-->

Ancaman Baru Reverse NFC: Hacker Bisa Curi Data dan Uang Pengguna Android Tanpa Disadari

Pekalongan News
Saturday, May 30, 2026, May 30, 2026 WIB Last Updated 2026-05-30T14:27:59Z
Ancaman Baru Reverse NFC: Hacker Bisa Curi Data dan Uang Pengguna Android Tanpa Disadari
Pekalongannews - Dunia digital kembali dihadapkan pada ancaman keamanan siber yang semakin canggih. Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, mengungkap adanya lonjakan signifikan serangan malware berbasis Near Field Communication (NFC) yang menargetkan pengguna ponsel Android sepanjang awal tahun 2026.

Teknologi NFC yang selama ini dikenal memudahkan transaksi pembayaran tanpa kontak atau cashless, kini justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk mencuri data perbankan dan menguras saldo korban. 

Berdasarkan laporan Kaspersky, jumlah serangan malware berbasis NFC meningkat hingga 188 persen selama periode Januari hingga April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam empat bulan pertama tahun ini, tercatat sebanyak 35.600 serangan berhasil diblokir. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan sekitar 12.300 serangan yang terdeteksi pada awal tahun 2025.

Beberapa jenis malware yang ditemukan dalam serangan tersebut antara lain SuperCard X, Phantom Card, Nate, hingga versi modifikasi berbahaya dari NFCGate. Malware ini dirancang untuk menyusup ke perangkat korban dan mengambil data sensitif yang tersimpan dalam sistem pembayaran digital.

Yang menjadi perhatian para peneliti keamanan siber adalah munculnya metode baru yang disebut sebagai reverse NFC atau NFC terbalik. 

Dalam skema ini, korban dibujuk untuk menginstal aplikasi berbahaya melalui tautan atau pesan palsu. Setelah aplikasi terpasang, korban diarahkan untuk menjadikan aplikasi tersebut sebagai metode pembayaran utama di perangkat mereka.

Tanpa disadari, setiap transaksi yang dilakukan dapat dialihkan ke rekening pelaku kejahatan. Modus ini dinilai lebih sulit dideteksi karena transaksi terlihat berjalan normal di sisi pengguna.

Meningkatnya penggunaan pembayaran digital dan transaksi tanpa sentuh di berbagai negara menjadi salah satu faktor yang mendorong berkembangnya jenis kejahatan ini. Para pelaku memanfaatkan rendahnya kesadaran keamanan digital sebagian pengguna untuk melancarkan aksinya.

Kaspersky mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat mengunduh aplikasi. 

Pengguna disarankan hanya menginstal aplikasi dari toko resmi seperti Google Play Store serta menghindari tautan atau instruksi mencurigakan yang berkaitan dengan kartu bank maupun transaksi ATM.

Selain itu, fitur NFC sebaiknya dinonaktifkan ketika tidak digunakan. Penggunaan aplikasi keamanan tambahan dan pembaruan sistem operasi secara berkala juga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko pencurian data maupun kehilangan dana digital.

Ancaman ini menjadi pengingat bahwa kemudahan teknologi harus diimbangi dengan kewaspadaan. 

Di tengah pesatnya transformasi digital, keamanan data pribadi dan finansial menjadi hal yang tidak bisa diabaikan oleh setiap pengguna perangkat pintar.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI