Showing posts with label Lintas Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Lintas Peristiwa. Show all posts

Kapolres Batang, Polwan Harus Bisa Mengukir Prestasi Yang Membanggakan Bagi Institusi Polri

September 15, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kapolres mengingatkan agar para Polisi Wanita menjauhi narkoba dan mentaati norma agama, susila, masyarakat dan hukum
Kabupaten Batang
Kapolres Batang Polda Jawa Tengah AKBP Juli Agung Pramono, menegaskan kembali pentingnya peran polisi wanita dalam institusi Polri. Bahkan Juli Agung berharap ke depannya, peran Polwan bisa lebih maksimal dilapangan. Karena mereka dicetak di pendidikan bukan hanya untuk melakukan kegiatan wanita saja akan tetapi sama seperti polisi laki-laki.
"Polwan harus bisa mengukir prestasi dan bekerja keras dengan talenta talenta yang sudah ada tinggal diasah dan jangan kalah sama polisi laki laki (Polki)," kata Kapolres saat menghadiri hari Ulang Tahun Polwan ke 69 di Resto Kampung Kalisalak Batang, Kamis (14/9/17).
Dalam kesempatan itu, Kapolres yang hadir beserta istri, Puspita Juli Agung Pramono juga mengatakan untuk mencapai itu semua diharapkan polwan harus menjadi tauladan bagi masyarakat dan bekerja dengan penuh tanggungjawab.
"Terapkan pola hidup sederhana dan hindari gaya hidup hedonis/bermewah serta gunakan media sosial dengan baik," jelas Kapolres.
Selain itu, Kapolres mengingatkan agar para Polisi Wanita menjauhi narkoba dan mentaati norma agama, susila, masyarakat dan hukum.
"Racun Narkoba tidak akan hilang sendiri kalau tanpa penanganan medis. Narkoba merupakan musuh bersama jadi harus dilawan bersama sama, karena narkoba akan merusak segalanya," tegasnya.
Ia menambahkan, "saya berharap kedepan Polwan Polres Batang tidak ada cerita negatif namun segudang torehan prestasi yang membanggakan bagi institusi Polri," imbuhnya.
Dalam syukuran Hari Ulang Tahun Polwan tersebut, Kapolres Batang di dampingi istri menyerahkan potongan tumpeng kepada Aiptu Nurani yang berdinas 35 tahun beserta Polwan termuda Bripda Lulu Faradits.

Polres Batang Gelar Kordinasi Criminal Justice System Dengan Jaksa Dan Hakim

September 13, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Polres Batang Polda Jawa Tengah menggelar Rapat koordinasi Criminal Justice System (CJS) antara penyidik Polri dan PPNS dengan Jaksa dan Hakim di Rupatama Mapolres Batang
Kabupaten Batang
Dalam upayanya mengatasi persoalan yang timbul di dalam masyarakat, Polres Batang Polda Jawa Tengah menggelar Rapat koordinasi Criminal Justice System (CJS) antara penyidik Polri dan PPNS dengan Jaksa dan Hakim di Rupatama Mapolres Batang, Selasa (12/9/17).

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, S.H., S.I.K., M.Hum mengatakan bahwa Polri harus siap dan jeli dalam menghadapi segala persoalan di masyarakat agar tidak menimbulkan sebuah gejolak. Sebagai ujung tombak atau terdepan untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, sinergitas kebersamaan ini harus selalu di jaga dan di bina dengan baik. 
"Jangan sampai kristal-kristal kecil yang  mengganjal menjadi penghambat, akibatnya hubungan menjadi renggang dan ini harus harus secepatnya diantisipasi. Karena dalam pelayanan kepada masyarakat pada penegakan hukum harus memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat," kata Kapolres.
Ia juga mengatakan dalam penegakan hukum, Polres tidak bisa berjalan sendiri melainkan perlu adanya koordinasi dengan kejaksaan negeri dan pengadilan.
"Polres, kejari, dan pengadilan negeri merupakan satu paket dalam penegakan hukum. Kami bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan setelah itu berkas perkara dikirim ke kejari untuk dilakukan penelitian dan selanjutnya setelah dinyatakan berkas lengkap kemudian disidangkan," jelasnya.
Menurut Kapolres, sekecil apa pun persoalan yang timbul pada masyarakat, polisi harus mampu mengantisipasi sebagai upaya menjaga ketertiban dan kondusifitas di wilayah.
Ia menambahkan, dalam menyelesaikan persoalan yang timbul pada masyarakat, polisi juga harus mengedepankan barang bukti yang ada.
"Sekecil apa pun bentuk barang bukti akan membantu kita dalam menyelesaikan persoalan atau masalah. Dengan barang bukti itu, kita bisa melangkah pada tindakan selanjutnya," tukasnya.
Kami berharap dengan kegiatan ini bersama-sama bisa mendapatkan solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan," imbuh  AKBP Juli Agung Pramono.
Turut hadir dalam rapat Wakapolres Batang Kompol Hendri Yulianto, S.I.K., M.H., Kasatpol pp dan anggota, Kepala kejaksaan yang di wakili, Ketua pengadilan, para kabag, kasat, kasie, kanit dan  anggota Polres Batang.

