0 Comment
pekalongan-news.com
Petani penderes karet bersama salah satu Satgas TMMD Reguler ke-98 usai memanen getah karet di petak hutan karet Desa Rogoselo
Pekalongan
Bagi Satgas TMMD Reguler ke-98 di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan beranggapan, melaksanakan program TMMD berarati sama dengan belajar kepada sesuatau yang baru dan akan mendapatkan ilmu dan pengalaman baru.

Hal tersebut rupanya dipegang teguh dan dimanfaatkan betul oleh sejumlah Satgas TMMD yang bertugas di Desa Rogoselo. Mereka memanfaatkan waktu luang untuk belajar banyak kepada masyarakat setempat.

Seperti diungkapkan Sertu Subardi, salah satu Satgas TMMD yang kedapatan sedang menderes getah karet di salah satu petak hutan produksi di Desa Rogoselo.
"Ada tambahn ilmu dan pengetahuan baru tentang karet dan cara menderesnya dan ini merupakan pengalaman berharga," ucap Subardi.
Subardi tidak sendiri, ia bersama sejumlah Satgas TMMD yang lain juga melakukan hal yang sama. Para Satgas tersebut terlihat berusaha mencoba menderes karet dengan alat sederhana milik petani karet.
"Cukup menghibur sekaligus bisa mengerti tekniknya. Kita belajar langsung kepada mereka para penderes pohon karet," ungkap Subardi.
Diketahui, selain pohon durian, sengon, dan tanaman produksi lainnya banyak dikembangkan dan ditanam warga Desa Rogoselo, termasuk pohon karet yang biasa diambil getahnya untuk kebutuhan industri karet.

Hutan karet yang ada di Desa Rogoselo banyak tersebar, berdampingan dengan pohon produksi lainya termasuk hutan sengan dan tanaman keras lainya. 

Post a Comment Blogger

 
Top