googlesyndication.com

Kota Pekalongan-
Walikota Pekalongan Basyir Achmad menepati janjinya beliau datang menggunakan mobil dinasnya sekitar pukul 15.30 sore waktu setem pat dan langsung masuk komplek SMU 3 peka longan dengan pengamanan melibatkan dua sa tuan kepolisian dan kodim 0710 pekalongan.
Namun yang unik biasanya pedagang pasar tiban banyak terlihat di lokasi tapi kali ini tak satu pun terlihat di saat walikota datang untuk meninjau kegiatan parti.
Awak media yang sedari siang menunggu aksi parti di lokasi kebanyakan cemberut karena peda

gang tak satu pun muncul.Akhirnya mereka putuskan untuk menemui walikota guna adakan jumpa pers dadakan,ketika di temui walikota sedang terlibat pembicaraan dengan Mayor infantri Sasono Hariadi Kepala Staff Kodim 0710 pekalongan.
Kali ini walikota yang di dampingi staff humas pemkot membagikan bukti berkas dokumen persetu juan dan dukungan dari berbagai ormas islam tentang kebijakan relokasi yang di jalankanya.
Walikota membeberkan isi kebijakan terkait relokasi di komplek stadion kraton,walikota berjanji akan memfasilitasi semua hal baik itu infrastruktur maupun kelengkapan yang di butuhkan pedagang nantinya.Demi kebijakanya tersebut walikota siap habis-habisan demi menggolkan program relokasi.
''Mau di isi apa? pertunjukan saya siap dari lokal atau dari jakarta,pokoknya ingin seperti apa saya siap mewujudkanya asal mau relokasi nanti mau di bikin seperti apa kita siapkan.''terang walikota.
Ketika ada salah satu awak media mngusulkan agar di bikin seperti malioboro mengorbankan salah satu jalan untuk kegiatan tersebut walikota mengaku tak masalah asal semua di bicarakan dengan baik.juga usulan tentang PK5 di depan rumah sakit kraton yang juga direlokasi jadi satu dengan pasar tiban yang nantinya naik jadi pedagang kaki lima juga akan di setujui.
Berkaca dari hasil pertemuan tanggal 16 mei 2014 hari jumat dengan ormas islam sekota pekalongan yang terdiri dari Dewan syuro FPI jateng,MUI kota pekalongan,PC NU Kota pekalongan,PD Muham madiyah pekalongan,PD Al-Irsyad Kota pekalongan dan KAHMI kota pekalongan di Rumah Dinas Walikota Pekalongan JL Bahagia No.17 Kota Pekalongan Walikota menganggap sebagai penguatan atas dukungan kebijakan relokasi yang di jalankanya apalagi keluar fatwa MUI  tentang pasar tiban 
yang pada intinya turut mendukung kebijakan relokasi yang di jalankan wali kota.
Penguatan dukungan lainya juga datang dari 44 berita acara dari berbagai kalangan seperti warga kelurahan sekota pekalongan,SLB PRI Kel Banyurib Alit,Pengurus masjid Al-Ihsan jl veteran,pagu yuban pedagang pasar podosugih (P4),Paguyuban pedagang pasar Banyurip (P3B),Paguyuban peda gang konveksi Alun-alun,Paguyuban pedagang makanan Alun-alun,Paguyuban kampung kuliner mataram,HIMPPAS,surat pembaca surat kabar yang beredar di pekalongan dan surat tanggapan Kapolres Pekalongan (jawaban untuk Pasti).
Dari berbagai macam dukungan tersebut membuktikan bahwa kebijakanya jelas untuk kepentingan dan kebaikan pasr tiban itu sendiri.
''jadi saya harapkan PASTI jangan menghalang-halangi anggotanya yang setuju relokasi karena tidak semua parti anti relokasi dan bagi yang setuju saya harapkan segera mendaftarkan diri berapapun jum bahnya akan kita fasilitasi''ucap Walikota.

 
Top