0 Comment

Pekalongannews, Batang  -  Tahun 2023 Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang mulai diakselerasikan untuk memenuhi kebutuhan Tennant, hal tersebut yang menjadi sorotan  Dewan Pakar Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Rizal Bawazier. Dia meminta pemangku kepentingan atau stakeholder untuk mempercepat  penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Proyek Strategis Nasional.

 “Yang saya tekankan adalah mengutamakan warga sekitar Batang untuk mengisi lapangan pekerjaan di tenant itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah Kabupaten Batang dan pemerintah harus mulai menyiapkan SDM Kabupaten Batang. Diketahui juga akhir tahun 2023 akan ada tenant yang mulai merekrut karyawan.

Rizal Bawazier mengatakan, informasi tentang pusat penerimaan tenaga kerja KITB,  perlu lebih gencar disosialisasikan. Bahkan, bahkan jika perlu kita jemput bola untuk melatih calon tenaga kerja agar siap. 

Baginya,  jemput bola  bisa terjadi di beberapa sekolah  kejuruan (SMK) atau lulusan perguruan tinggi di Batang. Lagi pula, membangun sumber daya manusia dengan pengetahuan industri yang unggul tentu membutuhkan waktu.

 “Perlu ada draft semacam Skills Development Center (SDC) untuk menyediakan keterampilan  yang dibutuhkan di sektor KITB,” jelasnya.

 Sebelumnya, Ngurah Wirawan, CEO KIT Batang, ingin targetkan  Proyek Strategis Nasional (PSN)pada tahun 2024. 

“Saat ini kami sudah dalam tahap operasional. Meski pabrik baru akan beroperasi hingga 2024, kami berharap bisa mengoperasikan rusun  pada 2023,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan target pada 2024  sekitar 20.000 pegawai. Diperkirakan sebagian pegawai akan dimutasi secara bertahap, bukan sekaligus.

Ngurah mengatakan beberapa tenant akan segera beroperasi, termasuk industri sepatu pada akhir 2023. Kemudian sebagian besar akan beroperasi pada akhir 2024.

 Selain rusun , tujuannya adalah untuk mengelola air bersih di penampungan air yang ada. Nanti juga dengan Pemprov Jateng dan pemkab Batang untuk menyiapkan pelatihan bagi para calon pekerja.

 “Makanya kami berharap dengan Pemprov dan Pemkab benar-benar harus mempersiapkannya. Konstruksi fisik itu mudah, tetapi konstruksi manusianya yang sulit,” ujarnya.

 Adapun nilai kontruksi hingga saat ini dari 12 tennant mencapai Rp 5 triliun lebih.Bukan hanya masalah operasional, pihak KIT Batang juga memfasilitasi UMKM Batang.

Post a Comment Blogger

 
Top