Showing posts with label Lintas Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Lintas Peristiwa. Show all posts

Pemkab Batang Menggelar Sosialisasi Pemindahan Pedagang Pasar Batang Sementara Ke Pasar Baru

November 21, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Pemkab Batang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) mengelar sosialisasi pemindahan pedagang Pasar Batang Sementara (PBS) di Jalan Dr Wahidin ke Pasar yang baru di Jalan Jenderal Sudirman.
Kabupaten Batang 
Pemkab Batang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) mengelar sosialisasi pemindahan pedagang Pasar Batang Sementara (PBS) di Jalan Dr Wahidin ke Pasar yang baru di Jalan Jenderal Sudirman. Sosialisasi tersebut berlangsung di Gedung Pramuka, Senin (14/11/17).

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, sosialisasi pedagang pasar di laksanakan selama lima hari, dan untuk hari pertama ini dikhususkan untuk pedagang pakaian atau konveksi yang nantinya akan menempati kios – kios yang berada di bawah.
''Sosialisasi ini agar pedagang bisa menempati kios – kios secara tertib dan tidak ada permasalahan baik sesama pedagang ataupun dengan pemerintah terkait penempatanya,'' kata Wakil Bupati.

Pasar baru akan segera di tempati oleh pedagang yang rencana pindahnya akhir bulan Desember, untuk tahapan sosialisasi sangat penting, karena pedagang juga harus tahu bahwa kios ini di berikan secara gratis, atau tidak bayar, hanya saja ada hak dan kewajiban pedagang dalam ikut merawat dan pungutan retribusi. 
''Ini diberikan secara gratis alias tidak membayar, namun tetap dipungut retribusi yang merupakan bagian dari hak dan kewajiban pedagang dan sosialisasi ini juga akan menjelaskan undian kios yang akan di laksanakan 4 Desember, dan pedagang pasar mulai pindah akhir desember,'' terang Suyono.
Ia juga menjelaskan bahwa pemindahan pedagang pasar, pemerintah daerah akan memfasilitasi pemindahan dengan berkoordinasi dan bekerjasama dengan pedagang pasar, dan akan ada rangkaian acara selamatan pemindahan dengan pengajian umum.
''Karena pasar sudah di resmikan oleh Bupati Lama sehingga pemindahan pasar hanya selamatan saja dengan menggelar pengajian umum,'' jelas Suyono.
Wabup juga berharap dengan pasar yang semi modern ini agar semua pedagang sadar untuk menjaga kebersihan dan membayar retribusi peraturan yang ada dan selalu mengindahkan dan menaati Perda, hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian Kabupaten Batang.
''Pasar di bangun murni oleh Pemda dari hasil pajak masyarakat Kabupaten Batang melalui APBD dengan total biaya Rp. 86 milyar, untuk itu kami harap ada ketaan pembayaran retribusi dan ada peningkatan yang saat ini realisasi pendapatan 95%, harus ada kesadaran pedagang,'' tutur Wakil Bupati Batang.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi kabupaten Batang mengatakan, sosialisasi pemindahan pasar akan dilakukan selama lima hari berturut-turut dengan mengundang pedagang secara bergiliran, sosialisasi tersebut akan dimulai hari Senin, 20 November dan akan berakhir pada hari Jum'at 24 November 2017.
''Hari pertama akan kita undang pedagang yang menempati kios dan pakaian yang menempati kios di bawah," terang Isnanto.
Isnanto menegaskan, pedagang Pasar yang akan diundang untuk mengikuti sosialisasi hanya yang telah terdaftar dan terverifikasi di database Disperindagkop. Dan untuk hari ini kita mengundang 456 pedagang kusus untuk pedagang pakaian dan pemilik kios yang berada di lantai bawah.
''Secara teknis tempat- tempat atau kios sudah dikondisikan sebelumnya, jadi kita lebih pada substansi hak dan kewajiban sebagai pedagang bagaimana kebersihanya, retribusinya,'' kata Isnanto.
Sejumlah personel Polsek Batang Kota Polres Batang mengamankan jalannya kegiatan tersebut.

Kakorpolairud Meninjau Langsung Lokasi Rencana Pembangunan Pusdik Polairud Di Ujungnegoro Batang

November 21, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kakorpolairud Baharkam Polri  melakukan pengecekan lokasi tanah milik Polairud di Desa Ujungnegoro Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang
Kabupaten Batang - Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol. . Chairul Noor Alamsyah, melakukan pengecekan lokasi tanah milik Polairud di Desa Ujungnegoro Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, Minggu, (19/11/17).

Kedatangan Kakorpolairud Irjen Pol. M. Chairul Noor Alamsyah, menggunakan Helikopter Polri dan mendarat di lapangan Dracik Kelurahan Proyonanggan Selatan Kec./Kab. Batang disambut oleh Kasubdit Waserkan Ditpolairud Polda Jateng AKBP Budi Wijayanto, Wakapolres Batang Kompol Hendri Yulianto, Kabagops, Kasatpolairud, Kasatintelkam, dan Iptu Sumarno dari Ditpolairud Polda Jateng.

Sebelum menuju ke lokasi,Kakorpolairud singgah sebentar ke Polres Batang menerima paparan singkat Kasatpolairud Polres Batang AKP Basuki Budi Santoso perihal kepemilikan tanah Korpolairud tersebut.

Pada saat Kunjungan kerja itu, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen. Pol. Drs. M. Chairul Noor Alamsyah meninjau langsung ke Lokasi dan berbincang dengan Camat Kandeman Supardi.
Ia mengharapkan agar luas tanah 134.100 Meter Persegi diukur kembali serta batas - batas luas tanah untuk dipasang patok beton dan disekelilingnya diberi pagar kawat.
"Diharapkan untuk memasang papan kepemilikan tanah kurang lebih 4 titik yang semula hanya 1 titik," kata Kakorpolairud.
Disamping itu, Kakorpolairud meninjau serta mengukur lokasi jarak bibir pantai yang strategis hingga ke tengah pantai dengan perkiraan apabila akan dibangun Mako Korpolairud Baharkam Mabes Polri di wilayah Ds. Ujungnegoro Kec. Kandeman Kab. Batang Propinsi Jawa Tengah.
"Jarak batas sandar Kapal dengan bibir pantai cukup standar untuk nantinya dibangun Pusdik Polairud Mabes Polri," jelas Kakorpolairud.

Kasat Lantas Polres Batang : Faktor Terjadinya kecelakaan Karena Lalai Dalam Mengemudikan Kendaraan.

November 21, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kasat Lantas Polres Batang AKP Muhammad Adiel Aristo menyerahkan pin keselamatan berlalu lintas kepada perwakilan siswa sekolah
Batang - Kasat Lantas Polres Batang AKP Muhammad Adiel Aristo mengatakan salah satu faktor terjadinya kecelakaan yakni kelalaian dalam mengemudikan kendaraan. Adapun yang sering mengalami kejadian tersebut sebagian besar dari kalangan pelajar atau siswa sekolah. Makanya ketika menjadi pembina upacara bendera di SMK Ma'arif NU Tulis, dia berpesan kepada para siswa supaya selalu mematuhi dan tertib berlalu lintas.
''Siswa harus bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri,'' tandas dia, tadi pagi.
Dengan menerapkan sistem seperti itu, maka ketika berkendaraan di jalan raya akan selalu mentaati semua aturan yang berlaku. Misalnya, meski tidak ada petugas lalu lintas yang berjaga, tetap mengenakan helm pengaman saat berkendaraan. Kemudian apabila belum memiliki SIM, tanpa diperintah siapapun tak akan berkendaraan hingga ke jalan raya.

Aristo menyadari, para pelajar ini memang masih labil emosinya sehingga ketika ada yang ngebut, menjadi terpancing dan ikut-ikutan melajukan motornya dengan kencang. Hal ini jangan sampai terjadi karena bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Apalagi jika arus lalu lintasnya ramai, sangat rawan terjadinya kecelakaan.

Makanya saat upacara bendera, dia menyerahkan pin keselamatan berlalu lintas kepada perwakilan siswa sekolah. Harapannya, dengan mengenakan pin tersebut mereka akan selalu teringat bahwa 
dirinya menjadi salah satu bagian dari pelopor keselamatan dalam berlalu lintas. Di samping itu 
bakal membudayakan disiplin dan mematuhi semua rambu-rambu yang ada di jalan raya.
''Kalau bisa menerapkan semuanya, berarti para siswa ini juga bakal selalu menghormati sesama pemakai jalan,'' katanya.
Selanjutnya dijelaskan, penerapan siswa harus jadi polisi bagi dirinya sendiri bukan hanya berlaku dalam tertib berlalu lintas. Namun juga bisa difungsikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terhindar dari semua bentuk tindak kejahatan. Misalnya ketika di lingkungannya ada yang mengonsumsi miras maupun jenis narkoba lainnya, sebisa mungkin menghindarinya.

Bahkan kalau memang sangat membahayakan lingkungannya, bisa melapor ke petugas keamanan setempat. Dengan demikian, mereka juga ikut membantu program jajaran kepolisian terkait ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Aplikasi E- Sakti Menjadi Jawaban Program Visi Dan Misi Bupati Batang

November 17, 2017 Add Comment


Pekalongan News
Aplikasi E- Sakti menjadi sebuah jawaban program visi dan misi Bupati Batang Wihaji dan Suyono untuk santuni orang miskin yang meninggal dunia
Kabupaten Batang 
Aplikasi E- Sakti menjadi sebuah jawaban program visi dan misi Bupati Batang Wihaji dan Suyono untuk santuni orang miskin yang meninggal dunia, kegiatan launching aplikasi tersebut bertempat di Pendopo Kantor Bupati setempat, Jumat (17/11/17).

Bupati Batang Wihaji mengatakan, e-Santunan Kematian atau yang sering di sebut e-Sakti sebagai jawaban program visi misi kami terkait dengan santunan kematian untuk warga miskin.
"Sejak mulai tanggal 25 Oktober 2017, keluarga miskin yang meninggal dunia di berikan santunan sebesar 1 juta rupiah," kata Wihaji.
Ia juga mengatakan bahwa santunan e sakti ini sudah kita anggarkan pada anggaran perubahan mencapai 2 milyar untuk tahun 2017.
"Anggaran 2 milyar sebagai antisipasi untuk 1 hari terdapat 20 orang meninggal," jelas Wihaji
Adapun yang mendapatkan santunan yaitu warga yang sudah terdaftar pada BDT (Basis Data Terpadu), dan yang belum masuk pada BDT nantinya dapat melalui TIM pendataan sesuai dengan kriteria atap, lantai dinding dinding rumah yang tidak permanen.
"Bayi yang meninggal dunia tetap dapat santunan jika dalam KK tersebut termasuk dalam golongan keluarga miskin," tutur Wihaji
Bupati juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mempercepat pencairan santunan dan tim dari Dinas Sosial untuk dapat membantu pendataan keluarga miskin yang belum terdaftar pada data.
"Harapan saya dengan adanya e-Sakti ini dapat membantu keluarga miskin di Kabupaten Batang," kata Bupati.
Ia menambahkan, persoalan narkoba diharapkan para kepala desa persuasif untuk mengawasi, karena narkoba sudah masuk ke desa, imbuhnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Sugiatmo mengatakan, sebelum diadakan launching e-Sakti dinas kami telah diadakan pelatihan secara teknis kepada kepala desa mengenai e-Sakti selama tiga hari.
"Karena ini merupakan hal baru, sehingga harus ada pelatihan secara teknis sebagai operator aplikasi bagi aparatur desa dan kelurahan," kata Sugiatmo.
Bersama Kominfo pemda Batang, Humas Polres Batang Polda Jawa Tengah turut melakukan Liputan kegiatan tersebut.

1958 Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Pada Gelaran Operasi Zebra Candi 2017

November 15, 2017 Add Comment
Gelaran Operasi Zebra Candi 2017 yang berlangsung selama empat belas hari oleh Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Batang, telah berakhir pada Selasa (14/11) kemarin. Dalam operasi Zebra tersebut, petugas berhasil menjaring 1958 pelanggar lalu lintas.

Hal itu disampaikan Kasatlantas Polres Batang , AKP M Adiel Aristo, tercatat dari data yang ada jenis pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara beraneka ragam. Namun didominiasi oleh masalah surat menyurat kendaraan.
"Cukup beragam pelanggarannya, seperti tidak mengenakan helm, kaca spion, lampu sen/weser, sabuk pengaman, knalpot racing, lampu rotator/sirine, bentor dan lain sebagainya. Namun yang paling banyak tidak melengkapi administrasi kendaraan. Karena terhitung ada sebanyak 1371 pelanggar," kata AKP Adiel Aristo, Rabu (15/11).
Kasatlantas menjelaskan, dari total 1958 pelanggaran, anggotanya telah menilang berbagai jenis pelanggaran, seperti pelangaran STNK sebanyak 1.527, SIM 224, dan pelanggaran sepeda motor lainnya 207.
“Sedangkan pelanggaran surat menyurat ada 1.371 orang, pelanggaran potensi macet sebanyak 230, potensi kecelakaan ada 357, serta pelanggaran berupa teguran sebanyak 676 pengendara,” tambahnya.
Lanjutnya, setelah Operasi Zebra Candi 2017 ini akan dilakukan evaluasi mengenai pelaksanaannya. Sehingga, pada pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2017 mendatang masyarakat sudah mulai sadar dan tertib berlalulintas.

Ia berharap ada kesadaran masyarakat dalam berkendara di jalan setelah operasi Zebra ini. Ketika masyarakat telah disiplin berkendara, maka kami yakin dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, utamanya di Batang," tandasnya.

Mengantisipasi Peredaraan Narkoba, Polsek Bandar Melaksanakan Sosialisasi Pada Pelajar di SMPN 2 Bandar

November 15, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Mengantisipasi maraknya peredaraan narkoba di kalangan pelajar, Polsek Bandar Polres Batang  melaksanakan sosialisasi bahaya dan pencegahan narkoba bertempat di SMPN 2 Bandar
Kabupaten Batang - Untuk Mengantisipasi maraknya peredaraan narkoba di kalangan pelajar, Polsek Bandar Polres Batang  melaksanakan sosialisasi bahaya dan pencegahan narkoba bertempat di SMPN 2 Bandar, Selasa (14/11).

Didepan ratusan siswa siswi kelas IX SMPN 2, Kanit Binmas Polsek Bandar Polres Batang Aiptu H. Sumarwoto memberikan materi tentang faktor faktor penyebab penyalahgunaan narkoba serta narkoba dari sisi agama.
"Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan, karena merusak diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang untuk itu diharamkan," katanya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Sidayu menyampaikan materi tentang ciri dan bentuk dari Narkoba maupun obat-obat berbahaya lainnya (Dextro, heximer, dll), serta akibat hukum dari penyalahgunaan Narkoba.
"Jauhi dan jangan pernah terlibat narkoba karena dapat terjerat dengan hukum," jelasnya.