0 Comment
Peringati Hari Sumpah Pemuda, PAM Jateng Gelar Lokakarya Untuk Anak Muda
Kota Pekalongan - Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Persatuan Akuntan Muda (PAM) Jawa Tengah, menggelar lokakarya yang menyasar anak muda dan milenial baru dengan menghadirkan empat narasumber dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang, Minggu (27/10/19).

Menurut Ketua Panitia, Muhammad Taufiqurahman, tujuan dari digelarnya lokakarya bagi anak muda, khususnya bidang akuntansi selain untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda juga untuk memberikan wawasan kepada para peserta terkait beberapa materi menarik yang dipaparkan oleh narasumber.

"Sebagai pembuka, para peserta terutama mahasiswa akuntansi akan diberikan penguatan dan motivasi terkait bidang keilmuan akuntansi yang dibawakan oleh Wakil Rektor III Undip, Dr Darsono," terangnya.

Yang kedua, lanjutnya, paparan berupa bedah buku inspiratif dari Executif Produser LKBN Antara, Sizuka, yang akan mampu mengubah perspektif para peserta terhadap dunia jurnalistik dari sisi manajerial dan memberikan trik bagaimana menjadi manajer handal.

"Selain sebagai penulis buku, Sizuka cerdas menyisipkan pesan moral tanpa meninggalkan bidang keilmuan yang berkaitan dengan dunia akuntan," ujarnya.

Yang terakhir, kata dia, para peserta akan dikenalkan dari dekat sosok inspiratif dan pekerja keras. Mantan buruh bangunan yang semula bukan siapa-siapa sekarang memimpin perusahaan di bidang distribusi barang terbesar di Jawa Tengah.

"Ia lebih dikenal dengan sebutan akrab, Bung Budi, yang akan menularkan pengetahuan dan pengalamannya bagaimana membangun bisnis dari nol hingga menjadi yang terbesar di Jateng," ucapnya.

Intinya, imbuh dia, tujuan dari lokakarya ini bertujuan agar peserta menjadi generasi muda yang produktif, solutif, dan optimis untuk ikut berkontribusi pada kemajuan ekonomi.

Sementara itu, Wakil Walikota Pekalongan, Ahmad Alf Arslan Djunaid, mengapresiasi digelarnya lokakarya oleh PAM Jateng.

Meski dirinya mengemban dua jabatan penting yang berbeda, yakni sebagai pimpinan perusahaan dan sebagai Wakil Walikota, namun dalam menerapkan sistem manjerialnya hampir sama.

"Kalaupun ada sedikit perbedaan itu lebih bersifat latar belakang saja, yang satu itu swasta dan yang lainya abdi negara yang secara peraturan juga berbeda, namun pada intinya semua itu bagaimana kita mampu melakukan sinkronisasi antara atasan dan bawahan. Kalau satu saja tidak sinkron dalam bekerja pun tidak akan maksimal," bebernya.

Dia berharap, dengan adanya lokakarya ini, para peserta bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya agar teori yang didapat bisa diaplikasikan di lapangan bersanding dengan pengalaman yang akan didapat nanti.

"Prinsipnya semakin banyak kita menimba ilmu maka akan semakin banyak yang akan didapat untuk bekal berjuang nanti," tegasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top