0 Comment
Pekalongan News
Dewasa ini banyak sekali dibangun properti mewah di Solo ekonomi di Solo terus mengalami peningkatan, maka kemampuan finansial masyarakatnya pun serta merta ikut naik
gambar dokumen : 
https://pixabay.com/en/mansion-house-home-estate-413913/
Bagi banyak orang, bisnis di sektor properti memang masih menjadi lahan yang menggiurkan. Semakin banyak penduduk dan semakin tinggi kebutuhan akan tanah, hunian hingga area komersil membuat sektor properti dimanapun harganya selalu melambung setiap saat. Apalagi di kota besar seperti Jakarta, Medan dan Surabaya. Kenaikan banderol yang fantastis bahkan sampai membuat masyarakat geleng-geleng kepala. Selain kota yang telah disebutkan, ternyata masih ada kota lain yang sektor propertinya kini mengalami peningkatan drastis, yaitu Kota Solo. Dewasa ini banyak sekali dibangun properti mewah di Solo dan tentu hal tersebut memberi dampak yang cukup signifikan terhadap harga properti lainnya, terutama tanah. Bahkan data menunjukkan bahwa rata-rata harga tanah di Solo bulan Juni 2016 adalah sebesar 4.5 juta Rupiah per meter perseginya. Untuk Anda yang bertanya-tanya mengapa kini banyak dibangun properti mewah di Solo? Berikut ulasannya.

Stabilitas Keamanan dan Ekonomi
Ya, kondisi lingkungan yang aman dan kegiatan perekonomian yang luar biasa bergairah membuat banyak pengembang kemudian melihat celah ini lalu mengambil kesempatan yang ada. Meski sempat diterjang kabar kurang mengenakkan mengenai pengeboman beberapa waktu lalu, namun Kota Solo dan masyarakatnya berhasil membuktikan bahwa kota ini tak terpengaruh sama sekali. Insiden tersebut juga tidak mengguncang perekonomian masyarakat sama sekali. 

Keadaan Pasar yang Baik
Karena kegiatan ekonomi di Solo terus mengalami peningkatan, maka kemampuan finansial masyarakatnya pun serta merta ikut naik. Hal tersebut membuat mereka kemudian melirik alternatif properti mewah untuk investasi masa depan. Keadaan ini menimbulkan stigma baru bagi Kota Solo, yakni sekarang Solo bukan hanya menjadi pilihan terakhir setelah Semarang dan Yogyakarta. Solo sekarang menjadi pilihan utama, bersaing dengan dua kota tetangganya itu.   

Kota yang Nyaman untuk Dihuni
Survei yang diadakan oleh Ikatan Ahli Perencanaan pada tahun 2014 menyatakan, bahwa Kota Solo berada di posisi kedua setelah Balikpapan dengan nilai indeks kelayakan hunian 69.38. Selain itu, Kota Solo juga dianggap sebagai kota dengan pengelolaan lingkungan yang baik. Kelengkapan dan kualitas sarana prasarana juga sudah di atas rata-rata sehingga tak ada lagi yang perlu diragukan. 

Kota Malang dan Solo merupakan kota yang dianggap secara perekonomian layak huni yang antara lain ditentukan oleh ketersediaan lapangan kerja dan tingkat biaya hidup. 

Post a Comment Blogger

 
Top