Bupati, Menginginkan Kota Batang Menjadi Kota Asri Hijau

September 10, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Bupati Batang Wihaji saat membuka festival hijau kotaku yang berlangsung di Alun – Alun Batang
Kabupaten Batang 
Bupati Batang Wihaji mengatakan secara tegas akan menjaga wilayah – wilayah terbuka hijau untuk tidak bisa di ganggu gugat, selain untuk menjaga lingkungan juga agar tetap asri sejuk rindang dan adem, karena kedepan kita juga menginginkan Batang bisa menjadi kota hijau.

Hal tersebut di sampaikan Wihaji, setelah membuka festival hijau kotaku yang berlangsung di Alun – Alun Batang, Minggu (10/9/17). 
“ Ruang terbuka hijau untuk menjaga lingkungan khususnya di Kota Batang karena sebagian Kota Batang suasana panas, maka Gerakan Batang hijau akan kita dukung dan support karena kedepan lingkungan itu penting bagi kelangsungan hidup,” kata Wihaji 
Bupati menjelaskan, apalagi gerakan Batang Hijau ini muncul dari komunitas pegiat pecinta lingkungan dan pecinta hijau kotaku yang menginginkan Batang menjadi kota yang bersih, Asri, rindang dan hijau, Pemerintah melalui Badan lingkungan hidup juga sudah melakukan berbagai penghijauan baik di pesisir pantai hingga ke pegunungan maupun di lingkungan instansi, sekolah dan pemukiman penduduk di Batang. 
“Kami juga mendukung kegiatan FKH ( Forum Komunitas Kota Hijau ) yang akan membuat Taman Abirawa yang tahun depan akan kita realisasikan, taman tersebut sebagai ikon taman hijau di Kecamatan Batang," kata Wihaji 
Ia juga menuturkan, akan memperbanyak ruang terbuka hijau dengan memanfaatkan lahan tandus atau lahan yang tak terpakai untuk di manfaatkan oleh komunitas FKH dengan di Tanami berbagai macam tanaman.
“ FKH ini sangat luar biasa mereka tanam sendiri tanpa ada biaya dari pemerintah mereka tetap menanam, pemerintah daerah sementara ini hanya mendorong agar komunitas ini bisa melakukan kegiatan penghijauan,“ katanya.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Joko Tetuko mengatakan, Festival Batang Hijau salah satu upaya untuk mewujudkan Batang kota hijau ke depan, karena ini juga merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Batang yang telah menyampaikan kepada Kementrian PU PR ( Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ) yang akan menunjukan Batang sebagai Kota Hijau.
“ Untuk Tahun ini kita mulai melakukan aksi hijau dengan menggelar lomba desa dan kelurahan bersih sehat, lomba aksi bersih pantai, kemah pecinta lingkungan dan jambore pecinta alam,” katanya.

Menjadikan Batang sebagai kota hijau tidak bisa di lakukan oleh pemerintah daerah saja, tapi perlu dukungan dan kerjasama semua lapisan masyarakat, komunitas pecinta lingkungan dan LSM yang bersama – sama guyub rukun melakukan penghijauan dan mencintai lingkungannya dengan budaya hidup bersih.
“Menjadikan Batang kota hijau merupakan pekerjaan yang tidak ada kata selesai karena butuh proses dan budaya, yang diharapkan budaya menanam serta hidup bersih harus terus di lestarikan, tujuan kita tercapai menjadikan Batang Kota Hijau,” jelasnya.

Menurutnya, bahwa luasan lahan hijau di Batang masih di atas 30% dan secara undang – undang kita masih berlebih dan ini akan kita pertahankan, serta antisipasi alihfungsi lahan yang kita kawatirkan yang akan berakibat Banjir, kekurangan air di musim kemarau.
“ Kita akan berusaha terus menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman, pemeliharaan, menyimpan air dengan membuat sumur resapan lubang biopori, serat akan menambahkan ruang terbuka hijau," tuturnya.
Turut menghadiri Kapolres Batang  AKBP Juli Agung Pramono yang diwakili oleh Kasubbagdalops Polres Batang Kompol Suwandi, Kasdim 0736 Batang Mayor Raji.

Sejumlah personel Polsek Batang Kota Polres Batang dibantu anggota Sat Sabhara mengamankan jalanya kegiatan tersebut.

Masyarakat Batang Menggelar Doa Bersama dan Penggalangan Dana Untuk Keselamatan Muslim Rokhingya Myanmar

September 09, 2017 Add Comment
Kabupaten Batang 
Dalam rangka Empati terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi terhadap etnis Rohingya di Myanmar, jajaran Forkompinda Batang dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) bersama seluruh elemen masyarakat  menggelar Doa Bersama dan Penggalangan Dana Masyarakat Batang dan OPD se-Kabupaten Batang Untuk Keselamatan Muslim Rokhingya Myanmar bertempat di Pendopo Kabupaten Batang.


Hadir dalam kegiatan Bupati Batang, H. Wihaji, beserta istri, Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono, beserta Anggota, Wakil Bupati Batang, Suyono, Beserta istri, Kasdim 0736/Batang, Mayor Inf. Raji, Beserta anggota, Wakapolres Batang, Kompol Hendri Yulianto,Ketua MUI Batang, KH. Abdul Faqih, Plt. Kepala Kemenag Batang, Sugiedi, Kepala OPD se-Kab. Batang, Camat se-Kab. Batang, Tokoh Pemuda Kab. Batang, Ormas Kabupaten Batang, Toga, Tomas Kab. Batang, FKUB Kab. Batang, Masyarakat Kabupaten Batang.


Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono, dalam sambutan mengatakan, sesuai dengan tupoksi Polri yaitu Harkamtibmas, saya berterimakasih kepada Bapak Bupati Batang beserta jajaranya dan seluruh elemen masyarakat karena telah diselenggarakan acara ini.
"Saya berterimakasih kepada Forkopimda karena telah diselenggarakan acara ini sehingga sehingga kita dapat mendoakan masyarakat Rohingnya dan kita tidak perlu melakukan perjalanan dan menyampaikan aspirasi kita menuju Magelang di Candi Borobudur," kata kapolres Batang.
Menurut Kapolres, bahwa Ia sudah menggerakkan Babinkamtibmas dibantu oleh Babinsa untuk mengingatkan pada masyarakat desa untuk tidak perlu menuju Magelang. Yang diantisipasi dapat memicu gesekan antar umat beragama karena candi Borobudur merupakan tempat ibadah.
"Harapannya acara ini dapat membantu masyarakat Rokhingya dapat terbebaskan dan kita akan menggalang dana untuk saudara-saudara kita di sana,"jelas Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono.
Bupati Batang, H. Wihaji, dalam sambutan mengatakan acara di sini karena adanya tragedi bencana masyarakat tetangga negara kita tepatnya di Rokhingya sehingga pada sore ini kita mengadakan acara doa bersama dan penggalangan dana.
"Acara ini di selenggarakan karena saya mengantisipasi tidak terjadi adanya kekerasan di daerah Batang yang tersebar melalui internet atau media soaial yang dapat dilihat oleh masyarakat," kata Bupati.
Ini merupakan sikap kita dalam menyikapi tragedi masyarakat di Rohingya dan bentuk rasa solidaritas kita pada masyarakat negara tetangga kita.
"Harapannya doa bersama ini dapat menjadikan harapan dan sikap kita sehingga kita terjauh dari provokasi dan kontra produktif sehingga masyarakat Batang aman," jelasnya..
Bupati menambahkan, selain kita berdoa juga akan dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk mereka-mereka yang berhak menerima di Rohingya Myanmar," imbuhnya..

Dalam acara diisi dengan do'a bersama oleh tokoh agama secara berurutan mulai dari agama Budha, Kristen Protestan, Hindu, kristen Katolik, Islam. Dari acara penggalangan dana terkumpul dana sebesar Rp. 21.782.000,-.

Polres Batang Siaga 1 Guna Mengantisipasi Aksi Damai Bela Rohingnya

September 07, 2017 Add Comment


Pekalongan News
Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono memimpin Apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan aksi damai solidaritas muslim Rohingnya di halaman Mapolres Batang
Kabupaten Batang
Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono memimpin Apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan aksi damai solidaritas muslim Rohingnya di halaman Mapolres Batang, Kamis (7/9/17).

Kegiatan dihadiri Analis kebijakan Bag Ops Polres Batang AKBP Sumbaryono, Wakapolres Batang Kompol Henri Yulianto, para Kabag, Kasat dan Kapolsek jajaran.

Dalam sambutanya Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono memberikan apresiasi kepada seluruh anggota yang secara arif dan bijak melaksanakan perintah pimpinan menyikapi aksi bela rohingnya yakni dengan cepat mengambil langkah terjun ke masyarakat untuk memberikan informasi, pemahaman dan imbauanya tentang fakta sebenarnya tragedi konflik kemanusiaan terhadap muslim rohingnya.
"Saya ucapkan terimakasih, melalui kebersamaan dan soliditas bersama semua elemen masyarakat mampu mengelola kondusifitas kamtibmas di Batang terkait solidaritas muslim rohingya yang akan berencana ke Candi Borobudur," kata Kapolres.
Menurut Kapolres, walaupun kegiatan akan dilaksanakan di Borobudur Magelang namun Polres Batang dan Polres di jajaran Polda Jawa Tengah sesuai perintah pimpinan akan melaksanakan siaga 1.
"Kita lakukan penyekatan di sejumlah titik yang ada di wilayah hukum Polres Batang terutama diperbatasan dengan Kendal untuk mengantisipasi pengerahan massa," jelas AKBP Juli Agung Pramono.
Saya berharap agar anggota melaksanakan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab serta sikap kedewasaan dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif serta humanis.
"Saya rasa dalam pengamanan setiap anggota tidak merupakan hal baru, oleh karena itu saya minta para perwira yang menjadi pengendali dilapangan bisa menjadi teladan dan tumbuhkan kedewasaan serta bertanggungjawab," tegasnya.
Kapolres menambahkan bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Kepolisian harus berperan aktif dalam memberikan informasi sekecil apapun dan merangkul masyarakat di Desa binaanya.
"Berikan input maupun output informasi pada kesatuan, dan berikan imbauan kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan berita berita yang tidak benar/hoax yang akan menyesatkan dan merugikan baik diri sendiri maupun orang lain, sehingga tercipta kondusifitas kamtibmas yang aman dan nyaman di Batang ini," imbuh Kapolres.
Dalam kesempatan tersebut Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono didampingi para Pejabat Utama Polres Batang melakukan pengecekan kesiapsigaan anggota dan ranmor dinas yang akan digunakan dalam pengamanan.

Kapolres Batang Mengimbau Pada Seluruh Masyarakat Dan Umat Beragama Untuk Tidak Melakukan Aksi Di Candi Borobudur

September 06, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Rasa empati dan solidaritas atas tragedi konflik kemanusiaan terhadap Rohingnya di Rakhine, Myanmar di wujudkan dengan pernyataan sikap bersama FKUB, Forkopimda, MUI, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat dan Ormas se-Kabupaten Batang bertempat di Rupatama Mapolres Batang
Kabupaten Batang 
Rasa empati dan solidaritas atas tragedi konflik kemanusiaan terhadap Rohingnya di Rakhine, Myanmar di wujudkan dengan pernyataan sikap bersama FKUB, Forkopimda, MUI, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat dan Ormas se-Kabupaten Batang bertempat di Rupatama Mapolres Batang, Selasa ( 5/9/17 ).

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, mengatakan kegiatan ini sebagai wujud suport dan reaksi yang cepat kita warga Batang atas kejadian di Rohingya Myanmar, sekaligus untuk menyikapi adanya rencana Aksi Bela Rohingya di Candi Borobudur yang dikhawatirkan apabila tetap dilaksanakan dapat mengganggu aktifitas keagamaan disana.
"Atas perintah pimpinan yaitu kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Drs. Condro Kirono,yang isinya menghimbau kepada seluruh warga Jawa Tengah termasuk warga Batang, kegiatan hari Jum'at dilarang di Candi Borobudur. Pelarangan itu sesuai aturan aksi unjuk rasa tidak dibolehkan di tempat ibadah. Karena Candi Borobudur bukan hanya sebagai lokasi obyek wisata namun juga tempat ibadah bagi umat Budha dan juga menjadi aset nasional yang menjadi keajaiban dunia/ cagar budaya dunia dari UNESCO yang dilindungi PBB (organisasi Pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB)," kata Kapolres.
Menurut Kapolres Batang apabila ada niatan seperti itu di khawatirkan akan membahayakan kerukunan umat beragama yang sudah terjalin dengan baik selama ini, bisa jadi disana ada intrik intrik atau provokasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab yang akan menyebabkan kerugian di internal kita sendiri yaitu masyarakat di Indonesia, khususnya Jawa Tengah dan masyarakat Kabupaten Batang.
"Apabila akan memberikan bantuan minimal dengan berdoa ditempat/rumah masing masing atau umat muslim di Masjid/Mushola,Jika akan memberikan bantuan secara materiil bisa dilakukan berjenjang melalui kelompok masing masing kita kumpulkan terpusat melalui Pemda Batang yang nantinya akan disalurkan ke Kementrian luar negeri agar tepat sasaran bagi muslim Rohingnya Myanmar," jelasnya. 
Kapolres menegaskan, sudah ada pernyataan bersama dan akan ditindaklanjuti dengan maklumat bersama , untuk mengimbau pada seluruh masyarakat dan umat beragama untuk tidak melakukan aksi di Candi Borobudur. Selain itu akan ada do'a bersama lintas agama pada Kamis (7/9) di Pendopo kabupaten Batang.
"Kami berharap pernyataan sikap bersama sebagai wujud nyata kita menjaga kerukunan umat beragama selama ini yang baik dan harmonis tidak ada riak riak gelombang yang dimanfaatkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," tandasnya.
Ia menambahkan rasa solidaritas saudara muslim yang di Myanmar, kita bisa tampilkan dengan membantu doa agar masalah disana cepat selesai dan materiil itu salah satu wujud nyata bantuan kepada saudara kita yang kesusahan," imbuhnya.

Bupati Batang yang diwakili oleh Asisten I Drs. Retno Dwi mengatakan sebagai bentuk ilustrasi toleransi di negara kita, pada waktu saya berkunjung ke NTT dalam rangka kerja sama tata pemerintahan tepatnya di Kab. Ngada yang mayoritas beragama Nasrani dan Islam sebagai agama minoritas. Dikota itu hanya terdapar 1 Masjid dan dalam diskusi dengan Imam Masjid dan ternyata dari sejarah berdirinya Masjid ternyata dari wakaf tanah maupun biaya pembangunannya dilakukan oleh saudara kita yang beraga Nasrani. Bahkan Bupatinya yang beragama Kristen dalam Pilkada ternyata didukung oleh PKB dan PPP Itu menunjukan bahwa toleransi dinegara kita sangat luar biasa dan minoritas- mayoritas itu adalah hal yang biasa di negara kita.
Jika melihat dari informasi di media pemberitaan menyikapi kejadian di Rohingya Myanmar, pemerintah RI melalui Menlu telah melakukan langkah diplomatis dan juga sudah mengirimkan bantuan-bantuan untuk korban konflik Rohingnya.
"Oleh karena ini jika kita boleh menyarankan dalam kesempatan ini kita mendorong dan memberikan dukungan kepada pemerintah untuk melaksanakan upaya-upaya diplomasi, sedangkan untuk kita warga Batang mari berdoa bersama, mengumpulkan bantuan yang disalurkan melalui lembaga yang ada, hal tersebut lebih baik,tertata, santun dan efektif daripada kita melaksanakan aksi pengerahan massa," katanya. 
Ia menambahkan, Kami akan menyiapkan pendopo sebagai lokasi penyampaian aspirasi tanpa mengerahkan massa yang dapat mengganggu kepentingan orang lain dan kegiatan lain yang dapat mengganggu toleransi umat beragama di negara kita, dan kalau menghimpun materiil akan kita salurkan melalui lembaga pemerintah (Kemenlu) lebih tepat sasaran nantinya" jelasnya.

Forkopimda, FKUB, MUI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan ormas se Kab Batang akan melaksanakan do'a dan maklumat bersama, kamis (7/9) untuk mengimbau warga masyarakat Batang untuk tidak melakukan unjuk rasa ke magelang di Pendopo kabupaten Batang," imbuhnya.

Ketua MUI Kab. Batang KH. A. Faqih mengatakan setiap agama itu memiliki aturan, jadi minoritas-mayoritas hendaknya saling menghormati dan jangan saling menyinggung. Dari mulai saya keliling di jawa maupun beberapa propinsi lainnya setiap kejadian konflik yang berkaitan dengan agama pasti didahului oleh ketersinggungan. Beruntungnya kita di Indonesia ini sudah terbiasa tumbuh dengan toleransi.
"Maka kejadian di Rohingnya Myanmar hendaknya kita sikapi dengan sabar, mari kita doakan agar pemimpin mereka sadar namun tidak perlu mendatangi aksi-aksi pengumpulan massa yang dikhawatirkan menimbulkan banyak mudhorotnya," tuturnya. 
Sikap kita di Kabupaten Batang saya menghimbau untuk berdoa bersama serta menyumbangkan apa yang kita miliki untuk membantu meringankan korban konflik Rohingya, sampaikan aspirasi melalui lembaga yang ada sehingga kehidupan antar umat beragama di Kab. Batang tetap kondusif. Saya menyampaikan pesan dari MUI Jateng untuk menjaga dan meredam gejolak atas kejadian di Rohingya sehingga mari kita jaga bersama-sama.

Wakil Ketua FKUB Batang yang disampaikan oleh KH. A. Baedhowi Ali memberikan apresiasi kepada Kapolres Batang beserta jajaranya yang telah memfasilitasi kegiatan ini.
"Terimakasih pak kapolres yang telah memfasilitasi acara ini, Alhamdulillah selama ini kerukunan umat beragama di Batang berjalan baik," katanya. 
Perlu diketahui bahwa negara kita ini terdiri dari beribu-ribu pulau, suku, ras dan terdiri dari 6 agama serta keyakinan yang berbeda. Namun alhamdulillah perbedaan yang ada tersebut tidak membuat kita terpecah-pecah dan di Indonesia perbedaan itu merupakan rahmat bagi kita, karena sejatinya kita memang diciptakan Allah Tuhan Yang Maha Pencipta dengan berbeda-beda.
"Bagaimana seharusnya kita menyikapi adanya konflik di Rohingya antara agama Budha dan Islam padahal sejatinya kekerasan tersebut merupakan pelanggaran ajaran-ajaran agama," jelasnya.
Menurutnya, jangan terpancing dan justru pengerahan massa ke Borobudur tidak jelas apa tujuanya dan belum tentu akan menyelesaikan masalah, saya khawatir malah akan dimanfaatkan pihak pihak tertentu yang akan memecah belah kerukunan umat beragama yang sudah berjalan baik selama ini.
"Mari kita menjaga perbedaan ini atau yang biasa kita sebut toleransi sehingga kerukunan dan keamanan di negara kita tetap terjamin dan salurkan aspirasi pada jalurnya," jelasnya. 
Dalam menyikapi konflik di Rohingya Myanmar tentu kita tidak berdiam diri mari kita bantu materiil semampu kita adapun jalur diplomasi sudah dilaksanakan oleh pemerintah RI dengan mengirimkan langsung menteri luar negeri, mari kita doakan semoga langkah yang diambil pemerintah RI membuahkan hasil terbaik bagi saudara kita di Rohingya," pungkasnya.