Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Kapolres Batang Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Batang Kunjungi Bayi Penderita Cacat Ganda Sejak Lahir Di RSUD Batang

September 10, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kapolres Batang bersama Ketua Bhayangkari Cabang Batang Puspita Handayani beserta jajarannya terketuk dalam kepedulian dan mengunjungi Faisal Hafish Argani di RSUD Batang tepatnya di ruang perawatan bayi.
Kabupaten Batang 
Merasa prihatin atas Faisal Hafizh Argani, bayi yang masih berumur 40 hari sejak lahir menderita Cacat ganda bawaan lahir (Omphalocele), hal ini membuat Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono bersama Ketua Bhayangkari Cabang Batang Puspita Handayani beserta jajarannya terketuk dalam kepedulian dan mengunjungi Faisal Hafish Argani di RSUD Batang tepatnya di ruang perawatan bayi.

Bayi tersebut menderita cacat lahir dimana usus bayi atau organ perut lainnya berada di luar tubuh karena lubang di daerah pusar. Usus yang hanya ditutupi oleh lapian tipis jaringan dan dapat dengan mudah dilihat.

Di tempat ini, Puspita Handayani wanita cantik itu menggendong ,Faisal Hafizh Argani  Bayi tersebut anak dari Pujianto 35 tahun dan Asiyati, 20 tahun warga Simbang Desa Tulis Kecamatan Tulis Kabupaten Batang.
"Kunjungan kami bersama rombongan sebagai support dan motivasi kepada keluarga agar tetap semangat dan selalu sabar, juga sebagai pengetahuan ibu ibu bhayangkari, sekaligus dalam rangka anjangsana di Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke -65 tahun 2017" kata Kapolres didampingi Ketua Cabang Bhayangkari, Sabtu (9/9/17).
Dalam kesempatan tersebut Ketua Bhayangkari cabang Puspita Handayani turut menyampaikan rasa empatinya sekaligus memberikan bantuan berupa uang untuk pengobatan.
“Kami turut berempati terhadap keluarga pak Pujianto, semoga cepat di berikan kesembuhan,” tuturnya.
Dokter Cipto Waluyo mengatakan," bayi tersebut sudah dilakukan operasi Reposisi 2 kali tetapi gagal dan rencana akan dirujuk ke RS. Karyadi Semarang," kata dokter Cipto Dokkes Polres Batang.

Dokter Tan Evi Susanti, Sp.A mengatakan, hal yang saya sayangkan kenapa hal ini bisa terjadi di Kabupaten Batang.

Mengingat Batang termasuk Kabupaten yang mayoritas masyarakatnya adalah nelayan, karena penyakit ini bisa disebabkan karena kurang nutrisi saat bayi dalam kandungan," jelasnya.

"Terimakasih Pak Kapolres dan Bu Kapolres yang telah peduli kepada kami," kata Asiyati saat menerima bantuan. Asiyati pun terharu saat balita anaknya digendong oleh Puspuita Handayani.

Imunisasi MR di MI Plus Sullam Taufiq Kajen

August 11, 2017 Add Comment
Kabupaten Pekalongan
Dalam memberikan layanan pendidikan, MI Plus Sullam Taufiq Kajen mengedepankan pemenuhan hak kesehatan anak didik. Hal ini mengingat kesehatan dan keselamatan anak didik adalah prioritas dan menjadi perhatian utama. Demikian disampaikan Guru UKS MI Plus Sullam Taufiq, Mardiana di sela-sela imunisasi MR yang dilaksanakan petugas dari Puskesmas Kajen Kamis (10/8) kemarin.
"Untuk tumbuh dan hidup sehat adalah hak setiap anak Indonesia. Sekolah atau Madrasah sudah semestinya memberikan prioritas kesana. Adanya kampanye dan program Imunisasi Measles Rubella yang dilaksanakan  pemerintah selama bulan Agustus dan September 2017 sepenuhnya kami mendukung komitmen kuat Pemerintah dalam mewujudkan eliminasi campak dan mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella (Congenital Rubella Syndrome) di Indonesia pada tahun 2020 " jelasnya.
Lebih lanjut, Dian, panggilan akrab Mardiana menambahkan bahwa ketika anak didik tumbuh sehat, dengan dukungan lingkungan sekolah yang juga sehat, aman, dan nyaman. Maka harapan orangtua agak anak dapat belajar dengan baik akan terwujud.
 “Dari penjelasan petugas kesehatan disampaikan bahwa Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus. Hal ini juga untuk memberikan imunisasi secara tuntas kepada setiap anak. Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan. Kita ingin mewujudkan anak didik yang sehat dan berkualitas di kemudian hari,” ujar Dian"Kami dari Dewan guru MI Plus Sullam Taufiq memastikan bahwa semua anak didik sudah diimunisasi MR sehingga tidak ada yang terlewatkan" pungkasnya.

Maret, Dua Puskesmas Di Kota Pekalongan Buka Hingga Larut Malam

March 05, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Wakil Walikota Pekalongan melaunching Puskesmas Dukuh beroprasi hingga pukul 21.00 WIB
Kota Pekalongan
Mulai bulan Maret 2017, dua Puskesmas yang berada di wilayah Dukuh dan Noyontaan akan beroprasi hingga sampai pukul 21.00 WIB. Kepastian tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto, Kamis (2/3/17) saat menghadiri soft opening program tersebut di Halaman Puskesmas Dukuh, Kota Pekalongan.
"Sebenarnya Walikota meminta dua Puskesmas tersebut buka hingga 24 jam, namun saat ini baru bisa melayani hingga pukul 21.00 saja," ungkap Slamet.
Slamet mengaku, pihaknya kesulitan untuk merekrut dokter yang bisa ditempatkan di kedua Puskesmas yang disiapkan. Kebanyakan dokter yang ada, kata Slamet, sudah banyak tugas bercabang di beberapa tempat.

Sebagian lagi, lanjut Slamet, masih meneruskan pendidikan tingkat lanjutan sehingga agak susah untuk merekrutnya.
"Saat ini baru satu orang dokter yang bisa direkrut untuk bertugas di Puskesmas yang buka sampai malam," terangnya.
Dikatakan Slamet, sepanjang tahun 2017 ini, direncanakan akan ada penambahan empat puskesmas lagi yang akan menyusul dengan memberikan pelayanan hingga larut malam.

Namun karena terkendala sumber daya manusianya, sambung Slamet, rencana tersebut berpotensi tertunda dan hanya dua Puskesmas ini saja yang dianggap paling siap.
"Kami akan lakukan lagi kajian dan evaluasi untuk rencana tersebut. Dua dari empat Puskesmas yang dimaksud adalah Puskesmas Djenggot dan Pusekesmas Tirto," jelas Slamet.
Sementara itu Wakil Walikota Pekalongan, Saelany Maghfud mengingatkan, setelah dibukanya pelayanan Puskesmas hingga malam hari, dirinya meminta kepada petugas yang nanti akan melakukan pelayanan agar selalu ingat tiga hal, senyum, salam dan sapa.

Dirinya tak ingin, pelayanan yang tidak bagus atau buruk menjadi ditinggalkan karena dinilai masyarakat tidak memuaskan.
"Sekali lagi saya ingatkan terutama Kepala Dinasnya untuk terus mengawasi dan memantau kinerja anak buahnya yang ada di dua Pusekasmas tersebut," paparnya.

Benarkah Makan Gorengan Dapat Menyebabkan Kanker

January 15, 2017 1 Comment
Pekalongan News
Gambar ilustrasi Dok Google
Belakangan ini kasus kanker di dunia terus meningkat. Menurut data GLOBOCAN (IARC) pada tahun 2012, tercatat sekitar 8,2 juta kematian di dunia diakibatkan oleh kanker.  Kanker dapat disebabkan oleh faktor  genetik dan faktor luar yang dapat membangkitkan potensi kanker didalam tubuh, seperti pola hidup yang tidak sehat dan akumulasi zat karsinogenik di dalam tubuh. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia yang mana penderitanya meningkat 20 % setiap tahunnya.

Penyakit kanker merupakan penyakit kronis yang perlu dikenali sejak dini. Penyakit ini disebabkan oleh akumulasi dari pola hidup seseorang setiap harinya. Menurut Badan Litbangkes Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 menyebutkan bahwa sekitar 40% dari kematian akibat kanker disebabkan oleh makanan dan gaya hidup yang tidak sehat. Faktor penyebab kematian tersebut dapat dicegah dengan memperhatikan pola makan, rajin berolahraga, menghindari depresi serta menghindari rokok maupun alkohol.

Dewasa ini, masyarakat di negara berkembang pun telah menyadari pentingnya mengonsumsi makanan sehat. mereka meyakini bahwa makanan berlemak memiliki resiko tinggi terhadap bahaya kanker, salah satu contoh makanan yang ditakuti namun disukai di Indonesia adalah gorengan yang menggunakan minyak goreng sebagai penghantar panas, menambah rasa gurih, meningkatkan nilai gizi dan kalori dalam bahan pangan. 

Pada dasarnya makanan yang digoreng (deep fat frying) aman bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Tetapi perlu di perhatikan bahwa minyak goreng yang digunakan harus memenuhi persyaratan standar mutu SNI 01-3741-2002  yaitu memiliki aroma normal (tidak tengik), kadar asam lemak bebas 0,3%, dan cemaran logam yang rendah. Pemakaian minyak goreng sebaiknya disesuaikan dengan keperluan (tidak terlalu banyak), suhu yang digunakan tidak terlalu panas (180oC-220oC), menggunakan minyak 1-2 kali pakai untuk menggoreng bahan yang sama. Maka perlu berhati-hati jika membeli gorengan dipinggir jalan.

Penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang tidak disarankan karena minyak goreng akan mengalami penurunan mutu dan nilai gizi selama proses pengolahan pangan, seperti warna minyak akan berubah menjadi coklat, bau menjadi tengik sehingga gorengan yang dihasilkan pun menjadi berwarna lebih coklat,kurang renyah, bau dan rasa makanan kurang enak, dan  tentunya membahayakan jika dikonsumsi. Selain itu, kadar asam lemak bebas dan lemak jenuh akan meningkat sehingga berpotensi menyebabkan kanker, kontak antara bahan pangan, minyak goreng, dan oksigen dapat membentuk senyawa akrilamida dan radikal bebas yang bersifat karsinogenik. Akan tetapi belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan  yang digoreng dapat menyebabkan kanker. 

Oleh karena itu mengonsumsi makanan sebaiknya beraneka ragam dan membiasakan pola hidup sehat, sehingga dapat mengurangi bahaya kanker karena pada dasarnya semua makanan yang dikonsumsi  berlebihan itu tidaklah baik dan makanan bukan satu-satunya penyebab kanker.

Oleh : Sheina Aulia Rahmanti
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan
Institut Pertanian Bogor



17 PKM RSUD Periode 2015-2017 Dilantik

October 10, 2015 Add Comment
17 PKM RSUD Periode 2015-2017 Dilantik
17 jajaran Pengurus Komite Medik RSUD Bendan dilantik oleh Direktur Umum RSUD Bendan Dr Bambang Prasetyo
Kota Pekalongan
Direktur umum RSUD Bendan, Dr Bambang Prasetyo melantik 17 Pengurus Komite Medik (PKM) RSUD Bendan tahun 2015-2017. Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Pj Walikota Pekalongan di aula RSUD setempat.

Dalam sambutanya Bambang menekankan, agar jajaran pengurus komite medik yang baru dapat melaksanakan tugas dengan memberikan pelayanan kesehatan yang profesional kepada masyarakat.
"Sehingga kebutuhan pelayanan kesehatan terutama pelayanan medis bagi masyarakat terutama pengguna Rumah Sakit ini bisa terpenuhi secara maksimal," katanya.
Hal serupa juga disampaikan oleh ketua PKM terpilih, dr Bahir Ginting yang menyoroti tugas dijajaran yang ia pimpin dituntut profesional mengurusi mutu, kredensial dan etika.

Menurutnya untuk menuju pelayanan yang profesional, pengurus harus memperbaiki mutu dan kualitas dokter yang ada.
"Beberpa poin yang akan kami lakukan diantaranya membenahi keluhan dari masyarakat yang merasa mendapatkan pelayanan yang masih kurang," janjinya.
Kedepan, sambungnya, kita juga akan berusaha melakukan pelayanan yang jauh lebih baik.

Sementara itu, Pj Walikota Pekalongan Prijo Anggoro BR usai menyaksikan pelantikan mengatakan, kesejahteraan masyarakat Kota Pekalongan khususnya di bidang kesehatan ada ditangan dokter semua.
"Beri pelayanan yang bagus dan ramah maka masyarakat akan senang,"  tegasnya.
Dikatakan Prijo, Untuk mencapai kesejahteraan masyarakat khusus nya dibidang kesehatan, Seorang Pemimpin (Komite) di butuhkan manajerial yang baik.
"Sekaligus mempunyai amanat yang diniati sebagai ibadah," jelas Prijo.

8 Ribu Warga Miskin Kota Pekalongan Belum Masuk BPJS Kesehatan

July 09, 2015 1 Comment
8 Ribu Warga Miskin Kota Pekalongan Belum Masuk BPJS Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Dwi Heri Wibawa membagikan Kartu Kepesertaan BPJS Kesehatan di Kelurahan Bendan Kergon, Rabu (8/7/15)
Kota Pekalongan
Kepala Dinas Kesehatan, Dwi Heri Wibawa mengatakan, dari sebanyak 40 ribu warga miskin peserta Jamkesda Kota Pekalongan, baru 32 ribu orang yang bisa diintegrasikan ke BPJS Kesehatan. Artinya masih ada sebanyak 8 ribu warga miskin peserta Jamkesda yang berhak mendapatkan Bantuan Iuran (PBI) dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum bisa tercover Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Karena untuk melakukan proses migrasi dari Jamkesda ke BPPJS Kesehatan, lanjut Dwi, peserta wajib untuk memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) nasional. Dari ketiadaan NIK tersebut, membuat pihaknya kesulitan untuk bisa mengintegrasikan seluruh peserta Jamkesda ke BPJS Kesehatan bersubsidi.
"Karena salah satu syarat utamanya warga harus memiliki NIK nasional, jadi angka 8 ribu orang yang belum tercover BPJS sementara ini belum bisa diproses jadi belum bisa terlaksana karena banyak yang tidak memiliki NIK,"terang Dwi dalam acara pembagian 160 kartu kepesertaan BPJS Kesehatan di Kelurahan Bendan Kergon, Pekalongan Barat, Rabu (8/7/15) kemarin pagi.
Pada akhir tahun ini imbuh dwi, proses peralihan 8 ribu peserta Jamkesda ke BPJS ditargetkan bisa selesai sehingga capaian angka 40 ribu peserta Jamkesda bisa secara keseluruhan dikelola oleh BPJS Kesehatan.
"Jumlah 40 ribu orang yang masuk katagori kurang mampu tersebut nantinya akan dibiayai semua oleh APBD Kota Pekalongan dengan besaran iuran yang ditanggung preminya sebesar 19.250 perbulan dan masuk fasilitas kesehatan kelas 3,"jelasnya.
Lebih lanjut Dwi heri menjelaskan, Kartu BPJS Kesehatan sama fungsinya dengan kartu Jamkesda yang sudah dimiliki Warga.
"Tidak ada perubahan layananya, semua sama. Kartu BPJS juga bisa untuk berobat, hanya saja pengelolaanya dipegang oleh BPJS Kesehatan,"terang Dwi.
Dikatakan Dwi, pemberian kartu kepesertaan BPJS Keshatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang selama ini menjadi peserta Jamkesda.
"Kami dalam kesempatan ini menghimbau kepada masyrakat untuk menukar kan kartu peserta Jamkesdanya ke Dinas kesehatan untuk diintegrasikan ke BPJS tapi dengan catatan terpenuhi semua persya ratanya," tuntasnya.

Peringati Hari Kartin, TP PKK Kota Pekalongan menggelar Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker rahim atau servik di Puskesmas Bendan

April 22, 2015 Add Comment
 Peringati Hari Kartin, TP PKK Kota Pekalongan menggelar Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker rahim atau servik di Puskesmas Bendan
TP PPK Kota Pekalongan kunjungi pasien di hari Kartini
Kota Pekalongan
Memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memberikan ‘ hadiah’ bagi kaum wanita di Kota Batik.  Dimotori Tim Penggerak PKK dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Mereka menggelar Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker rahim atau servik di Puskesmas Bendan, Selasa (21/4/15).

Acara itu sendiri mendapat sambutan antusias dari kaum perempuan terutaa ibu-ibu, yang selama ini kurang memahami kanker rahim atau servik.

Menurut Kepala Dinkes Kota Pekalongan Dwi Heri WIbawa, meski tidak banyak wanita yang dilaporkan menderita penyakit kanker rahin atau servik. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu dikarenakan masyarakat terutama kaum perempuan belum tahu cara melakukan deteksi dini terhadap neyakit tersebut. 

“Kasus kanker servik memang tidak banyak di Kota Pekalongan, namun kali ini kami menggelar gerakan pencegahan atau deteksi dini melalui Iva tes di Puskesmas karena caranya cukup mudah dan tidak harus menggunakan tekhnologi yang sulit,” katanya.

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Pekalongan yang juga Ketua DPRD Balgis Diab saat melakukan pantauan di Puskesmas Bendan apa yang dilakukan ini adalah untuk melindungi kaum perempuan dari kanker rahim atau servik. 

“Acara ini dilakukan untuk mendukung kesehatan kaum perempuan di Kota Pekalongan,” tegasnya.
 
Ditambahkan oleh Balgis, kegiatan deteksi dini ini tidak hanya berhenti sampai disini. 

“Jika sampai terdeteksi ada ibu – ibu atau kau perempuan yang menderita kanker rahim atau servik ini maka kami akan menindak lanjutinya dengan memeriksakan yang bersangkutan ke dokter internis dan mendapatkan penanganan semestinya sampai sembuh,” janjinya.

Disperindag Pati Bantah Garam Produksinya Mengandung Kaporit

March 23, 2015 Add Comment
Disperindag Pati Bantah Garam Produksinya Mengandung Kaporit
surat tugas yang dibawa oleh Sukardi untuk klarifikasi
Kota Pekalongan
Setelah beberapa waktu lalu sempat marak menjadi pemberitaan di beberapa media Pekalongan terkait isu adanya garam yang diduga mengandung kaporit membuat para pengusaha garam di Kabupaten Pati menjadi terkena imbasnya. Hal tersebut membuat Disperindakop Kabupaten Pati melakukan langkah tindakan klarifikasi guna menepis dan meluruskan munculnya isu yang belum pasti kebenaranya karena Pati merupakan salah satu produsen garam terbesar.

" Dalam proses pembuatan garam ada tahap pembakaran entah buru-buru atau lainya garam yang masih agak panas dikemas sehingga aromanya terkurung dalam pembungkus sehingga ketika dibuka oleh konsumen  tercium aroma seperti kaporit karena pada suhu tertentu kandungan yodium yang terbakar menimbulkan aroma mirip kaporit." papar Sukardi, Staf Seksi Industri Kimia Argo dan Hasil Hutan, Bidang perindustrian, Disperindag Kabupaten Pati, ketika ditemui di Ruang kerja Kabid Perdagangan, Disperindagkop Kota Pekalongan, Senin (23/3/15).

Dijelaskan Sukardi garam yang di bakar dalam oven merupakan garam yang sudah dicampur dengan kalium yodat atau yodium, tahapan pembakaran itu dilakukan sebelum di kemas.

 " selain itu juga dilakukan proses pencucian dalam pembuatan garam, dalam proses pencucian biasanya bahan baku garam akan hilang atau susut hingga 15 sampai 20 persen, dengan kondisi merugi dari hilangnya garam tadi mana mungkin menambahi kaporit yang berarti akan keluar ongkos tambahan," ungkapnya,

 Sukardi yang datang didampingi oleh salah satu pengusaha garam asal Pati tersebut menuturkan, untuk memastikan apakah benar bahwa garam tersebut mengandungb kaporit, pihaknya sudah membawa sampel garam untuk dites di tiga lembaga yang memiliki kompetensi seperti BPOM, Sucofindo dan Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, hasilnya ketiga lembaga tersebut mengaku tidak mempunyai kompetensi dalam melakukan pengujian kandungan kaporit dalam garam.

" tidak ada yang bisa menguji kandungan kaporit dalam garam, Sucofindo bisa melakukanya akan tetapi sebatas mengetes kaporit sebagai produk bukan setelah bercampur atau kandunganya dalam garam." ucapnya.
 
Sebenarnya ada ahlinya, imbuh Sukardi, sayang dia tidak bisa hadir ke Kota Pekalongan karena sakit menurut yang ahli tadi, yodium dan kaporit memiliki unsur yang sama. Sehingga keberadaan kaporit dalam garam dapat membuat kandungan yodium tidak stabil, begitu juga sebaliknya kandungan yodium yang cukup dalam garam dipastikan membuat kandungan kaporit tidak akan stabil.

Sukardi berharap, media yang memuat berita adanya dugaan garam berkaporit dapat mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya.

" banyak para pengusaha garam di Pati tidak bisa tidur setelah muncul pemberitaan tersebut, mungkin dampak ekonomis belum terjadi akan tetapi sudah ada pengusaha yang diancam lewat SMS kalau truknya masuk kesebuah wilayah akan dirusak." ujarnya,

Basyir: Kalau Bisa 10 Persen Pengobatan Di RSUD Bendan Adalah Jamu

February 26, 2015 Add Comment
Basyir: Kalau Bisa 10 Persen Pengobatan Di RSUD Bendan Adalah Jamu
Walikota beri dukungan terhadap obat tradisional
Kota Pekalongan
Jamu adalah warisan budaya Nusantara dan wujud kecerdasan serta kearifan lokal masyarakat Indonesia. Selain berperan dalam upaya keehatan untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan, jamu juga masih memiliki berbagai fungsi. Seperti untuk kebugaran dan kecantikan.  Karenanya jamu patut terus dilestarikan dan dikembangkan.  Demikian disampaikan Indah Yuning Prapti, dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Tanaman Obat dan Obat tradisonoal, Jawa Tengah sat menjadi pembicara pada Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kota Pekalongan 2015, di Ruang Amarta (25/2).

Menurut Indah Yuning Prapti selama ini jamu sudah terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup manusia Indoensia. Selain itu juga meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. 

“ Dengan terus melestarikan jamu maka hal itu akan mendorong kemanadirian di bidang kesehatan dan mengurangi pembiayaan kesehatan,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Indah Yuning dalam pemanfaatan jamu ini pemerintah juga sudah memberikan aturan formalnya. Yakni dengan PP 103 tahun 2014 tentang pelayanan kesehatan tradisional komplementer. 

“Dengan peraturan tersebut pemerintah berarti akan membangun pelayanan kesehatan tradisional yang bersinergi dengan pelayanan konvensional,” tambahnya.

Sementara itu Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad saat memberikan sambutan pada acara tersebut menegaskan pentingnya pemanfaatan jamu dalam pengobatan. 

“Kedepan kalau bisa pengobatan di RS Bendan 10 persen diantaranya menggunakan obat-obatan tradisional atau jamu ini,” ujar Basyir. 





(MC/|diskominfo/AN Takari)

Hadapi DBD, PMI Siapkan Stok Darah

February 03, 2015 Add Comment

 Hadapi DBD, PMI Siapkan Stok Darah
PMI Kota Pekalongan
Kota Pekalongan
Guna menghadapi peningkatan angka penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di sejumlah Rumah Sakit (RS) di Kota Pekalongan, PMI Kota Pekalongan siap dengan stok darah dan trombosit  yang cukup.

Dari pantuan, sejumlah RS di Kota Pekalongan masih merawat sejumlah pasien DBD. Pasien berasal dari Kota-kota yang berada di sekitar Kota Pekalongan seperti Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang.

Disampailan Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Pekalongan Ani Rahayu yang ditemui di kantornya Jalan veteran, Selasa (3/2/15). Bahwa saat ini memang kebutuhan warga akan trombosit memang tinggi. Terutama  bagi penderita DBD yang memang meningkat.

"Peningkatan itu sudah mulai terlihat sejak Bulan Desember sampai dengan Januari ini,” katanya.

Semenjak Bulan Desember 2014 lalu kebutuhan trombosit mencapai 60 kantong. Hal tetsebut berarti menga lami peningkatan sekitar 20 persen dari bulan-bulan sebelumnya.

Terkait stok darah, Ani Rahayu juga menyatakan masih dalam titik aman.Total saat ini masih tersedia 343 kantong darah. Dengan perincian Golongan darah A 132 kantong, B 109 kantong, O 96 kantong dan AB 6 kantong.

 "Darah tersebut kami dapatkan dari para pendonor sukarela, baik yang datang langsung maupun kerjasama dengan pihak lain," terang Ani.

Salah satunya kegiatan donor darah yang digelar atas kerjasama dengan pihak RS Karomah Holistic, bebera pa waktu kemarin. Turut membantu stok darah yang cukup untuk PMI.

Pengelola RS tersebut, Madran ungkapkan pihaknya memang rutin gelar donor darah.

 "Kegiatan donor darah, selain untuk melatih karyawan untuk beramal dan peduli sesama juga untuk memban tu PMI sediakan stok darah,"  tetang dia.

Dalam kegiatan donor yang digelar setiap 3 bulan sekali tersebut selain mengajak seluruh karyawan juga waga sekitar. Baik pemerintahanb maupun pihak swasta yang peduli sesama.

Stok Darah dan Trombosit DI PMI Kota Pekalongan Aman

February 03, 2015 Add Comment

Stok Darah dan Trombosit DI PMI Kota Pekalongan Aman
PMI Kota Pekalongan
Kota Pekalongan
Menghadapi peningkatan angka penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di sejumlah Rumah Sakit (RS) di Kota Pekalongan, stok darah dan trombosit di PMI Kota Pekalongan dinyatakan cukup dan aman.

Hal itu disampaikan Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Pekalongan Ani Rahayu yang ditemui wartawan di kantornya Jalan veteran, Selasa (3/2/15).

Menurut Ani, saat ini kebutuhan warga terhadap trombosit yang dibutuhkan oleh penderita DBD memang meningkat.

 “Peningkatan itu sudah mulai terlihat sejak Bulan Desember sampai dengan Januari kemarin,” katanya.

Semenjak Bulan Desember lalu kebutuhan trombosit mencapai 60 kantong.

“ Itu berarti mengalami peningkatan sekitar 20 persen dari bulan-bulan sebelumnya,” tegasnya.

Terkait stok darah, Ani Rahayu juga menyatakan masih dalam titik aman. Total saat ini masih tersedia 343 kantong darah. Dengan perincian Golongan darah A 132 kantong, B 109 kantong, O 96 kantong dan AB 6 kantong.

“Darah tersebut kami dapatkan dari para pendonor sukarela,” tandasnya lagi.

Saat ini sejumlah RS di Kota Pekalongan masih merawat sejumlah pasien DBD. Kebanyakan mereka berasal dari Kota-kota yang berada di sekitar Kota Pekalongan seperti Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang.

(MC/Diskominfo/AN Takari)

Maghfiroh, Balita Penderita Tumor Otak Butuh Uluran Tangan

January 30, 2015 Add Comment

Maghfiroh, Balita Penderita Tumor Otak Butuh Uluran Tangan
Maghfiroh, Balita Penderita Tumor

Kabupaten Pekalongan
Seorang Bocah usia 5 Tahun putri pasangan Zunan Purnomo (44 th) dan Nur Alfiana (40 th) warga Rt 03 Rw 01 Desa Gondang, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah diketahui mengidap penyakit tumor  otak sejak lahir. Putri ketiga dari pasangan penjual krupuk dan buruh konveksi ini juga menderita kelumpuhan pada kedua kaki dan tanganya, praktis aktivitas sehari-hari balita yang bernama Maghfiroh ini sangat mengandalkan orangtua dan kakaknya.

Menurut keterangan Ibundanya, Maghfiroh sehari-harinya harus dipangku olehnya atau kakaknya, sebab kalau tidak, bisa dipastikan Maghfiroh akan rewel.

" saya baru bisa istirahat kalau Maghfiroh tertidur atau kakaknya giliran memangku, kondisi anak saya yang selalu kesakitan seperti itu menyulitkan saya untuk membantu ekonomi keluarga karena Maghfiroh tak bisa lepas dari gendonganya." tuturnya.

Tidak hanya itu saja penyakit tumor otak yang diderita Balita bungsu dari tiga bersaudara ini juga mempri hatinkan, tidak saja menyerang kepalanya namun juga menyerang wajah dan terus menggerogoti tanpa ada penanganan berarti.

" Pernah saya periksakan ke Rumah Sakit bahkan pernah sekali dioperasi tiga tahun lalu namun kini kambuh lagi bahkan lebih parah dari yang terdahulu." ujarnya.

Keluarganya Berharap ada pihak-pihak yang mau peduli dan mengulurkan tanganya membantu kesembuhan putrinya,

" saya sudah upayakan kesembuhan anak saya, tapi keterbatasan ekonomi dan biaya, pengobatan putri saya tidak tuntas hingga akhirnya jadi seperti ini." ungkapnya sambil memperlihatkan wajah depan putrinya yang nampak berlobang di sana-sini seperti di gerogoti sesuatu.


Dampak ekonomi dari usaha kesembuhan Maghfiroh yang diupayakan keluarga kurang mampu ini membuat Inayah, putri pertama dari keluarga tersebut harus berhenti sekolah hanya tamat SMP saja, Inayah sekarang turut membantu sang Ibunda merawat adik bungsunya.

Sementara Zunan Purnomo sebagai kepala keluarga mengungkapkan, penghasilanya sebagai penjual kerupuk dan buruh konveksi sangat minim, sehingga Ia kesulitan untuk melanjutkan proses penyembuhan buah hatinya tersebut.


" sebenarnya kami memiliki jamkesmas namun biaya yang di tanggung kurang, untuk periksa dan transportasi juga tambahan obat yang ditebus sangat mahal, kami tidak mampu lagi, akhirnya kami rawat dirumah sendiri." akunya pasrah.

Mengenali Mitos Angin Duduk

January 03, 2015 Add Comment

Menenali Mitos Angin Duduk
Angin Duduk

Pekalongan-news
Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut Hanya dalam 15 menit sampai 30 menit, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal.Padahal, penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja.
Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru penyakit jantung yang akrab disebut angin duduk. Ternyata, penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA).

Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.

Jadi kata Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat darurat jantung.
Ingat!!!. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit.

Gejalanya:
Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti:

  •  Rasa ditekan
  •  Rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati.
  •  Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.

Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.

Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi).

Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :


  •  Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol  tinggi.
  • sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
  • Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus.
  • Infeksi pada pembuluh darah. Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung.

Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut angina.Namun kata Teguh,hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA) dengan serangan jantung koroner (SJK) (infark miokard).

Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan. Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat.

“SSJKA ini memang mendadak.Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa nyeri pertama kali dirasakan”.Kata Teguh.
Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angin ini. Soalnya penderita sebelum terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi satu- satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supply oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium antagonis.

Di tempat terpisah, ahli jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso Karo-Karo MPH, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan lambat menangani pasien. Untuk itu ia menyarankan agar penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi.

Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang di cari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).

BLUD Maksimalkan Pelayanan DINKES

December 15, 2014 Add Comment
Dok
KOTA PEKALONGAN- 
Tahun ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota pekalongan berhasil meluncurkan terobosan baru dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, yaitu dengan menggunakan sistem BLUD pada puskesmas di Kota pekalongan. Selama peluncurannya tersebut mampu meningkatakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala dinkes Kota Pekalongan, Dr Dwi Heri Widdodo saat dikonfirmasi baru-baru ini mengatakan bahwa selama hampir setahun pelaksanaan pukesmas BLUD di kota pekalongan, pelayanan kesehatan berhasil di tingkatkan, sebagai bukti, dr Heri menyebutkan bahwa kini Kota Pekalongan telah mempunyai Puskesmas rawat inap.

"BLUD puskesmas adalah program unggulan kami pada tahun ini, dengan adanya BLUD ini dapat di katakan bahwa palayanan kesehatan di puskesmas terbilang tebih baik, hal ini karena sekarang puskesmas lebih fleksibel dalam menjalankan tugasnya,"jelasnya.

Dr Dwi Heri menjelaskan lebih lanjut. Jika dulu pemerintah melakukan moratorium CPNS, sehingga puskesmas mengalami kekekurangan tenaga pelayanan, kini dengan BLUD puskesmas kmemungkinkan untuk melakukan rekrutmen tenaga pelayanan di puskesmas untuk meningkatkan pelayanan,

"Sebelum BLUD di berlakukan, kami sudah membangun 2 puskesm,as induk dan dua puskesmas rawat inap, namun tidak bisa dijalankan secara maksimal, sekarang semua berubah, bahkan sekarang pemerintah memprogramkan agar setiap kecamatan mempunyai 1 puskesmas rawat inap,"bebernya.

dalam bidang obat, sekarang juga lebih baik, jika dulu untuk anggaran obat harus melewati tender terlebih dahulu sehaingga realisasinya agak lama, kni dengan BLUD puskesmas tidak perlu menunggu tender untuk belaanja obat emergensi.

"Saat ini ada 14 puskesmas di Kota pekalongan, dengan satu menegemen BLUD. Semiga di tahun depan kinerja yang sudah baik ini bisa ditingkatkan menjadi lebih baik," tandasnya.


Septiana Dewi Selesaikan Operasi Tahap Pertama

December 05, 2014 Add Comment
Kota Pekalongan-
Sesuai rencana akhirnya Septiana Dewi, balita yang menderita penyakit Hydromacolli akhirnya menjalani operasi pengangkatan benjolan di wajah yang selama ini menyiksa anak dari pasangan Dimyati dengan Umiyati. Tim dokter yang terdiri dari 10 dokter ahli di bidang masing-masing melaksanakan operasi yang tergolong beresiko tinggi selama lebih dari 8 jam di ruang bedah sentral Rumah Sakit Kariadi Semarang, Selasa (2/12/14).

Ayahanda Septiana Dewi yang di hubungi via telepon mengatakan, putrinya setelah menjalani berbagai tahapan yang di syaratkan oleh  tim dokter masuk ruang operasi skitar pukul 09.30 pagi.

" dewi di bawa masuk meja operasi oleh tim dokter hari Selasa, sekitar pukul 09.30 dan keluar dari ruang operasi pukul 17.30 dan langsung masuk ruang
 perawatan pasca operasi dan Alhamdulillah operasi berjalan lancar.'' tutur Dimyati.
Menurut Dimyati tim dokter yang di pimpin oleh Dokter bedah Handoyo dalam menangani operasi terhadap Dewi melibatkan 10 orang dokter ahli anak yang Ia tahu diantaranya,  Dokter ahli THT, Onkologi,  Psikologi anak, bedah anak, bedah saraf, bedah ortopedi,  Anastesi, oftalmologi,  bedah saraf, bedah maksilofasial.

" karena menurut keterangan dokter Handoyo opersi yang di laksanakan terhadap Dewi tergolong sulit sehingga melibatkan banyak dokter ahli lainya.'' lanjutnya.
Pasca operasi kondisi  Dewi tergolek lemah dengan wajah penuh jahitan di bungkus perban. kondisinya mendapat pantauan 24 jam dari Rumah Sakit Karyadi Semarang. butuh waktu lumayan lama untuk memulihkan trauma pasca operasi karena balita 2,5 tahun tersebut mengalami pembengkakan di bagian luka sayat yang menurut keterangan keluarga belum ada tanda-tanda kempis bahkan sering mengeluarkan cairan kotor dari lubang hidung.
" pembengkakan di wajah Dewi belum terlihat mengempis sejak selesai di operasi walaupun di luka bekas jahitan sudah agak mengering dan dari hidung nya sering keluar cairan.'' katanya.
Dimyati mengaku dirinya hanya bisa menunggui sampai Dewi di perbolehkan pulang dan rencanaya akan masih di suruh kontrol bolak balik Pekalongan Semarang.

" informasi yang di berikan pihak Rumah Sakit operasi yang di jalani Dewi di lakukan secara bertahap sebab terlalu beresiko kalau jaringan yang di angkat terlalu banyak bisa menimbulkan lobang  di pipi kirinya." ungkapnya.

Sambil menunggu kesembuhan Dewi, lanjut Dimyati, dirinya di suruh mengamati perkembangan keadaan Dewi dan di suruh langsung melaporkan apabila ada hal yang mencurigakan pada jaringan pipi Dewi.

" pihak Rumah Sakit menyuruh membawa kembali Dewi ke Semarang kalau di temukan benjolan atau jaringan tumbuh di pipi Dewi dan langsung akan melakukan tindakan medis lanjutan."

Sementara Umiyati ibunda Dewi ketika di minta untuk menceritakan keadaan saat ini setelah di operasi dan apa yang tampak dari kondisinya saat ini via  telepon kepada pekalongan-news menuturkan,

" semangat Dewi sungguh luar biasa mas, saya kasihan melihatnya satu sisi ingin melihat kesembuhan dewi namun di sisi lain harus melihat kondisi dewi yang seperti itu saya tidak tahu apa yang di rasakannya, walaupun telah sadar dan sudah bisa berinteraksi dengan kami akan tetapi Dewi tidak begitu rewel dan merepotkan, kami menjaganyapun tidak terlalu di sulitkan hanya saja saya iba melihatnya, asupan makanan dan minuman di salurkan lewat hidung sementara saya mempunyai kebiasaan memberikan susu setiap saat ia minta." jelasnya mengakhiri.

Seperti di beritakan sebelumnya, Septiana Dewi putri pasangan Dimyati dan Umiyati asal Kelurahan Kramat Sari Kota Pekalongan menderita penyakit yang menyebabkan pembengkakan berupa benjolan yang terus membesar hingga jaringan wajah sebelah kiri Dewi menggelambir menggantung meng ganggu aktivitas sehari-hari balita yang orang tuanya kini kos di Salam Manis Kelurahan Panjang Baru Pekalongan Utara. Dan setelah mengalami proses yang lama dan berbelit akhirnya Dewi pun  bisa di operasi.


Kebutuhan Kantong Darah Di Kota Pekalongan Masih Aman

December 02, 2014 Add Comment

Kota Pekalongan-
PMI Kota Pekalongan Rata-rata mengeluarkan seribuan lebih kantong darah bagi pasien, baik untuk bank darah rumah sakit, maupun permintaan perorangan melalui rumah sakit.“Untuk bulan Oktober saja total sudah ada 1157 kantong darah dikeluarkan,” ucap Petugas Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) pada PMI kota Pekalongan, Erna Sukadiyah saat ditemui di kantornya.
“Bulan Oktober kami mengeluarkaan 1157 kantong darah, yang sebagaian besar adalah golongan darah O. Walaupun jumlah donor bulan tersebut hanya mencapai 1132 pendonor namun, sisanya bisa terpenuhi dengan sisa darah bulan sebelumnya. Untuk bulan November kami belum mendatanya, namun secara keseluruhan stoknya aman,”jelasnya.
Setiap bulan, PMI bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarkan kegiatan donor darah, bulan Oktober PMI melakukan 21 kali kegiatan donor, dan kebanyakan yang ikut donor adalah masyarakat usia antara 20 hingga 35 tahun.
“Kadang kami yang berinisiatif melakukan kegiatan donor dengan menggandengan sekolah atau instanti lain. Terkadang juga kami dipanggil, hal itu biasanya kalau untuk acara ulang tahun suatu organisasi atau ada acara bakti sosial,”imbuhnya.
Sedangkan untuk satu kantong darah yang sudah siap ditranfusikan dibebankan biaya Rp360 ribu, namun Erna menjelaskan bahwa biaya Rp360 ribu perkantong bukanlah biaya untuk beli darah, namun untuk mengganti proses pengolahan darah yang dilakukan oleh PMI. Sebab, darah sebelum diserahkan kepada pasien harus dicek terlebih dahulu melalui beberapa tahapan, sehingga darah yang nantinya masuk ke pasien itu sudah terbebas dari penyakit.
“Kami di PMI Kota Pekalongan sudah ada beberapa alat untuk mengolah darah donor. Sehingga biaya yang dibayarkan itu bukan untuk membeli darah, namun untuk menganti biaya pengolahan darah. Oleh karena kami menyebut biaya tersebut sebagai biaya pengantian permintaan darah,” jelasnya.

Dua Balita Kota Pekalongan Terjangkit HIV/Aids

December 01, 2014 Add Comment
Kota Pekalongan-
Tahun ini penderita Aids di Kota Pekalongan mangalami peningkatan dari pada tahun kemarin. Data dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan tahun ini ada 27 penderita, dimana 2 diantaranya adalah balita akibat tertular dari ibunya. Angka ini lebih tinggi dari tahun kemarin yang hanya mencapai angka 24 penderita.

Kabid P2P-PL pada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr Tuti Widayanti mengatakan peningkatan penderita aids yang terjadi bisa dikarenakan dua kemungkinan, yang pertama adalah pada pendataan tahun lalu, tiga penderita tersebut belum terdata dan baru terdata tahun ini. Atau memang pasien tersebut mulai terjangkit gejala Aids tahun ini.

"Kebanyak pasien yang terdeteksi Aids di Kota Pekalongan itu terdeteksi saat sudah ada penyakit penyertanya, padahal proses dari awal HIV hingga Aids dan kena penyakit penyerta itu memerlukan waktu hingga 10 tahun. sehingga orang yang bandelnya sekarang mungkin baru akan merasakan dampaknya 10 tahun yang akan datang. Seperti kasus di Kota Pekalongan Dari 27 penderita itu, 4 diantaranya masih HIV sedangkan sisanya sudah AIDs,"jelasnya, Senin (1/12/14).
Untuk itu, agar masyarakat terutama anak-anak muda mengetahui bahaya dan bagaimana penularan HIV Aids maka Dinas Kesehatan masih terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa dengan membentuk kelompok remaja.

"Kami masih terus melakukan sosialisai kepada masyarakat, namun sosialisasi HIV/Aids itu harus dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, jika ada acara di sekolah atau kampus kami selipkan untuk sosialisasi HIV/Aids, begitupun saat ada sosialisasi di masyarakat, kami juga berikan sisipan untuk mensosilisasikan HIV/Aids,"bebernya.

Melalui momentum hari Aids, lanjut Tuti, pihak Dinas Kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, terutama anak-anak muda agar lebih mempertebal keimanan sehingga bisa membentengi diri dari pergaulan sex bebas yang bisa menyebabkan HIV/Aids.