0 Comment

Ket Gambar : ilustrasi

Mayoritas pabrikan kini mengandalkan sistem injeksi untuk sepeda motor matic yang mereka tawarkan. Hal ini membuat kendaraan jenis ini jauh lebih irit bahan bakar dibanding generasi sebelumnya. Tapi tetap saja, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan motor boros bensin.

Konsumsi bahan bakar karburator Honda Beat berada di kisaran 40 km per liter. Angka tersebut tentu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tingkat efisiensi generasi terbaru yang bisa mencapai sekitar 60 km per liter.

Penggunaan sistem injeksi semakin marak pada produk sepeda motor matic yang beredar di pasaran saat ini. Beberapa model tersebut bahkan memiliki fitur tambahan untuk membuat motor lebih irit.

Namun selain itu, konsumsi bahan bakar yang tidak irit juga dipengaruhi oleh kondisi motor dan perawatan yang diberikan oleh pemiliknya. Untuk itu, penting bagi setiap pengguna untuk mengetahui apa saja penyebab motor matic boros bensin, seperti yang akan dibahas pada artikel kali ini.
  • Tekanan Ban Terlalu Rendah
Tekanan ban sepeda motor matic yang ideal adalah antara 28-30 Psi untuk roda depan. Sedangkan untuk roda belakang antara 31-33 Psi. Kombinasi tekanan angin pada batas terendah dapat digunakan oleh mereka yang lebih sering menggunakan kendaraan sendiri dan sebaliknya.

pastikan tekanan ban motor matic Anda tidak kurang dari angka yang disarankan. Karena ban yang kempes akan menimbulkan rolling resistance yang lebih besar sehingga roda berputar lebih berat, ini juga mengakibatkan motor matic boros bensin.
  • Mengemudi Mengabaikan Eco Riding
Cara berkendara memegang peranan yang sangat penting dalam menyebabkan motor matic boros bensin. Agar lebih irit, kita bisa mempraktikkan prinsip eco riding alias berkendara hemat bahan bakar. Salah satu langkahnya adalah membuka dan menutup tuas gas secara bertahap, bukan tiba-tiba.
  • Filter Udara Kotor
Dalam kondisi penggunaan, filter udara bisa kotor, yang pada gilirannya menghalangi aliran udara itu sendiri. Dengan begitu perbandingan antara campuran bahan bakar dan udara seimbang.

Kondisi seperti ini sering disebut terlalu basah, terutama pada motor yang masih menggunakan karburator. Efeknya, bensin jadi lebih boros dan akselerasi jadi lambat atau malah ribet.

Maka dari itu filter udara harus rutin dibersihkan idealnya setiap 2.000 km dan diganti setiap 10.000 km. Tapi ini hanya berlaku untuk filter udara tipe kering, baik yang terbuat dari busa atau kertas.
  • Kondisi busi semakin parah
Busi motor yang sudah jelek sebaiknya diganti dengan yang baru agar performa mesin tetap optimal

Idealnya busi sepeda motor harus diganti setiap 6.000 km - Atau minimal setiap dua kali ganti oli diikuti dengan satu kali penggantian busi. Karena seperti diketahui ada kalanya busi sudah tidak mampu lagi menghasilkan percikan api yang cukup untuk menghasilkan pembakaran yang maksimal.

Post a Comment Blogger

 
Top