-->

Guru Besar IPB Dorong Warga Dukuh Jetak Batang Kembangkan Potensi Lokal untuk Tingkatkan Kesejahteraan

imajinasi
Thursday, August 06, 2026, August 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-06T05:21:42Z



Pekalongannews, Batang – Potensi lokal dinilai menjadi modal utama dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. Berangkat dari pemikiran tersebut, Guru Besar Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Muladno, mengajak masyarakat Dukuh Jetak, Desa Selopajang Timur, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, untuk mengenali sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

Ajakan itu disampaikan Prof. Muladno saat melaksanakan kegiatan Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2026, Rabu (5/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia bersama tim pendamping Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang berdialog langsung dengan masyarakat guna menggali berbagai peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi desa.

Menurut Prof. Muladno, pembangunan yang berhasil bukanlah program yang menjadikan masyarakat sebagai objek, melainkan sebagai pelaku utama dalam setiap proses pembangunan. Dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, hasil pembangunan akan lebih sesuai dengan kebutuhan sekaligus mampu bertahan dalam jangka panjang.

"Perubahan selalu dimulai dari bawah. Tidak ada program yang berhasil jika masyarakat hanya dijadikan objek. Justru masyarakat harus menjadi subjek karena merekalah yang memahami kondisi dan kebutuhan desanya sendiri," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini banyak program pembangunan yang berasal dari pemerintah maupun lembaga nonpemerintah belum sepenuhnya memberikan dampak berkelanjutan karena kurang melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

Karena itu, Prof. Muladno mengajak warga untuk mulai berani bermimpi, menyusun rencana, dan mewujudkan perubahan secara bersama-sama. Menurutnya, perubahan yang lahir dari semangat gotong royong akan lebih kuat dibandingkan program yang hanya bergantung pada bantuan dari luar.

"Warga perlu dirangsang agar memiliki mimpi tentang perubahan, kemudian menyusun rencana dan mewujudkannya secara bersama-sama. Perubahan yang berkelanjutan hanya dapat tercipta apabila dilakukan secara komunal," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Muladno juga memberikan pesan kepada tim fasilitator PCNU Batang yang mendampingi masyarakat. Ia mengingatkan agar proses pendampingan tidak dilakukan secara berlebihan sehingga kreativitas dan inovasi masyarakat tetap dapat tumbuh secara alami.

Menurutnya, peran pendamping lebih tepat sebagai fasilitator yang membantu membuka ruang diskusi, bukan sebagai pihak yang mendominasi setiap keputusan masyarakat.

"Jangan terlalu banyak melakukan intervensi. Biarkan kreativitas itu tumbuh dari akar rumput, dari masyarakat itu sendiri," tegasnya.

Pengalaman tersebut, lanjut Prof. Muladno, telah dibuktikannya melalui pengembangan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang digagas sejak tahun 2012. Program tersebut lahir dari pendampingan langsung kepada masyarakat di berbagai daerah dengan pendekatan pemberdayaan, bukan sekadar bantuan.

Melalui pendekatan tersebut, ia berharap masyarakat mampu mengubah pola pikir dari peternak tradisional menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.

Kegiatan Dosen Pulang Kampung di Dukuh Jetak menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat desa. Dengan menggali potensi lokal yang dimiliki, diharapkan lahir berbagai inovasi ekonomi berbasis sumber daya desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan dari tingkat akar rumput.

Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI