![]() |
| Kepala Disnaker Kabupaten Batang, Suprapto |
Di tengah semakin terbukanya lapangan kerja di sektor industri, profesi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih menjadi pilihan bagi sebagian warga untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang menunjukkan, dalam kurun dua tahun terakhir sebanyak 1.185 warga Batang berangkat bekerja ke berbagai negara sebagai PMI. Angka tersebut menunjukkan bahwa bekerja di luar negeri masih menjadi alternatif yang diminati, meskipun minat masyarakat mulai mengalami sedikit penurunan.
Kepala Disnaker Kabupaten Batang, Suprapto, mengatakan penurunan minat tersebut belum terjadi secara signifikan. Menurutnya, hingga kini masih banyak masyarakat yang memilih bekerja di luar negeri karena berbagai pertimbangan.
"Kalau minat memang ada penurunan, tetapi tidak signifikan. Masyarakat masih banyak yang tertarik bekerja ke luar negeri," ujar Suprapto , Rabu (29/7/2026).
Berdasarkan data Disnaker, selama Juni 2026 terdapat 29 warga Batang yang berangkat sebagai PMI.
Data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang menunjukkan, dalam kurun dua tahun terakhir sebanyak 1.185 warga Batang berangkat bekerja ke berbagai negara sebagai PMI. Angka tersebut menunjukkan bahwa bekerja di luar negeri masih menjadi alternatif yang diminati, meskipun minat masyarakat mulai mengalami sedikit penurunan.
Kepala Disnaker Kabupaten Batang, Suprapto, mengatakan penurunan minat tersebut belum terjadi secara signifikan. Menurutnya, hingga kini masih banyak masyarakat yang memilih bekerja di luar negeri karena berbagai pertimbangan.
"Kalau minat memang ada penurunan, tetapi tidak signifikan. Masyarakat masih banyak yang tertarik bekerja ke luar negeri," ujar Suprapto , Rabu (29/7/2026).
Berdasarkan data Disnaker, selama Juni 2026 terdapat 29 warga Batang yang berangkat sebagai PMI.
Rinciannya, delapan orang bekerja di Hongkong, tujuh orang di Taiwan, tujuh orang di Singapura, enam orang di Malaysia, dan satu orang di Polandia.
Suprapto menjelaskan, keputusan masyarakat bekerja di luar negeri tidak semata-mata didorong oleh besarnya pendapatan yang diperoleh. Pengalaman positif dari keluarga, kerabat, maupun warga yang telah lebih dulu bekerja di negara tujuan juga menjadi faktor yang cukup berpengaruh.
Menurutnya, cerita keberhasilan para PMI yang telah bekerja di luar negeri sering kali menjadi motivasi bagi calon pekerja untuk mengikuti jejak mereka.
Suprapto menjelaskan, keputusan masyarakat bekerja di luar negeri tidak semata-mata didorong oleh besarnya pendapatan yang diperoleh. Pengalaman positif dari keluarga, kerabat, maupun warga yang telah lebih dulu bekerja di negara tujuan juga menjadi faktor yang cukup berpengaruh.
Menurutnya, cerita keberhasilan para PMI yang telah bekerja di luar negeri sering kali menjadi motivasi bagi calon pekerja untuk mengikuti jejak mereka.
"Selain memperoleh penghasilan yang dianggap menjanjikan, para calon PMI juga merasa lebih percaya diri karena memiliki jaringan atau kerabat yang sudah berada di negara tujuan," tambahnya.
Dari sejumlah negara tujuan, Taiwan dan Hongkong masih menjadi destinasi favorit bagi PMI asal Batang. Selain menawarkan peluang kerja yang cukup besar, kedua negara tersebut dinilai memiliki komunitas pekerja asal Batang yang cukup banyak sehingga memudahkan proses adaptasi maupun pertukaran informasi.
Sementara itu, negara seperti Jepang masih menjadi tujuan yang lebih selektif. Calon pekerja diwajibkan memiliki kompetensi sesuai bidang pekerjaan serta kemampuan berbahasa yang memadai sebelum diberangkatkan.
Disnaker Kabupaten Batang mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja yang tidak jelas. Warga yang berminat bekerja di luar negeri diimbau menggunakan jalur resmi melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memiliki izin operasional.
"Kalau masih ragu, silakan datang ke Disnaker. Kami akan membantu memastikan apakah lembaga atau perusahaan penyalurnya legal atau tidak, sehingga masyarakat bisa bekerja dengan aman dan mendapatkan perlindungan," pungkas Suprapto.
Dari sejumlah negara tujuan, Taiwan dan Hongkong masih menjadi destinasi favorit bagi PMI asal Batang. Selain menawarkan peluang kerja yang cukup besar, kedua negara tersebut dinilai memiliki komunitas pekerja asal Batang yang cukup banyak sehingga memudahkan proses adaptasi maupun pertukaran informasi.
Sementara itu, negara seperti Jepang masih menjadi tujuan yang lebih selektif. Calon pekerja diwajibkan memiliki kompetensi sesuai bidang pekerjaan serta kemampuan berbahasa yang memadai sebelum diberangkatkan.
Disnaker Kabupaten Batang mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja yang tidak jelas. Warga yang berminat bekerja di luar negeri diimbau menggunakan jalur resmi melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memiliki izin operasional.
"Kalau masih ragu, silakan datang ke Disnaker. Kami akan membantu memastikan apakah lembaga atau perusahaan penyalurnya legal atau tidak, sehingga masyarakat bisa bekerja dengan aman dan mendapatkan perlindungan," pungkas Suprapto.



No comments:
Post a Comment