Pekalongannews, Jakarta - Guna menunjang distribusi dan mobilitas di lapangan puluhan ribu motor listrik merek Emmo disiapkan untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, jumlah pengadaan tidak mencapai 70.000 unit seperti yang sempat viral di media sosial. Dari total pesanan 25.000 unit, realisasi pengadaan tercatat sebanyak 21.801 unit.
Motor listrik Emmo yang digunakan diduga terdiri dari dua tipe, yakni model trail dan skuter, yang telah dilengkapi identitas dan logo BGN.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, jumlah pengadaan tidak mencapai 70.000 unit seperti yang sempat viral di media sosial. Dari total pesanan 25.000 unit, realisasi pengadaan tercatat sebanyak 21.801 unit.
Motor listrik Emmo yang digunakan diduga terdiri dari dua tipe, yakni model trail dan skuter, yang telah dilengkapi identitas dan logo BGN.
Kehadiran motor ini juga tercatat dalam sistem katalog elektronik pemerintah (Inaproc) yang dikelola LKPP, sehingga proses pengadaannya dapat dilakukan secara langsung tanpa tender panjang serta mengutamakan produk dalam negeri.
Di dalam katalog tersebut, tercantum dua model utama, yaitu Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max. Menariknya, kedua model ini tergolong baru karena desain industrinya baru didaftarkan pada 2025 oleh PT Adlas Sarana Elektrik, sementara pemasarannya dilakukan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal.
Dengan pengadaan ini, pemerintah berharap operasional program MBG dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendorong penggunaan kendaraan listrik buatan lokal di Indonesia.
Di dalam katalog tersebut, tercantum dua model utama, yaitu Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max. Menariknya, kedua model ini tergolong baru karena desain industrinya baru didaftarkan pada 2025 oleh PT Adlas Sarana Elektrik, sementara pemasarannya dilakukan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal.
Dengan pengadaan ini, pemerintah berharap operasional program MBG dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendorong penggunaan kendaraan listrik buatan lokal di Indonesia.



No comments:
Post a Comment