Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Danrem 071/Wk Hadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2017 Tingkat Jawa Tengah.

July 19, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi pada Rabu (19/7) mewakili Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Tatang Sulaiman, menghadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017 Tingkat Jawa Tengah di Kebun Raya Baturaden Banyumas
Banyumas 
Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi pada Rabu (19/7) mewakili Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Tatang Sulaiman, menghadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2017 Tingkat Jawa Tengah di Kebun Raya Baturaden Banyumas.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni setiap tahunnya diperingati pada 19 Juli 2017 bertemakan Connecting People To Nature, juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta Forkopimda Jawa Tengah, para Bupati dan Walikota se-Jawa Tengah, SKPD Jawa Tengah, Bupati Banyumas beserta Forkopimda Banyumas, DPRD Jawa Tengah Komisi B dan D, DPRD Banyumas, Ka SPN Purwokerto, Direktur RS sewilayah Jawa Tengah, Mitra Pariwisata se-Jawa Tengah, paguyuban dan kelompok tani kehutanan serta warga masyarakat baik penerima penghargaan sewilayah Jawa Tengah maupun masyarakat sekitar Banyumas.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap masyarakat yang telah menerima penghargaan dibidang lingkungan hidup agar pengetahuan dan tata kelola lingkungan yang dilakukan untuk disebarluaskan, ditingkatkan, direplikasikan dan dibuat banyak agar masyarakat yang lain dapat mengikuti jejaknya.
"Pengolahan limbah lingkungan hidup menjadi bahan edukasi dan pembelajaran bagi kita, pengolahan limbah apabila digunakan lagi sebagai inovasi dan kreasi akan menjadi barokah. Aktifisme dalam bagaimana pengolahan limbah sampah ini yang harus kita kerjakan", jelas Gubernur Jawa Tengah.
Disampaikan pula bahwa dikebun raya ada pohon yang usianya mencapai ratusan tahun dan tinggal robohnya saja, namun bagaimana hal itu dapat dilakukan sebagai satu ikhtiar dan usaha agar pohon tetap hidup. Menurut Gubernur, hal tersebut dilakukan dengan cara mengundang orang untuk menjadi bapak angkat dari pohon tersebut agar pohon tetap berdiri dan hidup. Dengan jalan mereka mengirimkan pembiayaan, pohon dirawat dan bahkan dibuat cukup bagus hingga sekarang pohon masih hidup.
"Kebun raya, menurut saya. Kita sosialisasikan bagaimana cara pengelolaan yang modern dari pohonnya banyak, tanaman dan bunganya serta tempatnya baik", ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa dengan kita berdialog agar kita konsisten menjaga lingkungan hidup kita dan tidak hanya sekedar seremonial saja dalam kegiatan ini.
"Dari beberapa program yang ada, kita mencoba menerjemahkan dan ingin mengajak masyarakat untuk mengelola lingkungan hidup kita", ungkapnya.

Kodim 0710 Pekalongan Bantu Evakuasi Warga Korban Letupan Kawah Sileri

July 03, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kodim 0710/Pekalongan melalui Koramil 13 Paninggaran telah berhasil mengevakuasi sebanyak 25 orang dari warga kecamatan paninggaran Kabupaten Pekalongan yang sedang melaksanakan liburan di tempat wisata Kawah Sileri, 
Pekalongan - Kodim 0710/Pekalongan melalui Koramil 13 Paninggaran telah berhasil mengevakuasi sebanyak 25 orang dari warga kecamatan paninggaran Kabupaten Pekalongan yang sedang melaksanakan liburan di tempat wisata Kawah Sileri, kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara.

Seperti yang telah di beritakan sebelumnya bahwa telah terjadi  letusan freatik pukul 12.00 Wib di tempat wisata Kawah Sileri dengan jarak lontaran material kurang lebih.50m ke utara dan selatan. dan kurang lebih 50m kearah terminal parkir waterboom.

Dengan adanya letusan di kawah Sileri tersebut ternyata terdapat 25 orang berasal dari kecamatan Paninggaran yang sedang melaksanakan liburan di tempat tersebut,mengetahui adanya warga dari Pekalongan berada di tempat tersebut Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Heri Bambang Wahyudi,S.I.P langsung berkoordinasi dengan Danramil paninggran untuk mengecek kebenan berita tersebut dan langsung berkoordinasi dengan Instansi terkait untuk melaksanakan pendataan dan Evakuasi.

Pekalongan News
telah terjadi  letusan freatik pukul 12.00 Wib di tempat wisata Kawah Sileri 
Setelah di adakan pengecekan ternyata dari 25 orang yang berada di tempat tersebut ada 16 orang yang terdampak dari letusan kawah Sileri,adapun rata rata mereka mengalami trauma dan ada yang terkena semburan lumpur dingin dari kawah Sileri,namun ada satu  warga yang sampai saat ini masih di rujuk dan di rawat di rumah Sakit Keraton Pekalongan yaitu saudari Muainah, 44 tahun asal Ds. Kauman  Kec. Peninggaran Pekalongan  yanmengalami luka patah tertutup lengan sebelah kiri dan yang lain sudah di ijinkan pulang kerumah masing-masing..

Menurut Danramil 13 Paninggaran berkat koordinasi yang cepat dari Dinas dan Instasi terkait ( Posek,Kecamatan,Puskesmas,Pemerintahan Desa ) kita berhasil mengkoordinir dari keluarga yang berada di tempat wisata tersebut sehingga memudahkan dalam melaksanakan pendataan dan evakuasi untuk kembali ke rumah masing – masing

Gubernur Jawa Tengah Pimpim Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Candi 2017

June 21, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertindak sebagai pimpinan apel dalam Apel Gelar Pasukan Ops Ramadniya Candi 2017
Brebes
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertindak sebagai pimpinan apel dalam Apel Gelar Pasukan Ops Ramadniya Candi 2017 Polda Jawa Tengah, Senin (19/6) di Exit Tol Kaligangsa Brebes.

Apel gelar pasukan Ops Ramadniya Candi 2017 juga dihadiri Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Tatang Sulaiman yang diwakili Danrem 071/Wk Kolonel Inf Suhardi, Bupati Brebes beserta Forkopimda Brebes, serta seluruh personel dalam pelibatan ops Ramadniya baik TNI, Polri maupun instansi terkait lainnya baik Pemprov Jawa Tengah maupun Pemkab Brebes.

