0 Comment
Sebanyak 8.261 orang warga penerima Raskin di Kota Pekalongan rencananya akan dialihkan menjadi peserta penerima program Beras Sejahtera (Rastra) atau sebagai pemegang kartu ATM bantuan non tunai dari Kementrian Sosial. 
Namun dari jumlah tersebut nantinya akan divalidasi ulang sehingga jumlahnya dipastikan akan mengalami perubahan. Kepala Bagian Ekonomi Pemkot Pekalongan, Setyo Susilo mengatakan hal tersebut usai kegiatan evaluasi Program Beras Bersubsidi Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, di Aula KPU Kota Pekalongan, Selasa (13/12/16).
"Dipastikan angkanya diatas 8.261 orang. Mungkin 9 ribu sekian," ungkap Susilo.
Datanya nanti bisa dikonfirmasikan kepada Dinas Sosial karena nanti mereka yang akan mengawal program ini.
Program baru tersebut lanjut Susilo akan berhubungan dengan program e-warung sebagai tempat transaksi untuk membelanjakan atau menukarkan bantuan non tunai yang diterima oleh masyarakat. Baca Juga 

Januari 2017 Pemkot Pekalongan Hentikan Bantuan Raskin

"Bila terjadi transaksi di e-warung, kartu ATMnya akan digesek sesuai nominal yang dibelanjakan. Pemegang kartu ATM akan mendapatkan uang yang tersimpan di saldo senilai Rp 110 ribu tiap bulanya," papar Susilo.
Sementara itu Kabid Sosial, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Priyatni saat dikonfirmasi mengaku belum menerima data secara detail.
Meski ditunjuk sebagai pelaksana program dari Kementrian Sosial melalui pemerintah Kota Pekalongan, namun pihaknya belum mendapatkan laporan maupun menerima informasi terkait program tersebut.
"Kami sendiri belum tahu pihak mana saja yang dilibatkan. Termasuk juga pihak perbankan mana saja yang akan bekerjasama dengan Kemensos untuk mengeluarkan ATM bagi penerima manfaat," ungkap Priyatni.
Untuk kejelasanya, kata Priyatni, pihaknya masih menunggu. Sebab saat ini masih jadi pembahasan khusus, termasuk untuk Rastra atau beras sejahtera.
Dikatakan Priyatni, sebatas yang ia tahu, pemegang ATM tersebut nantinya bebas memilih kebutuhan pokok apa saja yang dibutuhkan. 
"Sementara ini transaksinya hanya di e-warung yang ditunjuk. Beras yang dibelipun bebas, tidak harus beras kualitas jelek. Terserah orangnya nanti yang akan memilih," tandas Priyatni.

Post a Comment Blogger

 
Top