-->

Kebutuhan Terus Naik, Pemasukan Terbatas: Strategi Keluarga Hadapi Tekanan Ekonomi

Pekalongan News
Wednesday, September 16, 2026, September 16, 2026 WIB Last Updated 2026-09-17T09:27:50Z

Kebutuhan Terus Naik, Pemasukan Terbatas: Strategi Keluarga Hadapi Tekanan Ekonomi
gambar ilustrasi dibuat dengan AI

Pekalongannews, Bandung  – Uang masuk belum tentu bertambah, tetapi kebutuhan terus berjalan. Harga bahan makanan naik, biaya sekolah harus dibayar, tagihan rumah tangga menunggu, sementara penghasilan keluarga tidak selalu mampu mengejar seluruh kebutuhan.

Situasi inilah yang kini dirasakan sebagian masyarakat. Ketika ruang keuangan semakin sempit, keluarga dipaksa memilih: mengurangi pengeluaran, mencari pemasukan tambahan, atau melakukan keduanya sekaligus.

makin tahu Indonesia Perjuangan sejumlah keluarga menghadapi tekanan biaya hidup, data menunjukkan inflasi Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 3,19 persen. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana kenaikan harga dapat ikut menekan pengeluaran rumah tangga.

Endang , ibu tiga  anak, merasakan tekanan tersebut secara langsung. Bersama suaminya, ia mengandalkan usaha ayam bakar dan goreng  sebagai sumber pendapatan utama keluarga.

"Masalahnya, harga ayam dan kebutuhan rumah tangga terus bergerak naik. endang  juga tidak leluasa menaikkan harga jual karena harus mempertimbangkan kemampuan pelanggan," ujarnya.

Agar usaha tetap berjalan, ia memilih berburu bahan baku dengan harga lebih murah. endang  membandingkan harga di sejumlah pasar sebelum membeli kebutuhan dagangannya.

Namun menghemat biaya produksi saja belum cukup. Strategi memperbanyak sumber pendapatan juga dilakukan Yuni. Karena tidak mempunyai penghasilan tetap, ia membuka warung sekaligus kos-kosan.

Bagi Yuni, kebutuhan tertentu masih bisa dikurangi. Makan dan penggunaan listrik, misalnya, dapat disesuaikan. Tetapi biaya sekolah anak merupakan pengeluaran yang sulit ditunda.

Di sisi lain, Desi, pedagang keliling, mengaku semakin lelah menghadapi situasi tersebut. Ia membutuhkan harga kebutuhan pokok yang lebih stabil karena kenaikan harga berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari sekaligus usahanya.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan rumah tangga bukan semata soal berapa besar penghasilan. Cara mengatur uang juga menjadi semakin penting.

Perencana keuangan menyarankan keluarga memetakan seluruh pengeluaran dan memisahkan kebutuhan yang bisa dinegosiasikan dengan kebutuhan yang harus dipertahankan.

Gaya hidup dan hiburan dapat disesuaikan ketika kondisi ekonomi tertekan. Namun dana darurat dan tabungan tetap perlu dijaga, meski nominalnya dapat disesuaikan.

Di tengah pemasukan yang semakin ketat, kemampuan keluarga bertahan akhirnya sangat bergantung pada dua hal: mengendalikan pengeluaran dan menemukan sumber pendapatan tambahan yang realistis.

Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI