Pekalongannews, Kota Pekalongan - Wali Kota Pekalongan Ahmad Afzan Arslan Djunaid mengajak generasi muda untuk meneladani semangat perjuangan rakyat dalam Pertempuran 3 Oktober 1945.
Menurutnya, peristiwa bersejarah tersebut mengajarkan pentingnya persatuan, keberanian, pengorbanan, dan kemauan untuk berbuat bagi bangsa dan daerah.
Ajakan itu disampaikan Afzan seusai mengikuti rangkaian peringatan Pertempuran 3 Oktober 1945 di Kota Pekalongan, Sabtu malam, 3 Oktober 2026.
Afzan mengatakan perjuangan rakyat Pekalongan setelah Proklamasi Kemerdekaan menunjukkan bagaimana berbagai unsur masyarakat dapat bersatu menghadapi situasi yang penuh tantangan.
Ajakan itu disampaikan Afzan seusai mengikuti rangkaian peringatan Pertempuran 3 Oktober 1945 di Kota Pekalongan, Sabtu malam, 3 Oktober 2026.
Afzan mengatakan perjuangan rakyat Pekalongan setelah Proklamasi Kemerdekaan menunjukkan bagaimana berbagai unsur masyarakat dapat bersatu menghadapi situasi yang penuh tantangan.
Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta berbagai elemen lainnya memiliki tekad yang sama untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Menurutnya, perjuangan para pendahulu patut dihargai karena dilakukan dengan penuh keberanian dan pengorbanan tanpa mengharapkan imbalan.
“Yang patut kita teladani adalah bagaimana perjuangan beliau-beliau para pahlawan ini tanpa dikomando, tanpa dipaksa, tanpa dibayar,” kata Afzan.
Ia menambahkan, para pejuang saat itu bahkan harus menghadapi risiko kehilangan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan. Persatuan menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat Pekalongan dalam menghadapi tentara Jepang.
Kisah heroik tersebut kembali ditampilkan melalui pertunjukan teatrikal dalam rangkaian peringatan Pertempuran 3 Oktober 1945.
Menurutnya, perjuangan para pendahulu patut dihargai karena dilakukan dengan penuh keberanian dan pengorbanan tanpa mengharapkan imbalan.
“Yang patut kita teladani adalah bagaimana perjuangan beliau-beliau para pahlawan ini tanpa dikomando, tanpa dipaksa, tanpa dibayar,” kata Afzan.
Ia menambahkan, para pejuang saat itu bahkan harus menghadapi risiko kehilangan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan. Persatuan menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat Pekalongan dalam menghadapi tentara Jepang.
Kisah heroik tersebut kembali ditampilkan melalui pertunjukan teatrikal dalam rangkaian peringatan Pertempuran 3 Oktober 1945.
Pertunjukan itu menggambarkan keberanian rakyat Pekalongan dalam upaya mengambil alih kekuasaan dari Jepang, termasuk berbagai aksi penurunan dan pengibaran bendera.
Afzan menilai semangat perjuangan tersebut tetap relevan bagi generasi muda meski bentuk perjuangan pada masa kini telah berubah. Jika dahulu masyarakat berjuang dengan menghadapi penjajah secara langsung, generasi sekarang dapat mengisi kemerdekaan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, Kota Pekalongan, hingga negara.
Ia juga mengingatkan anak muda agar tidak hanya pandai memberikan kritik tanpa disertai kontribusi.
“Berbuat dulu baru yang lain. Kalau anak-anak sekarang banyak yang, ibaratnya, maido ndisik (mencela dulu), tapi dia tidak berbuat,” ujarnya.
Afzan berharap peringatan Pertempuran 3 Oktober 1945 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menanamkan kembali nilai perjuangan kepada generasi muda.
Nilai persatuan, keberanian, pengorbanan, serta semangat untuk berbuat nyata dinilai menjadi warisan penting yang harus terus diteruskan untuk membangun Kota Pekalongan di tengah tantangan zaman.
Afzan menilai semangat perjuangan tersebut tetap relevan bagi generasi muda meski bentuk perjuangan pada masa kini telah berubah. Jika dahulu masyarakat berjuang dengan menghadapi penjajah secara langsung, generasi sekarang dapat mengisi kemerdekaan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, Kota Pekalongan, hingga negara.
Ia juga mengingatkan anak muda agar tidak hanya pandai memberikan kritik tanpa disertai kontribusi.
“Berbuat dulu baru yang lain. Kalau anak-anak sekarang banyak yang, ibaratnya, maido ndisik (mencela dulu), tapi dia tidak berbuat,” ujarnya.
Afzan berharap peringatan Pertempuran 3 Oktober 1945 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menanamkan kembali nilai perjuangan kepada generasi muda.
Nilai persatuan, keberanian, pengorbanan, serta semangat untuk berbuat nyata dinilai menjadi warisan penting yang harus terus diteruskan untuk membangun Kota Pekalongan di tengah tantangan zaman.



No comments:
Post a Comment