Showing posts with label Pemkot. Show all posts
Showing posts with label Pemkot. Show all posts

Masuk 4 Besar Kota Pekalongan Terima KIP Award Jateng 2016

December 08, 2016 Add Comment
Kepala Diskominfo Kota Pekalongan Sri Budi Santoso mewakili pemerintah Kota Pekalongan menerima pengharagaan KIP Award Jateng 2016 di Wisma Perdamaian Semarang
Kota Pekalongan
Komisi Informasi Publik Jawa Tengah (KIP Jateng) memberikan penghargaan kepada Kota Pekalongan setelah meraih peringkat ke-4 dalam kategori Tata Kelola Informasi Publik. 
Kemenangan tersebut didapat setelah melalaui beberapa tahapan seperti mengisi kuisoner, survai dan verifikasi faktual serta pemaparan beberapa pelayanan keterbukaan informasi kepada publik. Didampingi Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid, Kepala Diskominfo Kota Pekalongan Sri Budi Santoso mengatakan hal tersebut saat menerima pengumuman KIP Award 2016 di Wisma Perdamaian Semarang, lusa lalu.
Sri Budi Santoso, mengatakan, saat di verifikasi Kota Pekalongan hanya masuk 6 besar diantara Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah.
"Namun setelah diakhir penilaian  akhirnya masuk 4 besar terbaik se Jawa Tengah," jelas Sri Budi.
Penilaian KIP Award seperti disampaikan Ketua Komisioner KIP Jateng, Rahmulyo Adiwibowo disebutkan bahwa peserta yang dinilai sebanyak 128 peserta, terdiri dari 47 Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pembantu di SKPD Propinsi Jateng. Kemudian 35 PPID utama di Jateng, selanjutnya 35 Kabupaten dan Kota di Jateng dan 11 BUMD.
Rahmulyo mengatakan, pemberian Penghargaan KIP Award sebagai sarana untuk mengukur sampai dimana Badan Publik sudah melaksanakan amanat UU Keterbukaan Publik.
"Kita hanya ingin mengetahui apakah pelaksanaan keterbukaan publik sudah benar diberikan kepada masyarakat atau belum," ujar Rahmulyo.

Sinkronkan Program, Pj Walikota Dan Pasangan Walikota Terpilih Gelar Rakor

January 10, 2016 1 Comment
Sinkronkan Program, Pj Walikota Dan Pasangan Walikota Terpilih Gelar Rakor
Pj Walikota Pekalongan melakukan rakor bersama pasangan walikota terpilih, Alex-Sae di ruang Jatayu, Setda Kota Pekalongan, kemarin. Membahas sinkronisasi prgram tersusun dengan visi-misi pasangan terpilih tersebut 
Kota Pekalongan
Pasangan calon Walikota Pekalongan terpilih, Alex-Sae melakukan Rapat koordinasi dengan Pejabat sementara Walikota Pekalongan, Priyo Anggoro BR untuk kesinambungan jalannya pemerintahan selanjutnya di ruang Jatayu, Setda kota Pekalongan, kemarin.

Dihadapan SKPD, pasangan Walikota terpilih, Alex-Sae melakukan sinkronisasi visi-misi yang diusung dengan Rancangan Pembangunan jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disusun.
"Kendati kami telah menyusun program RPJMD, tapi kami perlu juga untuk menyesuaikan dengan program yang telah dijanjikan dalam kampanye Pilkada lalu," Terang Prijo Anggoro.
Menurut Prijo, pelaksanaan rakor memang bertujuan untuk membedah RPJMD agar berkesesuaian dengan visi-misi Walikota terpilih.
"Hal yang sama juga dilakukan Pak Gubernur dalam pemerintahannya yang melakukan sinkronisasi dengan program Presiden Jokowi," ungkap Prijo.
Dijelaskan Prijo, Gubernur Jateng juga melakukan rakor antara Pak Ganjar Pranowo dengan Pemerintah Pusat.

Di tempat yang sama, calon Walikota terpilih, Alf Arslan Djuneid menyampaikan, belum lama dirinya sempat bertemu dengan Gubernur Jateng.
"Selama dua jam setengah kami bahas beberapa rencana sinkronisasi program," jelasnya.
Menurut Alex, sapaan akrabnya, mengatakan, pihaknya siap melakukan sinkronisasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan juga sinkronisasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa tengah.
"Dengan brayan urip, kami siap sinkron dngan Pak Gub. Mboten ngapusi, mboten korupsi terkait program turunnanya," janjinya.

Empat Kemacatan Kota Pekalongan Difasilitasi Armada Sampah

December 16, 2015 Add Comment
Empat Kemacatan Kota Pekalongan Difasilitasi Armada Sampah
Pj Walikota Pekalongan Mengecek Mobil armada sampah yang diperuntukan untuk menanggulangi masalah sampah di tiap Kecamatan  yang ada di Kota Pekalongan
Kota Pekalongan
Sedikitnya empat armada mobil sampah dibagikan kepada empat Kecamatan untuk opersional angkutan sampah oleh Pemerintah Kota Pekalongan. Penyerahan dilangsungkan di halaman Kantor Setda Kota Pekalongan, Selasa (15/12/15) kemarin.
"Tiap Kecamatan mendapatkan masing-masing satu unit. Karena tiap Kecamatan ada bak sampahnya maka mobil ini diperuntukan untuk mengatasi persoalan sampah di beberapa titik bank sampah," ucap Bambang Nurdiyanto, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pekalongan.
Menurut Bambang, fasilitasi mobil armada pengangkut sampah diperlakukan mengingat, TPA degayu sudah mengalami overload.
"Untuk mengatasi persoalan tersebut, salah satunya dengan mengangkut sampah ke lokasi bank sampah yang ada di Kota Pekalongan," ujarnya.
Sebelum diserahkan, keempat armada sampah tersebut diinpeksi langsung oleh Pj Walikota Pekalongan, Prijo Anggoro BR.

Menurut Prijo, empat armada untuk masing-masing Kecamatan dirasa kurang, karena tingkat mobilitas Kota Pekalongan sangat tinggi.
"Idealnya dua armada untuk satu kecamatan. Dan untuk kelurahan masing-masing satu armada. Namun demikian, kita ciptakan dahulu koordinator satu kecamatan satu armada," terang Prijo.

Peringati Hari Nusantara, Berbagai Rangkaian Acara Digelar Pemkot Pekalongan

December 14, 2015 1 Comment
Peringati Hari Nusantara, Berbagai Rangkaian Acara Digelar Pemkot Pekalongan
Pj Walikota Pekalongan Melihat langsung maket pengembangan Kota Minapolitan diruang lobi Kantor PPNP Pekalongan, kemarin
Kota Pekalongan
Memperingati hari Nusantara, Pemerintah Kota Pekalongan bersama Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan menyelenggara kan kegiatan bersih pantai, bazar pasar murah dan aneka macam lomba yang dirangkai dengan kegiatan sedekah laut 2015.

Kegiatan dipusatkan di kawasan wisata bahari dan kawasan PPNP yang dibuka oleh Pj Walikota Pekalongan Prijo Anggoro, Jum'at (11/12/15).

Kepala Bagian Perekonomian Setda kota Pekalongan, Setyo Susilo menyampaikan, salah satu yang meramaikan kegiatan Hari Nusantara adalah adanya bazar pasar murah yang ada di dua lokasi.
"Lokasi pertama didepan di depan Kantor PPNP dan yang kedua di depan Kantor KUD Makaryo Mino. Dalam bazar, disediakan beras sebanyak 7 ton yang dijual di bawah harga pasar," ucapnya, kemarin.
Dijelaskan Setyo, pihaknya menyediakan 1400 lembar kupon untuk warga yang ingin berbelanja di stan bazar.
"Semua barang yang berupa sembako dijual murah. Beras dengan kualitas bagus ukuran 5 kilogram dijual dengan harga Rp 44 ribu, padahal dipasaran harganya mencapai Rp 51 ribu. Sedangkan gula pasir harga normalnya mencapai Rp 12 ribu, dijual di bazar hanya Rp 10.500," ungkapnya.
Sedangkan untuk minyak goreng, lanjut Setyo, dijual dengan harga rp 11.000, kalau dipasar bisa mencapai Rp 12.500. Dan untuk telur harganya Rp 18.600, normalnya mencapai Rp 20 ribu

Pj Walikota Pekalongan, Prijo Anggoro Br mengatakan, rakyat Kota Pekalongan bisa menikmati pasar murah tersebut dan memanfaatkanya dengan baik. tak lupa dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu jalanya acara.
"Ditengah kesulitan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup, pemerintah hadir memberikan sedikit solusi untuk meringankan beban," kata Prijo.
Selainmengikuti berbagai rangkaian kegiatan, Prijo tak lupa mengunjungi Kantor PPNP untuk melihat maket dari pebangunan minapolitan Kota Pekalo ngan ke depan.
"Rencana Kota Pekalongan menuju Kota Minapolitan akan teralisasi. Mudah-mudahan dengan ini, Kota Pekalongan mampu mengembalikan kejayaan perikanan dan maritim," tuturnya.

Fasilitasi Komunitas Animasi, Pemkot Kota Pekalongan Sukses Gelar Lomba Film Animasi

December 06, 2015 6 Comments
Fasilitasi Komunitas Animasi, Pemkot Kota Pekalongan Sukses Gelar Lomba Film Animasi
Disela pelatihan u-buntu bagi para awak media, diputar pula film hasil karya para peserta lomba animasi dari komunitas ani masi Kota Pekalongan yang sedang dalam proses penilaian oleh dewan juri, kegiatan dilakukan di ruang pelatihan Kantor Diskominfo Kota Pekalongan, Sabtu (5/12/15)
Kota Pekalongan
Tumbuhnya komunitas animasi di Kota Pekalongan mendorong Pemerintah Kota Pekalongan untuk melakuan fasilitasi dengan menggelar lomba film animasi untuk yang pertama kalinya. Hal tersebut disampaikan Kepala Diskominfo Kota Pekalongan di sela kegiatan pelatihan sistem open source u-buntu bagi para wartawan yang bertugas di Kota Pekalongan, Sabtu (5/12/15) di ruang pelatihan Diskominfo.
"Lomba animasi ini sebagai salah satu upaya untuk menguatkan ekosistem pengembangan animasi di Kota Pekalongan," ungkap Kepala Diskominfo, Sri Budi Santoso.
Kata Sri Budi, semua di awali dari banyaknya pertemuan dan diskusi dengan komunitas animasi yang berminat sejak 3 bulan sebelumnya dan berlanjut ke pelatihan-pelatihan untuk komunitas animasi tersebut.
"Dari proses tiga bulan itu akhirnya hampir semua kumunitas ikut menjadi peserta lomba film animasi," sambung Sri Budi.
Dijelaskan Sri Budi, dari komunitas yang tertarik mengikuti lomba film animasi ada 10 tim, masing-masing tim terdiri tiga, empat, lima dan enam kelompok. Dan ketentuan yang kita berikan sebagai salah satu persyaratan adalah dengan menggunakan software free open source.
"Kita pilih Blender, Karena merupakan software yang sangat powerfull untuk pembuatan grafis maupun pembuatan animasi," tuturnya.
Selain free dan legal, menurut Sri Budi, penggunaan software tersebut butuh ketekunan untuk melakukan pembelajaran.
"Dengan status yang open source, maka orang bisa mengambilnya di internet. kemudian bisa mempelajarinya dan menggunakanya secara legal," terangnya.
Sri Budi Berharap, dengan adanya lomba ini, komunitas bisa mengekspresikan kemampuanya karena sudah mempunyai wahana dan selanjutnya akan kita laksanakan rutin tiap tahun.
"Dan tujuanya penguatan IT di bidang pengembangan animasi sekaligus ikut menguatkan juga status Kota Pekalongan sebagai Kota kreatif Unisco," ujarnya.
Sementara itu, Luthfi, tim pemenang lomba dengan karya film animasi berjudul 'Garangasem Awesome' menyampaikan, ide pembuatan film animasi karya timnya, digali dari banyaknya kuliner khas Kota Pekalongan.
"Makanya saya ambil dan putuskan salah satu kuliner khas kota Pekalongan jadi proyek pembuatan film animasi ini," katanya.
Menurut Lutfie, proses pembuatan film animasi 'Garangasem Awesome memakan waktu empat hari dengan pengerjaanya satu hari penuh.
"Dan itu dikerjakan oleh kami bertiga. Dua orang animator serta seorang dubber sekaligus penata suara," paparnya.
Kita juga mengalami proses yang menyulitkan, dengan alat yang minim proses pengerjaan rendering dan finishing sangat lama.
"Untuk satu menit film animasi, butuh proses rendering hampir satu setengah hari. Jadi susah juga karena alatnya sangat minim," tuntasnya.

1100 Relawan Dukung Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual Anak

December 05, 2015 Add Comment
1100 Relawan Dukung Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual Anak
Seribuan relawan mendukung Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual Anak di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan Kemarin. 
Kota Pekalongan
Sebanyak 1100 orang mengikuti senam massal dan apel akbar yang diadakan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Keluarga Beren cana (BPMP2AKB) Kota Pekalongan dalam rangka Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual terahadap anak (GN-AKSA) di Lapangan Mataram , Jumat (4/12/15).

Sejumlah relawan pemberdayaan masyarakat yang tergabung dalam Forum Anak Kota Pekalongan, Forkominda, SKPD, Catur Pilar dan lainya turut andil dalam GN-AKSA.
"Selama ini sering diberitakan adanya kekerasan seksual terhadap anak. Itu artinya kesadaran akan pentingnya ramah anak masih dibutuhkan perhatian lebih," kata Kepala BPMP2AKB Kota Pekalongan, Agus Jati Waluyo.
Menurut Agus jati, kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuh kan dan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya bagi peserta yang hadir.

Selain itu, dibutuhkan penyebarluasan informasi mengenai kampanye anti kekerasan terhadap anak. 
"Bagi yang belum mengikuti sosialisasi kekerasan dalam rumah tangga, kejahatan seksual anak, kekerasan terhadap anak dan kejahatan lain yang dapat mengganggu masa depan anak akan kami undang dengan sasaran di tingkat RT se-Kota Pekalongan," bebernya.
Di tempat yang sama, Pj Walikota Pekalongan Prijo Anggoro BR menyampaikan, masa depan bangsa khususnya Kota Pekalongan Tergantung dan sangat dipengaruhi anak-anak sekarang dan anak muda nantinya.
"Masa depan bangsa bukan ditangan Kapolres, ditangan Dandim dan di tangan pemerintah. Akan tetapi di tangan anak-anak sekarang yang akan menjadi pemuda di masa datang. Untuk itu dibutu hkan kesadaran orang tua untuk memberlaukan anak dengan baik," terangnya.
Dikesempatan yang sama pula, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfi Sulistiawan mengharapkan dengan adanya kegiatan ini, potensi kekerasan yang mungkin muncul menjadi menurun.
"Tindak kekerasan terhadap anak perlu dilaporkan dan perlu partisipasi semua pihak. Karena kekerasan terhadap anak merupakan ruang lingkup keluaraga jangan sampai tidak ada laporan," Ujarnya.

Minati E-goverment, Diskominfo Raja Ampat Sambangi Kota Pekalongan

November 26, 2015 1 Comment
Minati E-goverment, Diskominfo Raja Ampat Sambangi Kota Pekalongan
Diskominfo Raja Ampat melakukan kunjugan ke Kota Pekalongan untuk turut serta menerapkan e-goverment di tempat asal
Kota Pekalongan
Penerapan e-goverment di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan menarik minat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Raja Ampat, Propinsi Papua hal tersebut diketahui setelah Diskominfo Kota Pekalongan menerima kunjungan study banding Diskominfo Kabupaten Raja Ampat ke Pekalongan, Senin (23/11/15).

Kepala Diskominfo Raja Ampat, J Becky Rahawarin sendiri memim pin rombongan dari Papua dan diterima Sekretaris Diskominfo Kota Pekalongan, Tuti Hadi Siswanti bersama sejumlah staff.

Sebelumnya di tahun 2014, Diskominfo Kota Pekalongan telah lebih dulu melakukan kunjungan ke Raja Ampat, Propinsi Papua dan kunjungan Diskominfo Raja Ampat kali ini merupakan kunjungan balasan.

Dikatakan Rahwarin, Dinas yang ia pimpin sangat tertarik dengan e-goverment yang telah dikembangkan Pemerintah Kota Pekalongan. Terutama penerapan dan penggunaan surat online (papperless office)
"Kami tertarik papperless karena kondisi lingkungan kerja Setda Raja Ampat dalam hal jarak antar instansi satu sama lain sangat berjauhan dan harus menggunakan transportasi laut," tuturnya.
Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, surat online jadi sangat  bermanfaat dalam hal surat menyurat antar instansi.
"Jika sukses diterapkan di Raja Ampat bisa menjadi solusi dalam memudahkan tugas pemerintahan," terangnya.
Rahwarin berharap, dengan kunjungan ini bisa mendapat banyak masukan dan bisa juga menerapkan hal yang sama dengan Kota Pekalongan.
"Rencananya di tahun 2016 mendatang, kami sudah bisa menyiapkan regulasi sekaligus menyiapkan sumber daya manusianya," ungkapnya.
Harapan kami, sambung Rahwarin, Pemkot Pekalongan yang sudah lebih dulu menerapkan papperless office bisa terus memberi masukan agar bisa juga diterapkan di Raja Ampat.

Dukung Technopark, Portal Web Manajemen Diluncurkan

November 25, 2015 1 Comment
Dukung Technopark, Portal Web Manajemen Diluncurkan
Hasil program Technopark Perikanan sudah bisa dinikmati melalui panen ikan rekayasa jenis baru, yakni nilasari yang dapat hidup di air payau
Kota Pekalongan
Setelah program Technopark separuh jalan, Kembali Kota Pekalongan meluncurkan portal web manajemen pengetahuan Technopark sebagai pelengkap dan menjadi sarana penunjang program yang sudah digagas sejak hampir setahun yang lalu.

Acara peluncuran ditandai dengan pelepasan balon di depan ruang Amarta, kantor Setda Kota Pekalongan, Senin (23/11/15) oleh Deputi Bidang Tekhnologi Agro Industri, Badan Pengkajian Penerapan Tekhnologi (BPPT) pusat, Eniya Listiyani Dewi.

Acara dibuka oleh Pj Walikota, Prijo Anggoro dan dihadiri oleh jajaran BPPT Pusat, Kementrian Kelautan, pegiat lingkungan dan SKPD tamu dari beberapa daerah di Indonesia.

Eniya Listiyani Dewi mengatakan, Tecnoprak Perikanan merupakan program pemberdayaan masyarakat sebagai daya ungkit potensi dan sumber daya masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan.
"Jadi fungsinya, bagaimana penerapan tekhnologi untuk mendukung potensi perikanan yang nantinya bermuara pada kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Technopark Perikanan dikatakan Eniya, dapat dijadikan sarana transfer tekhnologi bagi masyarakat.
"Sedang untuk peluncuran portal, nantinya dapat masayarakat manfaatkan jadi saran edukasi terpadu secara cepat dan mudah melalui web yang sudah tersedia," terangnya.
Program ini, lanjut Eniya, tidak terpengaruh oleh Pilkada. program ini akan berhasil jika berbagai pilar mau bekerjasama berkesinambungan.
"Jadi siapapun Walikotanya nanti, Technopark harus jalan terus," jelas Eniya merasa optimis program akan berjalan sukses sesuai target.
Dipodium, Pj Walikota Pekalongan, Prijo Anggoro menegaskan, BPPT punya banyak program yang sangat membantu Kota Pekalongan mendapat hasil dan manfaat dan sangat strategis untuk mening katkan kesejahteraan warga Kota Pekalongan.
Secara ril, sesuai pemaparan dari BPPT, program Technopark Perikanan diharapkan dapat sukses dan bisa dinikmati masyarakat Kota Pekalongan." pinta Prijo.

  

Perkuat IT, Aktivis Kelurahan Dibuat Mahir Kuasai Medsos

November 22, 2015 3 Comments
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan menggelar pelatihan serta workshop tekhnologi informasi dan Media Sosial bagi para aktivis Kelurahan dan karang taruna dari 27 Kelurahan yang ada di Kota Pekalongan, Kamis (19/11/15) kemarin.

Pelatihan dan workshop diselenggarakan untuk mempermudah percepatan informasi publik dan sebagai sarana untuk penyebarluasan informasi, salah satunya melalui Media Sosial twitter

Kepala Kominfo Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya pemerintah dalam memaksimalkan informasi publik.
"Warga sekarang tak perlu susah untuk menyampaikan informasi berupa keluhan. Sebab dengan Media Sosial selain sangat mudah, juga cepat," terang Sri Budi.
Dalam pelaksanaanya, peserta dikenalkan banyak inovasi berupa aplikasi yang berhasil dikembangkan oleh Kominfo dalam mendukung pelayanan masyarakat Kota Pekalongan.

Menurut Sri Budi, salah satu inovasi sarana mempermudah penyebaran informasi yang menghubungkan pemerintah di tingkat Kelurahan dengan pemerintah Kota adalah keberadaan Telecenter yang tersebar diseluruh Kelurahan.

Masih menurut Sri Budi, produk inovasi dari pengembangan aplikasi yang dirintis oleh Kominfo diantaranya SIM e-Health, Penjadwalan Imunisasi Anak (SePIA), surat online dan e-Library, sebuah aplikasi untuk mengakses buku tanpa harus ke Perpustakaan.
"Sebenarnya ada banyak aplikasi yang dikembangkan. Pemanfaatannya ada yang bersifat internal untuk mendukung administrasi kantor dan yang langsung dimanfaatkan masyarakat seperti yang sudah disebutkan," bebernya.
Dikatakan Sri Budi, pesatnya perkembangan teknologi informasi, peserta diharapkan dapat menjadi kontrol sosial. Terutama dalam hal penggunaan teknologi tersebut dengan bijak dan tidak menyalahgunakannya.

Masuk 10 Besar Terbaik Lomba Pemimpin Perubahan, SBS Terima Penghargaan

October 30, 2015 3 Comments
 Masuk 10 Besar Terbaik Lomba Pemimpin Perubahan, SBS Terima Penghargaan
Kepala Diskominfo kota Pekalongan, Sri Budi Santoso menjadi salah satu pemenang dari 10 peserta terbaik Lomba Pemimpin Perubahan yang diselenggarakan oleh LAN, Rabu (28/10/15)
Kota Pekalongan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Ir Pratikno memberikan penghargaan kepada 10 pemenang terbaik Lomba Pemimpin Perubahan yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Gedung Graha Makarti Bhakti Nagari lantai 3 PPLPN LAN, Jakarta, Rabu (28/10/15).

Dari 10 pemenang penghargaan terbaik, muncul nama DR Sri Budi Santoso, Kepala Dinas komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan.

Sri Budi Santoso atau yang dikenal dengan nama panggilan SBS menjadi salah satu pemenang bersama kandidat lain seperti, Basseng DR M Ed, Hadi Puspita, Ir Haerry Pansila M Sc, dr Lies Indriyati, Prof Ir Nizam M Sc, drg Pembayun setyningastutie, Dr Siti Nurmaliati, Dr Suprajaka MT dan Ir Suryo Banendro.

Usai mendapatkan penghargaan seluruh pemenang menandatangani Deklarasi Tri Satya Inagara, yang merupakan para pemimpin daerah dalam meningkatkan inovasi.

Mensesneg Ir Pratikno dalam petikan sambutanya menyatakan sangat apresiasi digelarnya penganugerahan penghargaan pemimpin perubahan yang disandingkan dengan acara Temu Inovasi Adminstrasi Negara (TIAN) dan festival Inovasi.
"Inovasi harus menjadi gerakan menyeluruh untuk memperbaiki keadaan ditengah banyaknya persoalan yang dihadapi negara kita saat ini," tegasnya.
Selanjutnya menurut Mensesneg, inovasi yang dilakukan oleh aparatur negara haruslah dihargai dengan layak.

 “Inovasi jangan sampai malah menjadi pintu penjara, terutama bagi para pelaksananya,” tambahnya.

Ditempat yang sama kepala LAN Dr Adi Suryanto menjelaskan salah satu fungsi LAN dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan pengembangan inovasi administrasi negara di bidang tata pemerintahan, pelayanan publik dan sumber daya aparatur sejalan dengan pelaksanaan TIAN dan Festival Inovasi.
"sehubungan dengan hal tersebut, LAN berupaya mengembangkan kesadaran kolaboratif bangsa terhadap inovasi dalam praktek penyelenggaraan negara,” terangnya.
sementara itu, setelah mendapatkan penghargaan Sri Budi berharap agar penghargaan ini menjadi penyemangat untuk melakukan inovasi-inovasi lainya dan meningkatkan pelayanan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
“Kedepan kami berharap bisa lebih banyak melakukan inovasi agar bisa menginspirasi daerah untuk mengembangkan inovasi penyelenggaraan administrasi negara,” ujar Sri Budi santoso.
Kepada stake holder dan semua pihak yang telah mendukung usahanya dalam melakukan inovasi e-goverment untuk peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan di Kota Pekalongan, Kepala Diskominfo tersebut mengucapkan banyak terima kasih.




Pemerintah Kota Pekalongan Hapus Biaya Akte Kelahiran

October 19, 2015 Add Comment
Pemerintah Kota Pekalongan Hapus Biaya Akte Kelahiran
Pj Walikota Pekalongan Prijo Anggoro BR memberlakukan kebijakan penggratisan biaya pengurusan akta kelahiran bagi warga Kota Pekalongan
Kota Pekalongan
"Mulai tanggal 15 Oktober, mengurus akte gratis. Bagi yang terlambat tidak akan dikenakan denda, karena saya sudah perintahkan Dinas Kependududkan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) untuk melakukan pemutihan," Kata Pj Walikota Pekalongan, Prijo Anggoro BR usai acara Workshop upaya Peningkatan Investasi di Kota Pekalongan yang diselenggarakan di aula Hotel Nirwana.
Prijo menyatakan, penghapusan denda keterlambatan pembuatan akta kelahi ran sudah ia terbitkan dalam bentuk surat edaran yang isinya tentang pengumu man pembuatan dokumen kependudukan tidak ditarik biaya administrasi alias gratis per tanggal 15 Oktober 2015.

Kendati demikian, Prijo menegaskan, pemutihan keterlambatan pembuatan akta kelahiran tidak berlaku bagi warga negara asing atau WNA.
"Saya gratiskan untuk warga Kota Pekalongan kecuali Warga negara asing," ungkapnya.
Seperti diketahui, dalam pasal 27 Undang-undang No mor 24 Tahun 2013 yang memuat kewajiban lapor setiap kelahiran penduduk, juga disusul aturan sangsi denda yang efektif berlaku sejak 7 Febuari 2014 telah dihapuskan sejak beredaranya surat dari Walikota tentang pembebasan biaya pengurusan akta kelahiran bagi warga Kota Pekalongan.

Berpakaian Adat Jawa, Apel Pagi Berlangsung Khidmad

October 15, 2015 15 Comments
Berpakaian Adat Jawa, Apel Pagi Berlangsung Khidmad
Kantor Humas Pemerintah Kota Pekalongan pun tampak semarak dengan berpakaian adat kendati sebagian dari mereka harus bertugas di luar ruanagan
Kota Pekalongan
Kehadiran Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Prijo Anggoro BR di jajaran Pemerintah Daerah Kota Pekalongan sebagai Pelaksana Jabatan Walikota menggantikan Walikota lama cukup membawa dampak perubahan suasana.

Hal tersebut dibuktikan dengan apel pagi yang digelar, Kamis (15/10/15) bernuansa tradisional Jawa, Pj Walikota diikuti jajaran SKPD berpakaian adat Jawa lengkap. Kain jarik, beskap, kain surjan dan blangkon banyak dikenakan PNS pria sedangkan PNS wanita mengenakan kain panjang, kebaya simpel dan kebaya moderen.

Adanya aturan baru yang sebelumnya masih menjadi wacana tersebut tak pelak membuat penampilan para pegawai dilingkungan Pemkot terlihat meriah.
"Tadi saya sangat terkesan dengan pelaksanaan apel pertama dengan mengenakan pakaian adat Jawa," ungkap Asisten I Slamet Prihantono yang tampak gagah mengenakan setelan kain beskap hitam dan kain batik panjang.
Pelaksanaan apel pagi dengan mengenakan pakaian adat jawa menurut Slamet Prihantono jadi tampak khidmad dan mengesankan.

Sedangkan menurut Pj wlikota Pekalongan, Prijo Anggoro BR usai pelaksanaan apel mengatakan, memakai pakaian adat atau tradisional menunjukan keaneka ragaman budaya dan sebagai salah satu bentuk upaya pelestarian terhadap budaya itu sendiri.
"Pakaian adat itu tidak kuno, didalam pakaian adat atau tradisional ada jati diri dan karakter bangsa sekaligus sebagai upaya nguri-uri budaya kita sendiri," terangnya.
Kebijakan yang diawali dengan wacana tersebut akhirnya tertuang dalam suatu aturan Pejabat Walikota Nomor 060/03798 yang berisi kewajiban berpakaian adat jawa atau tradisional setiap tanggal 15 setiap bulanya bagi PNS dilingku ngan Pemkot.

Empat Pasar Di Kota Pekalongan Akan Direlokasi

April 22, 2015 Add Comment
Empat Pasar Di Kota Pekalongan Akan Direlokasi
pasar sayun salah satu yang akan direlokasi
Kota pekalongan
Dari 10 pasar tradisional yang ada di Kota Pekalongan, empat pasar direncanakan akan direlokasi ke pasar terpadu di Kuripan yang baru saja selesai dibangun. Relokasi dimak sudkan untuk lebih memberi kenyamanan bagi warga masyarakat. hal tersebut disampai kan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koprasi dan UMKM, Supriono dalam jumpa pers yang diselenggarakan diruang Kalijaga Pemkot Pekalongan, Selasa (21/4/15).

Supriono menjelaskan, penataan kali ini dikhususkan bagi para pedagang di empat pasar tersebut.

 “ Mereka yang akan direlokasi adalah para pedagang di pasar burung Podosugih, pedagang ayam di Pasar Grogolan, Pedagang ayam di Pasar Banyurip dan Pedagang ikan hias di Pasar Sayun, ‘ujarnya didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sri Budi Santoso.

Dalam masa transisi sejak relokasi, selama dua bulan para pedagang tidak akan dipungu retribusi. 

“Untuk relokasi pedagang pasar ikan hias Pasar Sayun memang masih ada sedikit kendala, dari 40 kios yang terisi baru 20 kios, untuk mengatasi masalah ini makan kami akan melakukan koordiansi dengan PT KAI sebagai pemilik lahan Pasar Sayun,” Tandasnya.

Pasar Kuripan yang akan dikhususkan untuk hewan ini memiliki luas lahan sekitar 15.850 meter persegi dengan luas bangunan kira-kira 9 ribu meter persegi. 

“Pasar ini dibangun dengan sumber dana dari pusat dan daerah dengan total anggaran lebih dari 10 Milyar rupiah." ucapnya.

Peringati Hari Jadi, Kota Pekalongan Gelar Pekan Kreatif Nusantara

April 02, 2015 Add Comment
 Peringati Hari Jadi, Kota Pekalongan Gelar Pekan Kreatif Nusantara
Pekan Kreatif Nusantara
Kota pekalongan
Memperingati Hari Jadi Kota Pekalongan yang ke 109 pada 1 April, Pemkot Pekalongan akan menggelar aneka kegiatan. Diantaranya Pekan Kreatif Nusantara pada 1 – 5 April dan Launching Kota Pekalongan sebagai salah satu jejaring Kota Kreatif Dunia. Hal itu diungkapkan Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad saat jumpa pers di Ruang Kresna Komplek Setda setempat, Selasa (31/3/15).

“Rangkaian peringatan Hari Jadi akan diawali dengan kirab budaya dan Istighotsah di lapangan Jetayu pada pukul 06 00 pagi dan dilanjutkan dengan acara seminar World Kreatif Forum dengan tema Masyarakat Ekonomi Asean 2015 peluang dan tantanganya bagi masyarakat pelaku bisnis kreatif Indonesia,” katanya.

Rencananya acara tersebut akan diisi oleh nara sumber yang kompeten. Diantaranya Menteri Pariwisata Arief Yahya, desaigner terkenal Anne Avante, Walikota Bandung Ridwan Kamil dan lain-lainya.

Selain itu juga masih ada Seminar Ekonomi produktif, penandatanganan MOU antara Pemkot Pekalongan dengan Universitas Bina Nusantara, PT Telkom dan Pemerintah Bantaeng. 

“Ada juga lomba lukis dinding, sepeda sehat dan konser music,” tambahnya

Menurut Basyir Ahmad yang didampingi Sekda Dwi Ari Putranto dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, sebagian besar acara ini dipusatkan di wilayah Jetayu yang merupakan area budaya di Kota Pekalongan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. 

“Diharapkan dengan adanya peran serta masyarakat seluruh rangkaian acara bias berlangsung dengan sukses,” ujarnya lagi. 



(MC/Diskominfo/AN Takari)

Kirab budaya Meriahkan Peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan ke 109

April 02, 2015 Add Comment
Kirab budaya Meriahkan Peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan ke 109
Peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan ke 109
Kota Pekalongan
Peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan dimeriahkan dengan Kirab budaya yang diikuti ratusan peserta, Rabu (1/4). Kirab dimulai dari Jalan Wr Supratman atau tepatnya depan SMP I menuju lapangan Jetayu yang berjarak sekitar 300 meter.

Diawali dengan parade peserta yang membawa bendera merah putih, kirab langsung disusul oleh barisan pejabat daerah seperti Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad, Ketua DPRD Balgis Diab, Wakil Walikota HA Alf Arslan Djunaid dan lainya.

Meski cuaca mendung . namun kirab yang dilaksanakan di pagi hari itu di’hangat’kan dengan tari-tarian remaja yapong putrd dari Kota  Bandung, lengkap dengan musiknya yang enak didengar. Sebelum diakhiri dengan marching band SMK Medika, iring-iringan penggemar Tosan Aji juga ikut memeriahkan suasana. Selain itu ada juga gunungan nasi megono dan buah-buahan yang dipikul oleh para pemuda berpakaian adat Jawa.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata Doyo Budi Wibowo, kirab budaya ini merupakan rangkaian awal dari peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan yang 109 yang disambung dengan Istighotsah atau doa bersama. 

“Acara ini juga diikuti oleh perwakilan dari Pemkot Bandung, Kabupaten Bantaeng dan dari Unesco,” ujarnya.

Kirab yang diikuti berbagai kalangan ini, tambah Doyo juga mencerminkan dari kesatuan budaya yang multi cultural di tanah air. “Harapan kami kedepan Kota Pekalongan bias semakin maju apalagi sudah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia oleh UNESCO,” tandasnya.

Sementara itu Walikota pekalongan dr HM Basyir Ahmad yang didampingi Ketua DPRD Balgis Diab menyatakan acara kirab budaya dan Istighotsah ini sudah merupakan ritual yang dilaksanakan setiap tahun sebagai ungkapam rasa syukur 

“Namun pada peringatan Hari Jadi ini agak berbeda karena akan segera diresmikan sebagai salah satu jejaring Kota Kreatif Dunia oleh UNESCO,” tegas Basyir.

Untuk menyambut hal itu, jika pada peringatan hari jadi sebelumnya hanya dilakukan satu hari saja, maka pada kali ini akan dilaksanakan selama 5 hari dengan berbagai kegiatan.

 “acara-acara itu merupakan partisipasi dari banyak pihak, karena APBD Kota Pekalongan hanya menyiapkan untuk acara intinya saja,” tambahnya. 




(MC/Diskominfo/AN Takari)

Menkop UKM Akan Hadiri RAT Kospin JASA Pekalongan

March 27, 2015 Add Comment
Menkop UKM Akan Hadiri RAT Kospin JASA Pekalongan
(RAT) Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) JASA
Kota Pekalongan
Menteri Koperasi dan UKM AA Gusti Ngurah Puspayoga dipastikan menghadiri sekaligus membuka acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) JASA ke 41 Sabtu (28/3/15) besok. Kepastikan tersebut didapat setelah pihak Komenkop memberitahukan kesediaan Puspayoga kepada pengurus Kospin Jasa.

Menurut Ketua Umum Kospin JASA HM Andy Arslan Djunaid SE  RAT ke 41 ini terasa special karena pertama kalinya akan dibuka langsung oleh Menteri di era Presiden Jokowi.

“Insya Allah, Pak Menteri akan membuka langsung RAT Kospin Jasa ke 41. Tentu kabar ini menggembirakan bagi kami dan sebagai spirit kami untuk terus mengembangkan dan membesarkan Kospin Jasa,” katanya Kamis (26/315).

Menurut Andy, Kospin Jasa dapat berkembang pesat seperti sekarang ini tentunya tidak terlepas dari kesetiaan anggota, kerja keras karyawan dan pengelolaan manajemen yang baik serta ditunjang oleh kepengurusan yang mumpuni.
“Sehingga meski lembaga keuangan terjadi persaingan begitu ketat, Kospin Jasa tetap maju dan terus berkembang,” tandas dia.

Sementara itu, Ketua Panitia H Nadhirin Maskha menyatakan untuk RAT kali ini, Kospin Jasa juga memberikan beragam penghargaan kepada anggota dan karyawan serta keluarganya yang mempunyai prestasi. Adapun penghargaan itu antara lain beasiswa bagi 41 putra-putri karyawan. Untuk tingkat SD sebanyak 20 siswa, SMP (8), SMA (8) dan PT (5).
 “Besarannya beasiswa variatif, untuk SD Rp 1 juta/siswa, SMP Rp 1,250,000, SMA Rp 1,5 juta dan PT Rp 2 juta,” katanya.

Sementara itu, kata Nadhirin, untuk karyawan terbaik, Kospin Jasa telah menetapkan 8 orang, penghargaan karyawan dengan masa pengabdian 25 tahun terdapat 22 orang.
 “Dalam kesempatan ini kami juga memberikan biaya perjalanan ibadah umroh dan wisata untuk 10 orang. Selain itu, untuk karyawan teladan kami menetapkan 3,” katanya sembari menambahkan bahwa Kospin Jasa juga memberikan hadiah kepada kantor berprestasi dan 10 anggota teladan.

(MC/Diskominfo/AN Takari)

PT Barokah Marine Diajak Wujudkan Pekalongan Menjadi Kota Maritim

March 12, 2015 Add Comment

PT Barokah Marine Diajak Wujudkan Pekalongan Menjadi Kota Maritim
Agus Triharsito beri pengarahan kepada rombongan
Kota Pekalongan 
Pelaku industri galangan kapal seperti halnya PT Barokah Marine yang akhir-akhir ini sedang mendapat banyak sorotan karena kiprahnya yang banyak mengharumkan nama Kota Pekalongan dengan produksi kapal bajanya diajak untuk mendukung dan menyukseskan kota Pekalongan di bidang kemaritiman. Hal tersebut sesuai dengan proyek Poros maritim yang dicanangkan Presiden Jokowi dan proyek Minapolitan Kota Pekalongan yang berkerjasama dengan Provinsi Jawa Tengah.

Untuk kepentingan tersebut  Rabu siang (11/3/15), Pemkot yang diwakili Wakil Walikota Pekalongan H Alf Arslan Junaid, langsung datang mengunjungi perusahan putra daerah galangan kapal PT Barokah Marine. Dirinya datang bersama rombongan untuk melihat secara langsung ke Kawasan Industri Slamaran Kecamatan Pekalongan Utara.

Wakil walikota mengungkapkan, pihaknya sengaja mendatangi langsung pengusaha galangan kapal tersebut untuk beberapa tujuan. Selain mengajak mendukung program Poros maritim dan tol laut tentunya dukung program Mina politan. 
“Kami ingin selain Pekalongan menjadi kota Batik, juga bisa tambah menjadi Kota Maritim, tentunya dengan dukungan pengusaha seperti Pak Agus Triharsito,” ujar Alex sapan akran Wawalkot.
Alex mengajak PT Barokah Marine langsung turut  dalam even promo Indrustri ekonomi Kreatif yang digelar pada tanggal 1 sampai 5 April mendatang dalam rangka HUT Kota Pekalongan ke 109. 
Agus didampingi Alex 
 “Kami berkeinginan bahwa dengan turut promo, bisa menunjukkan bahwa di Pekalongan juga memiliki perusahaan pembuat kapal baja yang berkualitas dan canggih seperti PT Barokah Marine ini,” ucap Alex.
Selain itu Alex juga melihat langsung proses pembuatan kapal baja galangan kapal tersebut, seperti kapal tongkang, kapal tunda, kapal ro-ro dan lainya. 
“Kita harus dukung putra daerah, Pak Agus ini orang hebat bisa memproduksi banyak kapal pesanan seperti kapal keruk, kapal tunda,kapal niaga, kapal penumpang,kapal tongkang, kapal ro-ro dan lain sebagainya,” ujarnya.
Terkait kota maritim, Alex menjelaskan Kota Pekalongan memiliki panjang pantai kurang lebih 9 KM. salah satunya Pantai Slamaran, yang akan dijadikan pusat bisnis, wisata dan industri. Pemkot sudah bekerja sama dengan Ancol Jakarta untuk mewujudkannya. 

“Jika jadi kota maritim, tentu semuanya akan turut berkembang dari wisata, kuliner, dan aneka usaha lainnya termasuk perkapalan seperti ini,” ujar Alex.

Ditambahkan PLTU batang juga sudah akan segera dibangun, diyakini  efek domino dari PLTU tersebut akan luar biasa. Termasuk ke Kota Pekalongan, sehingga segala macam industry akan berkembang terutama maritimnya. Untuk itu pula Pemkot menyarankan pengusaha juga didukung oleh perbankan atau koperasi di Pekalongan, agar usahanya semakin berkembang.

Sementara itu, pemilik usaha PT Barokah Marine Agus Triharsito menyampaikan terima kasih karena sudah didukung Pemkot. 
“Industri kapal melibatkan banyak industri lain, karena kita butuh bahan baku dan juga melibatkan banyak tenaga kerja. Dengan semakin maju indsutri lain dan masyarakat juga akan terangkat ekonominya,” ucap Agus.
Saat ini diungkapkan agus, selain buat kapal angkut barang atau niaga, juga buat kapal lain, seperti angkutan penumpang juga penangkap ikan. 
“Harapan kami tentunya sederhana, selain didukung juga dimudahkan ijin pengembangan. Saya rasa masih banyak lahan bisa dipakai untuk usaha, selain galangan kapal juga usaha maritim lainya. Sehingga harapan menjadi kota maritim mudah terwujud,” terangnya

Awak Angkutan Umum Kota Pekalongan dites narkoba

January 22, 2015 Add Comment



Kota Pekalongan
Puluhan awak angkutan umum baik bus maupun angkot yang biasa beraktifitas di terminal Kota Pekalongan diperiksa kesehatanya oleh petugas gabungan Satlantas, Sat Narkoba Polres Pekalongan kota, DInas kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud)  Kota Pekalongan, Kamis (22/1).

Satu persatu mereka di cek tekanan darahnya. Bahkan ada pula yang diambil sampel darahnya guna diperiksa lebih lanjut.

Menurut Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Pranata pengecekan kesehatan terhadap awak angkutan ini adalah merupakan kegiatan yang rutin digelar bersama sejumlah instansi lain.

 “Dalam hal ini kami bekerja sama dengan instansi lain diantaranya Dishub, Dinkes dan Satnarkoba,” katanya.

Pemeriksaan kesehatan terhadap awak angkutan umum dinilai amat penting bagi keselamatan. Baik keselamatan kendaraan yang mereka bawa maupun bagi pemakai jalan lain. 

“Awak angkutan terutama pengemudi adalah penyangga utama keselamatan di jalan, jika mereka sehat Insya Allah dalam membawa kendaraanya akan selamat,” tegasnya.

Diharapkan dari kegiatan ini angka kecelakaan di jalan raya yang disebabkan oleh kelalaian pengemudi bisa ditekan seminimal mungkin. 

(MC/ Diskominfo/AN Takari)

Pemkot Klaim Penggabungan kelurahan Sudah melalui Pertimbangan Matang

January 09, 2015 Add Comment
Kota Pekalongan
Penggabungan atau merger kelurahan yang dilakukan Pemkot Pekalongan sudah melalui pertimbangan yang sangat matang dan berbagai tahapan. Mulai dari  pengkajian yang meliputi tahap persiapan dan sosialisasi hingga menjadi Peraturan Daerah  dan pelaksanaan yakni pemberlakukan Perda dan penataan Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan  Sri Budi Santoso, Kamis (8/1/15). Menurut Sri Budi Santoso tahapan dalam pengkajian penggabungan kelurahan itu dilakukan lebih kurang 6 bulan. Yakni sejak bulan januari 2013 sampai dengan Juni 2013.

“Adapun kegiatan pengkajian tersebut antara lain tahap persiapan seperti konsultasi ke Dirjen PMD Kemendagri, pembentukan tim Pengkaji penggabungan kelurahan dengan berbagai elemen atau unsure terkait dan kaji terap ke Pemkot Surabaya yang sudah melakukanya terlebih dulu,” Katanya.

Selain itu juga ada tahap sosialisasi. Tahapan ini merupakan tahapan inti karena banyak melibatkan unsur masyarakat. Antara lain sosialisasi dan koordinasi tim bersama instansi tingkat Pemkot Pekalongan dan instansi vertikal serta unsur perbankan.

“ Selain itu ada sosialisasi tingkat kota dan pengarahan Walikota Pekalongan dengan peserta unsur panca pilar kelurahan, semua SKPD, instansi vertical termasuk Polri dan TNI, bahkan sosialisasi tingkat kelurahan dilakukan sampai dua tahap,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Sri Budi Santoso, dalam tahapan pengkajian telah dihasilkan dokumen hasil pengkajian penggabungan kelurahan.

“Berdasarkan hasil pengkajian yang dituangkan dalam dokumen hasil pengkajian penggabungan kelurahan disusun Raperda tentang kelurahan di lingkungan pemerintah dan penyusuanan naskah akademik dengan uneiversitas Pekalongan dan disetujui oleh DPRD bulan Juli 2013,” tambahnya.

 “Perda Kota Pekalongan Nomor 8 Tahun 2013 untuk selanjutnya dilakukan mekanisme Klarifikasi ke Provinsi Jawa Tengah dan ke Kementerian Dalam Negeri,” papar Sri Budi Santoso.
Lebih jauh Sri Budi Santoso menegaskan pada saat pembahasan di DPRD juga sudah dilakukan konsultasi publik dengan nara sumber walikota dan dihadiri oleh SKPD terkait, kecamatan, kelurahan dan lain-lainya. Sedangkan penetapan Perda Kota Pekalongan Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penggabungan Kelurahan di Lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan pada tanggal 16 Agustus 2013, adapun untuk pemberlakuan Perda akan ditetapkan dengan Peraturan Walikota.

Sebagai implementasi dari penggabungan kelurahan tersebut, Pemkot Pekalongan pada Jumat (2/1)  melakukan pelantikan pejabat struktural, termasuk pejabat struktural di Kelurahan.

(MC/Diskominfo/AN Takari)

213 PNS Dilingkungan Pemkot Pekalongan Dimutasi

January 06, 2015 Add Comment
Kota Pekalongan
Mengawali hari kerja pertama di tahun 2015, Pemerintah Kota Pekalongan langsung ‘tancap gas’. Sebanyak 213 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di mutasi dan dilantik di posisi mereka yang baru. Pelantikan pejabat eselon III dan IV itu dilaksanakan di Ruang Amarta, Jumat (2/1/15). Pada saat yang sama juga dilakukan penanda tanganan Pakta Intergritas bagi dokter spesialis dan dokter gigi di lingkungan RS Bendan.

Menurut Walikota Pekalongan Basyir Ahmad,  pelantikan ini adalah konsekwensi dari penggabungan kelurahan yang ada di Kota Pekalongan. Dari 47 Kelurahan digabung menjadi 27 kelurahan saja. 

“Hari ini kita lantik semua pejabat eselon IV di kelurahan baik lurah maupun perangkatnya serta beberapa pejabat eselon III di SKPD setelah melalui proses panjang dan melelahkan karena Perda tentang penggabungan Kelurahan sudah disetujui oleh DPRD sejak 2013 lalu, tetap karena sesuai aturan Mendagri harus menunggu pemilu, Pilpres dan lain-lainya baru bisa sekarang dilaksanakan,” katanya.

Basyir Ahmad menyadari bahwa pelantikan ini tidak bisa memuaskan semua orang. Namun hal ini sudah melalui pertimbangan yang matang dari berbagai aspek. “Saya sudah berusaha seadil-adilnya dalam pelantikan ini, namun keadilan manusia ada batasnya, Karenanya saya bertanggung jawab penuh terhadap pelantikan ini,” tegasnya.

Karenanya ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. “Selain itu saya meminta kepada Sekda untuk memberikan pengarahan danbimbingan kepada pejabat di level kelurahan yang dilantik hari ini,”tandasnya.


Ditambahkan oleh Basyir seluruh pejabat di level kelurahan ini harus sudah aktif pada Senin (5/1/15) mendatang agar rakyat bisa terlayani dengan baik.

 “Moratorium PNS akan terus dilakukan sampai 5 tahun mendatang, jadi penggabungan kelurahan juga ini merupakan inovasi agar pelayanan kepada rakyat tidak terganggu,” tambah Basyir. 




(MC/Diskominfo/AN Takari)