Pekalongannews, Batang – Puluhan ribu ayam akan dilepas secara serentak oleh peternak di berbagai daerah di Jawa Tengah pada Senin, 10 Agustus 2026. Aksi tersebut menjadi simbol protes peternak terhadap tingginya harga pakan, rendahnya harga telur, serta kebijakan yang dinilai belum berpihak pada keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Aksi damai tersebut rencananya berlangsung di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Peternak membawa aspirasi yang sama, yakni meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi usaha peternakan yang dinilai semakin berat.
Sebanyak 50.000 ekor ayam disebut akan dilepas dalam aksi serentak tersebut. Pelepasan ayam menjadi simbol bahwa peternak tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat biaya produksi yang tinggi, sementara harga jual hasil ternak belum memberikan keuntungan yang memadai.
Aksi serentak dijadwalkan berlangsung di delapan titik, yakni:
1. Alun-Alun Kendal,
2. Alun-Alun Pekalongan,
3. Alun-Alun Temanggung,
4. Alun-Alun Wonosobo,
5. Alun-Alun Magelang,
6. Alun-Alun Pati,
7. Alun-Alun Batang, dan
8. Alun-Alun Grobogan.
Dalam aksi tersebut, para peternak menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Salah satu tuntutan utama adalah meminta penurunan harga pakan yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya produksi peternakan.
Selain itu, peternak meminta pemerintah ikut menjaga agar harga telur berada pada tingkat yang menguntungkan peternak. Kondisi ketika harga pakan tinggi tetapi harga telur rendah dinilai membuat margin usaha semakin tertekan.
Peternak juga menyerukan penghapusan praktik monopoli serta meminta pemerintah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan baku pakan. Kebijakan impor bahan baku juga menjadi bagian dari aspirasi yang disuarakan agar kebutuhan industri pakan dapat tercukupi dan harga lebih terkendali.
Bagi peternak, persoalan tersebut tidak sekadar menyangkut keuntungan usaha. Keberlangsungan peternakan rakyat juga berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat, ketersediaan telur sebagai sumber protein, serta stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.
Aksi serentak ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendengar langsung keresahan peternak sekaligus mencari solusi bersama terhadap persoalan yang selama ini mereka hadapi.
Peternak menegaskan aksi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara damai. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan peternak, pelaku industri pakan, pedagang, dan konsumen.
Dengan aksi tersebut, para peternak Jawa Tengah ingin menunjukkan bahwa keberadaan peternakan rakyat memiliki peran penting dalam menjaga perekonomian masyarakat sekaligus ketahanan pangan.
“Peternak kuat,” menjadi semangat yang digaungkan dalam aksi tersebut sebagai penegasan bahwa keberlangsungan peternak harus menjadi bagian penting dalam kebijakan pangan dan peternakan di Jawa Tengah.



No comments:
Post a Comment