Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts
Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts

Peringati HUT Bhayangkara Ke-71, Kapolres Buka Turnamen Futsal

May 20, 2017 Add Comment
Turnamen futsal memperingati HUT Bhayangkara ke-71 dibuka Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enrico Sugiharto Silalahi di Lapangan X-Tream Futsal Kuripan Kota Pekalongan, Sabtu (20/5/17).

Sebanyak 19 tim dari berbagai kesatuan dilingkungan Polres Pekalongan Kota, Wartawan dan ormas Laskar Merah Putih beradu skil memperebutkan empat thropy tetap Kapolres Pekalongan Kota.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enrico Sugiharto Silalahi mengatakan, turnamen futsal antar kesatuan, wartawan dan ormas bertujuan untuk memeriahkan Hari Jadi Bhayangkara ke-71 dan juga untuk menjalin kekompakan masing-masing anggota kesatuan serta mitra Polres Pekalongan Kota.
"Selain turnamen futasal, kita juga laksanakan turnamen bola volly yang sudah dimainkan sehari sebelumnya," ujar Enrico sesaat sebelum pembukaan.
Kemudian di hari minggunya, kata Enrico, akan digelar kegiatan Sepeda sehat dilanjutkan dengan pelaksanaan turnamen Catur dan donor darah.

Kendati demikian, lanjut Enrico, padatnya kegiatan sampai tanggal 1 juli nanti, diharapkan tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
"Dan khusus Lantas saya pesan tetap rutin menggelar operasi patuh untuk mengejar ketertinggalan di sela padatnya kegiatan," pungkas Enrico.

Keterbukaan Informasi Publik, PPIP Baru Layanai 60% Permintaan

May 20, 2017 Add Comment
Pusat Pelayanan Informasi Publik (PPiP) menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan akses informasi yang lebih terbuka. Kendati demikian, dari seluruh permintaan yang disampaikan masyarakat hanya 60 persen saja yang terlayani sedangkan sisanya masih ditolak. Kepala Diskominfo Kota Pekalongan Sri Budi Santoso menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber kegiatan sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik di STIE Muhammadiyah beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, penolakan tersebut bukan karena faktor tidak bersedia atau tidak mau membuka informasi yang diminta namun lebih karena kesalahan atau kekurangan prosedur.
"Jumlahnya mencapai 40 persen dari ratusan permintaan informasi yang masuk," terang Sri Budi.
Selain itu, sambung Sri Budi, penolakan pemberian informasi yang diminta juga dimungkinkan karena faktor rahasia, namun demikian alasan tersebut belum pernah dilakukan.
"Untuk yang bersifat rahasia selama ini belum pernah menggunakan alasan tersebut namun kalau memang informasi tersebut belum dikuasai, ada yang pernah kami tolak," ungkapnya.
Ketua STIE Muhammadiyah, Sobrotul Imtikhanah menyampaikan, keterbukaan informasi publik sudah menjadi hak masyarakat yang dijamin Undang -undang dan pemerintah wajib untuk mewujudkanya.

Keterbukaan informasi publik menurutnya, bisa menjadi kontrol masyarakat dalam pengawasan jalanya pemerintahan dilingkungan masyarakat tinggal khususnya bagi mahasiswa.
"Mahasiswa harus bisa berkontribusi sekaligus peka dalam memberikan saran dan kritik atas kebijakan pemerintah yang memiliki implikasi luas bagi masyarakat," ujarnya.
Sobrotul juga meminta mahasiswa untuk mampu menjadi filter bagi keterbukaan informasi demi menangkal berita atau informasi yang bersifat hoax.
"Saya harap mahasiswa jangan terpancing atau justru turut menjadi penyebar informasi yang tidak jelas sumbernya. Jangan pernah sekalipun menjadi penyebar informasi yang tidak diketahui kebenaranya," pungkasnya.

Puluhan Kepala Dinas Dan Anggota DPRD Dites Urine

May 20, 2017 Add Comment
Puluhan Kepala Dinas, Camat dan anggota DPRD Kota Pekalongan menjalani test urine yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polres Pekalongan Kota. Tak luput, Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid, Wakil Walikota Saelany Machfud dan Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih juga turut ditest urin.

Kegiatan test urine berlangsung disela kegiatan lounching logo yang dilakukan, Jum'at (19/5/17) di Kompleks Kantor Setda Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan yang menjadi orang terakhir menjalani test urine mengatakan, pihaknya mendukung pelaksanaan test urine bagi para pejabat dan para wakil rakyat untuk menjamin mereka benar-benar bebas dari narkoba.
"Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus melawan narkoba. Kami ingin tunjukan kepada masyarakat Pemkot serius perang melawan narkoba," tegas Walikota.
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan, Ismet Inonu usai menyerahkan tabung berisi urin kepada petugas BNN.

Ismet mengaku mendukung langkah pemerintah Kota Pekalongan menggandeng BNN dan Polres Pekalongan Kota untuk menggelar tes urine bagi para pejabat dan anggota DPRD.
"Saya sangat apresiasi karena Pemkot telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Sebab narkoba sudah menjadi musuh bersama yang harus terus diperangi," ujar Ismet. 
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah Kota Pekalongan dalam memerangi narkoba, seperti yang disampaikan Wakil Walikota Pekalongan Saelany Machfud, dalam waktu dekat Pemkot akan akan bekerjasama dengan BNN untuk bisa hadir dan berkantor di Kota Pekalongan.
"Kami akan upayakan dan anggarkan termasuk menyediakan lahan bagi pembangunan Kantor BNN Pekalongan," ucap Saelany.

Tepati Janji, Walikota Kembali Gunakan Logo Lama Kota Pekalongan

May 20, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Bersama komunitas dan perwakilan masyarakat, Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid menekan tombol lounching logo lama secara resm
Kota Pekalongan
Akhirnya Pemerintah Kota Pekalongan benar-benar mewujudkan pengembalian logo lama menggantikan logo baru yang sudah tiga tahun belakangan digunakan. Peluncuran secara resmi penggembalian logo dilakukan, Jum'at (19/5/17) dari halaman Sekretariat Daerah Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid mengatakan, pemerintah telah memenuhi janji mengembalikan logo seperti semula dan diharapkan dengan kembalinya penggunaan logo atau lambang yang lama akan meningkatkan semangat masyarakat semua dalam membangun Kota Pekalongan.
"Logo ini bukan sekedar lambang saja, melainkan sebagai  Spirit Carries On bagi kita semua," ucap Walikota.
Selain itu, kata Walikota, tidak hanya persoalan logo atau lambang saja yang menjadi pemenuhan aspirasi masyarakat Kota Pekalongan. Ia mencontohkan, masih banyak persoalan lain yang harus ditangani seperti program penanggulangan bencana rob dan persoalan kemacetan yang kian parah di Kota Pekalongan.

Ia berjanji, satu persatu persoalan yang ada akan dikerjakan terutama banjir rob yang menggenangi sembilan Kelurahan dari 27 Kelurahan yang ada.
"Kita akan terus tangani termasuk menangani kemacetan yang terjadi di jalan-jalan utama Kota Pekalongan," ujarnya.
Sementara itu kembalinya logo Kota Pekalongan yang lama disambut gembira oleh beberapa komunitas pegiat budaya di Kota Pekalongan.

Sebagai warga masyarakat yang aktif menyerukan pengembalian logo Kota Pekalongan yang lama, Zakaria mengaku gembira dan berterima kasih kepada Walikota Pekalongan.
"Saya senang logo lama bisa kembali digunakan, namun masih ada satu lagi yang harus dilakukan pemerintah Kota Pekalongan sesuai janji kampanye," ungkap Zakaria.
Zakaria meminta Walikota Pekalongan untuk mengembalikan nama-nama kelurahan seperti semula, yang berarti tidak ada penggabungan kelurahan seperti saat ini.
"Kami akan terus dorong proses pengembalian nama-nama kelurahan yang digabung agar bisa seperti semula," tegasnya.


Beri Pengalaman Mengajar, Dik Doank Pukau 600 Tenaga Pendidik Kota Pekalongan

May 19, 2017 Add Comment
Membangun karakter mutlak memerlukan cinta, kasih sayang dan kesabaran yang disertai dengan keikhlasan dalam dalam memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada anak. Hal itu disampaikan Dik Doank, mantan penyanyi yang sekarang berubah haluan menjadi aktifis pendidikan. 

Dik Doank didaulat menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar dan Talk Show bagi tenaga pendidik yang digelar Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Kamis (18/5/17) di Gedung Asawaja.

Pemilik Kandank Jurank Doank, sebuah sekolah yang diperuntukan bagi anak-anak yang membutuhkan pendidikan layak ini mencoba membagi pengalamanya selama meninggalkan dunia gemerlap ibukota sebagai penyanyi.

Ia mengatakan, kasih sayang dalam mendidik akan sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak dan kelak akan menentukan bagaimana anak berlaku dalam hidup.

Dik Doank melanjutkan, dengan kasih sayang maka akan menciptakan interaksi yang nyaman kepada anak didik dalam proses tujuan membangun karakter.
"Jadi, saya akan sangat prihatin manakala melihat seorang ibu atau pendidik yang tidak bisa memberikan atau menyampaikan cinta kepada anak-anaknya maupun anak didiknya," kata Dik Doank.
Pemilik nama asli, Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma ini selama dua jam mampu menyentuh hati para peserta. Ia mampu membangun relasi emosi dengan 600 tenaga pendidik dari seluruh Kota Pekalongan.

Wakil Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz yang hadir dalam kesempatan tersebut turut memberikan pandangan. Ia menyampaikam, proses membangun karakter harus dimulai sejak dini. Sebab, bekal yang diberikan seperti pendidikan, pengetahuan akan membentuk jati diri atau pribadi.

Bila anak dididik untuk menjadi sosok yang mandiri, kata Saelany, maka proses pembentukan karakter yang dilakukan sejak dini akan menumbuhkan anak yang mandiri, cerdas, kuat dan percaya diri.
"Kelak bila dewasa nanti, anak-anak akan siap menghadapi masa depan yang lebih baik," ucap Saelany.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Suroso mengungkapkan, seminar pendidikan bagi tenaga pendidik di Kota Pekalongan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pendidik arti pentingnya membangun dan membentuk karakter anak yang religius dan mandiri.

Suroso menyebut, selain orang tua dan pendidik, lingkungan sosial juga akan berpengaruh dalam menentukan pembentukan karakter pada anak.
"Anak yang religius dan mandiri itu bukan tujuan akhir, namun yang terpenting adalah bagaimana cara mendidik yang baik hingga memiliki jati diri," pungkas Suroso.

Jelang Peringatan Hari Lansia, Dinsos Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyakit Lansia

May 18, 2017 Add Comment
Pencegahan dan Penanggulangan penyakit lansia menjadi tema khusus dalam kegiatan sosialisasi terhadap para lansia yang dilakukan oleh Dinas Sosial Pengendalian dan Keluarga berencana (Dinsos P2KB) Kota Pekalongan untuk menyambut peringantan Hari Lansia tanggal 29 Mei kedepan.

Kepala Dinsos P2KB Kota Pekalongan, Gunindyo mengatakan, sosialisasi akan memberikan pengetahuan baru kepada petugas kesehatan yang menangani para lansia termasuk juga akan membangun kesadaran para kader lansia dalam menularkan pengetahuan yang didapat kepada para lansia lainya.
"Para lansia ini memerlukan perhatian khusus dan akan memerlukan penanganan yang khusus pula bila sudah terkena penyakit lansia sehingga perlu adanya pencegahan dan penanggulangan sebelumnya," ucapnya saat memberikan kata pengantar, Selasa (16/5/17).
Gunindyo menyebut, persoalan lansia pada umumnya memiliki kondisi fisik yang melemah dan kesehatanya seringkali menurun. Untuk itu kegiatan sosialisasi menjadi hal penting bagi unsur yang terlibat.

Selain itu, sambung Gunindyo, kegiatan sosialisasi juga bisa menjadi sarana berkomunikasi dan bersilaturahmi antara petugas pengelola Posyandu Lansia, Kader Posyandu Lansia dan anggota Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda) Kota Pekalongan.

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor PKK di Jalan Bahagia tersebut menghadirkan narasumber dari RSUD Kraton, Psikolog dari Akademi Harapan Ibu Kota Pekalongan.

Acara juga dihadiri Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid, Wakil Walikota Saelany Mafudz, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto dan seluruh petugas pengelola Posyandu Lansia di Puskesmas, Kader Posyandu Lansia dan lansia yang tergabung dalam Komda Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan yang diawal membuka acara menyampaikan, materi yang disampaikan para narasumber idealnya menjadi bahan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dalam menangani para lansia maupun para lansia itu sendiri.
"Saya sangat berharap semua yang didapat bisa diterapkan oleh para petugas pengelola Posyandu Lansia, Kader Posyandu Lansia, maupaun anggota Komda bagaimana cara berperilaku sehat dan tetap sehat di usia yang sudah lanjut," tandasnya.

Sejumlah Posisi Jabatan Di Polres Pekalongan Kota Alami Pergeseran

May 13, 2017 Add Comment
Tiga posisi jabatan di lingkungan Polres Pekalongan Kota diserahterimakan pagi ini melalui upacara serah terima jabatan yang digelar di halaman Mapolres Pekalongan Kota di Jalan Diponegoro No 19 Kota Pekalongan, Jum'at (12/5/17).

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enriko Sugiarto Silalahi yang menjadi Inspektur upacara membacakan nama-nama pejabat lama dan pejabat yang akan menggantikan atau menempati tiga posisi jabatan baru seperti, AKP Asfauri yang sebelumnya menjabat sebagai Ka Sub Bag Humas Polres Pekalongan Kota di posisi barunya akan menjabat sebagai Kapolsek Buaran, selanjutnya Kasat Lantas Polres Pekalongan Kota AKP Sugiyanto akan menempati Pos Barunya sebagai Kapolsek Gringsing, Polres Batang.

Menggantikan AKP Sugiyanto, Kasat Lantas Polres Pekalongan akan dijabat oleh AKP Rachmawati Wulandari yang sebelumnya bertugas sebagai Paursi SIM Subdit Regiden Ditlantas Polda Jateng.
"Sedangkan untuk posisi Kabag Ops yang sebelumnya dijabat oleh Kompol Made Ariawan digantikan oleh Kompol Suharsono yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Bidang Ops Polres Pemalang," ucap Enrico.
Pergeseran jabatan di tubuh Polri menurut orang nomor satu di jajaran Polres Pekalongan Kota tersebut merupakan hal yang biasa dari bentuk penyegaran sesuai kebutuhan Polri.

Dirinya meminta kepada pejabat baru untuk segera dapat menyesuaikan dengan agenda masyarakat berikut mitra Polisi dan kesatuanya.
"Akan ada banyak tugas dan tanggungjawab yang menanti di tempat yang baru dalam rangka menciptakan rasa aman sekaligus pelayanan kepada masyarakat terutama dalam rangka menghadapi bulan puasa dan Lebaran," papar Enrico.

Adu Kreatifitas Seni Budaya, TP PKK Helat Beragam Lomba

May 09, 2017 Add Comment
Sebanyak 337 peserta yang terdiri dari TP PKK 40 orang dan TP PKK Kelurahan 297 orang mengikuti berbagai lomba yang helat TP PKK Kota Pekalongan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan, Selasa (9/5/7).

Menurut Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Ratna Sofia, berbagai lomba yang digelar tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan TP PKK Kota Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Kartini.
"Ini lomba rutin TP PKK Kota Pekalongan untuk adu kreatifitas dari ibu-ibu anggota TP PKK di masing-masing Kelurahan dan Kecamatan," ujar Ratna Sofia.
Ratna menjelaskan, beragam lomba tersebut diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 9-10 Mei dengan memainkan tiga jenis perlombaan antara lain, lomba drama komedi bertema Kartini Cinta Kebersihan kemudian lomba cipta tari batik dan lomba paduan suara.

Untuk lomba paduan suara, kata Ratna, diikuti oleh seluruh perwakilan TP PKK Kelurahan yang masing-masing mengirimkan 11 orang peserta. Sedangkan untuk lomba drama komedi diikuti perwakilan empat TP PKK Kecamatan.
"Khusus untuk lomba paduan suara, masing-masing TP PKK Kelurahan wajib menyanyikan dua lagu utama dan pilihan. Lagu utama atau wajib berjudul Ibu Kita Kartini dan Hidup sehat, serta untuk pilihan menyanyikan lagu daerah," terangnya.
Bertindak selaku Juri kehormatan, Ratna Sofia selaku Ketua TP PKK Kota Pekalongan sekaligus istri Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid.

Sementara itu Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid yang turut hadir mengatakan, kegiatan lomba antar TP PKK se-Kota Pekalongan bisa menjadi ajang silaturahmi seluruh anggota TP PKK.
"Saya berharap, acara ini bisa memunculkan kreatifitas dari masing-masing peserta anggota TP PKK," tandasnya.

Persiapan Menghadapi Lebaran, Ini Yang Dilakukan Dinhub Kota Pekalongan

May 09, 2017 Add Comment
Sebanyak 700 personil gabungan akan diturunkan selama 16 hari atau H-7 hingga H+7 dan pada puncak arus mudik lebaran tahun ini. Diprediksi puncak arus mudik lebaran akan terjadi pada hari Jum'at dan Sabtu atau tanggal 23-24 Juni 2017.
"Karena pada puncak arus mudik sangat rawan maka kita akan sebar personil di setiap sudut kota," ucap Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan, Slamet Prihantono, Selasa (9/5/17).
Slamet menyampaikan, Dinhub telah berkoordinasi dengan Polres Pekalongan Kota untuk mendirikan 25 Posko termasuk dua Posko Induk yang akan ditempatkan di THR dan di depan Matahari Mall.

Dari pihak Polresta, kata Slamet, akan menyediakan sejumlah kendaraan patroli yang akan terus mobile untuk mengurai kemacetan yang kemungkinan terjadi.

Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan informasi, lanjut Slamet, pihaknya akan menyiapkan Call Centre sekaligus mengaktifkan Variable Message dari ATCS yang berpusat di terminal kota.
"Kita nanti juga akan memaksimalkan ATCS, rambu RPPJ, TC, portal dan barikade serta Coint Down Timer dan Water Barrier," ujar Slamet.
Dan untuk persiapan kendaraan angkutan lebaran, sambung Slamet, pihaknya telah menyiapkan 83 bus AKAP, 300 bus AKDP, 160 angkutan kota, 73 taksi dan 10 bus cadangan.
"Semunaya disiapkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan transportasi lebaran," jelas Slamet.

Permudah Para Pemudik, Dinhub Kota Pekalongan Akan Pasang Rambu Tambahan

May 09, 2017 Add Comment
Sejumlah rambu-rambu tambahan akan dipasang di beberapa titik perempatan jalan oleh Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinhub Kota Pekalongan, Slamet Prihantono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/5/17).

Menurut Slamet, pihaknya telah melakukan inventarisir sejumlah perempatan jalan yang akan diberi tanda atau rambu seperti di perempatan jalan Perintis Kemerdekaan atau di dekat Kolam Renang Tirtasari, perempatan jalan Kemakmuran, perempatan jalan Imam Bonjol, perempatan jalan Blimbing, perempatan jalan Hasanudin dan perempatan jalan Surabaya.
"Semuanya masuk jalur alternatif yang sudah disiapkan termasuk jalur altenatif tambahan yang akan melewati sisi selatan kita arahkan melewati Bendo Selatan," ungkap Slamet.
Slamet mengatakan, rambu-rambu atau tanda khusus tersebut akan memudahkan para pemudik untuk mengetahui jalur yang akan dilalui sehingga nantinya pemudik tidak akan tersesat.

Selain itu Dinhub juga akan melakukan penertiban PK5 yang akan diprediksi memenuhi sepanjang jalur mudik. Demikian juga dengan kawasan parkir juga akan dirapikan.
"Pada H-7 sejumlah jalur alternatif akan difungsikan satu arah agar lebih lancar," terang Slamet.

Antisipasi Mudik Lebaran, Dinhub Kota Pekalongan Siapkan Jalur Alternatif

May 09, 2017 Add Comment
Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan bekerjasama dengan Polres Pekalongan Kota dan Satpol PP telah mempersiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas dan arus mudik lebaran yang akan melewati wilayah Kota Pekalongan.

Kepala Dinhub Kota Pekalongan, Slamet Prihantono mengungkapkan, berbagai persiapan sudah dilakukan seperti, jalur alternatif, rest area, kesiapan personil di lapangan dan sejumlah rambu-rambu tambahan.
"Begitupun dengan kondisi jalan Kota Pekalongan yang sudah clear untuk dilalui kendaraan pemudik termasuk identifikasi persimpangan dan rambu petunjuk, sehingga para pemudik bisa mengetahui jalur yang bisa dilewati," papar Slamet, Selasa (9/5/17).
Dijelaskan Slamet, untuk persiapan sejumlah jalur alternatif yang akan dilalui, pihaknya telah menetapkan jalan Gajah Mada, Perintis Kemerdekaan, Bahagia, Manggis, Salak, Bandung, Melati, Seruni, Pattimura dan jalan Dr Sutomo. 

Namun kalau jalan Seruni sudah bisa difungsikan, lanjut Slamet, maka pemudik akan diarahkan melalui jalur tersebut hingga ke Batang.
"Khusus untuk tol Pemalang-Batang, apabila sudah bisa fungsional maka arus dengan sendirinya akan dipecah. Sebagian bisa lewat tol dan sebagian bisa melalui jalur pantura Pekalongan," terang Slamet.
Seperti diketahui, ruas jalan Seruni  yang  terhubung dengan jalan Ki Mangunsaskoro  hingga masuk wilayah Kabupaten Batang masih dilakukan pengecoran, nantinya bila target penyelesaian rampung sebelum lebaran maka jalan tersebut akan dijadikan jalur alternatif yang dapat memecah arus pemudik yang hendak menuju arah Surabaya.

Percepat Pelayanan Publik, Puluhan Perangkat Kelurahan Dilatih IT

May 02, 2017 1 Comment
pekalongan-nerws.com
Puluhan perangkat kelurahan mendapatkan pelatihan IT untuk meningkatkan pelayanan publik di ruang BLC Kantor Diskominfo Kota Pekalongan 
Kota Pekalongan
Sebanyak 27 orang perangkat kelurahan dari 27 Kelurahan yang ada di Kota Pekalongan mengikuti pelatihan berbagai aplikasi berbasis Open Source yang digelar Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Selasa (2/5/17) di ruang Broadband Learning Centre (BLC) Kantor Diskominfo Kota Pekalongan.

Dalam kesempatan pelatihan tersebut, peserta diberikan materi berbagai aplikasi seperti aplikasi Simpatik yang akan memudahkan masyarakat mengurus dokumen tanpa harus datang ke Kecamatan.

Selain itu diberikan pula pelatihan aplikasi gimp untuk mengolah atau mengedit foto yang diperlukan dalam bidang advertising seperti membuat desaign spanduk.

Kepala Diskominfo Kota Pekalongan Sri Budi Santoso menyampaikan, Pemanfaatan teknologi informasi atau IT di tingkat Kelurahan akan memastikan pelayanan publik jadi lebih baik.
"Dalam pelatihan ini kita manfaatkan SDM di tingkat kelurahan untuk mendorong pemanfaatan IT dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Secara bertahap pelayanan publik dengan memanfaatkan IT yang berbasis Open Source akan terus dilakukan terutama di tingkat kelurahan. 

Sebab pelayanan publik di tingkat kelurahan, kata Sri Budi,  merupakan ujung tombak Pemerintah Kota Pekalongan dalam memberikan layanan kepada masyarakat secara mudah dan cepat.

Sri Budi menjelaskan, untuk mendukung IT maupun berbagai aplikasi yang ada agar bisa dimanfaatkan oleh seluruh perangkat kelurahan yang ada di Kota Pekalongan, pihaknya menggandeng Komunitas TIK dan relawan untuk membantu transfer pengetahuan berikut pendampinganya.
"Sehingga nantinya mereka akan terbiasa dan selalu menggunakan aplikasi yang diberikan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat," terangnya.

Pemkot Lamban Kirim Material, TMMD Sengkuyung 2017 Terancam Gagal Selesaikan Pembangunan Jalan

April 29, 2017 Add Comment
Pengerjaan fisik berupa jalan paving sepanjang 282 meter dengan lebar 2,75 meter melalui program TMMD Sengkuyung tahun 2017 di Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan terancam gagal terealisasi atau tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Pasalnya gangguan teknis seperti suplai material ke lokasi dan tidak tanggap serta tidak profesionalnya tim koordinasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan menjadi pemicu ancaman kegagalan program yang menyasar masyarakat di tiga RT yang selama ini terendam rob.

Ketua RT 06 Kelurahan PasirKratonKramat, Harjo, mengungkapkan pengiriman material seperti pasir, paving dan peralatan berat lambat dikirim ke lokasi, akibatnya warga dan TNI tidak bisa bekerja maksimal sesuai waktu yang ditargetkan.
"Pernah kami hampir tiga hari tidak bekerja sama sekali, sebab material tidak dikirim tim dari Bappeda," ungkap Harjo, Sabtu (29/4/17).
Harjo melanjutkan, beberapa kali kami komplainkan keterlambatan tersebut melalui penanggungjawab program dari Kodim 0710/Pekalongan namun kenyataanya diabaikan begitu saja oleh tim dari Bappeda.

Bahkan di rapat penutupan TMMD Sengkuyung tahun 2017, kata Harjo, juga sudah diusulkan kembali namun sampai hari ini material yang dibutuhkan belum juga dikirim.
"Padahal semuanya tahu kalau program TMMD Sengkuyung tahun 2017 hanya berlangsung selama 21 hari pengerjaan dan besok hari terakhir pelaksanaan," terang Harjo.
Harjo mengatakan, warga tiga RT di RW 02 mengaku kecewa dengan kinerja pemerintah Kota Pekalongan. Menurutnya program bagus untuk kesejahteraan masyarakat malah terhambat dan terancam tidak selesai hanya karena tim bekerja kurang profesional.
"Setahu saya, dulu ketika anggaran hibah untuk TMMD diterimakan langsung kepada tentara malah lancar, sekarang pemerintah tidak memberikan hibah berupa dana tapi memberikanya dengan barang berupa material malah tersendat dan tidak lancar. Baru kali ini saya mengalami TMMD terancam gagal hanya karena masalah teknis seperti ini," bebernya.
Senada dengan Harjo, salah satu anggota TNI yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir dan was-was dengan kelangsungan program TMMD Sengkuyung di Kelurahan Pasirkratonkramat.

Pasalnya menurut dia, anggota dikejar waktu untuk bisa selesai tepat waktu namun pada kenyataanya semua bergantung kepada pengiriman material yang tidak lancar dan dirinya mengaku kalau sampai tidak selesai tepat waktu maka sanksi keras siap menunggu.
"Biasanya sesuai dengan pengalaman kami, untuk pengerjaan seperti ini sudah selesai dan tinggal finishing untuk membersihkan lokasi dari sisa material yang ada namun karena mereka tidak profesional, kamilah yang terkena imbas," keluhnya.
Dari pantauan di lokasi, progres fisik jalan paving sepanjang 282 meter masih 80 persen dan menyisakan 20 persen pengerjaan yang harus selesai besok atau tanggal 30 April.

Hampir semua warga yang turut kerja bakti menyatakan kekecewaanya terhadap kinerja tim dari Bappeda Kota Pekalongan yang tidak tanggap keadaan dan kebutuhan di lokasi.
"Harusnya mereka itu tahu pekerjaan tersendat gara-gara material terlambat. Mereka datang kesini hanya memotret pekerjaan terus pergi," ujar warga.
Dijelaskan pula, tim dari Bappeda terkesan tidak percaya pekerjaan TNI dan warga, sebab mereka mengeluhkan adanya material pasir sebanyak dua truk langsung ludes digunakan.
"Mereka tidak percaya kalau pasir itu benar-benar digunakan warga untuk pembuatan jalan paving," tandasnya.

Nekat Masuk Kota, Puluhan Bus Malam Ditilang

April 25, 2017 Add Comment
Satlantas Polres Pekalongan Kota, menilang puluhan bus malam yang nekat menerobos jalur larangan kendaraan besar seperti Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dr Cipto dan Jalan Dr Wahidin Kota Pekalongan pada Selasa (25/4/17) dini hari.

Tidak hanya bus malam, kendaraan pribadi lainnya juga tak luput dari sasaran tilang petugas lantaran melanggar aturan tata tertib lalu lintas seperti lampu utama kedapatan mati termasuk juga truk yang kelebihan muatan.

Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Sugiyanto mengungkapkan, belakangan ini dirinya kerap mendapat keluhan dari masyarakat yang melapor banyaknya bus dan kendaraan berat melintasi jalur kota dan banyak yang ugal-ugalan.

Padahal menurut pengakuanya, jalur tersebut sudah dipasang barikade untuk tidak dilewati kendaraan besar termasuk bus malam, namun ternyata mereka tetap nekat melintas.
"Terpaksa malam ini kami adakan razia dengan tindakan penilangan kepada kendaraan yang kedapatan melanggar karena ternyata traffic light saja ditrabas," ungkap Sigiyanto.
Sopir bus PO Muji Jaya, Darsono (45 th) mengakui kalau jalur yang ia lewati larangan untuk dilalui, namun karena jalanan Kota Pekalongan sering macet, terutama di Jalan Sriwijaya dan Jalan KH Mansyur, maka terpaksa dirinya nekat masuk kota untuk menghindari macet.

Selain macet, sambung Darsono, Jalan Sriwijaya yang biasa dilalui dalam keadaan rusak berat, hal tersebut membuat dirinya enggan melintasi jalur tersebut.
"Kondisi jalanya parah dan rawan merusak kendaraan. Makanya saya pilih masuk kota yang lebih nyaman untuk dilewati," dalihnya.
Zakaria (50 th), sopir bus PO Lorena juga mengungkapkan hal yang sama, dirinya mengetahui larangan bus dan kendaraan berat masuk kota.

Namun Zakaria mengaku baru sekali masuk jalur kota, itupun karena ikut-ikutan. Sebelumnya ia tetap melitas di Jalan Sriwijaya meskipun jalur tersebut macet dan rusak parah.
"Sekarang ngikut bus yang didepan malah akhirnya kena razia," keluhnya.

Industri Picu Kelangkaan Gas Melon Di Kota Pekalongan

April 22, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Pertamina pasok 2800 tabung gas ukuran 3 kilogram selama Operasi Pasar
Kota Pekalongan
Menanggapi Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di pasaran, Bagian Perekonomian Setda Kota Pekalongan, Betty Dahfia menyebut, masih banyaknya pelaku industri yang masih memakai gas eliji 3 kilogram.

Dari pantauan kami, kata Betty, tiap harinya pelaku industri bisa membeli 5 hingga 6 tabung gas berukuran 3 kilogram yang bersubsidi.
"Mereka yang masuk golongan industri masih menikmati subsidi, padahal gas elpiji tiga kilogram selain bersubsidi juga jumlhanya terbatas," ungkap Betty, Sabtu (22/4/17).
Gas elpiji 3 kilogram bersubsidi, kata Betty, hanya diperuntukan bagi warga miskin dengan harga yang jauh lebih murah namun pada kenyataanya banyak pelaku industri justru memamfaatkan harga murah untuk kebutuhanya.

Saat ini, sambung Betty, pemerintah pusat masih melakukan pantauan dan masih mencari mekanisme penyaluran gas bersubsidi yang penggunaanya tepat sasaran.
"Agar penyebaranya merata dan warga miskin bisa menikamti subsidi," ujar Betty.
Sementara untuk memasok kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kota Pekalongan, tutur Betty, Pertamina telah mengalokasikan tabung gas ukuran 3 kilo sebanyak 2800 tabung.

Pertamina juga menjamin, ketersediaan gas ukuran 3 kilogram untuk mendukung operasi pasar di lima lokasi yang digelar oleh pemerintah Kota Pekalongan selama dua hari.
"Hanya saja syaratnya warga harus membawa foto KTP dan tabung gas kosong sebagai alat tukar pembelian gas elpiji 3 kilongram yang dihargai Rp 15 ribu," pungkas Betty.

Gas Melon Menghilang, Pemkot Pekalongan Gelar Operasi Pasar

April 22, 2017 Add Comment
Setelah lebih dari sepekan gas elpiji 3 kilogram menghilang di pasaran akhirnya Sabtu (22/4/17) Pemerintah Kota Pekalongan menggelar Operasi Pasar di lima lokasi. Empat diantara lima lokasi berada di masing-masing Kantor Kecamatan dan satu lokasi lainya berada di Kantor Kelurahan Podosugih, Kota Pekalongan.

Salah seorang pengantre gas melon atau gas 3 kilogram, Mita Febriani, warga Kramatsari mengatakan, semenjak gas sulit dijumpai di eceran maupun di depo, selama itu pula dirinya terpaksa memasak menggunakan kayu bakar.
"Sudah lebih dari satu minggu ini saya memasak menggunakan kayu bakar karena tidak mendapatkan gas elpiji 3 kilo," aku Mita saat antre.
Hal yang sama juga disampaikan, Warmuah, warga Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur yang mengaku tidak lagi bisa memasak.

Warmuah juga mengaku, selama dua pekan lebih sudah tidak lagi mendapatkan pasokan gas dari depo langgananya. Ia lebih memilih tidak memasak dengan resiko pengeluaran membengkak.
"Terpaksa saya beli lauk-pauk atau masakan matang di warung dan uang untuk kebutuhan sehari-hari akhirnya tidak cukup," keluhnya.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Pekalongan, Betty Dahfia menyebut, Operasi Pasar yang digelar di lima lokasi mulai hari ini merupakan upaya pemerintah mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

Betty menyampaikan, pihaknya akan menggelar lagi Operasi Pasar serupa pada Rabu 26 April 2017 di lima lokasi dengan tempat yang masih sama. 
"Kita sudah laksanakan Operasi Pasar hari ini dan yang kedua nanti menyusul Rabu depan," ungkap Betty.
Betty menjelaskan, Operasi Pasar yang digelar dihari pertama telah disediakan 560 tabung gas elpiji berukuran tiga kilogram dengan harga jual Rp 15 ribu dan berlaku di masing-masing lokasi.

Untuk menjamin distribusi gas elpiji lebih merata, lanjutnya, maka pihaknya telah memberlakukan sejumlah persyaratan kepada masyarakat yang hendak melakukan pembelian.
"Kami sudah terapkan aturan, warga yang hendak membeli wajib menyerahkan fotokopi KTP dan membawa tabung gas kosong untuk ditukarkan," terang Betty.

Mobil Dirampas Leasing, Kusminingsih Lapor Polisi

April 21, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Didampingi Suaminya, Kusminingsih melaporkan kasusunya kepada petugas penyidik Polsek Pekalongan Timur
Kota Pekalongan
Kesal lantaran mobil kesayangannya dirampas paksa oleh sejumlah oknum debt Collector dari PT Andalan Finance Indonesia (AFI) saat dalam perjalanan menjemput pasien di luar Kota, Kusmaningsih (60 th) warga Poncol Baru, Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, meradang dan akhirnya meloporkan kasus yag dialaminya ke Polsek Pekalongan Timur, Kamis (20/4/17).

Kusminingsih mengaku kecewa dengan ulah PT AFI yang melakukan perampasan mobil secara sepihak hanya karena persoalan keterlambatan mengangsur selama tiga bulan, selain itu dirinya juga merasa dipingpong oleh pihak perusahaan saat mengurus keterlambatan angsuran tersebut.
"Saya meski terlambat tetap mengangsur. Perbulanya Rp 4.169.000, ini bukti rekapan angsuranya," ungkapnya sambil menyodorkan selembar kertas berisi rekapan angsuran di Mapolsek Pekalongan Timur.
Kisminingsih mengakui, dirinya beberapa kali mengalami keterlambatan pembayaran cicilan, kendati demikian dirinya tetap melakukan pembayaran angsuran yang saat ini sudah ke-16 dari 36 bulan perjanjian kredit.

Kusminingsih menjelaskan, pada tahun 2015 ia membeli satu unit mobil Toyota Innova dengan cara kredit melalui PT AFI Cabang Kota Pekalongan dan menyerahkan uang muka sebesar Rp 55 juta dengan plafon kredit mencapai Rp 150 juta.
"Saat ini total uang yang sudah masuk ke sana sebesar Rp 120 juta dengan rincian pembayaran angsuran terakhir di bulan Maret 2017," jelas Kusminingsih.
Kusminingsih menuturkan, sebelum terjadi penarikan secara paksa oleh pihak leasing, dirinya sudah mengirimkan pemberitahuan pembayaran dengan datang ke kantor PT AFI cabang Pekalongan dan disuruh membuat surat permohonan yang membuktikan bahwa saya masih mengangsur.

Namun ternyata itu tidak cukup dan harus kembali mengurus di kantor PT AFI Semarang dan oleh kantor yang di Semarang disuruh menunggu lagi surat dari kantor pusat di Jakarta.
"Saya tunggu-tunggu surat dari Jakarta tidak kunjung datang padahal waktu terus berjalan dan saya merasa dirugikan sebab setiap hari ada beban denda yang terapkan oleh perusahaan," cetus Kusminingsih.
Kusminingsih melanjutkan, dirinya mengaku kaget dan kecewa saat turun surat dari PT AFI pada tanggal 16 April lalu malah berisi pemberitahuan penyelesaian kewajiban yang menyatakan dirinya harus membayar uang sebesar Rp 105 juta paling lambat tanggal 20 April dan bila dalam jangka waktu empat hari yang jatuh pada hari ini tidak mampu bayar tebusan tersebut maka akan dianggap telah melepaskan kepemilikan mobil yang dicicil

Kusminingsih kepada petugas Polsek Pekalongan Timur mengaku keberatan atas perlakukan perusahaan dan jika ingin tetap menganggsur ia diminta membayar total Rp 47.480.600 dengan rincian pembayaran tiga kali angsuran bulan Febuari, Maret dan April serta biaya deposit dua kali angsuran serta biaya penarikan Rp 8 juta.
"Atas tindakan sepihak leasing tersebut akhirnya saya melapor ke POlsek Pekalongan Timur," ucap Kusminingsih yang didampingi suaminya.

Kementrian Perindustrian Beri Kesempatan 15 IKM Kota Pekalongan Ikuti Pelatihan Dan Sertifikasi

April 17, 2017 Add Comment
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan mengirimkan 15 orang perwakilan pelaku Industri Kecil Menegah (IKM) yang ada di Kota Pekalongan untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi keahlian di bidang pengelasan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tegal.

Kabid Perindustrian Dinperinaker Kota Pekalongan, Setio Goro mengatakan, pelatihan bagi 15 orang pelaku IKM dan tukang las yang ada di Kota Pekalongan merupakan kerjasama antara Dinperinaker Kota Pekalongan, Direktorat IKM Mesin Logam Elektronika dan Alat Angkut pada Kementrian Perindustrian dan pihak swasta dalam hal ini PT Barokah Marine.
"Semua kegiatan dari anggaran, akomodasi peserta dan materi pelatihan termasuk sertifikasi yang biayanya cukup mahal sudah ditanggung oleh Kementrian Perindustrian," ungkap Setio Goro, Senin (17/4/17).
Setio Goro menjelaskan, Pelatihan direncanakan akan berlangsung selama lima hari dan dimulai besok tanggal 18 sampai 22 April 2017 bertempat di BLK Kota Tegal.

Setio Goro menambahkan, pihaknya sudah mengajukan 15 orang yang terdiri dari tukang las dan pelaku usaha IKM yang sudah mendapatkan verifikasi serta persetujuan dari Direktorat IKM Mesin Logam Elektronikan dan Alat Angkut, Kementrian Perindustrian. 
"Ini kesempatan bagus bagi pelaku IKM di Kota Pekalongan untuk melakukan peningkatan skil dan kemampuan di bidang keahlian mengelas bagi masing-masing pelaku IKM," terang Setio Goro.
Setio Goro Berharap, semoga ke-15 orang yang mengikuti pelatihan akan menjadi titik awal untuk memajukan dunia industri strategis terutama IKM di Kota Pekalongan.

Sementara itu Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Wahyudi Pontjo Nugroho saat melepas 15 orang pelaku IKM Kota Pekalongan yang akan berangkat ke Kota Tegal berpesan, agar para peserta pelatihan bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, sebab dengan adanya pelatihan yang disertai sertifikasi sangatlah langka.
"Pelatihan dan Sertifikasi ini sangat membantu Kota Kota Pekalongan untuk memajukan industri di daerah," ucap Pontjo.
Pontjo melanjutkan, dirinya hanya meminta fasilitasi yang diberikan harus benar-benar mampu menunjang peningkatan kerja dan karya.
"Saya ucapkan selamat dan semoga selama pelatihan mampu menyerap semua materi yang diberikan agar nantinya tenaga ahli di Kota Pekalongan bisa profesional," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, salah satu peserta yang juga pelaku usaha IKM, Setiadi Yoga Santoso, pemilik CV Cipta Indorekin mengaku sangat berharap banyak dengan adanya pelatihan yang difasilitasi Kementrian Perindustrian.
"Ini merupakan kesempatan bagus bagi saya untuk meningkatkan skil dan teknik pengelasan yang lebih baik sekaligus menuju peningkatan mutu serta kapasitas kerja yang lebih berkualitas," tuturnya.

UPZ Yang Baru Dingatkan Tertib Kumpulkan Setoran Zakat

April 11, 2017 Add Comment
pekalongan-news.com
Ketua Baznas Imam Suraji mengukuhkan 71 UPZ  baru di Ruang Kresna, Komplek Kantor Setda Kota Pekalongan
Kota Pekalongan
Ketua Badan Amil Zakat Nasioanal (Baznas) Kota Pekalongan, Imam Suraji mengatakan, target penerimaan zakat, infaq dan sodaqoh yang dikumpulkan sepanjang tahun 2017 nanti bisa lebih tinggi dari penerimaan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,5 miliar.
"Tahun lalu kita dapatkan Rp 1,5 miliar, semoga tahun ini bisa meningkat lebih tinggi," ucap Imam, Senin (10/4/17) saat pengukuhan Unit Penerima Zakat (UPZ) yang baru periode 2017-2021.
Imam mengaku realistis, kalau tidak bisa lebih tinggi dari penerimaan zakat tahun lalu, minimal angkanya masih tetap sama Rp 1,5 miliar.

Sebelumnya, Walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid didampingi Ketua Baznas Imam Suiraji mengukuhkan 71 UPZ baru untuk masa tugas tahun 2017-2-2021.

Pengukuhan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan Sri Ruminingsih di Ruang Kresna, Komplek Kantor Setda Kota Pekalongan.

Alf Arslan Djunaid atau Alex mengingatkan, usai dikukuhkan UPZ harus bisa lebih disiplin dalam mengumpulan dan penyetoran infaq atau sodaqoh dari para PNS di lingkungan pemerintah Kota Pekalongan.
"Saya minta UPZ yang baru untuk tidak telat menyetorkan hasil pengumpulan zakat, infaq dan sodaqoh ke rekening Baznas," pinta Alex.
Alex menyarankan Baznas Kota Pekalongan bisa bekerjasama dengan Dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) untuk trasparasi keuangan.

"Dengan adanya kerjasama untuk transparasi keuangan, masyarakat umum bisa mengecek dan mengawasi penggunaan uang untuk kebutuhan apa saja," ucap Alex.

Alex menambahkan, dana yang terkumpul rencananya akan digunakan untuk kemaslahatan umat dan warga.
"Kita akan bagikan Baznas 2017 pada saat pertengahan bulan puasa nanti," Ujar Walikota

Paceklik, Ribuan Nelayan Kota Pekalongan Terima Bantuan Beras

April 10, 2017 1 Comment
pekalongan-news.com
Salah satu perwakilan kelompok rukun nelayan secara simbolis menerima bantuan bersa paceklik dari Pemerintah Kota Pekalongan  yang diserahkan ke HNSI melalui  DPPK Kota Pekalongan 
Kota Pekalongan
Sebanyak 2.125 Kepala Keluarga (KK) nelayan di tiga Kelurahan, Kecamatan Pekalongan Utara menerima bantuan beras paceklik yang diberikan Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan (DPPK).

Penyerahan bantuan rawan pangan atau beras paceklik diserahkan oleh Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid kepada 14 perwakilan rukun nelayan di Kantor Himpunan Nelayan seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid mengatakan, pemberian bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah mengurangi kerawanan pangan yang dialami nelayan karena belakangan ini tidak bisa melaut atau mengalami paceklik.
"Para nelayan ini tidak selalu melaut karena pada saat tertentu tidak bisa melakukan aktifitasnya  disebabkan oleh cuaca yang tidak mendukung," ujarnya.
Ketua HNSI Kota Pekalongan, Imam Harun menyebut musim paceklik bagi nelayan Kota Pekalongan terjadi sejak bulan Januari hingga Maret 2017 dan bantuan beras paceklik bagi nelayan cukup membantu mengurangi beban kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah usulan kami mengajukan permohonan bantuan rawan pangan bisa disetujui," ucapnya.
Sementara itu di kesempatan yang sama Kepala DPPK Kota Pekalongan Agus Jati Waluyo menjelaskan, total bantuan beras yang diberikan pemerintah kepada 14 kelompok rukun nelayan menacapai 21,25 ton.

Masing-masing KK, kata Agus Jati, akan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilo dengan jumlah penerima mencapai 2.125 nelayan dengan rincian untuk Kelurahan Panjang Wetan sebanyak 666 orang,  Kelurahan Panjang Baru 479 orang dan Kelurahan Krapyak 980 orang.
"Bantuan kerawanan pangan ini akan mengurangi dampak resiko sosial, pendidikan dan kesehatan serta sedikit membantu pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari," Jelas Agus Jati.
Salah satu nelayan, Ahmad Rais (63 th) warga Kelurahan Krapyak mengaku senang menerima bantuan beras paceklik, meskipun hanya 10 kilo namun cukup membantu kebutuhan keluarganaya.
"Sejak Januari tidak lagi melaut, jadi hanya didarat saja sehari-hari," tandasnya.