1 Comment
video hujan uang tersebut diambil dari atas rumah berlantai tiga yang sedang dalam proses pembangunan
Kabupaten Pekalongan - Di media sosial Viral sebuah vidio yang memperlihatkan adegan seribuan warga berebut uang yang disebar dari ketinggian. Video berdurasi 18 detik diberi judul ‘Hujan uang di Desa Pakumbulan, Buaran, Kabupaten Pekalongan, Senin (07/03/2022).

Hasil penelusuran, video hujan uang tersebut diambil dari atas rumah berlantai tiga yang sedang dalam proses pembangunan milik Bos Afero.

Dalam tangkapan video, uang kertas sebanyak Rp. 5 juta yang terdiri pecahan Rp. 100 ribu, Rp. 50 ribu hingga pecahan lebih kecil tampak beterbangan jadi rebutan warga mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Belakangan hujan uang yang viral di media sosial tersebut adalah acara ‘udik-udikan’ syukuran ‘munggah molo’ atau sebuah tahapan ritual menaikan atap rumah yang disusul dengan menebarkan uang sebagai tanda syukur selamatan rumah sudah lengkap memiliki atap.

Acara udik-udikan berlangsung Minggu (6/3/2022) pagi halaman rumah berlantai tiga milik Khaerul Huda (40) warga RT 08 RW 04, yang sedang dalam proses pembangunan.

Peristiwa vidio viral hujan uang dibenarkan oleh Kapolsek Buaran, Iptu Safrowi yang langsung menemui pihak keluarga atau tuan rumah setelah ramai di media sosial.

“Kami sudah ambil langkah-langkah terkait vidio yang dimaksud, dan kepada yang bersangkutan sudah saya minta untuk tidak membuat gaduh,” katanya, Senin (8/3/2022) malam.

Ia pun menjelaskan bahwa syukuran yang viral tersebut merupakan kegiatan tradisi unggah molo yang disertai dengan udik-udikan karena ingin berbagi rezeki kepada warga.

“Spontan menebarkan uang sebagai tanda syukur karena diberikan kelebihan rezeki dari Allah SWT, jadi awalnya memang tidak direncanakan,” katanya menjelaskan.

Sempat ramai di media sosial, pihak keluarga akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui vidio klarifikasi.

Perwakilan pihak keluarga, Danang Krismanda, mengungkapkan tujuan acara udik-udikan niatnya untuk melestarikan adat dan tradisi yang biasa dilakukan di Pekalongan.

Meski demikian, lanjut Danang, pihak keluarga tidak berniat memperkeruh suasana terutama di masa pandemi termasuk tidak menyadari kalau akhirnya berdampak seperti yang sekarang ini terjadi.

“Saya mewakili pihak keluarga meminta maaf kepada masyarakat, pemerintah dan lainnya, terkait acara udik-udikan kemarin. Apalagi acara tersebut dilaksanakan pada masa PPKM,” ucap Danang.

Post a Comment Blogger

 
Top