-->

KA Joglosemarkerto Mulai 27 April 2026 Resmi Berhenti di Stasiun Batang

Pekalongan News
Thursday, April 16, 2026, April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-04-16T10:26:59Z

KA Joglosemarkerto Mulai 27 April 2026 Resmi Berhenti di Stasiun Batang
Gambar Ilustrasi dibuat Dengan AI

Pekalongannews, Batang - Layanan kereta api Joglosemarkerto resmi menambah titik pemberhentian di Stasiun Batang,  Kabar baik datang bagi warga Kabupaten Batang. Mulai 27 April 2026, Kebijakan ini dinilai akan memperluas akses transportasi sekaligus mendorong mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Informasi tersebut disampaikan Faiz Kurniawan melalui unggahan di media sosial. Dalam unggahannya, ia turut membagikan jadwal terbaru perjalanan kereta api yang kini melayani Stasiun Batang. Masyarakat pun semakin dimudahkan untuk bepergian ke sejumlah kota tujuan seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, hingga Purwokerto menggunakan moda transportasi kereta api.

Berdasarkan jadwal yang beredar, terdapat sejumlah kereta api yang melayani pemberhentian di Stasiun Batang, di antaranya Tawangjaya Premium, Kaligung, Kamandaka, Menoreh, Argo Muria, hingga Joglosemarkerto. Jadwal keberangkatan tersedia cukup variatif, mulai dari dini hari hingga malam, termasuk adanya layanan tambahan seperti Kaligung Fakultatif.

Tak hanya akses yang semakin mudah, tarif perjalanan juga relatif terjangkau. Untuk rute Batang–Solo pulang-pergi, harga tiket dibanderol mulai Rp105 ribu. Sementara untuk rute Batang–Yogyakarta PP, tarifnya mulai Rp200 ribu. Harga tersebut dinilai cukup kompetitif dan berpotensi menarik minat masyarakat beralih ke transportasi kereta api.

Faiz menyampaikan apresiasinya kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas penambahan layanan tersebut, khususnya di Stasiun Batang dan Stasiun Pelabuhan yang kini turut disinggahi Joglosemarkerto.

“Terima kasih dan apresiasi kepada KAI yang memberikan tambahan fasilitas di wilayah Kabupaten Batang, khususnya di Stasiun Batang dan Stasiun Pelabuhan,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar peningkatan layanan transportasi, tetapi juga menjadi bentuk kepercayaan terhadap perkembangan Kabupaten Batang.

“Ini adalah kepercayaan sekaligus momentum lompatan. Kepercayaan pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batang. Kepercayaan bahwa Batang akan menjadi mesin ekonomi di Indonesia,” jelasnya.

Ia pun mendorong seluruh pihak untuk memanfaatkan momentum ini secara optimal, terutama dalam menarik kunjungan wisatawan, pelaku usaha, hingga investor ke Batang.

“Terbukanya akses ini seharusnya bisa kita manfaatkan untuk semakin banyak mengundang orang berkunjung ke Batang,” imbuhnya.

Dengan semakin lengkapnya layanan transportasi kereta api serta tarif yang kompetitif, Kabupaten Batang diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi, seiring pesatnya pengembangan kawasan industri di daerah tersebut.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI