0 Comment
Monev Pamungkas Jaksa Apresiasi Program Puskesmas Batang III dan Warungasem
BATANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang pada triwulan pertama telah melakukan monitoring dan Evaluasi (Monev), penyerapan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) ke seluruh Puskesmas di Batang.

Kunjungan pamungkas, dilakukan Dinkes dan Kejari di Puskesmas Batang I, Batang II, Batang III, Batang IV dan Warungasem, Senin (27/05).

Hasilnya penyerapan anggaran BOK pada triwulan pertama terhitung bagus, karena penyerapan anggaran diseluruh puskesmas rata-rata diangka 18 persen sampai 24 persen. Selain itu, dalam pelaksanaan realisasi anggaran juga sudah tertib administrasi.

Tim Kejari yang dipimpin oleh Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun) Jaksa Muda Dista Anggara, mengapresiasi kinerja puskesmas dan terus mendorong untuk lebih bekerja keras dalam melayani masyarakat.
Kunjungan pamungkas, dilakukan Dinkes dan Kejari di Puskesmas Batang I, Batang II, Batang III, Batang IV dan Warungasem
Dista dalam monev tersebut, juga mengapresiasi program yang dijalankan oleh dua puskesmas yakni Puskesmas Warungasem dan Batang III yang mengunggulkan program kejiwaan serta Kesehatan Remaja.

"Kami nilai program tersebut sangat bagus sekali, sebab penyerapan anggaran dari dana BOK bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sesuai permasalahan yang ada dalam wilayah Kecamatan tersebut," ujarnya.

Seperti halnya di Kecamatan Warungasem, terdapat tingginya kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Maka program unggulan Puskesmas menyasar ODGJ, melalui Pelayanan kesehatan jiwa.

Tercatat jumlah kasus gangguan jiwa lama sebanyak 160 orang dengan gangguan jiwa, ODGJ baru sebanyak 2 orang total kasus 162 orang.

"Puskesmas Warungasem berupaya mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan cara melatih kader jiwa di Desa Lebo sebanyak 15 Kader dan diikuti pula oleh 17 Desa lainnya," paparnya.

Dikatakan Dista, merekalah yang nantinya membina para ODGJ bahkan melakukan upaya preventif dilingkungannya agar meminimalkan ODGJ.

"Harapannya dari program ini mampu memberikan pendampingan kepada ODGJ agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan agar mereka terintegrasi dalam sistem di masyarakat," ucap Dista.

Sedangkan di Puskesmas Batang IIi, Dia mendukung program Sobat Remaja yang menyasar remaja dengan tujuan ingin menghimpun kelompok remaja yang sadar kesehatan. kegiatan berisi promotif dan preventif dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait kesehatan, baik reproduksi maupun lainnya.

"Inti dari kegiatan ini, puskesmas mengajak para remaja agar lebih mengerti tentang kesehatan kegiatan sobat remaja terbagi menjadi dua , berupa call centre dan hii guys," katanya.

Dikatakan, pelayanan sobat remaja dilakukan setiap sebulan sekali dan diisi dengan kegiatan penyuluhan dan konsultasi kesehatan yang dilakukan di sekolah secara bergilir.

"Untuk Hi Guys berupa curhat kesehatan yang bisa dilakukan secara online melalui sms atau Whatsapp (WA)," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Hidayah Basbeth mengungkapkan akan terus meningkatkan pelayanan Kesehatan di setiap puskemas dengan menyasar kebutuhan yang paling mendesak di wilayah.

Semisal saja, lanjut Basbeth, di puskesmas Warungasem yang tinggi angka ODGJ, maka Puskesmas menggalangkan program kesehatan jiwa berbasis masyarakat.

Tujuannya untuk mengingkatkan kualitas hidup ODGJ, Terwujudnya masyarakat yang berkontribusi secara pro-aktif kepada berbagai usaha kesehatan jiwa berbasis masyarakat yang menyeluruh dan berbasis hak asasi.

Dia juga mengapresiasi semua program yang dilakukan puskesmas lainnya dengan masing-masing permasalahannya.

"Saya terus dorong agar puskesmas di seluruh Batang bisa bekerja maksimal melayani masyarakat," pungkasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top