-->

Bupati Batang Resmikan Reban Expo 2026, Target Transaksi UMKM dan KWT Capai Rp300 Juta

imajinasi
Friday, August 07, 2026, August 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T02:16:30Z


Pekalongannews, Batang – Pemerintah Kabupaten Batang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kelompok Wanita Tani (KWT). Komitmen tersebut diwujudkan dengan dibukanya Reban Expo 2026 bertema "UMKM Berkarya dan KWT Berdaya" yang diresmikan langsung oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan di halaman Kantor Kecamatan Reban, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 8 Agustus 2026 ini menjadi wadah promosi produk unggulan desa sekaligus sarana memperluas pasar bagi pelaku UMKM dan KWT. Tahun ini, panitia menargetkan nilai transaksi selama pelaksanaan expo mencapai Rp300 juta, meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya sebesar sekitar Rp250 juta.

Camat Reban, Sugiharto, mengatakan Reban Expo merupakan hasil kolaborasi antara Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD), Pemerintah Kecamatan Reban, pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, penyuluh pertanian, hingga panitia peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat kecamatan.

Menurutnya, penyelenggaraan expo dibiayai melalui APBD Tahun 2026, sedangkan berbagai kegiatan pendukung mendapat dukungan dari sumber pendanaan yang sah serta partisipasi para donatur di wilayah Kecamatan Reban.

"Reban Expo menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui kolaborasi berbagai pihak," ujarnya.

Sebanyak 19 desa di Kecamatan Reban turut ambil bagian dengan menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari hasil olahan pangan, kerajinan, produk pertanian, hingga aneka hasil Kelompok Wanita Tani.

Tak hanya menghadirkan pameran produk, Reban Expo juga menyediakan berbagai layanan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Di antaranya pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, pelayanan SIM dari Polres Batang, pelayanan pajak kendaraan bermotor dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), fasilitasi sertifikasi halal dari Kementerian Agama, layanan kesehatan gratis dari Puskesmas Reban, hingga sidang isbat nikah hasil kerja sama Pengadilan Agama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Kantor Urusan Agama (KUA).

Sugiharto optimistis target transaksi sebesar Rp300 juta dapat tercapai. Optimisme tersebut didukung dengan rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan yang dipusatkan di lokasi expo sehingga diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung.

"Tahun lalu omzet mencapai sekitar Rp250 juta. Tahun ini kami menargetkan Rp300 juta melalui sinergi dengan berbagai kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan sehingga pengunjung semakin banyak dan produk UMKM semakin laku," jelasnya.

Selain pameran, masyarakat juga disuguhkan berbagai hiburan dan perlombaan, seperti pentas seni budaya Lengger Kethek, senam dan jalan sehat, lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pelajar, hingga lomba menyanyi bagi pelajar dan masyarakat umum.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan apresiasi atas inisiatif Kecamatan Reban yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan dengan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Menurut Faiz, di tengah pesatnya perkembangan investasi dan industrialisasi, sektor UMKM tetap menjadi pondasi utama ekonomi masyarakat karena memiliki daya tahan yang kuat menghadapi berbagai dinamika ekonomi.

"Investasi dan industri memang penting, tetapi fondasi ekonomi rakyat sesungguhnya adalah UMKM. Industri bisa berpindah mengikuti perkembangan ekonomi global, sedangkan UMKM akan tetap tumbuh bersama masyarakat dan menjadi penopang ekonomi daerah," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Dalam hal ini, Kelompok Wanita Tani memiliki peran strategis dalam meningkatkan produksi pangan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Melalui penyelenggaraan Reban Expo 2026, Pemerintah Kabupaten Batang berharap produk-produk unggulan lokal semakin dikenal luas, pelaku UMKM memperoleh akses pasar yang lebih besar, serta peran KWT dalam menjaga ketahanan pangan terus meningkat demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Batang.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI