Pekalongannews, Batang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah pesatnya perkembangan industri. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni menanam 2.200 bibit pohon aren di area reservoir pada Jumat (23/10/2026), bekerja sama dengan PT Mitra Aren Indonesia.
Program penghijauan ini menjadi bagian dari upaya pengelola kawasan untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian ekosistem. Penanaman ribuan pohon aren tersebut juga mempertegas arah pengembangan kawasan industri yang mengedepankan prinsip green industry atau industri hijau.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya jajaran Dewan Komisaris PT Danareksa (Persero), Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Direktur Pertamina NRE, Direktur PT Maju Indonesia Lestari Food (Milfood), serta Administrator KEK Industropolis Batang.
Jajaran direksi KEK Industropolis Batang, perwakilan perusahaan penyewa kawasan atau tenant, pelajar SD dan SMK, serta masyarakat turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Marfan Trihartiko, menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
Menurutnya, pertumbuhan infrastruktur dan aktivitas ekonomi tidak boleh mengesampingkan keberadaan ruang terbuka hijau serta keberlanjutan ekosistem.
“Keberhasilan pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi suatu kawasan industri harus berjalan selaras dengan keseimbangan lingkungan. Inisiatif penanaman pohon aren ini merupakan bagian dari komitmen berkesinambungan kami,” ujarnya.
Pemilihan pohon aren bukan tanpa alasan. Tanaman bernama ilmiah Arenga pinnata tersebut memiliki potensi mendukung konservasi air, meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, serta membantu mengurangi risiko erosi. Keberadaan tanaman ini di sekitar reservoir diharapkan dapat memperkuat fungsi ekologis kawasan.
Selain manfaat lingkungan, pohon aren juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.
Direktur Utama PT Mitra Aren Indonesia, Lety Jumiati, menyampaikan bahwa hampir seluruh bagian tanaman aren dapat dimanfaatkan. Potensinya mencakup pengolahan nira, kolang-kaling, ijuk, hingga pengembangan bahan baku bioetanol sebagai alternatif energi.
Sementara itu, Komisaris PT Danareksa (Persero), Muhammad Darmizal, menekankan pentingnya mengintegrasikan investasi lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan aren dinilai dapat membuka peluang agroforestri bagi warga di sekitar kawasan melalui pemanfaatan hasil tanaman tanpa harus menebang pohonnya.
Melalui penanaman 2.200 bibit aren ini, KEK Industropolis Batang berharap dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendorong peluang ekonomi masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari visi membangun kawasan industri yang produktif, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan kelestarian alam bagi generasi mendatang.
Program penghijauan ini menjadi bagian dari upaya pengelola kawasan untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian ekosistem. Penanaman ribuan pohon aren tersebut juga mempertegas arah pengembangan kawasan industri yang mengedepankan prinsip green industry atau industri hijau.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya jajaran Dewan Komisaris PT Danareksa (Persero), Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Direktur Pertamina NRE, Direktur PT Maju Indonesia Lestari Food (Milfood), serta Administrator KEK Industropolis Batang.
Jajaran direksi KEK Industropolis Batang, perwakilan perusahaan penyewa kawasan atau tenant, pelajar SD dan SMK, serta masyarakat turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Marfan Trihartiko, menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
Menurutnya, pertumbuhan infrastruktur dan aktivitas ekonomi tidak boleh mengesampingkan keberadaan ruang terbuka hijau serta keberlanjutan ekosistem.
“Keberhasilan pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi suatu kawasan industri harus berjalan selaras dengan keseimbangan lingkungan. Inisiatif penanaman pohon aren ini merupakan bagian dari komitmen berkesinambungan kami,” ujarnya.
Pemilihan pohon aren bukan tanpa alasan. Tanaman bernama ilmiah Arenga pinnata tersebut memiliki potensi mendukung konservasi air, meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, serta membantu mengurangi risiko erosi. Keberadaan tanaman ini di sekitar reservoir diharapkan dapat memperkuat fungsi ekologis kawasan.
Selain manfaat lingkungan, pohon aren juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.
Direktur Utama PT Mitra Aren Indonesia, Lety Jumiati, menyampaikan bahwa hampir seluruh bagian tanaman aren dapat dimanfaatkan. Potensinya mencakup pengolahan nira, kolang-kaling, ijuk, hingga pengembangan bahan baku bioetanol sebagai alternatif energi.
Sementara itu, Komisaris PT Danareksa (Persero), Muhammad Darmizal, menekankan pentingnya mengintegrasikan investasi lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan aren dinilai dapat membuka peluang agroforestri bagi warga di sekitar kawasan melalui pemanfaatan hasil tanaman tanpa harus menebang pohonnya.
Melalui penanaman 2.200 bibit aren ini, KEK Industropolis Batang berharap dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendorong peluang ekonomi masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari visi membangun kawasan industri yang produktif, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan kelestarian alam bagi generasi mendatang.



No comments:
Post a Comment