![]() |
| Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa, mengajak puluhan anak penyandang Talasemia menikmati hiburan di pantai sigandu |
Pagi itu, suasana pantai tidak hanya diisi oleh wisatawan biasa, melainkan puluhan anak penyandang talasemia yang datang dengan senyum merekah.
Mereka hadir memenuhi undangan Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa, untuk sejenak melupakan rutinitas medis dan menikmati momen kebersamaan di tepi laut.
Mereka hadir memenuhi undangan Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa, untuk sejenak melupakan rutinitas medis dan menikmati momen kebersamaan di tepi laut.
Kegiatan ini menjadi oase bagi anak-anak yang setiap harinya harus berjuang dengan kondisi kesehatan khusus.
Faelasufa mengungkapkan bahwa rencana untuk mengajak anak-anak penderita talasemia berwisata sebenarnya sudah tercetus sejak tahun lalu. Namun, karena berbagai kendala, agenda tersebut baru bisa terealisasi hari ini.
"Kami sebenarnya hanya ingin senang-senang bersama anak-anak penderita talasemia. Ini sudah direncanakan dari tahun kemarin, alhamdulillah hari ini bisa terlaksana," ujar Faelasufa di sela-sela kegiatan.
Tak sekadar hadir sebagai pejabat, Faelasufa tampak luwes berinteraksi dan membaur dengan anak-anak. Baginya, dukungan moral jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan materiil.
Dalam kesempatan tersebut, Faelasufa berbagi cerita bahwa dirinya sempat awam mengenai penyakit ini. Setelah berdiskusi dengan komunitas dan tenaga kesehatan, ia baru menyadari betapa berat perjuangan para penyandang talasemia.
Sebagai informasi, talasemia adalah kelainan darah bawaan yang menyebabkan sel darah merah penderitanya mudah pecah. Akibatnya, mereka sering mengalami anemia kronis dan sangat bergantung pada transfusi darah secara rutin seumur hidup.
"Ternyata kondisi ini sangat memengaruhi kehidupan mereka. Itulah mengapa kesadaran masyarakat (awareness) harus terus ditingkatkan," tegasnya.
Pesan Menyentuh untuk Masa Depan
Kondisi fisik penyandang talasemia terkadang berbeda; pertumbuhan mereka bisa terhambat sehingga terlihat lebih kecil dari usia aslinya. Hal ini disadari betul sebagai tantangan sosial, terutama saat mereka dewasa dan memasuki dunia kerja.
Saskia, salah satu pihak yang terlibat, memberikan pesan penyemangat agar anak-anak ini tidak rendah diri.
Faelasufa mengungkapkan bahwa rencana untuk mengajak anak-anak penderita talasemia berwisata sebenarnya sudah tercetus sejak tahun lalu. Namun, karena berbagai kendala, agenda tersebut baru bisa terealisasi hari ini.
"Kami sebenarnya hanya ingin senang-senang bersama anak-anak penderita talasemia. Ini sudah direncanakan dari tahun kemarin, alhamdulillah hari ini bisa terlaksana," ujar Faelasufa di sela-sela kegiatan.
Tak sekadar hadir sebagai pejabat, Faelasufa tampak luwes berinteraksi dan membaur dengan anak-anak. Baginya, dukungan moral jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan materiil.
Dalam kesempatan tersebut, Faelasufa berbagi cerita bahwa dirinya sempat awam mengenai penyakit ini. Setelah berdiskusi dengan komunitas dan tenaga kesehatan, ia baru menyadari betapa berat perjuangan para penyandang talasemia.
Sebagai informasi, talasemia adalah kelainan darah bawaan yang menyebabkan sel darah merah penderitanya mudah pecah. Akibatnya, mereka sering mengalami anemia kronis dan sangat bergantung pada transfusi darah secara rutin seumur hidup.
"Ternyata kondisi ini sangat memengaruhi kehidupan mereka. Itulah mengapa kesadaran masyarakat (awareness) harus terus ditingkatkan," tegasnya.
Pesan Menyentuh untuk Masa Depan
Kondisi fisik penyandang talasemia terkadang berbeda; pertumbuhan mereka bisa terhambat sehingga terlihat lebih kecil dari usia aslinya. Hal ini disadari betul sebagai tantangan sosial, terutama saat mereka dewasa dan memasuki dunia kerja.
Saskia, salah satu pihak yang terlibat, memberikan pesan penyemangat agar anak-anak ini tidak rendah diri.
"Meskipun ada keterbatasan, mereka harus lebih pintar, giat belajar, dan terus berusaha. Jangan menyerah dengan keadaan," tuturnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Batang kini tengah serius menggalakkan upaya pencegahan. Pasalnya, talasemia berkaitan erat dengan faktor genetik.
Faelasufa menyoroti pentingnya skrining sejak masa kehamilan dan edukasi mengenai pembawa sifat (carrier). Secara medis, sesama pembawa sifat talasemia sangat tidak disarankan untuk menikah karena risiko melahirkan anak dengan talasemia mayor sangat tinggi.
"Edukasi sebelum menikah itu sudah ada dan sangat penting untuk mencegah kasus talasemia ke depan," pungkasnya.
Melalui piknik sederhana di Pantai Sigandu ini, Pemkab Batang berharap masyarakat mulai melek terhadap deteksi dini talasemia, sembari memastikan anak-anak yang sudah berjuang tetap mendapatkan haknya untuk bahagia.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Batang kini tengah serius menggalakkan upaya pencegahan. Pasalnya, talasemia berkaitan erat dengan faktor genetik.
Faelasufa menyoroti pentingnya skrining sejak masa kehamilan dan edukasi mengenai pembawa sifat (carrier). Secara medis, sesama pembawa sifat talasemia sangat tidak disarankan untuk menikah karena risiko melahirkan anak dengan talasemia mayor sangat tinggi.
"Edukasi sebelum menikah itu sudah ada dan sangat penting untuk mencegah kasus talasemia ke depan," pungkasnya.
Melalui piknik sederhana di Pantai Sigandu ini, Pemkab Batang berharap masyarakat mulai melek terhadap deteksi dini talasemia, sembari memastikan anak-anak yang sudah berjuang tetap mendapatkan haknya untuk bahagia.



No comments:
Post a Comment