0 Comment
Pekalongan News
Pengurus Gapensi terpilih, dikukuhkan oleh Skretaris Umum Gapensi Propinsi Jawa Tengah di aula gedung Gapensi Batang
Kabupaten Batang
Gabungan Pengusaha Kontruksi (Gapensi) Kabupaten Batang mengeluhkan masih terdapat diskriminasi dalam upaya membangun Batang melalui proyek pengerjaan fisik dari pemerintah maupun dari investasi yang masuk di Kabupaten Batang. Ketua Gapensi terpilih, Adhimas Bramanti menyampaikan hal tersebut usai pengukuhan dirinya sebagai Ketua dan Pengurus Gapensi yang baru.

Adhimas mengatakan, teman-teman yang tergabung dalam organisasi Gapensi sering dianaktirikan. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya proyek maupun lelang yang dipegang oleh rekanan dari Batang.
"Hampir semua proyek besar di Batang dipegang oleh orang luar. Kita tidak menjadi tuan rumah di daerah sendiri," ungkapnya.
Kebijakan pemerintah daerah yang menggunakan orang luar, kata Adhimas menandakan masih belum ada keterpihakan bagi rekanan di daerah.
Adhimas menegaskan, pihaknya akan nekat turun ke jalan bila tidak ada solusi yang adil bagi anggotanya.
"Kita akan suarakan aspirasi dengan melakukan demo nanti," tegas-nya.
Dijelaskan dia, Gapensi Kabupaten Batang memiliki anggota aktif sebanyak 38 orang dan yang pasif ada 98 orang. Rata-rata masih didominasi oleh generasi yang lebih tua.

Adhimas juga mengakui belum ada regenarasi di dalam tubuh Gapensi Batang, komposisinya masih 70/30. Artinya lebih banyak di isi angkatan tua atau muka-muka lama.
"Makanya dalam program kerja saya, tidak akan menerima proyek apapun sebelum semua anggotanya dapat proyek terlebih dulu," ucapnya.
Diungkapkan Adhimas, belum adanya MoU dari pihak perbankkan menjadi kesulitan tersendiri bagi anggotanya yang tergolong kecil permodalannya. Karena sementara, baru Gapensi Propinsi yang sudah melakukan MoU dengan bank.

Idealnya menurut Adhimas adalah, Gapensi yang ada di daerah juga bisa melakukan hal yang sama dan persoalan tersebut telah menjadi agenda kerjanya setelah terpilih.
"Minimal bisa seperti Gepensi Propinsi yang didukung penuh oleh BPD Jateng dengan bunga yang lebih rendah untuk anggota," terangnya.
Sebelumnya diawal, Wakil Bupati Batang Soetadi yang hadir mewakili Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo berpesan agar rekanan yang tergabung dalam Gapensi melakukan konsolidasi saling menguatkan.
"Ibarat lidi kalau disatukan akan menjadi sebuah sapu yang kuat. begitupun dengan permodalan kecil kalau disatukan dalam sebuah wadah koperasi akan menjadi besar permodalannya dan bisa jadi pemberdayaan bagi anggotanya," papar Soetadi.
Soetadi dalam amanat yang dibacakanya sempat menyentil, bahwa kelemahan anggota asosiasi jasa kontruksi adalah modalnya yang modal-madil atau amburadul. 

Menurut Soetadi, seharusnya setelah siap menjadi rekanan ya harus kudu duwe duit (harus punya uang-RED), meskipun pemerintah sebenarnya telah menyiapkan anggaran.
"Awal mula melangkah harus punya uang sendiri, agar nantinya tidak terjebak dalam bunga-bunga yang tinggi," jelasnya.
"Sejak awal harusnya sudah ditata. aturan main juga ditata agar nantinya saat melangkah sudah siap apalagi masuk ke dalam pelelangan,"pungkasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top