0 Comment
Pekalongan News
Bupati Batang Menghadiri Pengajian Dan Peresmian Masjid Baitussalam Limpung
Kabupaten Batang 
Kapolsek Limpung Polres Batang AKP Raharja yang diwakili Kanit Binmas IPDA Rofi’i menghadiri pengajian Umum dalam rangka Halal BiHalal dan peresmian Masjid Baitussalam bertempat di halaman Masjid setempat di Desa  Ngaliyan Kecamatan Limpung, kemarin. dengan pembicara KH. Abdurrohman (Joko Goro goro ) dari Demak Bintoro

Bupati Batang,  Wihaji, menyampaikan apresiasi atas sambutan Muspika dan warga.
“Terimakasih kepada Kepala Desa Ngaliyan dan Camat Limpung atas sambutannya serta kepada Muspika (Camat, Danramil dan Kapolsek) Kalau Camat Danramil Kapolsek dibantu Kades bersatu/Rukun guyup  Insya Allah Kab. Batang wabil khusus Kec. Limpung 5 tahun kedepan situasi Kamtibmas menjadi lebih aman dan nyaman dan mudah mudahan Bupati dan Wakil Bupati menjadi pemimpin yang amanah sehingga bisa mengayomi masyarakat Batang,” kata Bupati.
Bupati juga menyampaikan persoalan beda pendapat suatu hal yang biasa,  Mulai sekarang masalah Pilkada kita lupakan,  mari kita bersama sama bersatu memajukan Kabupaten Batang,  karena kunci utama  memajukan Kabupaten  Batang adalah kita harus bersatu dan gotong royong,” jelasnya.
Dijelaskan oleh Bupati Wihaji, ada 5  progam unggulan kedepan yang akan segera kita laksanakan yakni santunan kematian min Rp 1.000.000,- terutama kepada warga miskin,tunjangan guru Madin Ketua RT/RW,  Guru wiyata dan Mobil Pelayanan satu Desa satu.
“Oleh karena iitu, sekiranya kalau ada permintaan untuk kemajuan Limpung nantinya pelan-pelan kita benahi. Karena  kami masih 5 tahun bekerja, serta kami juga minta do'a restunya agar kedepan kami bisa menjalankan pemerintah sesuai keinginan masyarakat,” pinta Wihaji.
Dalam  tausiah KH. Abdurrahman menyampaikan antara Kyai dan Umaroh  bersatu padu, Umaroh menjaga keamanan dan Kiyai/Ulama membangun  keimanan dan menjaga ahlaknya umat,  sehingga bersatu padu Insya Allah Indonesia akan menjadi Negara Baldatun Toyibatun Warobun Ghofur, gemah ripah lohjinawi toto tentrem karto raharjo.

Lanjutnya, setelah lebaran,  bukan berarti sudah bubaran dalam melaksanakan kegiatan baik keagamaan maupun kemasyarakatan, harus lebih meningkat karena selama satu bulan kita sudah digembleng dengan melaksanakan ibadah puasa dan mengekang hawa nafsu,” tuturnya.

Banser adalah garda terdepan dalam mengawal NU dan NKRI dari rong rongan kelompok yang ingin mengubah Pancasila dan bentuk bentuk ke dholiman yang mengatasnamakan agama Islam karena bagi PB NU, NKRI adalah harga mati. 
“Jangan sampai kita hanya bisa membuat Masjid yang bagus bagus dengan biaya yang mahal,  namun yang paling penting mari bersama sama merekso Masjid yang kita bangun  bisa menjadi ramai jamaahnya,” tegasnya.
Kalau mempunyai anak harus disekolahkan ilmu agama lewat Madrasah/TPQ yang di asuh para Kyai jangan sampai belajar agama lewat Facebook/HP, yang akhirnya menjadi Islam yang pemahamannya sepotong potong sehingga sangat mudah di pengaruhi oleh pemahaman  RADIKAL.

Post a Comment Blogger

 
Top