-->

Investasi Jepang di KEK Industropolis Batang Makin Prospektif, Fokus EV dan Energi Terbarukan

Pekalongan News
Tuesday, May 26, 2026, May 26, 2026 WIB Last Updated 2026-05-26T05:58:02Z
Investasi Jepang di KEK Industropolis Batang Makin Prospektif, Fokus EV dan Energi Terbarukan
Pekalongannews, Tokyo, Japan - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus menunjukkan keseriusannya dalam menarik investasi global dengan memperkuat posisinya di panggung internasional melalui serangkaian agenda strategis di Jepang.

Langkah ini ditandai dengan keikutsertaan aktif dalam Investment Business Forum Indonesia–Japan yang digelar di Bellesalle Kanda, Tokyo, pada 22 Mei 2026. 

Forum tersebut diselenggarakan bersama KBRI Tokyo, Bank Indonesia Tokyo, IIPC Tokyo (BKPM), serta JETRO sebagai upaya memperkenalkan potensi investasi Indonesia, khususnya sektor industri teknologi tinggi.

Dalam forum tersebut, KEK Industropolis Batang mempromosikan berbagai peluang investasi pada sektor masa depan seperti ekosistem kendaraan listrik (EV Ecosystem), perangkat medis, elektronik, hingga energi terbarukan. 

Kehadiran kawasan industri strategis nasional ini mendapat perhatian dari para investor Jepang yang selama ini dikenal sebagai salah satu mitra investasi terbesar Indonesia.

Selain mengikuti forum bisnis, manajemen KEK Industropolis Batang juga melakukan kunjungan komparatif ke Tsukuba Science City di Jepang.

Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari konsep integrasi kawasan industri, pusat riset, dan lingkungan hunian modern yang berkelanjutan. 

Model pengembangan itu dinilai relevan untuk diterapkan di Batang guna menciptakan kawasan industri masa depan yang tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga nyaman sebagai tempat tinggal para tenaga ahli dan keluarga mereka.

Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang, Irma Sefrinta, menegaskan bahwa proyek strategis nasional ini memiliki visi besar untuk mentransformasikan Batang menjadi pusat inovasi berkelanjutan di Indonesia.

"Konsep kawasan yang dikembangkan tidak hanya sebatas kawasan industri konvensional, tetapi juga mengedepankan keseimbangan lingkungan, ruang terbuka hijau, mobilitas modern, serta pengelolaan energi yang terintegrasi," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menjelaskan bahwa daya tarik utama kawasan tersebut terletak pada kesiapan infrastruktur dan ekosistem terpadu yang telah dipersiapkan secara komprehensif untuk investor global.

"KEK Industropolis Batang tidak hanya menyediakan lahan industri siap pakai, tetapi juga mengintegrasikan sektor industri dan pengolahan, logistik dan distribusi, hingga pariwisata dalam satu kawasan," katanya.

Dukungan terhadap pengembangan KEK Industropolis Batang juga datang dari Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo. 

Direktur Promosi IIPC Tokyo, Cahyo Purnomo, menyebut hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang telah berlangsung kuat selama lebih dari 60 tahun. Pada 2025, investasi langsung Jepang ke Indonesia mencapai USD 3,12 miliar dengan total investasi lima tahun terakhir melampaui USD 18 miliar.

Forum bisnis yang dihadiri lebih dari 100 investor internasional tersebut juga mendapat dukungan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta. 

Ia menilai KEK Industropolis Batang memiliki nilai strategis tinggi bagi investor Jepang, terutama melalui dukungan kebijakan transaksi mata uang lokal, stabilitas sistem keuangan nasional, serta berbagai insentif investasi yang kompetitif.

Melalui pendekatan yang komprehensif dan berorientasi masa depan, KEK Industropolis Batang optimistis mampu menjadi destinasi investasi utama yang mendorong pertumbuhan industri nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI