0 Comment
Pekalongan News
Kaset mengalami kemajuannya ketika tape deck dengan mixing berjalur empat dijual ke pasar dengan harga terjangkau
Di akhir 60-an dan  awal tahun 70-an bentuk media rekaman berubah total, model media rekam baru hadir di pasaran, bentuknya praktis dan ringkas, kaset nama media rekam itu.

Kaset menggunakan pita magnetik sebagai wadah merekam hadir dalam bentuk kecil, tidak seperti sebelumnya yang membutuhkan reel besar dengan pita yang besar pula, adanya media kaset ini langsung diterima sebagai pengganti piringan hitam yang dirasa tidak praktis dan terlalu besar, meskipun mempunyai sifat praktis tersebut namun penjualan album dengan kaset pada awalnya tidaklah terlalu sukses.

Dengan adanya Kaset ini media piringan hitam tergeser keberadaannya dengan beriringnya waktu. Sebenarnya tahun 1930 upaya untuk membuat kaset sudah ada, baru tahun 1958 RCA bekerja sama dengan Lear Jet mengeluarkan produk berbasis kaset, namun masih dalam format delapan trek.

Meskipun format delapan trek ini kemudian menjadi standar bagi stasiun radio untuk keperluan iklan, program-program dan identifikasi radionya sendiri.
Bentuk awal dari kaset saat ini diperkenalkan pertama kali oleh perusahaan Philips sekitar tahun 1964.

Banyak pelaku industri rekaman yang memproduksi kaset seperti 3M, Ampex dan Sony, namun mereka hanya sebagai supplier bagi perusahaan rekaman. Baru ketika Maxell dari Jepang menjual kaset-kaset kosong ke pasar, perkembangan dunia musik juga makin menggila, tidak hanya Maxell yang bermain di dalamnya TDK kemudian juga ikut  melempar kaset kaset kosong ke pasaran.

Keduanya menandai lompatan besar dalam perkembangan dunia musik dan rekamannya, di akhir tahun 70-an dua perusahaan ini memproduksi kaset dengan kwalitas bagus.

Pada tahun 80-an perusahaan kaset Maxell dan TDK akan menjual produk kaset yang lumayan mahal dengan formula metal di dalamnya, yang membuat teknologi kaset bukan sekedar pita saja tapi sudah menjadi perekam yang baik. Antara tahun 1975 dan 1977, Maxell membuat kaset yang disebut dengan nama produksi UDXL dan UDXL-II –produk ini memiliki formula chrome di dalamnya. Kaset yang memiliki performa jauh lebih baik ketimbang produksi kaset-kaset terdahulu. Produksi ini jelas memanjakan penikmat musik.

Pada perkembangannya, player yang portable ini dibuat kecil juga. pada saat berkendara menggunakan mobil pada waktu itu hanya bisa mendengarkan lagu dari stasiun radio, dengan perkembangan media rekam kaset ini, para pengguna kendaraan bisa memutar lagu yang menjadi kesukaannya. Sifat praktis dan mudah dibawa makin terasa ketika Sony mengeluarkan produk Walkman, sebuah pemutar kaset yang memiliki mobilitas tinggi dan dilengkapi dengan headphone yang memungkinkan seseorang mendengarkan musik sepuasnya tanpa mengganggu orang lain. 

Kaset makin mengalami kemajuannya ketika tape deck dengan mixing berjalur empat dijual ke pasar dengan harga terjangkau hasil produksi Tascam dan Fostex, maka di tahun 70-an makin semarak saja studio-studio rumahan. Bahkan ketika alat ini dijual di toko-toko biasanya penjualnya akan menawarkan rangkaian pelengkapnya. Seperti mikropon, tuner hingga alat penghilang desis.

Dengan pemakaian empat jalur itu, seseorang bisa merekam musik mereka ke dalam pita kaset dengan hasil yang mendekati hasil rekaman studio profesional. Ditambah lagi ketika TEAC dan Fostex membuat produk mini studio, seseorang tidak hanya mampu merekam karya musik dan lagunya seperti musisi profesional, namun sudah bisa menjelma menjadi produser album kecil-kecilan di rumah sendiri.



Post a Comment Blogger

 
Top