0 Comment
Sebanyak 300 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ditargetkan akan selesai direhab pada tahun 2019. Dari jumlah tersebut 160 RTLH diantaranya sedang dilakukan pengerjaan rehab.

Lurah Pasirkratonkramat, M Arifin mengatakan, dari jumlah 160 RTLH yang sedang dikerjakan sudah termasuk RTLH yang diperuntukan bagi warga Pasirkratonkramat.
"Kami mendapatkan bedah rumah sebanyak 100 RTLH dari pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR dan pemerintah daerah," ungkap Arifin, Senin (29/5/17).
Satu unit rumah, kata Arifin, besaranya mencapai Rp 15 juta untuk yang dari Kementrian PUPR, sedangkan dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah besaranya Rp 10 juta.
"Khusus bedah rumah yang dibiayai dari APBD Kota Pekalongan, besaranya mencapai Rp 7,5 juta," terangnya.
Selain itu, Lanjut Arifin, anggaran bedah rumah dari Pemerintah Propinsi baru akan melakukan proses survai dan verifikasi yang akan dimulai dalam waktu dekat.
"Untuk kepastian pelaksanaanya, kemungkinan usai lebaran tahun ini," ungkap Arifin.
Lebih lanjut, Arifin juga menginformasikan adanya warga yang banyak meninggalkan rumahnya begitu saja karena terus menerus tergenang rob. Kasus terbanyak merupakan warga Pasirsari yang sekarang tergabung dalam Kelurahan Pasirkratonkramat.
"Jumlahnya cukup banyak, kurang lebih puluhan rumah ditinggalkan karena alasan rob," jelas Arifin.
Arifin menyebut, warga yang meninggalkan rumahnya kebanyakan mengungsi ke tempat saudaranya atau pindah ke tempat lain, namun masih di sekitar rumah atau tak jauh dari tempat tinggal semula.
"Kebanyakan warga Pasirsari yang memang paling parah tergenang rob, sebab nyaris seluruhnya terendam air," pungkas Arifin.

Post a Comment Blogger

 
Top