-->

Ponpes Al Khafifiyah Batang Buktikan Pesantren Jadi Pusat Pelayanan Sosial Masyarakat

arya pekalongan news
Saturday, July 18, 2026, July 18, 2026 WIB Last Updated 2026-07-18T06:47:28Z
Pekalongannews, Batang – Pondok Pesantren Al Khafifiyah di bawah asuhan KH Nafi'ul Athfal atau Gus Nafi terus memperluas pengabdiannya kepada masyarakat. Perannya kini tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan.

Pesantren juga hadir sebagai pusat pelayanan sosial dan kesehatan. Peran itu diwujudkan melalui pengobatan gratis di Kecamatan Bawang.

"Target pelayanan hari ini sebanyak 500 orang. Antusias masyarakat sangat tinggi," kata Pengurus Pondok Pesantren Al Khafifiyah, Asrofi.

Kegiatan tersebut terselenggara bersama Djarum Foundation dan Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku (YBSI). Ratusan warga memadati kompleks pesantren sejak pagi.

Masyarakat datang dari Desa Bawang dan wilayah Kecamatan Bawang. Mereka memanfaatkan layanan kesehatan tanpa dipungut biaya.

Pelayanan dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Hingga pertengahan kegiatan, peserta mencapai sekitar 55 persen dari target.

Menurut Asrofi, pengobatan gratis menjadi bentuk kepedulian pesantren. Pesantren ingin semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan kegiatan serupa baru pertama kali digelar di Kecamatan Bawang. Sambutan warga menunjukkan tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan.

Layanan kesehatan diberikan secara lengkap kepada seluruh peserta. Pemeriksaan meliputi dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis THT.

Peserta juga memperoleh pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan. Seluruh obat diberikan secara gratis setelah pemeriksaan.

Tim medis didatangkan dari Surabaya untuk mendukung kegiatan tersebut. Mereka bekerja bersama tenaga kesehatan dan relawan YBSI.

Kegiatan itu juga melibatkan seluruh santri Pondok Pesantren Al Khafifiyah. Santri yang memiliki keluhan kesehatan ikut menjalani pemeriksaan.

Saat ini pesantren membina sekitar 100 santri. Jumlah tersebut terus bertambah setiap tahunnya.

"Asal ada keluhan, santri semuanya ikut diperiksa. Semoga semuanya diberikan kesehatan," ujar Asrofi.

Panitia menyiapkan mekanisme rujukan bagi peserta. Langkah itu dilakukan bila ditemukan penyakit yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Namun hingga kegiatan berlangsung belum ada pasien dirujuk. Seluruh keluhan masih dapat ditangani tim medis di lokasi.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Khafifiyah, KH Nafi'ul Athfal atau Gus Nafi, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Dukungan disampaikan saat dirinya menunaikan ibadah umrah di Makkah.

"Gus Nafi mendukung penuh kegiatan pengobatan gratis ini. Semoga bermanfaat bagi santri dan masyarakat sekitar," pesannya.

Ketua Umum Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku, Virli Mavitasari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bakti sosial ke-35 YBSI di Jawa Tengah.

YBSI menerjunkan sekitar 30 tenaga kesehatan dalam kegiatan tersebut. Tim terdiri atas dokter, paramedis, apoteker, tenaga laboratorium, dan relawan.

Pelayanan juga diperkuat dokter spesialis THT dan dokter gigi. Seluruh layanan dipusatkan di lingkungan Pondok Pesantren Al Khafifiyah.

Virli menjelaskan pelayanan dibagi menjadi empat kategori utama. Layanan meliputi pemeriksaan umum, THT, gigi, dan laboratorium.

Pelayanan gigi mencakup pemeriksaan, pencabutan, dan penambalan gigi. Semua tindakan dilakukan sesuai kondisi pasien.

Menurut Virli, dermatitis menjadi keluhan terbanyak di lingkungan pesantren. Gangguan THT juga cukup banyak ditemukan.

Perubahan cuaca memicu meningkatnya kasus ISPA, demam, dan flu. Tim medis juga menemukan sejumlah peserta mengalami hipertensi.

Seluruh pasien memperoleh obat sesuai hasil pemeriksaan dokter. Edukasi kesehatan juga diberikan kepada setiap peserta.

Kegiatan tersebut memperlihatkan wajah baru pesantren di tengah masyarakat. Pondok Pesantren Al Khafifiyah tidak hanya mendidik para santri.

Pesantren juga menjadi ruang pelayanan sosial yang terbuka bagi masyarakat. Kolaborasi bersama YBSI menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

Sinergi seperti ini diharapkan terus berlanjut pada masa mendatang. Peran pesantren pun semakin kuat sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI