Pekalongannews, Jakarta - TBIG Laboratory resmi diperkenalkan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk sebagai langkah serius menata ulang standar kerja dan kualitas SDM telekomunikasi Indonesia.
TBIG Laboratory diresmikan pada 1 Desember 2025 dan langsung diposisikan sebagai pusat pelatihan, praktik, sekaligus standardisasi teknologi jaringan.TBIG Laboratory lahir di tengah kebutuhan industri yang kerap berlari lebih cepat daripada kesiapan tenaga teknis di lapangan.
TBIG Laboratory sejak awal dirancang bukan sebagai ruang teori, melainkan arena simulasi yang mendekati kondisi kerja sebenarnya.
TBIG Laboratory menjadi ruang belajar di mana kesalahan boleh terjadi, diuji, lalu diperbaiki sebelum berdampak ke jaringan publik.
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An, menyebut TBIG Laboratory sebagai jawaban atas tuntutan industri yang makin ketat soal mutu.
“TBIG Laboratory kami siapkan untuk memastikan setiap instalasi jaringan, khususnya fiber optik, berjalan sesuai standar kualitas tertinggi,” kata Lie Si An.
TBIG Laboratory memungkinkan peserta pelatihan memegang langsung perangkat, membaca hasil pengujian, dan memahami risiko kerja secara nyata.
TBIG Laboratory dilengkapi fasilitas pengujian jaringan seperti OTDR dan power meter yang biasa digunakan di proyek lapangan.
TBIG Laboratory juga mengajarkan peserta memahami troubleshooting bukan dari buku, tetapi dari studi kasus yang benar-benar terjadi.
TBIG Laboratory tak hanya melatih teknisi internal, tetapi juga menjadi rujukan standar bagi mitra dan vendor TBIG.
TBIG Laboratory sekaligus berfungsi sebagai pusat Quality Assurance sebelum metode dan perangkat diterapkan dalam proyek skala nasional.
TBIG Laboratory memberi ruang uji coba agar kesalahan instalasi tidak lagi menjadi kejutan di lapangan.
Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi, menegaskan TBIG Laboratory merupakan investasi jangka panjang perusahaan.
“TBIG Laboratory adalah komitmen kami untuk menjaga kualitas layanan melalui SDM unggul dan proses yang terukur,” ujar Herman.
TBIG Laboratory mencerminkan perubahan cara pandang TBIG terhadap pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
TBIG Laboratory menempatkan kualitas sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap percepatan proyek.
TBIG Laboratory juga terintegrasi dengan program Bangun Cerdas Bersama melalui Kurikulum Unggulan Pelatihan Fiber Optik FTTH.
TBIG Laboratory melalui program tersebut diarahkan mencetak tenaga teknis yang siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
TBIG Laboratory membuka peluang lahirnya standar kerja yang lebih seragam di berbagai wilayah Indonesia.
TBIG Laboratory berpotensi menjadi tolok ukur baru bagi pelatihan dan sertifikasi teknisi jaringan.
TBIG Laboratory mengirim pesan tegas bahwa kualitas jaringan tidak bisa lagi bergantung pada kebiasaan lama.
TBIG Laboratory menutup celah antara perencanaan di kantor dan realitas di lapangan.
TBIG Laboratory juga memperkecil risiko gangguan layanan yang selama ini kerap berakar dari kesalahan instalasi.
TBIG Laboratory memperlihatkan TBIG tidak hanya berbicara soal ekspansi, tetapi juga konsistensi mutu.
TBIG Laboratory menjadikan manusia sebagai pusat dari teknologi yang terus berkembang.
TBIG Laboratory diharapkan melahirkan teknisi yang bukan hanya terampil, tetapi juga disiplin standar.
TBIG Laboratory menjadi bukti bahwa investasi pada SDM adalah strategi bertahan paling masuk akal.
TBIG Laboratory menempatkan TBIG pada posisi strategis sebagai penjaga mutu infrastruktur telekomunikasi.
TBIG Laboratory bukan sekadar fasilitas, melainkan pernyataan arah industri ke depan.



No comments:
Post a Comment