Pekalongannews, Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan menyambut positif kehadiran gerai AZKO dan Informa yang resmi dibuka di bangunan eks Sri Ratu, Jumat (22/5/2026).
Kehadiran pusat perbelanjaan modern tersebut dinilai menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mengaku bersyukur karena aset daerah yang sebelumnya kosong usai kontrak investor lama berakhir kini kembali dimanfaatkan investor baru dengan potensi besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, hadirnya AZKO Informa menjadi sejarah baru bagi warga Kota Pekalongan. Selama ini masyarakat yang ingin berbelanja furnitur, perlengkapan rumah tangga hingga elektronik harus pergi ke luar kota seperti Semarang. Kini kebutuhan tersebut bisa diperoleh langsung di Pekalongan.
“Alhamdulillah aset daerah kembali dimanfaatkan investor baru. Ini tentu bisa menambah PAD Kota Pekalongan dan masyarakat sekarang tidak perlu keluar kota lagi untuk berbelanja,” ujar Aaf.
Ia juga mengapresiasi komitmen perusahaan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal. Berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 90 persen pekerja di gerai tersebut merupakan putra-putri daerah Kota Pekalongan dan sekitarnya.
Menurut Aaf, langkah itu sejalan dengan program pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini luar biasa karena mayoritas tenaga kerjanya dari lokal. Mudah-mudahan membawa manfaat dan berkah bagi masyarakat,” katanya.
Bangunan eks Sri Ratu sendiri disebut memiliki nilai historis bagi warga Pekalongan karena pernah menjadi pusat perbelanjaan pertama di kota tersebut pada era 1990-an. Dengan hadirnya brand baru, Pemkot berharap kawasan itu kembali hidup dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai Kota Batik Dunia, Aaf juga berharap identitas budaya lokal dapat dihadirkan di dalam gerai melalui ornamen batik khas Pekalongan maupun penggunaan busana batik bagi karyawan pada hari tertentu.
Sementara itu, Direktur Sales & Operation PT Aspirasi Hidup Indonesia, Rinekso Widianto, menjelaskan gerai di Pekalongan merupakan AZKO ke-268 dan Informa ke-125 di Indonesia.
Menurutnya, Kota Pekalongan dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan potensi ekonomi yang terus berkembang, terutama dari sektor batik, properti hingga perikanan.
Selain fokus pada bisnis, AZKO Informa juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan bantuan furnitur perpustakaan, lampu LED hemat energi dan perlengkapan kebersihan untuk SD Negeri 01 Bendan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Pemkot Pekalongan karena dinilai tidak hanya membawa investasi dan peluang ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pendidikan dan pembangunan sosial masyarakat.
Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mengaku bersyukur karena aset daerah yang sebelumnya kosong usai kontrak investor lama berakhir kini kembali dimanfaatkan investor baru dengan potensi besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, hadirnya AZKO Informa menjadi sejarah baru bagi warga Kota Pekalongan. Selama ini masyarakat yang ingin berbelanja furnitur, perlengkapan rumah tangga hingga elektronik harus pergi ke luar kota seperti Semarang. Kini kebutuhan tersebut bisa diperoleh langsung di Pekalongan.
“Alhamdulillah aset daerah kembali dimanfaatkan investor baru. Ini tentu bisa menambah PAD Kota Pekalongan dan masyarakat sekarang tidak perlu keluar kota lagi untuk berbelanja,” ujar Aaf.
Ia juga mengapresiasi komitmen perusahaan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal. Berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 90 persen pekerja di gerai tersebut merupakan putra-putri daerah Kota Pekalongan dan sekitarnya.
Menurut Aaf, langkah itu sejalan dengan program pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini luar biasa karena mayoritas tenaga kerjanya dari lokal. Mudah-mudahan membawa manfaat dan berkah bagi masyarakat,” katanya.
Bangunan eks Sri Ratu sendiri disebut memiliki nilai historis bagi warga Pekalongan karena pernah menjadi pusat perbelanjaan pertama di kota tersebut pada era 1990-an. Dengan hadirnya brand baru, Pemkot berharap kawasan itu kembali hidup dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai Kota Batik Dunia, Aaf juga berharap identitas budaya lokal dapat dihadirkan di dalam gerai melalui ornamen batik khas Pekalongan maupun penggunaan busana batik bagi karyawan pada hari tertentu.
Sementara itu, Direktur Sales & Operation PT Aspirasi Hidup Indonesia, Rinekso Widianto, menjelaskan gerai di Pekalongan merupakan AZKO ke-268 dan Informa ke-125 di Indonesia.
Menurutnya, Kota Pekalongan dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan potensi ekonomi yang terus berkembang, terutama dari sektor batik, properti hingga perikanan.
Selain fokus pada bisnis, AZKO Informa juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan bantuan furnitur perpustakaan, lampu LED hemat energi dan perlengkapan kebersihan untuk SD Negeri 01 Bendan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Pemkot Pekalongan karena dinilai tidak hanya membawa investasi dan peluang ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pendidikan dan pembangunan sosial masyarakat.



No comments:
Post a Comment