Pekalongannews, Karawang - Puncak arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa. Antrean kendaraan mengular hingga berjam-jam terjadi di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek (Japek), Karawang, Jawa Barat, Kamis 19/3/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan menuju rest area sudah terjadi sejak pukul 11.00 WIB. Bahkan, waktu tunggu untuk masuk ke area istirahat tersebut mencapai sekitar tiga jam.
Kondisi lalu lintas secara umum terpantau ramai lancar, namun kepadatan terjadi akibat tingginya minat pemudik untuk beristirahat di rest area tersebut. Kendaraan yang mendominasi antrean adalah mobil pribadi berpelat B yang menuju berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bandung.
Rest Area KM 57 menjadi salah satu titik favorit pemudik karena fasilitasnya yang lengkap. Mulai dari area parkir luas, toilet, musala, hingga berbagai pilihan tempat makan tersedia di lokasi ini. Bahkan, pengelola juga menyiapkan toilet portable tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama masa mudik.
Lonjakan pengunjung diprediksi akan terus terjadi seiring puncak arus mudik yang berlangsung sejak H-2 Lebaran hingga hari ini. PT Jasa Marga memperkirakan lebih dari 1,2 juta kendaraan akan melintas di ruas Tol Trans Jawa dan arah Bandung selama periode mudik tahun ini.
Tak hanya di KM 57, kepadatan juga terjadi di ruas Tol Layang MBZ tepatnya di KM 48. Sejak siang hari, arus kendaraan terpantau padat dan didominasi kendaraan pribadi, bus, serta truk. Kepadatan bahkan sudah mulai terasa sejak KM 15 arah keluar Jakarta.
Data Jasa Marga mencatat, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta telah menembus angka lebih dari 1 juta unit. Angka tersebut meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan hari biasa, seiring dimulainya puncak arus mudik.
Untuk mengurai kepadatan, petugas telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di KM 36 hingga KM 70. Selain itu, sistem one way nasional juga diterapkan mulai KM 70 hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, kemudian dilanjutkan one way lokal hingga Solo.
Sementara itu, kondisi serupa juga terpantau di Rest Area KM 102 Tol Cipali. Volume kendaraan meningkat signifikan, dengan banyak pemudik memanfaatkan rest area untuk beristirahat, berbuka puasa, hingga mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan.
Petugas mengimbau para pemudik untuk selalu menjaga kondisi fisik dan kendaraan. Jika merasa lelah atau mengantuk, pengendara diminta segera beristirahat di rest area terdekat demi keselamatan selama perjalanan mudik.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan menuju rest area sudah terjadi sejak pukul 11.00 WIB. Bahkan, waktu tunggu untuk masuk ke area istirahat tersebut mencapai sekitar tiga jam.
Kondisi lalu lintas secara umum terpantau ramai lancar, namun kepadatan terjadi akibat tingginya minat pemudik untuk beristirahat di rest area tersebut. Kendaraan yang mendominasi antrean adalah mobil pribadi berpelat B yang menuju berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bandung.
Rest Area KM 57 menjadi salah satu titik favorit pemudik karena fasilitasnya yang lengkap. Mulai dari area parkir luas, toilet, musala, hingga berbagai pilihan tempat makan tersedia di lokasi ini. Bahkan, pengelola juga menyiapkan toilet portable tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama masa mudik.
Lonjakan pengunjung diprediksi akan terus terjadi seiring puncak arus mudik yang berlangsung sejak H-2 Lebaran hingga hari ini. PT Jasa Marga memperkirakan lebih dari 1,2 juta kendaraan akan melintas di ruas Tol Trans Jawa dan arah Bandung selama periode mudik tahun ini.
Tak hanya di KM 57, kepadatan juga terjadi di ruas Tol Layang MBZ tepatnya di KM 48. Sejak siang hari, arus kendaraan terpantau padat dan didominasi kendaraan pribadi, bus, serta truk. Kepadatan bahkan sudah mulai terasa sejak KM 15 arah keluar Jakarta.
Data Jasa Marga mencatat, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta telah menembus angka lebih dari 1 juta unit. Angka tersebut meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan hari biasa, seiring dimulainya puncak arus mudik.
Untuk mengurai kepadatan, petugas telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di KM 36 hingga KM 70. Selain itu, sistem one way nasional juga diterapkan mulai KM 70 hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, kemudian dilanjutkan one way lokal hingga Solo.
Sementara itu, kondisi serupa juga terpantau di Rest Area KM 102 Tol Cipali. Volume kendaraan meningkat signifikan, dengan banyak pemudik memanfaatkan rest area untuk beristirahat, berbuka puasa, hingga mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan.
Petugas mengimbau para pemudik untuk selalu menjaga kondisi fisik dan kendaraan. Jika merasa lelah atau mengantuk, pengendara diminta segera beristirahat di rest area terdekat demi keselamatan selama perjalanan mudik.



No comments:
Post a Comment