-->

Purbaya Diganti, Pengamat Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

arya pekalongan news
Friday, September 18, 2026, September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-18T04:28:54Z
Purbaya Diganti, Pengamat Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Pekalongannews, Jakarta — Pergantian Menteri Keuangan kembali membuka pembicaraan mengenai kondisi ekonomi Indonesia. Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Adi menyebut daya beli masyarakat sebagai salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian. Sorotan itu muncul di tengah klaim pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi yang positif.

"Secara rasional, secara substantif alasan Purbaya diganti tentu banyak faktor. Misalnya ada klaim pertumbuhan ekonomi naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi itu positif, itu kan statement yang disampaikan oleh pemerintah melalui menterinya. Tapi pada saat bersamaan daya beli masyarakat itu semakin menurun," kata Adi dalam keterangannya, dikutip Kamis (17/9).

Menurut Adi, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan. Kondisi masyarakat dalam memperoleh pendapatan dan pekerjaan juga menjadi bagian penting dalam melihat dampak pertumbuhan tersebut.

Karena itu, persoalan lapangan pekerjaan turut menjadi sorotannya. Adi secara khusus menyinggung kondisi pekerjaan di sektor formal yang dinilainya masih menjadi persoalan.

"Jadi wajar hal-hal seperti ini menjadi faktor penting bahwa Menteri Keuangan punya tanggung jawab besar dengan situasi keuangan yang ada di negara kita," ujarnya.

Selain daya beli dan pekerjaan, Adi menyoroti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurut dia, pergerakan rupiah yang belum menunjukkan penguatan signifikan menjadi catatan tersendiri dalam melihat kondisi perekonomian.

"Itu tentu menjadi catatan yang sifatnya minus," tegas Adi.

Persoalan lain yang disebut Adi ialah pertambahan utang negara. Sejumlah indikator tersebut, menurut dia, menjadi bagian dari persoalan ekonomi yang perlu diperhatikan setelah pergantian Menteri Keuangan.

Presiden Prabowo Subianto sendiri telah mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026). Posisi tersebut kemudian diisi Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.

Pergantian itu menandai berakhirnya masa Purbaya sebagai Menteri Keuangan. Suahasil kemudian melanjutkan tugas pengelolaan keuangan negara setelah dilantik Presiden Prabowo.

Di sisi lain, Adi mengaitkan kondisi tersebut dengan optimisme Purbaya mengenai prospek ekonomi Indonesia. Sebelum menjabat Menteri Keuangan, Purbaya disebut kerap menyampaikan pandangan optimistis mengenai target pertumbuhan ekonomi nasional.

"Purbaya yang dalam banyak hal kalau dulu kita dengarkan pidato politiknya, ceramah politiknya, penuh dengan optimisme. Dia sebut gampanglah kalau sekadar pertumbuhan ekonomi di Indonesia 6 persen di depan mata, 7 persen itu tinggal menghitung waktu dan seterusnya," tuturnya.

Menurut Adi, optimisme mengenai pertumbuhan ekonomi tersebut perlu dilihat bersama dengan indikator lain yang dirasakan masyarakat. Salah satunya daya beli yang menurut dia justru mengalami tekanan.

Bagi Adi, kondisi lapangan pekerjaan, nilai tukar rupiah, serta perkembangan utang negara juga tidak dapat dilepaskan dari pembahasan mengenai pengelolaan ekonomi dan keuangan negara.

Namun, penilaian tersebut merupakan pandangan Adi Prayitno. Pemerintah tidak menyatakan secara spesifik bahwa penurunan daya beli, lapangan pekerjaan, nilai tukar rupiah, atau utang negara menjadi alasan resmi pergantian Purbaya.

Pergantian Menteri Keuangan kini membawa Suahasil Nazara ke posisi strategis dalam pengelolaan fiskal nasional. Sejumlah persoalan ekonomi yang sebelumnya menjadi sorotan pun menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi Menteri Keuangan baru.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI