-->

Lonjakan Arus Mudik, 5.000 Kendaraan per Jam Melintas di Pantura Cirebon

Pekalongan News
Friday, March 20, 2026, March 20, 2026 WIB Last Updated 2026-03-20T10:17:58Z
Lonjakan Arus Mudik, 5.000 Kendaraan per Jam Melintas di Pantura Cirebon
Pekalongannews, Cirebon — Dua hari menjelang Lebaran, arus mudik di jalur Pantura, khususnya di wilayah Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami lonjakan signifikan. Jumat (20/3/2026). 

Ribuan pemudik yang didominasi pengguna sepeda motor memadati jalur arteri dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Kepadatan terlihat sejak pagi hari di sejumlah titik persimpangan, terutama di lampu merah Arjawinangun. Kendaraan hanya dapat bergerak perlahan akibat tingginya volume lalu lintas yang melintas secara bersamaan dari berbagai arah.

Data Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon mencatat sekitar 5.000 kendaraan melintas setiap jam. Angka ini diperkirakan terus meningkat seiring mendekati puncak arus mudik gelombang kedua.

Petugas kepolisian setempat melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Di antaranya dengan mengurangi durasi lampu merah serta memprioritaskan kendaraan dari arah Jakarta yang menuju ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, sistem buka-tutup juga diterapkan di sejumlah titik rawan kepadatan.

Kepadatan kian diperparah oleh pertemuan arus kendaraan lokal dan pemudik di sejumlah simpul jalan. Arjawinangun menjadi salah satu titik krusial karena menjadi jalur perlintasan menuju kawasan Gegesik dan Indramayu.

Meski cuaca terik, antusiasme pemudik untuk pulang ke kampung halaman tidak surut. Rombongan sepeda motor tampak melintas secara berkelompok, memperlambat laju kendaraan lain di jalur arteri tersebut.

Petugas mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati, mengingat tingginya risiko kecelakaan di titik-titik rawan, terutama di persimpangan dan jalur pertemuan arus.

Di sisi lain, lonjakan pemudik juga terjadi di moda transportasi lain. Di Stasiun Kiara Condong, Bandung, lebih dari 5.000 penumpang diberangkatkan dalam sehari dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tingginya permintaan membuat tiket kereta api sulit diperoleh dalam beberapa hari terakhir.

Kepadatan serupa juga terlihat di Terminal Cicaheum, Bandung. Sejak sehari sebelumnya, ribuan penumpang telah diberangkatkan menggunakan ratusan armada bus. Pihak terminal pun menyiapkan armada tambahan untuk mengantisipasi puncak arus mudik.

Sementara itu, di wilayah lain, arus mudik melalui jalur laut di Tarakan, Kalimantan Utara, juga mencapai puncaknya. Aparat kepolisian turut membantu kelancaran penumpang, termasuk menyediakan layanan kesehatan gratis di pelabuhan.

Di tengah hiruk pikuk arus mudik, kisah haru datang dari Pelabuhan Ciwandan, Cilegon.

Seorang pemudik tak kuasa menahan tangis setelah menerima kabar ibunya meninggal dunia sebelum ia tiba di kampung halaman. Petugas yang berada di lokasi memberikan pendampingan dan memprioritaskan keberangkatannya.

Pemerintah dan aparat terkait terus mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta menjaga keselamatan selama perjalanan mudik berlangsung.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI