-->

Mahasiswa Trisakti Gelar Demo di Jakarta, Desak Pemerintah Penuhi 3 Tuntutan Rakyat

Pekalongan News
Thursday, October 29, 2026, October 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-29T15:18:18Z
Mahasiswa Trisakti Gelar Demo di Jakarta, Desak Pemerintah Penuhi 3 Tuntutan Rakyat
Pekalongannews, Jakarta – Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi demonstrasi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak pemerintah memperhatikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. 

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa tiga tuntutan utama yang disebut sebagai Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat.

Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026) itu diikuti lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai fakultas. Mereka datang menggunakan angkutan umum dan berupaya menuju kawasan Patung Kuda, salah satu titik yang kerap menjadi lokasi penyampaian aspirasi di Ibu Kota.

Namun, perjalanan mahasiswa menuju lokasi tersebut mengalami perubahan rute setelah adanya pengalihan oleh aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan. Akibatnya, mahasiswa akhirnya menyampaikan aspirasi di kawasan sekitar Monas, tepatnya di dekat area parkir IRTI.

Salah satu perwakilan mahasiswa Universitas Trisakti, Zahra, menjelaskan bahwa aksi tersebut membawa tiga tuntutan yang dinilai berkaitan dengan persoalan mendasar bangsa Indonesia.

"Tuntutan pertama adalah pemulihan sektor ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional. Mahasiswa menilai berbagai sektor tersebut perlu mendapatkan perhatian serius agar hak-hak masyarakat dapat terpenuhi," katanya.

Menurut Zahra, ketiga tuntutan tersebut merupakan rangkuman dari berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat. Setiap fakultas juga membawa aspirasi masing-masing yang kemudian dihimpun menjadi sejumlah tuntutan dalam aksi Tritura.

Mahasiswa berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada penyampaian program-program besar, tetapi juga memberikan perhatian terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Mereka mengingatkan bahwa pemenuhan hak dasar warga negara merupakan bagian dari amanat konstitusi, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945.Zahra juga menyoroti hambatan yang dialami mahasiswa ketika menuju titik demonstrasi. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan selama sekitar dua jam diwarnai pengalihan arah dan pembatasan akses menuju lokasi yang dituju.

Kondisi tersebut, menurutnya, menimbulkan pertanyaan mengenai ruang kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

"Mahasiswa tidak bermaksud menunjukkan sikap antipemerintah. Sebaliknya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap kondisi bangsa dan arah kebijakan negara," tambahnya.

Sementara itu, aparat kepolisian dan petugas Dinas Perhubungan melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi.

Untuk mengantisipasi peserta yang kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan, mahasiswa juga menyiapkan ambulans kesehatan.

Aksi Tritura ini kembali memperlihatkan peran mahasiswa sebagai salah satu kelompok masyarakat yang aktif mengawasi jalannya pemerintahan. 

Melalui tiga tuntutan tersebut, mereka berharap pemerintah membuka ruang dialog dan memberikan respons nyata terhadap persoalan yang menjadi perhatian publik.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI