-->

Kasus BMT Pekalongan Belum Tuntas, Rizal Bawazier Dorong Solusi untuk Nasabah

Pekalongan News
Wednesday, July 15, 2026, July 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T14:01:33Z
Kasus BMT Pekalongan Belum Tuntas, Rizal Bawazier Dorong Solusi untuk Nasabah
Pekalongannews, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, kembali menyuarakan penyelesaian kasus koperasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) bermasalah di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Permintaan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026.

Rizal meminta Kementerian Koperasi segera mengambil langkah konkret agar permasalahan yang menimpa ribuan nasabah dapat diselesaikan secara tuntas.

"Saya meminta kepada Menteri Koperasi beserta jajarannya untuk segera menyelesaikan permasalahan BMT yang ada di dapil saya supaya menyelesaikan permasalahan dengan nasabahnya. Memang sudah ada upaya penyelesaian, tetapi belum seratus persen," ujar Rizal Bawazier.

Politisi yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang itu menjelaskan, hingga kini masih terdapat tiga koperasi BMT yang belum menyelesaikan kewajibannya kepada para nasabah. Ketiga koperasi tersebut yakni BMT Mitra Umat, BMT Mandiri Umat, dan BMT Maju Sejahtera (Matra).

Menurut Rizal, persoalan utama bukan karena koperasi tersebut tidak memiliki aset, melainkan mengalami kesulitan likuiditas atau kekurangan dana tunai untuk memenuhi kewajiban kepada nasabah.

Ia mengungkapkan bahwa ketiga BMT tersebut memiliki aset berupa tanah. Namun, aset tersebut berada di berbagai lokasi yang berjauhan sehingga tidak mudah dijual dalam waktu singkat untuk mengganti dana milik para nasabah.

"Ketiga BMT ini sebenarnya punya aset berupa tanah. Saat gagal bayar kepada nasabah, tanah-tanah tersebut ditawarkan kepada nasabah sebagai bentuk penyelesaian. Namun lokasinya berjauhan dan belum tentu cepat terjual, sehingga belum mampu memberikan kepastian pengembalian dana kepada para nasabah," jelasnya.

Rizal berharap Kementerian Koperasi dapat mengawal proses penyelesaian hingga seluruh hak nasabah benar-benar terpenuhi. Ia menegaskan persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

"Jadi BMT-BMT ini bukan tidak punya aset, tetapi mereka tidak memiliki uang tunai (cash). Saya mohon kepada Menteri Koperasi beserta jajarannya untuk menyelesaikan persoalan ini sampai tuntas, karena ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sebagai wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah X dan anggota Komisi VI DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Koperasi, saya akan terus mengawal persoalan ini hingga penyelesaiannya mencapai seratus persen," tegas Rizal Bawazier.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk komitmen Rizal Bawazier dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya para nasabah koperasi di wilayah Pekalongan Raya yang hingga kini masih menantikan kepastian penyelesaian hak-hak mereka.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI

Teknologi

+