0 Comment
Pekalongan News
Batik Pekalongan dalam peragaan busana Mahakarya Batik Pekalongan di Halamaman Musium Batik menjadi trensenter di tahun 2017
Kota Pekalongan
Sebanyak 9 designer lokal Kota Pekalongan bersama 4 designer dari Smesco menampilkan karya terbaiknya dalam peragaan busana bertajuk 'Mahakarya Batik Pekalongan' 2016 di halaman Musium Batik, Selasa malam (4/10/16).

Ketua Peneyelenggara Pekan Batik Nusantara(PBN), Slamet Prihantono menyebut, bahwa batik merupakan karya seni rakyat yang fashionable bila sudah dirancang oleh para designer yang mungkin akan populer.
"Dan malam ini bisa jadi sebuah fashion show yang akan menjadi trend busana batik 2017 mendatang," ucapnya.
Hasil dari pertunjukan malam ini, kata Slamet, kita saksikan sama-sama, trend batik 2017 akan menjadi seperti apa.

Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid yang hadir malam itu menyampaikan, perkembangan batik sudah menjadi penggerak ekonomi rakyat Kota Pekalongan, namun tanpa meninggalkan kearifan lokal dan budaya yang sudah ada.
"Kita akan tingkatkan lagi dengan menggelar banyak even karena menurut data Kemenperindag, 70% orang Indonesia pernah mengenakan batik, minimal 1 bulan sekali. Mungkin ini upaya yang akan kita lakukan," terang Walikota.
Selain itu, fashion show dan PBN 2016, lanjut Walikota menjadi bagian dari peningkatan pengenalan batik ke seluruh dunia.

Sementara itu, kendati sempat diguyur hujan deras, gelaran fashion show Mahakarya Batik Pekalongan tetap meriah, antusiasme masyarakat yang memadati kawasan seputar musium batik tetap tinggi. Apalagi malam itu, Nina Tamam, vokalis grup Warna turut menghibur masyarakat dan undangan yang hadir.



Post a Comment Blogger

 
Top