-->

Waspada Zero-Click Spyware 2026: HP Bisa Diretas Tanpa Klik, Ini Cara Menghindarinya

Pekalongan News
Sunday, February 22, 2026, February 22, 2026 WIB Last Updated 2026-02-22T12:51:50Z
Waspada Zero-Click Spyware 2026: HP Bisa Diretas Tanpa Klik, Ini Cara Menghindarinya
gambar ilustrasi dibuat dengan AI
Pekalongannews - Di tahun 2026, ancaman keamanan siber memasuki fase baru yang jauh lebih berbahaya. Jika sebelumnya masyarakat diminta berhati-hati agar tidak mengklik tautan mencurigakan atau membuka lampiran email dari sumber tidak dikenal, kini langkah itu saja tidak cukup. 

Muncul jenis serangan baru bernama zero click spyware, yang mampu menginfeksi ponsel tanpa perlu interaksi pengguna sama sekali.

Laporan dari BSSN menunjukkan Indonesia menghadapi miliaran serangan siber dalam satu tahun terakhir. Bahkan beberapa tim keamanan daerah telah memperingatkan potensi serangan melalui aplikasi pesan populer seperti WhatsApp.

Dalam serangan zero click, hacker hanya membutuhkan nomor ponsel korban. Mereka bisa mengirim pesan atau file berbahaya yang diproses otomatis oleh sistem tanpa diketahui pemilik perangkat.

Serangan ini memanfaatkan celah keamanan perangkat dan aplikasi. Misalnya, fitur sinkronisasi multi-device WhatsApp atau sistem pemrosesan gambar di iOS untuk menyusupkan malware.

File gambar yang dikirim tidak perlu dibuka, karena sistem Smartphone secara otomatis melakukan proses pratinjau atau indexing. Di tahap itu, spyware bisa aktif dan mengambil alih perangkat. Mikrofon, kamera, lokasi, hingga data pribadi korban dapat diakses diam-diam.

Ancaman ini tidak hanya menyasar System operasi IOS Pengguna Android juga menghadapi risiko melalui celah keamanan di pustaka gambar. Artinya, tidak ada sistem operasi yang benar-benar kebal. Semua perangkat digital berpotensi menjadi target.

Di tingkat global, industri spyware berkembang pesat. Jika dulu publik mengenal Pegasus dari NSO Group, kini muncul perusahaan lain seperti Paragon Solutions dan Intelexa Alliance.

Produk mereka digunakan dalam operasi intelijen dan pengawasan terhadap target tertentu seperti jurnalis, aktivis, atau tokoh politik. Namun seiring waktu, teknologi ini semakin luas dan berisiko bocor ke tangan pihak tidak bertanggung jawab.

Indonesia sendiri berada dalam posisi rentan. Selain menjadi target spionase global, regulasi teknologi yang masih longgar berpotensi membuat negara ini menjadi jalur distribusi alat pengawasan digital.

Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan membuat serangan semakin canggih. Hacker kini menggunakan AI untuk menulis malware yang bisa berubah bentuk agar lolos deteksi antivirus serta menemukan celah keamanan lebih cepat.

Meski ancaman semakin serius, masyarakat masih bisa melakukan langkah pencegahan. Pengguna System IOS misalnya Iphone disarankan mengaktifkan Lockdown Mode jika berisiko tinggi, sementara pengguna Android Samsung dapat mengaktifkan Message Guard pada sistem keamanan Knox. Yang terpenting, selalu memperbarui sistem operasi, menggunakan fitur keamanan aplikasi, dan berhati-hati dalam memasang aplikasi baru.

Zero click spyware menunjukkan bahwa keamanan digital tidak lagi sekadar soal kebiasaan pengguna, tetapi juga tanggung jawab produsen teknologi dan pemerintah. Di era di mana satu pesan masuk saja bisa menjadi pintu peretasan, kesadaran keamanan siber menjadi kebutuhan mendesak bagi semua orang.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI