepada ASN terutama dari Dinas PU, dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kota Santri untuk memfokuskan diri untuk merawat infrastruktur seperti jalan-jalan yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Asip mengatakan, menghadapi lebaran atau datangnya Hari Raya Idul Fitri 1438 H maka akan banyak saudara kamum muslimin yang akan melakukan mudik melewati jalan di Kabupaten Pekalonga.
"Saya tegaskan, untuk memantau langsung ruas jalan yang mengalami kerusakan dan segera diperbaiki," ujarnya.
Sebelum mengakhiri apel, Bupati memerintahkan kepada seluruh ASN termasuk Dinas PU untuk membuat nyaman dan aman para pengguna jalan terutama para pemudik.
"Sebab tanggungjawab kemanan dan kenyamanan para pemudik merupakan tugas yang berkaitan dengan nama baik Pemkab Pekalongan sebagai daerah yang nantinya akan dilalui oleh pemudik," tandas Bupati.

Dihentikan Polisi Gara-Gara Tidak Pakai Helm Pengendara Motor Jadi Pesakitan Lantaran Simpan Ratusan Pil Koplo

June 04, 2017 Add Comment
Ratusan pil Hexymer siap edar berhasil diamankan anggota Polres Pekalongan dari tangan dua pengendara motor yang kedapatan melanggar aturan lalulintas. Petugas menghentikan laju kendaraan bermotor yang bersangkutan pada Jum'at (2/6/17) saat melintas di jalan raya Wonopringgo tanpa mengenakan helem.
"Saat kami suruh mengeluarkan surat kelengkapan kendaraanya, sebuah ponsel dan sebungkus obat yang dikemas dalam plastik transparan jatuh dari saku celana," ungkap salah seorang petugas.
Karena curiga dengan tingkah laku keduanya, kata petugas, mereka kami mintai keterangan dan akhirnya diketahui satu paket pil yang ada dalam bungkusan plastik transparan tersebut ternyata pil Hexymer.

Akhirnya keduanya digelandang ke Sat Resnarkoba Polres Pekalongan untuk dimintakan keterangan lebih lanjut terkait kepemilikan satu paket pil Hexymer yang ada dalam plastik transparan.
"Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti, STNK, Ponsel dan satu paket pil Hexymer," ucap Petugas.
Dari hasil penyelidikan lebih lanjut oleh Sat Resnarkoba Polres Pekalongan terungkap, salah seorang dari pelaku ternyata menyimpan ratusan pil Hexymer siap edar yang dikemas dalam beberapa bungkus.

Dari hasil rincian jumlah yang berhasil diamankan petugas Sat Resnarkoba Polres Batang berhasil diamankan satu paket pil Hexymer dalam kemasan plastik berisi 251 butir pil. berikutnya satu paket pil Hexymer dalam kemasan plastik lainya berisi 131 pil.
"Ikut dalam sitaan, satu botol plastik warna putih berisi 464 butir pil Hexymer berikut sejumlah kemasan plastik kosong dan 16 paket hemat pil Hexymer masing-masing berisi delapan butir pil," beber petugas.
Selain itu uang tunai sebanyak Rp 60 ribu, kata petugas, juga berhasil diamankan dari penggeledahan yang dilakukan di rumah korban.
"Kuat dugaan uang tersebut dari hasil kejahatan peredaran pil Hexymer di wilayah hukum Polres Pekalongan," terang petugas.
Tersangka kemudian terancam dipidanakan dengan hukuman selama 15 tahun kurungan karena terbukti melanggar Pasal 197 Subsider atau Pasal 196 lebih Subsider Pasal 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.
"Tersangka Muhammad Ikbal warga Dukuh Sedran, Desa Sastridirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan juga dikenakan denda sebesar Rp 1 miliar," pungkasnya.

Jalan Rusak, Bupati Beri Ultimatum Kepada Rekanan Untuk Memperbaiki

May 30, 2017 Add Comment
Sejumlah jalan rusak yang berada di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan mendapatkan perhatian serius dari Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Pasalnya kerusakan yang terjadi diakibatkan oleh adanya pembangunan jalan tol.

Dari hasil pantauan, kerusakan terparah terjadi di jalan Desa Kaibahan, Desa Watupayung dan Desa Ponolawen. Semuanya masuk wilayah Kecamatan Kesesi.
"Yang kita sesalkan, kerusakan jalan di Desa Kaibahan, lokasinya dekat dengan SMK Ma'arif Kesesi. Kita minta prioritaskan untuk secepatnya diperbaiki," Ucap Asip, Senin (29/5/17).
Asip menegaskan, dirinya meminta kepada rekanan atau pemborong untuk secepatnya memperbaiki jalan-jalan yang rusak karena proyek tol. 

Asip menambahkan, kerusakan jalan yang tidak diakibatkan oleh pembangunan jalan tol, menjadi kewajiban pemerintah daerah, namun bila kerusakan diakibatkan adanya jalan tol, rekanan atau pemborong harus memperbaikinya.
"Saya minta secepatnya untuk diperbaiki," ulang Asip menegaskan.
Perhatian khusus Bupati terhadap beberapa jalan yang rusak karena jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang nantinya bisa dipergunakan oleh pemudik.
"Demi kenyamanan para pemudik, jalan-jalan yang rusak akan diperbaiki terutama yang menjadi tanggung jawab Pemkab melalui Dinas PU," terang Asip.

Perkembangan Terkini Jalan Tol Pemalang-Batang Jadi Perhatian

May 30, 2017 Add Comment
Semakin dekatnya target penyelesaian ruas jalan tol Pemalang-Batang yang akan difungsikan pada arus mudik H-10 Lebaran tahun ini membuat Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi bersama Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan melakukan pengecekan kondisi terkini jalan tol yang menjadi perhatian serius tidak saja pemerintah daerah namun juga kepolisian.

Dari pantauan di lokasi, Bupati bersama rombongan melakukan pengecekan langsung di pintu tol Pemalang hingga exit tol di Kandeman Batang.
"Meskipun kita di Kabupaten Pekalongan, namun karena ini menjadi atensi nasional maka kita juga lakukan pengecekan hingga ke Pemalang dan Batang," terang Bupati, Senin ( 29/5/17).
Menurut Asip, fungsionalnya jalan tol Pemalang-Batang sangat krusial untuk bisa diantisipasi, karena kita ingin tahu seberapa kesiapan jalan tol yang akan dilalui oleh para pemudik.
"Ternyata hasil pantauan lapangan masih ada beberapa yang harus dikebut terutama jembatan darurat dan jalur yang akan dilakukan pembetonan sementara," ungkap Bupati.
Kendati demikian, lanjut Asip, laporan yang ia terima, seluruh trase akan tersambung mulai dari Pemalang hingga Batang, sehingga bisa benar-benar fungsional saat lebaran nanti.

Selain itu untuk mengantisipasi adanya hambatan yang tidak terduga pada saat pembukaan jalan tol di H-10 nanti, kata Asip, pihaknya perlu untuk menyiapkan jalur tembus, terutama di pintu tol keluar Bojong. 
"Kami juga menaruh perhatian kepada kondisi kesehatan pemudik yang melintasi kabupaten Pekalongan sehingga tim medis akan disiapkan," ujar Asip.
Senada dengan Bupati, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan menyebut akan melakukan penambahan personil dan melakukan peningkatan pengamanan.
"Kita siapkan semuanya, tentunya soal pengamanan akan dilakukan mulai dari Batang hingga Pemalang," tandas Kapolres. 

Jaring Ikan Di Pantai, Arwani Hilang Digulung Ombak

May 30, 2017 Add Comment
Arwani (35 th) buruh warga jalan Untung Suropati, Dukuh Galurung, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan hilang tergulung ombak saat menjaring ikan di pantai Kisik, masuk Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
"Korban terseret ombak pertama kali diketahui oleh rekannya, yang berusaha menolong namun tubuh korban gagal diketemukan," ungkap Kapolsek Wiradesa, AKP Zarkonil, Senin (29/5/17).
Kemudian rekan korban yang bernama Surono (40 th), kata Zarkoni, melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi yang langsung ditindaklanjuti dengan menurunkan petugas ke lokasi kejadian.

Selain itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan yang langsung melakukan pencarian namun masih nihil.

Musibah itu sendiri, lanjut Zarkonil, bermula saat korban dan seorang rekanya mencari ikan dengan cara menjala dengan menggunakan jaring tangan.
"Saat menebar jala, tiba-tiba ombak besar datang langsung menggulung tubuh korban dan meyeretnya ke tengah laut," terang Zarkonil.
Sampai berita ini ditulis, belum didapat informasi lebih lanjut yang mengabarkan penemuan jasad korban oleh tim gabungan.

Cium Bibir ABG Di Bawah Umur Dan Mengunggahnya Di Medsos, Erman Dipolisikan

May 28, 2017 Add Comment
Mencium bibir gadis di bawah umur, seorang pemuda bernama Erman Mugiyanto (19 th) warga Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah dilaporkan keluarga korban.

Diketahui, Erman tidak sekedar mencium bibir namun nekat mengunggah foto adegan ciuman tersebut ke media sosial, sontak salah seorang keluarga korban yang mendapati unggahan foto tersebut berang.

Korban sendiri menurut pihak kepolisian masih berstatus pelajar SMP serta baru berusia 14 tahun dan tercatat sebagai warga Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.
"Mendapati adanya laporan tersebut, kami lantas mengamankan yang bersangkutan berikut barang buktinya," ungkap Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Agung Ariayanto, Jum'at (26/5/17).
Agung menjelasakan, keluarga korban mendapatkan informasi adanya foto tersangka sedang mencium bibir korban dari media sosial Facebook pada buloan Januari silam.

Kemudian pihak keluarga, kata Agung, menanyakan hal tersebut kepada korban tentang kebenaran foto tersebut dan korban akhirnya mengakui kalau pada hari Jum'at (23/12/16) sebelumnya tersangka membawa korban ke paninggaran dan mencabulinya.
"Korban sendiri mengaku tidak mengetahui kalau foto tersebut diunggah ke Facebook," terang Agung.
Agung menambahkan, sebelum ditangkap, tersangka sempat mengajak ketemuan lagi dan ditolak korban, namun karena tersangka mengancam akan mengunggah foto seronok yang lain ke Facebook akhirnya korban mau sambil menghubungi Polisi.
"Tersangka kita jerat dengan Undang-Undang perlindungan anak dan Undang-Undang ITE yang mana ancaman hukumanya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," tandas Agung.

Niatnya Mau Menikmati Sate Kambing Namun Satu Keluarga Ini Malah Dievakuasi Ke Rumah Sakit

May 28, 2017 Add Comment
Niatnya mau makan siang dengan menu sate kambing bareng satu keluarga, namun setelah puas menikmati sajian sate kambing di Warung Makan Sate Haji Riwi yang berlokasi di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sri Winarni (56 th) bersama anak dan menantunya malah harus menginap di Rumah sakit lantaran diduga keracunan.

Peristiwa nahas yang menimpa Sri Winarni warga Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Wiradesa beserta keluarganya terjadi pada Kamis (25/5/17) lalu.

Menurut sumber dari kepolisian setempat, rombongan keluarga Sri winarni memesan menu sate kambing sekitar pukul 14.30 WIB dan hingga pukul 15.30 WIB saat keluar dari warung sate tidak ada masalah berarti.
"Namun saat rombongan tiba di rumah pada pukul 17.30, empat orang yang kedapatan makan sate kambing merasakan mual-mual disertai muntah-muntah," ungkap petugas.
Tidak hanya, mual dan muntah, keempat keluarga yang terdiri dari Sri Winarni, Nurdiyanto (25 th) anak Sri Winarni dan dua menantu Sri Winarni, Alex Purwanto (35 th) serta Kasyanto (32 th) diketahui juga mengalami BAB yang menyiksa.

Lantaran takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kata petugas, keempat korban akhirnya dirujuk ke RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan.
"Saat ini keempatnya masih menjalani perawatan intensif untuk memulihkan kondisi fisik seperti semula," kata petugas.
Sementara itu penyebab keempat korban yang mengalami kerucanan masih diselidiki petugas dari Polres Pekalongan dan masih menunggu hasil uji dari laboratorium.