"Apel gelar pasukan ini merupakan wujud kesiapan Polri dalam menghadapi kegiatan pengamanan Idul Fitri 1438 H, serta sebagai sarana konsolidasi dan pengecekan personel beserta kelengkapan sarprasnya sebelum menghadapi tugas pengamanan di lapangan", ungkap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan amanat tertulis Kapolri.
Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan pengamanan tahun ini, setidaknya ada tiga point utama yang menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia yakni terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi kamtibmas yang kondusif dan keamanan, kelancaran serta kenyamanan arus mudik dan arus balik.

Dikatakan Kapolri dalam amanatnya bahwa berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas agar seluruh personel dapat memberikan pelayanan secara all out.


Pada kesempatan yang sama pula, Kapolri menekankan kepada seluruh personel yang terlibat dalam ops Ramadniya Candi 2017 agar menciptakan harmonisasi sinergitas antar stakeholders sehingga kegiatan pelaksanaan pengamanan hari raya Idul Fitri 1438 H dapat berjalan lebih baik, aman, tertib dan lancar dibandingkan tahun sebelumnya.

Workshop Pedagang Batik, Tapp Market Menggandeng Koperasi Pasar Batik Setono Pekalongan

May 29, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Tapp market bekerjasama dengan Koperasi Pasar Batik Setono , mengadakan Workshop  khusus untuk pedagang batik yang ada di pasar batik Setono 
Tegal 
Perkembangan e-commerce di Indonesia tumbuh dengan pesat, beragam produk bisa dilihat dan dipilih dengan mudah secara online. Transaksi pun menjadi semakin aman dan menguntungkan baik bagi pembeli maupun penjual. Namun tidak semua pihak bisa menikmati kemudahan dan kenyamanan belanja barang yang ditawarkan toko online, terutama mereka yang tidak memiliki rekening bank dan kartu kredit.

Peluang ini ditangkap oleh salah satu pemain marketplace terbaru, yaitu Tapp Market yang menawarkan kemudahan belanja online, dengan sistem pembayaran secara tunai. Sejak awal diluncurkan pertengahan tahun 2015, aplikasi Tapp Market bertujuan untuk mempertemukan penjual dan pembeli di suatu lokasi untuk bertransaksi tunai secara mudah, cepat dan aman.

Perkembangan jumlah pengguna Aplikasi Tapp Market di Purwokerto termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia, jumlah ini terus tumbuh sejak pertama kali Tapp Market resmi beroperasi di tahun 2015, area Manager Tapp Tegal, Christmart Adianto, mengatakan 
“Semenjak tahun lalu, kami aktif melakukan sosialisasi dengan berbagai program promosi kepada masyarakat. Selain itu kami juga secara agresif menjelaskan keuntungan dan layanan Tapp Market kepada komunitas, kelompok atau institusi yang berniat memasarkan produknya di Tapp Market, seperti UMKM, Pengrajin Kecil, Koperasi, dll, " Ucapnya.

Pada tanggal 9 februari 2017, Tapp market telah bekerjasama dengan Koperasi Pasar Batik Setono yang dipimpin Alm H masykur Makmun, mengadakan Workshop yang bertema Meningkatkan Omset Penjualan Dengan Cara Online. Workshop ini tidak di pungut biaya apapun, workshop ini khususnya untuk pedagang batik yang ada di pasar batik Setono umumnya untuk semua pedagang batik yang ada di Kota Pekalongan dan Batang. 

Workshop dihadiri 80 Peserta pelapak pasar batik Setono dan dari luar pasar Setono, acara dilaksanakan di Segodalem Resto jalan Pekalongan Batang, untuk pembicara dari General Manager Tapp Market Indonesia Wirawan Wijatmiko yang kebetulan berasal dari Kota Pekalongan, ia yang mencetuskan Program Batik Nusatara yaitu Program dimana semua batik yang ada di Indonesia dari ujung timur sampai ujung barat akan ada di Tapp Market.

Peserta yang datang sangat antusias mendengarkan materi workshop, seperti yang di sampaikan oleh salah satu peserta workshop Andi (Batik Ramlan) saya pribadi sangat senang dengan adanya workshop ini, selain mendapatkan ilmu kita juga mendapat peluang bisnis baru untuk meningkatkan omset penjualan.

Menurut Christmart Adianto selaku area Manager Tapp Tegal, semua peserta yang datang langsung mengunduh aplikasi Tapp Market di handphone androidnya juga mencoba untuk mengupload produk yang mereka pasarkan.
"Harapan kedepannya Tapp Market tetap menjadi mitra bisnis dan media pemasaran produk yang dimiliki pedagang batik yang ada di Pekalongan dan Batang,"pungkasnya." 
Sampai sekarang pun pedangan batik Pekalongan masih memasarkan batiknya di Tapp Market dan juga Tapp buatkan grup whatsapp khusus untuk pedagang batik Setono pekalongan untuk memudahkan komunikasi antara pedagang batik Pekalongan dengan Tapp Market. 


OJK Hadiri Panen Perdana Udang Vaname

May 02, 2017 Add Comment
Panen perdana udang vaname dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Gulamah di lokasi tambak Kelurahan Panggung, Selasa (2/5/17) dihadiri jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Kota Tegal.

Ketua KUB Gulamah Kota Tegal, Teguh Sapari mengatakan, panen perdana udang vaname tersebut bertujuan untuk mengurangi sebaran populasi udang di areal tambak.
"Dari 200 ribu benih yang disebar, kami panen 40 ribu udang dahulu atau setara 4 kwintal udang," ungkap Teguh.
Dan dari 40 ribu benih atau 4 kwintal udang yang dipanen perdana tersebut, kata Teguh, jumlahnya setara dengan 20 persen dari total benih yang telah disebar.

Setelah panen perdana, lanjut Supari, pihaknya akan memanen lagi dengan jangka 10 hari kedepan atau secara parsial yang kedua dan akan dilanjutkan panen parsial yang ketiga sebelum mencapai puncaknya pada panen raya.

Teguh menjelaskan, dalam panen perdana udang vaname, akan didapat ukuran udang 100 size atau setara 100 ekor udang dalam setiap satu kilonya.

Untuk ukuran size 100, imbuh Teguh, laku dijual dengan harga Rp 60 ribuan perkilonya. Dan biasanya usia udang saat dipanen akan mempengaruhi harga jual.
"Semakin besar ukuranya atau saat tepat dipanen pada masa panen raya, harganya perkilonya bisa tembus diatas Rp 100 ribuan," terang Teguh.
Kepala OJK Kota Tegal, Yulius Eka Putra menyampaikan, pemanfaatan teknologi tepat guna dan pengelolaan yang profesional akan mempengaruhi hasil saat panen raya tiba.

Untuk itu, dirinya siap membuka kesempatan kepada para pengurus KUB untuk berdiskusi terkait persoalan yang dihadapi termasuk adanya kebutuhan permodalan.
"Saya harap nantinya Pemerintah Kota sebagai mitra dari OJK dapat menjembatani kebutuhan para petani tambak," tandasnya.

Mengejutkan, Penderita Tubercolusis Di Kota Tegal Tergolong Tinggi

April 11, 2017 Add Comment
Gerakan ketuk pintu yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aisyiah Kota Tegal di 1.400 rumah, menemukan 92 orang diduga menderita Tubercolusis (TB) dan 8 orang positif terjangkit TB. Ketua PD Aisyiah, Dewi Umaroh mengatakan hal tersebut di acara Deklarasi Stop TB yang digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal, Minggu (9/4/17).

Dewi Umaroh menjelaskan, PD Aisyiah memiliki kepedulian terhadap penderita penyakit TB dengan memulai gerakan ketuk pintu untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya penyakit TB sekaligus melakukan screening gejala penyakit TB di masyarakat.
"Bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Tegal kami sebelumnya telah melaksanakan gerakan ketuk pintu pada tanggal 9-19 Maret lalu dengan mendatangi rumah warga sebanyak 1.400 secara acak dan hasilnya itu tadi," beber Dewi.
Menambahkan, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tegal, Yuli Prasetyo menyampaikan, sepanjang tahun 2016 penderita TB di Kota Tegal tercatat 303 orang.

Angka tersebut menurut Yuli masih dibawah presdiksi Dinas Kesehatan yang mencapai 718 orang penderita sehingga pihaknya di tahun 2017 akan terus memprogesifkan wilayah-wilayah temuan kasus TB sekaligus akan memberikan edukasi kepada masyarakat, sebab TB merupakan penyakit dengan resiko penularan yang tinggi.
"Penularan paling rentan terdapat pada wilayah dengan kepadatan yang tinggi, sanitasi yang kurang baik, pencahayaan kurang, kelembaban udara yang kurang bagus," ungkap Yuli.
Sementara itu Walikota Pekalongan, Siti Masitha Soeparno menyebut gerakan yang dilakukan oleh PD Aisyiah sangat inspiratif bagi kelompok masyarakat lain.
"Aisyiah telah menjadi pionir di saat dunia memperingati Hari TB sedunia tahun 2017," ucap Walikota.
Saya harap, sambung Walikota, Gerakan ini janganlah berhenti untuk mengedukasi masyarakat dengan menyebarluaskan informasi
untuk mencegah penularan TB yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

"Tempatkan TB menjadi isu utama di tengah masyarakat agar masyarakat sadar," pungkas Walikota.

Temui Luhut Pandjaitan, Walikota Sampaikan Nasib Nelayan Cantrang Tegal

April 09, 2017 Add Comment
Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) Kota Tegal, Nur Fuadi menyampaikan, Potensi industri perikanan di Kota Tegal mencapai 1,5 triliun pertahun. Setiap harinya tak kurang 350 hingga 450 ton ikan berhasil didaratkan oleh 10 hingga 15 kapal di Pelabuhan Kota Tegal. 
"Rata-rata satu kapal yang mendarat di Pelabuhan membawa hasil ikan sebanyak 25 sampai 30 ton ikan," ucap Nur Fuadi.
Laporan Nur Fuadi menggenapi pernyataan Walikota Tegal, Siti Masitha Soeparno saat mengadakan pertemuan dengan Meneteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, lusa lalu di Jakarta.
Walikota Tegal dalam kesempatan tersebut menyatakan, selama ini alat tangkap cantrang oleh nelayan Kota Tegal lebih difokuskan untuk menangkap cumi-cumi karena harganya relatif tinggi.

Menurut, Siti Masitha Soeparno, akibat terimbas dari kebijakan pemerintah melarang penggunaan alat tangkap cantrang, kondisi potensi perikanan Kota Tegal sedang lesu.
"Nelayan masih menunggu solusi atas persoalan ini dan pendapatan mereka pun saat ini turun drastis," ungkap Masitha.
Di kesempatan yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Tegal, Yulius Eka Putra mengungkapkan, saat ada 27 lembaga keuangan di Kota Tegal menanggung beban oustanding sebesar Rp 57.7 miliar terancam macet mengingat, hampir sebagian debiturnya adalah nelayan dengan kemampuan bayar yang merosot drastis. 

Hal tersebut, kata Yulius, akan mengakibatkan stabilitas keuangan di sektor perbankan Kota Tegal akan terganggu.
"Kalau permasalahan cantrang tidak selesai pada bulan Juli kedepan, maka sektor keuangan 27 lembaga keuangan di Kota Tegal berikut pelaku usaha seperti bakul ikan, pengusaha yang menggunakan bahan ikan dan home industri yang terkait akan terkena imbasnya," beber Yulius.

Terlilit Hutang Rp 57,7 Miliar, Ribuan Nelayan Cantrang Kota Tegal Terancam Gagal Bayar

April 09, 2017 Add Comment
Sebanyak 12 ribu nelayan Kota Tegal yang menggantungkan hidup dari hasil menagkap ikan di laut, sebagian besar diantaranya masih terbebani hutang perbankan dengan total nilai oustanding sebesar Rp 57,7 miliar. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal, Yulius Eka Putra menyampaikan fakta tersebut saat mendampingi Walikota Tegal, Siti Masitha Soeparno beraudensi dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), lusa lalu.

Menurut Yulius, kemampuan bayar untuk mengembalikan pinjaman ribuan nelayan Kota Tegal turun drastis menyusul adanya larangan penggunaan alat tangkap cantrang oleh pemerintah.
"Kondisi tersebut dikhawatirkan mempengaruhi stabilitas di sektor perbankan Kota Tegal," ujar Yulius.
Dampak yang lebih luas, kata Yulius, munculnya banyak pengangguran di Kota Tegal saat ini, selain itu akibat tidak bisa melaut karena terhalang larangan, industri perikanan lokalpun meredup.

Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) Kota Tegal, Nur Fuadi menyampaikan, nelayan Kota Tegal memang diberikan solusi untuk mengganti alat tangkap cantrang dengan alat tangkap baru, yaitu Gilnet. Namun untuk mendapatkanya sangat susah karena nelayan harus menunggu pesanan hingga tiga bulan lebih.
"Itupun belum cukup, karena harga alat tangkap Gilnet tergolong mahal mencapai Rp 1,2 miliar dan hal itu sangat memberatkan nelayan," ungkap Nur Fuadi.
Menanggapi permasalahan yang dihadapi ribuan nelayan Kota Tegal, Ketua Wantimpres, Sri Ardiningsih mengemukakan, pelarangan alat tangkap berikut nasib nelayan yang mengoperasikanya terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga :

Temui Luhut Pandjaitan, Walikota Sampaikan Nasib Nelayan Cantrang Tegal

Sri berjanji akan membawa persoalan tersebut kepada Presiden Joko Widodo karena merupakan sebuah aspirasi yang harus disampaikan.
"Saya akan bantu sampaikan ke Presiden sebagai bahan pertimbangan kebijakan dalam menjalankan pemerintahan," ucap Sri.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Ardianingsih juga meminta Walikota Tegal untuk melayangkan surat langsung kepada Presiden terkait persoalan yang sedang dihadapi pemerintah daerah maupun nasib ribuan nelayan di Kota Tegal. 

Membahayakan Pengguna Jalan, Kerikil Di Sepanjang Pantura Pemalang Disapu Bersih

February 24, 2017 Add Comment
Cara simpatik dilakukan jajaran pemerintahan Kecamatan Ulujami, Polsek Ulujami, Koramil Ulujami dan sejumlah perangkat dari Desa Rowosari dan Desa Ambowetan, Kabupaten Pemalang. Meski lobang jalan sudah ditutup aspal, namun karena kurang rapih akhirnya menyisakan kerikil yang bisa membahayakan pengguna jalan, sehingga puluhan abdi negara tersebut melakukan sapu bersih kerikil yang banyak berceceran di jalur utama pesisir utara yang terkenal padat.
"Karena hanya ditambal sulam saja oleh intansi terkait, banyak kerikil yang tercecer dan membahayakan pengguna jalan. Sehingga kita lakukan aksi sapu bersih," ucap Kapolsek Ulujami AKP Bowo Widiyanto, Jum'at (24/2/17).
Bowo menjelaskan, pihaknya merasa prihatin dengan banyaknya korban kecelakaan yang diakibatkan oleh kerusakan jalan. Untuk meminimalisir kejadia serupa, kerikil yang betebaran kita bersihkan dari aspal jalan.

Selain itu, kata Bowo, sekalian pula kami bersihkan lingkungan dengan memangkas beberapa ranting dan membersihkan rumput di sepanjang pinggir jalan agar tampak teratur.
"Rupanya aksi kami banyak mendapat dukungan dari beberapa rekan Muspika yang akhirnya bersama melakukan Jum'at bersih," jelas Bowo.
Di lokasi yang sama, Camat Ulujami, Yanuarius Nitbani menyebut, aksi Jum'at bersih dengan membersihakn jalan dari kerikil yang berserakan buah dari rasa keprihatinan semua elemen masyarakat yang sudah lelah mendengar dan melihat kecelakaan lalulantas di wilayah Kecamatan Ulujami akibat dari rusaknya infrastruktur jalan.
"Kegiatan Jum'at bersih ini bertujuan agar pengguna jalan yang baru masuk ke wilayah Pemalang, sudah mendapatkan kesan bahwa kabupaten Pemalang terasa aman, nyaman dan tidak membahayakan," terangnya.

Indutri Logam Lokal Terpuruk, Pemkot Tegal Dan OJK Komitmen Bangkitkan Lagi Tegal Sebagai Jepangnya Indonesia

February 24, 2017 Add Comment
Pemerintah Kota Tegal bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal berkomitmen untuk memajukan potensi industri logam lokal. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan bersama Walikota Tegal, Siti Masitha Soeparno dengan Kepala OJK Tegal Yulius Eka Putra di Kawasan Industri Logam Jalan Cempaka dan Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Tegal, Jum'at (24/2/17).
Dari hasil kunjungan kelokasi, Pemkot bersama OJK bertekad akan membantu industri logam skala rumahan hingga industri skala besar. Bahkan keduanya telah berkesempatan beraudensi dengan Perusahaan manufaktur raksasa PT Toyota Astra Motor untuk membuka peluang melalui upaya dan kesempatan bekerjasama.
"Ini peluang besar dan angin segar buat pelaku industri logam di Kota Tegal agar branding sebagai Jepangnya Indonesia bisa terwujud kembali," ungkap Walikota.
Walikota meminta pelaku usaha logam lokal agar membuat kajian terlebih dahulu sebelum sampai pada pembicaraan serius dingan pihak PT Toyota Astra Motor.
"Dari kajian yang sudah dibuat, akan memudahkan PT Toyota Astra Motor untuk membuat keputusan apakah akan menguntungkan atau tidak bagi mereka," terang Walikota.
Bersamaan, Kepala OJK Tegal Yulius Eka Putra menegaskan, bahwa peran OJK adalah menjadi mitra dari Pemerintah Kota Tegal untuk ikut membangun sektor-sektor ekonomi dan pengembangan industri di daerah.
Yulius melanjutkan, data valid sangat diperlukan untuk bisa dikaji oleh calon investor seperti PT Toyota Astra Motor dan Pemkot bersama OJK akan mudah melakukan paparan kondisi riil industri logam yang ada di Kota Tegal.
"Kami akan berperan sebagai jembatan bagi para pelaku industri logam dengan pihak PT Toyota Astra Motor yang akan digelar di Bali 9 Maret mendatang," jelas Yulius.
Perwakilan pelaku usaha industri logam, Sukamto menyambut gembira kesempatan tersebut, namun demikian Sukamto menuturkan, lesunya industri logam di Kota Tegal sudah lama berlangsung akibat krisis ekonomi global.
Maraknya hasil industri dari luar yang membanjiri pasar domestik membuat industri logam lokal tak mampu bersaing, akibatnya selama tiga tahun terakhir pihaknya tak mampu bangkit.
"Salah satu kesempatan untuk bisa bangkit, Pemkot mencarikan mitra kerja atau investor untuk bisa memasarkan hasil produksi industri logam lokal. Asala ada permintaan kami bisa lakukan apapun," ujar Sukamto.

Butuh Lahan SUTET, Warga Dua Desa Di Pemalang Disosialisasi Tim Pengadaan Lahan

February 23, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Tim Pelaksana bersama Tim Pembebasa Lahan PLN Persero dan BPN Kabupaten Pemalang melakukan sosialisasi kepada warga dua Desa dari dua Kecanatan di Kabupaten Pemalang, Selasa (21/2/17)
Kabupaten Pemalang
Kebutuhan akan lahan yang tidak sedikit, mendorong Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero melakukan sosialisasi pengadaan tanah yang nantinya akan diperuntukan bagi pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 Kilovolt Ungaran-Mandiranca yang direncanakan akan melewati wilayah Kabupaten Pemalang.

Sosialisasi pengadaan tanah untuk masyarakat Desa Tegalsasri Barat, Kecamatan Ampilgading dan warga Desa Bodeh, Kecamatan Bodeh digelar di Aula Pendopo Kecamatan Ampilgading, Kabupaten Pemalang, Selasa (21/2/17) dihadiri tak kurang dari 60 warga yang terdampak, Kades masing-masing Desa, sejumlah petugas pengaadaan lahanseperti dari BPN maupun dari PLN.

Camat Ampelgading, Mulyanto meminta masyarakat untuk tidak curiga kepada pihak manapun, baik itu dari pemerintah maupun dari panitia yang akan melaksakan pembangunan SUTET Ungaran-Mandiranca.
"Untuk sosialisasi selanjutnya sebaiknya yang bersangkutan hadir sendiri, tidak diwakilkan agar lebih paham berkaitan dengan pembebasan lahan," Ujar Mulyanto.
Ditempat yang sama panitia pelaksana pengadaan dari pihak PLN, Reza mengatakan, proyek SUTET merupakan program pemerintah yang menjadi unggulan untuk peningkatan suplai listrik di Indonesia.

Saat ini, kata Reza, program Presiden Joko Widodo tersebut masih dalam tahap sosialisasi untuk pengadaan tanah bagi kebutuhan pembangunan SUTET 500 KV Ungaran-Mandiranca.
"Pengadaan tanah melalui mekanisme pembebasan lahan dengan ganti untung bukan ganti rugi dan pembangunanya sendiri akan melewati beberapa daerah di Jawa Tengah," terang Reza.
Kasubsi Pengaturan Tanah Pemerintah Badan Petanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pemalang Bambang Sulistiyono membenarkan kalau proyek pembangunan SUTET 500 KV Ungaran-Mandiranca yang membutuhkan lahan tidak sedikit. Untuk itu pihaknya hanya bertindak sebagai pelaksana
"Harga tanah dan mekanisme pembayaranya ditentukan melalui musyawarah oleh masyarakat dengan pihak yang berkepentingan," ungkap Bambang.
Dalam kesempatan tersebut Bambang Sulistiyo menghimbau masyarakat untuk mulai menginfentarisir lahan dan tanaman yang dimiliki termasuk bangunan yang berdiri di lahan masing-masing.
"Dan setelah ini, warga bisa menginformasikan apa yang didapat kepada tetangga masing-masing agar tidak terjadi gangguan kamtibmas," pinta Bambang.

Diduga Tak Berijin, Dua Pengepul Pasir Kali Comal Ditutup

February 22, 2017 Add Comment
Diduga tak memiliki ijin, dua pemilik usaha depo pasir atau pengepul pasir yang beroprasi di Dukuh gedangan, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Comal ditutup. Penutupan depo terungkap setelah pihak Kecamatan dibantu Polsek Comal, Selasa (21/2/17) memberikan peringatan persuasif kepada Zuliah (60 th) dan Sukirno (58 th), keduanya merupakan warga RT 03 RW 02 Dukuh Gedangan Kelurahan Purworejo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.

Kepada petugas, Zulihah mengakui kalau selama ini memperoleh setoran pasir dari para penambang atau penggali pasir liar di sungai Comal, tepatnya di wilayah Kecamatan Bodeh.
"Pasir diangkut menggunakan jukung oleh penambang dari Desa Pendowo, Karangbrai dan sekitarnya," aku Zulihah kepada petugas.
Pengakuan berbeda disampaikan Sukirno, dihadapan petugas Sukirno mengaku mendapatkan pasir dari Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan namun pengirimanya menggunakan truk.

Kapolsek Comal, AKP Utomo menyampaikan, kedua pemilik depo sudah mendapatkan pembinaan dan bersedia menghentikan kegiatan berikut praktik penggalian pasir secara ilegal.
"Kami sudah minta penggali pasir di sungai comal untuk mengosongkan lokasi penggalian termasuk menyingkirkan semua peralatan yang digunakan," terang Utomo.
Senada, Camat Comal, Slamet Soewito membenarkan kalau depo maupun para penggali pasir sama sekali tidak memiliki ijin. Keberadaan dua depo tersebut, lanjut Slamet, sempat memicu warga setempat untuk ikut-ikutan menambang pasir di sungai comal.

Karena proses penggalian yang serampangan, kata Slamet, akibatnya bronjong pemecah arus yang ada di Dukuh Gebyok, Kelurahan Purworejo menjadi amblas dan bangunanya pun sekarang dalam kondisi miring sehingga sangat mengkhawatirkan keselamatan warga lainya yan berdekatan dengan lokasi.
"Prihatin dan takut terjadi sesuatu, warga pun akhirnya melaporkan kondisi tersebut ke pihak Kecamatan," ujar Slamet.
Selain pengosongan dan penghentian praktik penggalian pasir secara ilegal dilokasi tersebut mulai sekarang terlarang untuk aktifitas penambangan.
"Kami telah perintahkan sekaligus kami tetapkan batas akhir untuk pengosongan lokasi sampai tanggal 10 Maret 2017," ucap Slamet.
Sebelumnya warga Kelurahan Purworejo, Kecamatan Comal mengaku resah adanya praktik penambangan pasir secara liar yang mengakibatkan kerusakan bangunan pemecah arus akibat tergerus oleh penggalian pasir tanpa memperhitungkan dampaknya. Kerusakan jalan paving di daerah setempat juga dikeluhkan warga akibat sering dilewati truk-truk pengangkut pasir yang hilir mudik menyetorkan pasir ke pengepul. Hal tersebut lantas memicu warga untuk melaporkanya ke pemerintah yang langsung direspon oleh Camat Comal dan Kapolsek Comal.


Laporan Kontributor Pemalang : Heru Prabowo
Editor : Achmad Udin
pekalongan-news.com

Soroti Jalur Pantura Yang Rusak, Bupati Pemalang Turun Ke Jalan

February 19, 2017 Add Comment
Prihatin dengan kondisi jalan di jalur pantura terutama yang masuk di wilayah Kabupaten Pemalang, membuat Bupati Pemalang, Junaedi turun ke lapangan untuk melihat langsung sejumlah lobang yang diketahui sering membuat celaka para pengguna jalan.
"Saya minta Camat Comal untuk segera mengambil tindakan menguruk lobang tadi," titah, Junedi saat berada di pertigaan Blandong, Comal, Minggu (19/2/17).
Bupati Junaidi mengatakan, persoalan jalan rusak bukan masalah tanggung jawab siapa, namun faktanya ini ada di depan mata kita, sehingga kita lah yang harus mengambil tindakan untuk mengatasinya sehingga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan harus tetap diutamakan.
Bupati sendiri mengaku miris melihat kondisi jalan yang baru saja ia lihat, sehingga dengan semerta-merta langsung memerintahkan Camat Comal untuk menambalnya.

Selain itu, Bupati juga memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk menangani masalah tersebut, sementara itu Pemkab Pemalang berupaya melakukan koordinasi dengan pihak Bina marga Jateng dan Pemerintah Pusat untuk segera memperbaiki.
"Untuk teman-teman dari Polri juga demikian agar selalu berkordinasi untuk mengatasi persoalan bersama," tuturnya.
Dan untuk para pengguna jalan, lanjut Bupati, saya himbau untuk lebih berhati-hati lagi dalam perjalanan dan sebisa mungkin meningkatkan kewaspadaan.
"Kecelakaan di jalur pantura Pemalang sudah sering, bahkan sampai memakan korban jiwa, jadi saya ingatkan untuk selalu sabar dan tidak terburu-buru menempuh perjalanan," imbuhnya.
Dilain sisi, Bupati meminta agar pihak Bina marga tanggap dan secepatnya melakukan perbaikan jalan agar masyarakat dan pengguna jalan merasa aman.

Tenggat Waktu Habis, Pemkot Tegal Singkirkan Peralatan Berat Milik PT Bumirejo

February 03, 2017 Add Comment
Dianggap tak memiliki itikad baik, alat berat milik PT Bumirejo yang dibiarkan mangkrak akhirnya dieksekusi oleh Pemerintah Kota Tegal. Proses pemindahan peralatan berat dari Kompleks Islamic Centre mendapatkan pengawalan dari Polres Tegal Kota.

Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno mengatakan, proses pengosongan lahan sudah beberapa kali diberitahukan melalui surat. Namun rupanya yang bersangkutan tidak mengindahkan.
"Surat terakhir kita layangkan pada tanggal 26 Januari lalu, namun sampai batas waktu yang ditentukan masih juga tidak diindahkan, maka kita lakukan eksekusi," ucap Walikota, Kamis (2/2/17).
Pengosongan lahan dari gangguan alat berat milik PT Bumirejo yang dibiarkan mangkrak menurut Walikota akan berlangsung hingga pekan depan.

Sedangkan pemilik peralatan berat dalam hal ini pihak PT Bumirejo, diharapkan pemkot masih memiliki itikad baik untuk tetap menyingkirkan peralatanya secara mandiri.
"Kami pindahkan peralatan berat ke sisi selatan bangunan Islamic centre atau di lahan kompleks Terminal bus," ujar walikota.
Nantinya peralatan berat tersebut, kata Walikota, akan kembali disingkirkan sendiri oleh pemiliknya.
"Untuk itu kita pilih lokasinya yang tak terlalu jauh dari tempat semula," terang Walikota.

90 Nelayan Cantrang, Ikuti Pelatihan Dan Pendampingan Penggantian Alat Tangkap

January 29, 2017 Add Comment
Sebanyak 90 nelayan asal Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Batang, Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang mendapatkan pelatihan dan pendampingan penggunaan alat tangkap Bubu, Gill Net pertengahan dan Gill Net permukaan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Tegal, Kamis (26/1/17).
Selain pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan di auditorium BPPP Tegal, nelayan juga mendapatkan bantuan peralatan tangkap dari Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat KKP serta Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN).
Walikota Tegal, Siti Masitha Soeparno mengatakan, dirinya mengaku senang Kota Tegal dijakdikan tempat pelatihan bagi nelayan yang akan melakukan migrasi alat tangkap.
"Semoga pelatihan dan penggantian alat tangkap dari cantrang ke alat tangkap yang diijinkan akan bermanfaat bagi nelayan," ucap Walikota.
Selama enam bulan atau masa transisi yang diberikan Kementrian Kelautan membuat nelayan bisa kembali melaut untuk memenuhi kebutuhan sekaligus bisa melakukan perpindahan alat tangkap yang diberikan oleh KKP.
Sesuai Permen KP No. 2/2015 Pemerintah secara bertahap atau selama enam bulan masa transisi akan menarik dan melarang secara penuh cantrang, arad, dogol dan turunanya.

Sementara itu Kepala BPPP Tegal Mulyoto mengatakan, Indonesia mengalami overfishing yang disebabkan oleh metode penangkapan yang tidak ramah lingkungan.

Untuk itu, kata Mulyoto, perlu adanya regulasi yang mengatur manajemen sumber daya kelautan secara berkelanjutan hingga akhirnya terbit Permen No 02/PERMEN-KP/2015, sebagai wujud pemberantasan IUU Fishing.
"Usai enam bulan penampingan, pemerintah akan mempercepat proses perijinan API pengganti dan memfasilitasinya termasuk merelokasi daerah penangkapan ikan bagi nelayan untuk mendukung proses penggantian alat tangkap selama enam bulan kedepan," paparnya.

Ingin Mengurus Perijinan Mudah Di Kota Tegal, Berikut Informasinya

January 28, 2017 Add Comment
Mengetahui berbagai bentuk perijinan sangat penting bagi siapa saja yang memang akan atau ingin mengurus urusan legalitas yang dibuktikan dengan terbitnya surat ijin. Berikut ini adalah informasi yang perlu diketahui dan pahami bila anda akan mengurus perijinan dan berbagai ragam bentuk ijin sesuai dengan klasifikasinya yang dirangkum dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tegal.

Sedikitnya ada 46 jenis perizinan yang dilayani BP2T Kota Tegal yang beralamat di Jalan Ki Gede Sebayu No.3 Kompleks balai Kota. Izin yang dilayani BP2T meliputi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Gangguan (HO), Izin Pemakaman dan Perabuan Jenazah dan Izin Pemakaian Kos.

Izin lainnya yang berkenaan dengan dunia usaha seperti, Izin Operasi Angkutan Umum, Izin Insidentil Angkutan Umum, Izin Usaha Pariwisata, Izin Usaha Jasa Konstruksi, Izin Pembuatan Tambak, Izin Pengusahaan Tambak, Izin Lembaga Pelatihan Lerja, Izin Bursa Kerja Khusus (BKK) Dan Izin Praktik Bidan.

Lalu ada izin dibidang kesehatan meliputi, Izin Tukang Gigi, Izin Praktek Perawat, Izin Kerja Perawat, Izin Klinik Fisioterapis, Izin Rumah Bersalin Yang Dikelola Dokter Spesialis, Izin Rumah Bersalin yang dikelola selain Dokter Spesialis, Izin Balai Pengobatan atau Klinik yang dikelola oleh Dokter, Izin Balai Pengobatan atau Klinik yang dikelola oleh Perawat, Izin Apotik, Izin Optik, Izin Laboratorium Kesehatan Swasta.

Kemudian izin, rekomendasi atau penetapan yang dikeluarkan oleh BP2T seperti, Izin atau Rekomendasi Pendirian Rumah Sakit, Izin Prinsip, Izin atau Penetapan Lokasi, Izin Prinsip Penanaman Modal, Izin Usaha Penanaman  Modal, Perubahan Surat Ijin Apotik Karena Pergantian Apoteker, Perubahan Izin Apotik Karena Pergantian Nama Apotik, Izin Perdagangan Eceran Obat atau Toko Obat.

Dari sejumlah izin yang dikeluarkan oleh BP2T ada yang dikenakan biaya, retribusi dan gratis. Menurut Kepala BP2T Kota Tegal melalui bagian informasi mengatakan, pengurusan izin yang dikenakan retribusi seperti IMB, HO, Sertifikat Laik Sehat, Pelayanan Izin Trayek dan Izin Pemakaian Tanah.

"Khusus untuk IMB, HO dan Pemakaian Tanah besaran retribusi ditentukan oleh luas tanah, luas bangunan dan lokasi akan mempengaruhi besaran biaya retribusi dan besaran retribusi juga bisa ditentukan saat kami tahu keadaan di lapangan," kata bagian informasi.

Redam Polemik, Sekda Pemalang Minta Maaf

January 28, 2017 Add Comment
Banyaknya kesalahan koordinasi dan informasi yang terjadi selama pelaksanaan peringatan HUT Kabupaten Pemalang ke-442 membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang Budhi Rahardjo angkat bicara.
Sebagai Ketua Panitia, Budhi meminta maaf kepada seluruh khalayak terutama kepada tamu undangan yang hadir maupun yang tak sempat hadir pada saat kegiatan terutama pada pelaksanaan puncak acara yang diisi dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pemalang.
Dalam siaran pers yang dirilis melalui Dinas Komuikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pemalang, Kamis (26/1/17) menyebutkan beberapa kesalahan yang terjadi dan ada beberapa yang harus diluruskan.
"Saya selaku Sekda dan Ketua panitia penyelenggara meminta maaf atas kesalahan serta kekeliruan karena tidak melakukan kroscek terlebih dulu hingga muncul banyak kesalahan," ungkap Budhi tanpa menyebut terperinci.
Budhi mengaku, pihaknya tak menyalahkan sipapaun dan pihak manapun dalam persoalan tersebut, Ia justru mengakui semua murni kesalahan panitia.
Budhi berpesan, pentingnya koordinasi dan komunikasi dalam kegiatan di kemudian hari atau pelaksanaan peringatan HUT Kabupaten Pemalang kedepan semoga tidak lagi terjadi.
Seperti diakui Budhi, permintaan maaf ditujukan kepada adanya kesalahan penulisan informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan hari jadi hingga menimbulkan polemik dan perbincangan publik.
Baca Juga : 

Meriah Peringatan Hut Kabupaten Pemalang Ke-442

"Sebagai itikad baik panitia, kami telah memerintahkan dinas atau kantor terkait untuk memuat permintaan maaf yang ditujukan kepada instansi maupun lembaga yang mengikuti semua prosesi kemarin," terangnya.

Rapat Paripurna Istimewa Warnai Puncak Peringatan HUT Kabupaten Pemalang Ke-442

January 26, 2017 Add Comment
Puncak acara peringatan HUT Kabupaten Pemalang ke-442, DPRD Kabupaten Pemalang menggelar Rapat Paripurna Istimewa dipimpin Ketua DPRD Agus Sukoco Hadinegoro dan dihadiri oleh Bupati Pemalang Junaedi.
Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pemalang, Martono, Forkominda Pemalang, Sekda Pemalang Budhi Raharjo dan seluruh jajaran OPD Pemalang, Ketua DPRD Agus Sukoco meminta seluruh pejabat struktural dan OPD agar fokus kepada tugas dan tanggungjawab untuk membangun Pemalang agar sesuai misi-visi Bupati terpilih.
Agus sUkoco juga berharap, kepada semua unsur  penyelenggara pemerintahan mempunyai komitmen dan integritas yang tinggi untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme.
"Semua itu demi terwujudnya Pemalang Hebat yang berdaulat, berjati diri, mandiri dan sejahtera," ujar Agus dihadapan peserta rapat, Selasa (24/1/17).
Terkait Pungutan liar atau Pungli, kata Agus, dirinya meminta kepada tim Saber Pungli kabupaten Pemalang dapat secara aktif dan efektif  untuk menyapu bersih segala bentuk tindakan pungli yang merugikan dan meresahkan masyarakat.
Untuk meminimalisir  praktek pungli, lanjut Agus, pemerintah harus menyediakan penyelenggaraan pelayanan yang mudah, cepat, tepat, jelas dan transparan kepada masyarakat. 
"Tindakan yang tegas harus dilakukan bagi oknum yang kedapatan melakukan pungli," ucapnya.
Hal lainnya, Agus berpesan, agar City Branding 'Kabupaten Pemalang Pusere Jawa' diharapkan dapat terus digali serta dikembangkan seluruh potensi budaya dan kearifan lokal, potensi pariwisata dan lain-lainnya. 
"Sehingga Kabupaten Pemalang benar-benar diwujudkan menjadi Pemalang yang hebat, sebagaimana tema hari jadi ke 442 kabupaten Pemalang yaitu 'Dengan Spirit Pemalang Pusere Jawa, Mari Bersama Kita Wujudkan Pemalang Hebat'.” ajak Agus.
Sementara itu, Bupati Pemalang, Junaedi menyampaikan pandanganya kalau dalam tahap awal pemerintahanya, penataan OPD menjadi prioritas untuk dapat mewujudkan visi misi.

"Saya mengharapkan dapat dukungan dan peran aktif segenap stakeholder dan dapat bersinergi mewujudkan Kabupaten Pemalang yang Hebat, sebagaimana yang telah dicita-citakan bersama," pungkasnya.

Penjualan Daging Sapi Di Kota Tegal Normal

January 25, 2017 Add Comment
Warga Kota Tegal tidak perlu khawatir mengkonsumsi daging. Baik itu daging sapi maupun daging kambing. Sebab sampai sejauh ini di Kota Tegal tidak ada kasus penyakit Antrax yang disebabkan oleh bakteri Bachiluis Antracis. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tegal melalui Kasi Kesehatan Hewan, Liza Atikah, Rabu (25/1/17).
Liza justru menghimbau masyarakat agar membiasakan diri mengkonsumsi daging yang benar-benar matang agar aman dan terhindar dari bahaya bakteri.
"Kalau daging yang kita konsumsi jelas matang, maka bakteri dengan sendirinya akan mati," ucapnya.
Sementara itu pasca adanya temuan penyakit Antrax yang terdapat pada sapi di Kulon Progo, yogjakarta. Penjualan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Tegal, tidak terlalu berpengaruh. Bahkan cenderung normal.
Seperti disampaikan, Barokah (54 th), pedagang daging yang tetap memilih berjualan pasca adanya informasi sapi yang diduga terserang penyakit Antrax mengaku penjualan daging di lapaknya normal.
"Saya masih menjual daging seharga Rp 120 ribu perkilo untuk daging sapi lokal. Dan harga tersebut tetap sejak empat bulan terakhir," ungkapnya.
Pengakuan yang sama juga didapatkan dari Zuhlia (48 th) pedagang daging yang setiap hari menghabiskan daging sapi jualanya antara 10 hingga 15 kilo perhari.

Zuhlia tidak hanya berjualan daging sapi saja, di lapak daganganya juga tersedia daging kambing. Zuhlia mengaku tidak menyediakan daging sapi impor.
"Daging sapi lokal saya jual Rp 120 ribu perkilo. Kalau dibilang ada dampak tidak juga. Sebab selain sudah ada pelanggan, pembeli daging sapi di lapaknya masih normal," ujarnya.

Meriah Peringatan Hut Kabupaten Pemalang Ke-442

January 25, 2017 Add Comment
Peringatan Hari Jadi ke-442 Kabupaten Pemalang diawali dengan serangkaian kegiatan sebagaimana dalam peringatan tahun sebelumnya. Selain ziarah ke makam leluhur, yakni para Bupati di masa lalu serta ziarah ke petilasan Pangeran Benawa dilanjutkan dengan puncak acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten.

Rangkaian kegiatan sendiri dimulai Selasa pagi 24 Januari 2017 dengan diawali kirab Kereta Kencana dari kompleks Makam Pangeran Benawa di Desa Penggarit Kecamatan Taman menuju Pendopo Kabupaten yang berjarak sekitar 8 Km.

Prosesi ini mendapat sambutan meriah ribuan warga Pemalang, terutama daerah yang dilalui arak-arakan kereta kencana dengan penumpang Bupati Pemalang, Junaidi. 

Ribuan warga membaur berdiri menjajar di sepanjang rute yang dilalui kereta kencana. Sementara ruas jalan yang dilewati rombongan Bupati dimulai dari areal kompleks makam melintasi Jalan Taman Pahlawan lalu Jalan DI Panjaitan, Jalan Gatot Subroto Sirandu, Jalan A Yani, Alun-alun, lalu Jalan Surohadikusumo dan masuk halaman pendopo.

Urutan iring-iringan kereta adalah Pasukan inti Kabupaten berada di depan kereta yang ditumpangi oleh  Bupati. Menyusul kemudian pasukan pengawal kereta kedua yang ditumpangi Wakil Bupati. Berjalan paling depan adalah seorang perwira angkatan perang yang berjulukan Manggalayudha. Semua peserta kirab mengenakan busana Jawa tempo dulu yang didominasi warna hitam.

Setiba di halaman pendopo, peserta iring-iringan pun mengambil tempat di kursi yang telah tersedia. Pun demikian Bupati Pemalang Junaedi dan Wakil Bupati Martono. 

Tepat pukul 11.00 siang, acara lanjutan dimulai, yakni puncak acara : Sidang Paripurna Istimewa. Kegiatan yang bernuansa sakral ini dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekda beserta jajaran OPD, Pimpinan Forkopinda, Anggota DPRD Pemalang dan ratusan undangan lainnya.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-442 mengusung motto yang inspiratif. Yakni, ‘Dengan Spirit Pemalang Pusere Jawa Mari Bersama Kita Wujudkan Pemalang Hebat’. Rangkaian kata-kata penggelora semangat ini terpampang dalam spanduk yang dipasang diatas pintu gerbang masuk Pendopo Kabupaten.

Kabupaten Pemalang memang harus berjuang dengan penuh semangat agar kedepan benar-benar dapat terwujud ‘Pemalang Hebat’.