-->

11 Tandu Dewa-Dewi Ramaikan Kirab Imlek 2577 di Klenteng Po An Thian Pekalongan

Pekalongan News
Wednesday, March 04, 2026, March 04, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T17:59:09Z
Pekalongannews, Kota Pekalongan - Rangkaian Perayaan Imlek di Kota Pekalongan gelar Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2577 yang dipusatkan di Klenteng Po An Thian, Senin (2/3/2026).

Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Bing Wu (Kuda Api).

Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama dan etnis memadati kawasan klenteng untuk menyaksikan kirab dan Barongsaya serta Tari Liong yang berlangsung meriah

Sebanyak 11 tandu (joli) diarak dalam kirab tersebut. Terdiri atas sepuluh tandu Dewa-Dewi dan satu tandu pendupaan. Dewa-dewi yang diarak meliputi Y.M. Sin Long Tay Tee (Dewa Pengobatan dan Pertanian), Y.M. Tek Hay Cin Jin (Dewa Perdagangan), Y.M. Kwan Seng Tee Koen (Dewa Kejujuran dan Kesetiaan), Y.M. Lie Lo Cia (Dewa Pelindung Anak-Anak), Y.M. Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi), Y.M. Hauw Ciang Kun (Panglima Macan), Y.M. Hian Thian Siang Tee (Pembasmi Ilmu Hitam), Y.M. Thian Siang Seng Boo (Pelindung Nelayan), Y.M. Kwan Se Im Po Sat (Dewi Welas Asih), serta Y.M. Kongco Han Tan Kong (Dewa Kekayaan).

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, yang membuka langsung kegiatan tersebut, menyatakan kirab Imlek menjadi gambaran nyata toleransi masyarakat Kota Pekalongan. Menurutnya, perayaan yang berlangsung di tengah bulan suci Ramadan tetap mendapat dukungan luas dari berbagai unsur masyarakat.

“Inilah Kota Pekalongan yang sebenarnya. Toleransinya luar biasa. Walaupun dilaksanakan di bulan puasa, antusiasme masyarakat tetap tinggi dan semua unsur mendukung,” ujar wali kota yang akrab disapa Aaf.

Makin Tahu Indonesia Kirab Imlek tidak hanya menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga sarat makna spiritual. Prosesi tersebut merupakan bentuk doa bersama agar tahun baru membawa keberkahan, keselamatan, serta kemakmuran bagi seluruh warga Kota Pekalongan.

Pelaksanaan kirab yang bertepatan dengan Ramadan menambah makna tersendiri. Meski umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa, perayaan tetap berjalan dengan meriah dengan penuh toleransi.

Kehadiran masyarakat lintas agama yang turut menyaksikan acara menjadi potret kuatnya kerukunan di kota tersebut.

Ketua Yayasan Tridharma Po An Thian, Heru Wibawanto Nugroho, mengapresiasi dukungan masyarakat dan pemerintah daerah sehingga kirab dapat berlangsung lancar. Ia menilai antusiasme warga menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan persatuan masih terjaga dengan baik.

"Kirab Imlek 2577 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan juga mengandung pesan kebangsaan yang kuat untuk terus menjaga harmoni di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya," jelasnya.

Selain bernilai spiritual dan sosial, kegiatan ini turut memberikan dampak ekonomi. Sejumlah pelaku usaha kecil memanfaatkan momen keramaian dengan membuka lapak di sekitar lokasi acara. Kehadiran pengunjung dari luar daerah juga ikut mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Melalui Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2577, Kota Pekalongan kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai toleransi. 

Tradisi yang terus dilestarikan tersebut menjadi bukti bahwa keberagaman dapat dirawat melalui kegiatan budaya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.


Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI