-->

Belanja Makin Murah, Turis Malaysia Manfaatkan Pelemahan Rupiah di Indonesia

Pekalongan News
Sunday, June 07, 2026, June 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T05:40:05Z
Belanja Makin Murah, Turis Malaysia Manfaatkan Pelemahan Rupiah di Indonesia
Gambar ilustrasi
Pekalongannews, Jakarta – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing ternyata membawa dampak yang berbeda bagi sektor pariwisata Indonesia. Di tengah kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap pelemahan kurs, kondisi tersebut justru menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia, untuk datang dan berbelanja di Jakarta.

Dalam beberapa bulan terakhir, kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia dilaporkan mengalami peningkatan. Salah satu faktor utamanya adalah nilai tukar ringgit yang semakin kuat terhadap rupiah, sehingga daya beli mereka meningkat saat berlibur di Indonesia.

Dengan uang yang sama, wisatawan Negeri Jiran kini dapat menikmati lebih banyak aktivitas wisata, kuliner, hingga berbelanja berbagai kebutuhan dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan di negara asal mereka.

Fenomena ini terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan Jakarta yang mulai ramai dikunjungi wisatawan asing. Produk fesyen, kain, busana muslim, hingga aneka oleh-oleh menjadi incaran para pelancong. Tidak sedikit yang memanfaatkan momen ini untuk memborong barang dalam jumlah besar karena selisih kurs yang menguntungkan.

Meski demikian, pelemahan rupiah juga memunculkan kekhawatiran di dalam negeri. Sebagian masyarakat mengingat kondisi krisis ekonomi 1998 yang ditandai dengan anjloknya nilai tukar rupiah dan tekanan ekonomi yang berat. Kekhawatiran tersebut muncul seiring kurs rupiah yang terus berada dalam tren melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Namun pemerintah menegaskan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan krisis yang pernah terjadi hampir tiga dekade lalu. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga dan kondisi fiskal negara tetap aman. Pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan juga terus memantau perkembangan pasar keuangan serta nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, sejumlah ekonom menilai pemerintah perlu memperkuat kepercayaan pasar melalui kebijakan fiskal yang lebih terukur dan evaluasi terhadap program-program yang berpotensi membebani anggaran negara. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Terlepas dari perdebatan mengenai dampak pelemahan rupiah, sektor perdagangan dan pariwisata saat ini menjadi salah satu pihak yang merasakan manfaat langsung. 

Data terbaru bahkan menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia terus meningkat sepanjang 2026. Kondisi ini memberikan peluang bagi pelaku usaha ritel, UMKM, hotel, hingga sektor kuliner untuk mendongkrak pendapatan dari belanja wisatawan asing.

Bagi Indonesia, tantangannya kini bukan hanya menjaga stabilitas rupiah, tetapi juga memanfaatkan momentum meningkatnya kunjungan wisatawan asing agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI