googlesyndication.com

Rizal Bawazier :Potensi Emas Atlet Wanita Pemalang Bersinar di Turnamen IPPO
Turnamen Sepak Bola Wanita IPPO Woman Exhibition Football, diikuti oleh delapan klub sepakbola wanita dari berbagai kota
Pekalongannews, Kabupaten Pemalang - Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizal Bawazier, meluangkan waktunya untuk mengunjungi turnamen sepakbola wanita yang digelar oleh Ikatan Pemuda Penggiat Olahraga (IPPO) di Desa Wanarata, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

IPPO Woman Exhibition Football, begitulah nama turnamen ini, diikuti oleh delapan klub sepakbola wanita dari berbagai kota, termasuk Wanarata FC, Galanita, all star woman Pegiringan, Bantarbolang FC, Persibu Bulakan, Football Traveler (FT) Purbalingga, Paradista Pekalongan, dan 168 Angel.

Dalam kunjungannya, Rizal Bawazier menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan turnamen ini. Beliau menilai bahwa sepakbola wanita memiliki potensi untuk dikembangkan dan tidak kalah menarik dengan sepakbola versi pria.

"Meski terlihat mainnya lembut, namun ternyata atmosfernya juga tegang. Saya meyakini sepakbola wanita bisa lebih dikembangkan. Pada awalnya saya pikir hanya sedikit yang akan menyaksikan, tapi ternyata antusiasme masyarakat luar biasa. Banyak yang datang menonton," ungkap calon legislatif dari Dapil X Jateng (Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kota/Kabupaten Pekalongan) tersebut.

Rizal Bawazier berharap bahwa melalui turnamen seperti ini, bakal muncul atlet-atlet dari Pemalang yang memiliki potensi untuk berlaga di liga profesional dan mewakili timnas.

Turnamen ini digelar setiap Sabtu dan Minggu, mulai dari tanggal 2 Desember hingga 23 Desember 2023. Selain sebagai ajang kompetisi, IPPO Woman Exhibition Football juga bertujuan sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar klub sepakbola wanita serta mencari bakat-bakat baru yang berpotensi menjadi atlet profesional.

Slamet Heri Setiawan, selaku ketua panitia turnamen, memaparkan bahwa ide penyelenggaraan turnamen ini muncul dari inspirasinya saat menyaksikan perkembangan sepakbola wanita di Batang. "Salah satunya karena sepak bola wanita belakangan ini sedang booming, saya melihat hal ini sangat positif. Sangat minim konflik. Yang terpenting, kita bisa menjalin silaturahmi," katanya.

Slamet menambahkan bahwa meskipun informasi turnamen hanya disosialisasikan melalui media sosial, antusiasme peserta sangat tinggi. Meski awalnya direncanakan melibatkan 16 tim, namun karena keterbatasan biaya, jumlah peserta akhirnya berkurang.

Harapan Slamet adalah agar turnamen ini dapat menjadi agenda tahunan yang dapat menjadi wahana untuk mengembangkan sepakbola wanita di daerah tersebut. "Semoga melalui turnamen ini, kita dapat mencetak atlet-atlet wanita di bidang sepakbola, sebagaimana di daerah lain yang sepakbola wanitanya sudah berkembang dan maju," tuturnya.

Elok Rachmawati, Kepala Desa Wanarata, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia mengakui bahwa dirinya terinspirasi oleh ajang pertandingan sepakbola wanita tersebut.


 
Top