-->

Stok Darah Rawan Saat Puasa, PMI Batang Gencarkan Program Tarawih Keliling dan SMS Pendonor

Pekalongan News
Friday, February 20, 2026, February 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-22T21:11:12Z
Stok Darah Rawan Saat Puasa, PMI Batang Gencarkan Program Tarawih Keliling dan SMS Pendonor
Pekalongannews, Batang - Stok darah Ramadan 2026 di Batang menjadi fokus serius Unit Donor Darah PMI Kabupaten Batang.

“Setiap tahun bulan puasa itu masa rawan stok darah, jadi kami sudah siapkan strategi supaya kebutuhan pasien tetap aman,” kata penanggung jawab UDD PMI Batang, Isbandiyah, saat ditemui di markas PMI Batang, Jumat 20 Februari 2026.

Strategi stok darah Ramadan 2026 di Batang disusun sejak Februari dengan penambahan jam layanan donor hingga pukul 23.00 WIB untuk menyesuaikan pola aktivitas masyarakat yang berubah selama puasa.

“Biasanya donor sampai jam sembilan malam, tapi di bulan puasa kami tambah sampai jam sebelas malam biar warga tetap bisa donor setelah tarawih,” ujar Isbandiyah.

Selain perpanjangan jam layanan, UDD PMI Batang juga menyiapkan program Tarawih Keliling atau Tarling yang menggandeng masjid dan takmir untuk mengajak jamaah menjadi pendonor sukarela.

“Kami sudah jadwalkan Tarling di beberapa masjid seperti Masjid Agung, Kalipucang, sampai Babussalam Bandar, karena pengalaman kemarin cukup membantu menjaga stok,” katanya.

Upaya lain untuk menjaga stok darah Ramadan 2026 di Batang adalah mengirim pengingat melalui SMS kepada pendonor rutin agar kembali mendonor sesuai jadwal medis.

“Kami kirim SMS pengingat donor supaya pendonor lama tidak lupa, karena kebutuhan darah itu tidak bisa menunggu,” kata Isbandiyah.

UDD PMI Batang juga menambah paket konsumsi donor berupa susu dan minyak goreng 500 ml untuk menarik minat masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

“Menu donor kami tambah susu dan minyak goreng karena ini kebutuhan rumah tangga, dan biasanya efektif menaikkan minat donor,” ujarnya.

Program event donor di markas PMI Batang juga disiapkan dengan target minimal 400 pendonor yang akan diberi paket hadiah sarung sebagai uji coba menggantikan sembako tahun sebelumnya.

“Kami coba sarung untuk 100 pendonor pertama minggu depan, kalau tidak efektif mungkin kembali ke sembako, karena tiap daerah beda selera,” kata Isbandiyah.

Isbandiyah menjelaskan kebutuhan darah di Batang stabil di angka 1.200 kantong per bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di wilayah Batang dan sekitarnya.

“Kebutuhan rumah sakit rata-rata 1.200 kantong per bulan dan selama ini masih ter-cover meski bulan puasa biasanya turun sekitar 20 persen,” katanya.

Menurutnya, penurunan donor tidak hanya terjadi saat Ramadan tetapi juga saat musim pendaftaran sekolah dan akhir tahun ketika masyarakat sibuk dengan kebutuhan keluarga.

“Kadang bulan Agustus atau November juga turun karena orang fokus sekolah anak atau kegiatan lain, jadi kami harus antisipasi sejak awal,” ujarnya.

Jika stok berlebih, UDD PMI Batang menyalurkan darah ke PMI daerah lain, sementara jika kurang mereka mencari tambahan donor melalui kerja sama perusahaan dan komunitas.

Kerja sama donor darah juga digelar dengan perusahaan seperti PLTU, Primatex, hingga kawasan industri di Batang termasuk KITB Batang untuk menjaga saldo stok menjelang Ramadan.

“Kalau ada perusahaan K3 biasanya kami masuk program donor rutin, tapi untuk kawasan industri baru masih menunggu rutinitas,” kata Isbandiyah.

Ia memastikan stok darah untuk pasien di Batang tetap aman selama Ramadan 2026 meski ada penurunan donor karena pengalaman manajemen stok dari tahun-tahun sebelumnya.

“Yang penting stok aman untuk pasien karena darah itu obat, jadi kami harus jaga kualitas dan keamanan donor,” katanya.

Isbandiyah mengajak masyarakat Batang tetap mendonor darah saat Ramadan karena donor tidak membatalkan puasa dan justru membantu menyelamatkan nyawa pasien.

“Donor darah itu amal nyata, dan kami butuh dukungan warga Batang supaya stok Ramadan tetap aman,” katanya.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI