-->

Gempa M 7,7 di NTT Tinggalkan Ribuan Rumah Rusak, Ini Data Terbaru BNPB

Pekalongan News
Friday, October 02, 2026, October 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T12:19:23Z
Gempa M 7,7 di NTT Tinggalkan Ribuan Rumah Rusak, Ini Data Terbaru BNPB
Foto dok BPBD Kabupaten Manggarai Timur
Pekalongannews, NTT - Proses pendataan rumah terdampak pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 terus dilakukan. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 51.591 unit rumah telah melalui proses verifikasi dan validasi atau verivali.

Dari hasil verifikasi sementara, sebanyak 2.382 unit rumah masuk kategori rusak berat, kemudian 7.276 unit rusak sedang dan 14.177 unit rusak ringan. Sementara itu, sebanyak 27.756 unit rumah dinyatakan tidak mengalami kerusakan (TMK).

BNPB menegaskan data tersebut masih bersifat dinamis. Proses verifikasi dan validasi terus berjalan untuk memastikan kondisi rumah yang tercatat benar-benar sesuai dengan hasil pemeriksaan di lapangan.

Pendataan juga tidak hanya berfokus pada jumlah rumah yang mengalami kerusakan. BNPB bersama pemerintah daerah melakukan pemeriksaan secara paralel terhadap data hasil verifikasi, termasuk penyandingan data by name by address (BNBA), penanganan data ganda, data yang belum terverifikasi, hingga data tambahan yang ditemukan selama proses pendataan.

Di Kabupaten Nagekeo, dari 15.929 unit rumah dalam data awal, verifikasi sementara telah mencatat 218 unit rusak berat, 1.523 unit rusak sedang, 3.475 unit rusak ringan, dan 10.713 unit tidak mengalami kerusakan.

Dalam proses tersebut juga ditemukan tambahan data rumah rusak yang sebelumnya belum tercatat. Pemerintah daerah kini melakukan pemeriksaan silang untuk memastikan data tambahan tersebut memenuhi ketentuan verifikasi.

Sementara di Kabupaten Manggarai, data awal mencatat 22.758 unit rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.089 unit telah diverifikasi sementara.

Hasilnya, terdapat 448 unit rumah rusak berat, 1.262 unit rusak sedang, 1.279 unit rusak ringan, dan 4.100 unit tidak mengalami kerusakan.

Untuk Kabupaten Manggarai Timur, verifikasi sementara telah mencakup 7.366 unit dari total 24.392 unit data awal. Sebanyak 1.078 unit masuk kategori rusak berat, 1.499 unit rusak sedang, 2.085 unit rusak ringan, sedangkan 2.704 unit tidak mengalami kerusakan.

Penyepadanan data dengan data kependudukan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pendataan yang diperoleh setiap hari.
Di Kabupaten Manggarai Barat, proses verifikasi telah mencakup 12.367 unit dari 12.613 unit rumah dalam data awal.

Hasil sementara mencatat 468 unit rusak berat, 1.930 unit rusak sedang, 4.187 unit rusak ringan, dan 5.782 unit tidak mengalami kerusakan.

Hasil penilaian tersebut masih akan diverifikasi kembali oleh ketua tim di tingkat kecamatan untuk memastikan kesesuaian data sebelum masuk ke tahapan berikutnya.

Sedangkan di Kabupaten Ngada, verifikasi telah mencakup 7.544 unit dari 12.297 unit data awal. Dari hasil tersebut, 126 unit rumah dinyatakan rusak berat, 911 unit rusak sedang, 2.910 unit rusak ringan, dan 3.597 unit tidak mengalami kerusakan.

BNPB bersama pemerintah daerah terus mendorong percepatan penyandingan data agar hasil verifikasi dapat segera dimanfaatkan untuk proses penanganan pascabencana.

Di Kabupaten Sikka, verifikasi sementara baru mencakup 1.001 unit dari 4.248 unit data awal. Hasilnya terdiri dari 43 unit rusak berat, 137 unit rusak sedang, 184 unit rusak ringan, dan 637 unit tidak mengalami kerusakan.

Sementara di Kabupaten Ende, dari 10.147 unit data awal rumah terdampak yang tersebar di 21 kecamatan, sebanyak 295 unit telah diverifikasi.

Hasil sementara menunjukkan satu unit rumah rusak berat, 14 unit rusak sedang, 57 unit rusak ringan, dan 223 unit tidak mengalami kerusakan.

Selain melakukan verifikasi rumah, BNPB juga mendampingi pemerintah daerah dalam penyusunan Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Kedua dokumen tersebut disusun secara paralel dengan proses verifikasi agar kebutuhan pemulihan dapat dipetakan berdasarkan data yang telah tervalidasi.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah mempercepat penyelesaian verifikasi dan validasi, termasuk melaksanakan uji publik terhadap hasil pendataan secara bertahap.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan calon penerima bantuan perbaikan rumah benar-benar sesuai dengan kondisi kerusakan dan data kependudukan yang telah diverifikasi.

Proses pendataan dilakukan secara bertahap karena pemerintah tidak hanya perlu memastikan jumlah rumah yang terdampak, tetapi juga tingkat kerusakan masing-masing bangunan.

Data yang akurat menjadi dasar agar penanganan pascabencana dapat diberikan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

BNPB bersama pemerintah daerah di tujuh kabupaten terdampak terus melakukan pendampingan untuk mempercepat penyelesaian pendataan, pemadanan data, penyusunan Jitupasna dan R3P, hingga tahapan pemulihan berikutnya.

Pemerintah daerah juga didorong segera menyampaikan usulan penanganan rumah rusak sedang dan rusak ringan berdasarkan hasil verifikasi yang telah tervalidasi.

Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI