Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts
Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts

Persit Harus Cerdas Gunakan Medsos

July 23, 2017 Add Comment

Pekalongan - Dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang xx Dim 0710/Pekalongan beserta rombongan  di ranting 09 Koramil 08/bojong, sabtu,(22/7).salah satu yang menjadi perhatian ketua Persit KCK cab XX ny.Rere Heri Bambang Wahyudi adalah mengenai penggunaan media sosial(medsos).


Dalam sambutanya Rere sebutan akrabnya, menyampaikan Ucapan terimakasih atas sambutan yang dilakukan persit ranting 09, bojong selain itu Rere juga berharap persit ikut peran serta dalam lingkungan masyarakat sekitar,kedepan diharapkan Persit akan semakin berkembang dan samakin modern mengikuti perkembangan jaman.


Lebih lanjut rere menekankan agar Persit harus lebih cerdas dalam menggunakan medsos,karena dengan adanya UU ITE jangan sampai ikut-ikutan menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya, Persit harus berhati hati dalam bersikap dan bertindak,jangan sampai merugikan diri sendiri ataupun orang lain,jaga nama baik diri sendiri,Persit dan nama baik suami,"pesanya.

Dalam acara kunjungan ketua persit cabang XX tersebut, anggota persit ranting 09 bojong juga menyajikan ketrampilan cara membuat tatakan jarum pentul yang murah, sederhana,menarik dan indah dilihat.

Acara diakhiri dengan tanya jawab mengenai pejabat persit di lingkungan kodam,korem dan kodim serta pertanyaan pengetahuan umum, pembagian hadiah bagi yang dapat menjawab pertanyaan.( pendim 0710 pekalongan )

Betuk Sinergitas Kodim 0710 Pekalongan Beri Kejutan Hut Bhayangkara

July 01, 2017 Add Comment
Pekalongan - Hut Bhyangkara ke 71 Kodim 0710 Pekalongan beri kejutan dengan memberikan kue tart kepada anggota yang menjaga di Mako Polres Pekalongan Kota.


Dandim 0710 Pekalongan Letnan Kolonel Infanteri Heri Bambang Wahyudi mengatakan kejutan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi kepada Kepolisian atas sinergitas antara TNI Polri yang semakin hari semakin solid.

Menurut Dandim Heri pihaknya berharap di umur 71 tahun Kepolisian Republik Indonesia semakin jaya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengayom masyarakat dan tetap solid bersama Tni untuk membagun bangsa ini.

Sementara itu Kasi Propam Polres Pekalongan Kota Inspektur Satu Ketut Artika menjelaskan pihaknya terkejut dan tidak mengetahui atas kedatangan para anggota Kodim 0710

Menurut Ketut pihaknya mengucapakan terimakasih atas apresiasi dari Tni atas kejutan tersebut dan kejutan ini merupakan bentuk sinergitas Tni dan Polri yang begitu sangat solid

Ketut menambahkan di hari jadi Polri bisa lebih profesional untuk meraih kepercayaan masyarakat demi tetap tegaknya NKRI yang lebih sejahtera mandiri dan berkeadilan

WOM Finance Ajak Ratusan Anak Yatim Buka Puasa Bersama

June 15, 2017 Add Comment
PT Wahana Ottomitra Multiartha TBK (WOM Finance) mengajak 100 anak yatim penghuni Panti Asuhan Aisyiah dari Wisma Rini untuk berbuka puasa bersama di Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan, Rabu (14/6/17).

Kegiatan buka bersama Wom Finance dengan anak yatim menurut Chief Human Capital Officer PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, Ekanto Wijonosunu merupakan kegiatan rutin yang selalu digelar tiap tahun.

Ia mengatakan, kegiatan serupa secara bersamaan juga dilakukan di kota lain seperti Medan, Palembang, Surabaya dan Cimahi.
"Sebelumnya kami juga menggelar buka bersama dengan anak yatim di dua kota, Bekasi dan Makssar," ungkap Ekanto.
Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar, WOM Finance memiliki kontribusi terhadap kepedulian sosial di lingkungan perusahaan terutama dalam kegiatan berbagi di bulan suci Ramadhan.

Ekanto Wijonosunu menjelaskan, pertumbuhan perusahaan yang ditopang oleh kinerja yang baik patut di syukuri, sehingga sebagai ucapan rasa terima kasih, perusahaan menggandeng Panti Asuhan Aisyiah di Wisma Rini untuk berbagi kebahagiaan bersama WOM Finance.
"Kami sangat berharap, di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kami hadir untuk bersilaturahmi dan apa yang kami lakukan juga mendapat keberkahan dan memberikan manfaat bagi orang lain," ucapnya.
Dalam kesempatan buka bersama dengan seratusan anak yatim, WOM Finance juga memberikan bantuan sosial berupa dana operasional untuk Panti Asuhan Aisyiah Wisma Rini dan juga bantuan bingkisan lebaran untuk 100 anak yatim yang mengikuti kegiatan.

Berada Di Tempat Gelap, Lima ABG Di Bawah Umur Diamankan Satpol PP

June 11, 2017 Add Comment
Lima remaja dibawah umur masing-masing MBK, SA dan S, semuanya laki-laki serta BYA dan I, keduanya wanita, diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Sabtu (10/6/17) dari pekuburan china (bong) Kuripan, Kota Pekalongan.

Saat diamankan menurut Kasi Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Sapto Widiaspono, kelima anak yang rata-rata masih berusia 15 tahun tersebut berada di tempat gelap dan diduga hendak berbuat asusila.
"Kelimanya kami amankan dan kami bawa ke kantor untuk didata dan dibina termasuk memanggil orangtua yang bersangkutan," ucap Sapto.
Sapto menjelaskan, kelima remaja di bawah umur tersebut terjaring razia petugas yang sedang menyisir lokasi pemakaman china di Kuripan yang memang ditengarai sering digunakan untuk berbuat asusila.

Sapto menambahkan, dari kelima anak tersebut, empat diantaranya masih berstatus pelajar SMP di Kedungwuni dan seorang lagi sudah lulus.
"Mereka semua ini menurut pengakuan merupakan teman SD dan usai buka bersama nongkrong sampai malam di pemakaman china, Kuripan," ungkap Sapto.
Karena dianggap melanggar perda, kata Sapto, kelimanya kami amankan selanjutnya kami bawa ke kantor kemudian kami catat identitasnya termasuk kami buatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya.
"Setelah orang tua maupun kelurganya datang menjemput, kemudian kami lepaskan untuk selanjutnya orang tua yang akan melakukan pembinaan," terang Sapto.
Sapto menghimbau kepada orang tua agar betul-betul menjaga anak-anaknya terutama anak perempuan, sebab Pemerintah Kota Pekalongan memberlakukan perda miras dan perda yang dapat menjerat perbuatan asusila yang sering dilakukan di tempat-tempat tertentu.

Kelompok Kajian Kitab Turast Iain Pekalongan Gelar Khataman

June 09, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast, IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut
Pekalongan
Sebagai wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast yang secara resmi telah diluncurkan sejak September 2016. 

Kelompok kajian ini belum lama , tepatnya pada Jum’at lalu (2/6/2017) IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I, Direktur Pascasarjana, Seluruh dosen pengajar studi turast, pembimbing tahfidzul Qur’an, dan Kordinator Program Matrikulasi Baca Tulis Al-Quran. 

Acara yang berlangsung dengan khidmat, dimulai dengan tadarrus Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan do’a bersama sebagai wujud syukur kepada Allah Swt. Kegiatan semacam ini rencananya akan selalu diselenggarakan tiap tahunnya sebagai upaya untuk membangun kultur kepesantrenan di lingkungan sivitas akademika IAIN Pekalongan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Muhlisin, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga) sangat merespon kegiatan tersebut dan secara khusus akan mengawal jalannya gerakan Kampus Mengaji di IAIN Pekalongan. 
"Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen lembaga untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya beda (distingsi) sehingga dapat bersaing dengan lulusan kampus-kampus lain, Ucapnya.
Sejak awal tahun ajaran baru 2016-2017 setidaknya ada 8 (delapan) kitab Turats yang sudah dikaji dari berbagai bidang keilmuan, yakni: Fathul Qorib (Fikih), Amtsilah al-Tashrifiyah (Sharaf), ‘Imrithi (Nahwu), al-Bayan al-Mufid (Akidah), Syarah Quwaisini (Mantiq), Abi Jamrah (Hadits), Kifayah al-Atqiya’ (Tasawuf), dan Tafsir Ayat al-Ahkam (Tafsir). Selain kajian kitab-kitab tersebut, IAIN Pekalongan juga menggelar “Ngaji Qur’an” sebagai penguatan kemampuan mahasiswa di bidang Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Halaqah Tahfidz khusus bagi para Huffadz yang sedang menyelesaikan studinya di IAIN Pekalongan.
"Dengan mengkaji Kitab Turats, maka mahasiswa akan terbantu untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca karya-karya para Ulama’ yang berbahasa Arab atau lebih dikenal dengan Kitab Kuning, dan hal itu bisa dijadikan salah satu indikator SKPI”. Tegas Dr. Muhlisin.
Dalam tahun-tahun mendatang wacananya kajian Kitab Turats ini akan menjadi syarat bebas teori bagi mahasiswa yang hendak mengikuti ujian Skripsi. Paling tidak mahasiswa pernah menyelesaikan satu atau dua kitab Turats yang dikaji.Hal ini tentunya membutuhkan persiapan yang sangat matang, oleh karena itu para pengelola tidak mau gegabah dalam membuat kebijakan terkait hal itu.

Saat ini program Kampus Mengaji di lingkungan IAIN Pekalongan masih terus dikaji secara mendalam, hal ini dilakukan untuk menemukan pola pengembangan program yang efektif dan sesuai dengan kultur sivitas akademika IAIN Pekalongan. Sebab bagaimanapun kajian Kitab Turats adalah budaya Pesantren, tentunya bukan hal yang mudah menerapkannya di lingkungan formal seperti IAIN Pekalongan. 

Law Firm Setyono & Partner Bagi-bagi Takjil ke Pengguna Jalan

June 07, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Law Firm Setyono & Partner  membagikan takjil kepada para pengguna jalan di sekitar Jl Dr Wahidin Pekalongan,  (07/06/2017)
Pekalongan
Minggu kedua puasa ramadan, Law Firm Setyono & Partner berbagi kebahagiaan bersama membagi takjil kepada para pengguna jalan di sekitar Jl Dr Wahidin Pekalongan, tepatnya didepan kantor Law Firm Setyono & Partner (07/06/2017)

Menurut Ardi Widya Handoyo mewakili Law Firm Setyono & Partner, kegiatan ini Sebetulnya dalam rangka buka puasa bersama  tapi sebelumnya,  kita adakan pembagian takjil di depan kantor kita.
“Sebetulnya kegiatan ini sudah kami lakukan secara rutin setiap tahun,  tahun kemarin kita lakukan bersama dengan LSM, Lembaga Bantuan Hukum dari Lindu Aji dan Satya Wicaksana, “Ucap Ardi.
Ardi menambahkan, dalam kesempatan tersebut ada sekitar 1000 takjil yang dibagikan dalam tempo  setengah jam takjil  sudah habis.
“Sebelum kegiatan pembagian takjil kami juga sudah melakukan kegiatan bedah buku literasi untuk pembagian di daerah  pemalang yang sasarannya untuk anak sekolah ditempat yang tak terjangkau, “ kata Ardi.
 Menurut Ardi kegiatan yang sudah kami lakukan seperti ini akan bisa berlanjut dan Kedepannya ada rencana dengan kantor penasehat hukum lain, tapi kita belum pastikan kapan waktunya.
“Kegiatan yang kami lakukan ini murni dananya dari kantor kami  Law Firm Setyono & Partner,” Pungkasnya.

Dekati Pertengahan Puasa Harga Sejumlah Sayuran Turun

June 07, 2017 Add Comment
Mendekati pertengahan puasa bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok lebaran khususnya sayuran sudah sudah turun drastis dibanding sebelum bulan puasa. Dari hasil pantauan harga di Pasar Grogolan Kota Pekalongan, untuk beberapa komoditi seperti cabai dan bawang putih mengalami penurunan secara tajam.

Untuk harga cabai merah saat ini dijual dengan harga Rp 14 ribu perkilo sedangkan bawang putih menjadi Rp 35 ribu perkilo, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 55-60 ribu perkilo.

Cabai rawit di Pasar Grogolan terpantau Rp 15 ribu perkilo, kubis Rp 7000 perkilo, bawang solong atau bawan daun Rp 7000 perkilo, wortel Rp 12 ribu perkilo dan Caisin Rp 4000 perkilo.

Menurut salah satu pedagan Pasar Grogolan yang dikenal dengan Desy sayur, turunya beberapa komoditas seperti cabai dan sayuran lainya dikarenakan pasokan dari petani melimpah.
"Kita dapat pasokan banyak dari petani di Wonosobo, semua komoditas asal Wonosobo hampir semuanya turun harga," ungkap Desy saat disambangi di lapaknya.
Desi menjelaskan, saat hasil bumi terutama kelompok sayuran dari petani Wonosobo sudah membanjiri pasar sehingga masyarakat yang ingin mencukupi kebutuhan lebaran sangat tercukupi.

Dibanding sebulan sebelumnya, hampir semua harga sayuran harganya melejit, namun setelah memasuki bulan puasa sejumlah harga sayuran mulai turun.
"Kalau semua pasokan lancar dan melimpah biasanya harga akan turun dan daya beli masyarakat menjelang lebaran ini akan meningkat lagi," terang Ibu satu anak yang sering menjadi narasumber bagi para awak media.
Kendati beberapa komoditas turun drastis, kata Desy, namun masih ada juga beberapa yang mengalami kenaikan meski tidak signifikan semisal kemiri pecah dan kemiri gelondongan.
"Untuk kemiri pecah sebelumnya dijual Rp 25 ribu sekarang dijual dengan harga Rp 27 ribu perkilo, naik Rp 2000 dari harga sebelumnya," ujar Desy.
Begitu juga dengan harga kemiri gelondongan yang sebelumya dijual dengan harga Rp 32 ribu, sekarang menjadi Rp 35 ribu perkilo. Naik Rp 3000 dari harga sebelumnya.

Belum Bisa Ditempati Penyewa Rusunawa Diminta Sabar

June 07, 2017 Add Comment
Kasi Pengelolaan Perumahan, Dinas Perumahan dan pemukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan, Abdul Rasyid meminta masyarakat untuk bersabar atau menunda sementara keinginan menempati Rusunawa yang saat ini kondisinya belum bisa ditempati pasca di sidak Komisi B DPRD Kota Pekalongan kemarin.

Rasyid mengatakan, meski pembangunan Rusunawa Panjang Baru sebenarnya sudah selesai pada akhir tahun 2016, namun karena Perda Retribusi sebagai payung hukum yang salah satunya mengatur besaran tarif dan siapa saja yang berhak jadi pengehuni Rusunawa belum di juga di setujui akhirnya jadi pemicu penundaan pemfungsian Rusunawa Panjang Baru.
"Selain itu juga memang secara fisik belum layak untuk digunakan seperti rekomendasi pada kegiatan sidak Dewan sebelumnya," ungkap Abdul Rasyid.
Rasyid menjelasakan, 70 persen kapasitas kamar yang ada di Rusunawa Panjang Baru sudah ada yang siap menghuni atau menyewa, namun karena adanya persoalan yang harus diselesaikan, pihaknya mengambil langkah untuk menunda pembukaan Rusunawa Panjang Baru.
"Kami tidak berani buka dulu, kami masih menunggu pembukaan secara resmi saja agar bisa ditempati dengan aman," jelasnya.
Rasyid menuturkan, kondisi fisik Rusunawa Panjang Baru masih menjadi tanggungjawab pihak kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan dan memang harus segera dibenahi.
"Kami masih menunggu penyerahan secara resmi dari pemerintah Kota Pekalongan untuk pengelolaanya," terang Rasyid.
Menurut Rasyid, pihak kontraktor memang belum secara resmi menyerahkan bangunan Rusunawa tersebut kepada Kementrian PUPR yang memiliki dua bangunan Rusunawa Panjang Baru.

Teknisnya, lanjut Rasyid, ada penyerahan secara resmi dari pihak kontraktor ke Kementrian kemudian dari Kementrian diserahterimakan secara resmi ke Pemerintah kota Pekalongan kemudian baru ke kami sebagai dinas yang mengelola Rusunawa tersebut.

Abdul Rasyid menambahkan, kemungkinan dalam waktu dekat ini belum ada penyerahan resmi dari kontraktor ke Kementrian mengingat terhalang lebaran dan belum dibenahinya kondisi fisik bangunan seperti temuan anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan Kemarin.
"Nanti kita tunggu saja hasilnya karena ini masih kewajiban kontraktor untuk memperbaiki kualitas banguann sesuai dengan perencanaan semula," pungkasnya.
Penundaan pembukaan Rusunawa Panjang Baru praktis memupus harapan warga yang berminat bahkan yang sudah mendaftar menjadi penghuni Rusunawa panjang Baru karena dinilai Komisi B DPRD Kota Pekalongan
membahayakan.

Sementara itu warga maupun penyewa sangat berharap pada saat lebaran tahun ini sudah bisa menghuni Rusunawa dan dengan adanya persoalan tersebut secara umum mereka mengaku kecewa.

Balqis Diab Sebut Rusunawa Panjang Baru Belum Layak Huni

June 06, 2017 Add Comment
Kota Pekalongan
Dinilai memiliki kualitas bangunan yang buruk oleh Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang berada di Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan terancam tidak bisa fungsikan penggunaanya dalam waktu dekat. 

Saat dilakukan sidak, Komisi B menemukan adanya beberapa fisik bangunan yang mengalami keretakan dan kerusakan, sehingga dianggap membahayakan bila akan difungsikan.
"Ini kan fasilitas umum yang akan digunakan masyarakat dalam jangka waktu yang lama. Kalau masing-masing bangunan belum sempurna dan banyak kerusakan maka belum layak untuk digunakan," ungkap Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balqis Diab, Senin (5/6/17).
Balqis menyebut, saat dirinya masuk memang sempat terkagum-kagum dengan fisik bangunan yang megah, namun ketika ia menelisik lebih dalam ternyata banyak juga kerusakan yang ditemui.

Balqis meminta kepada pelaksana untuk lebih teliti lagi untuk mengecek satu persatu kondisi bangunan. Sebab, jangan hanya mengejar bagunan terisi lantas mengabaikan kelayakan bangunan.
"Kalau memang bangunanya belum sempurna dan kurang layak jangan digunakan dahulu," ujarnya.
Senada dengan Balqis Diab, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan Budi Setiawa mengkhawatirkan adanya sejumlah kerusakan di bangunan Rusunawa yang nantinya akan berimbas kepada penyewa yang notabene adalah masyarakat Kota Pekalongan sendiri.

Ia tengah mengusulkan adanya studi kelayakan bangunan sebelum digunakan masyarakat. Dari hasil uji kelayakan tersebut akan didapatkan hasil apakah memang sudah layak untuk difungsikan.
"Saya khawatir tiba-tiba saja dalam jangka dua hingga tiga tahun bangunan tersebut roboh," ucap Budi.
Budi berjanji, dalam waktu dekat akan menggelar rapat kerja dengan melibatkan instansi terkait untuk menindaklanjuti persoalan 
kerusakan bangunan Rusunawa yang akan difungsikan oleh pemerintah Kota Pekalongan.

Seperti diketahui, dua Rusunawa yang berdiri di Lapangan Merah Kelurahan Panjang Baru seluas 1,13 Hektar dibangun dengan menghabiskan anggaran Rp 18 miliar.

Rusunawa setinggi lima lantai memiliki 114 kamar tipe 24 atau seluas 24 meter persegi merupakan merupakan proyek dari Kementrian PUPR untuk pulau Jawa 1 yang berjumlah 10 lokasi. Salah satunya berada di Kota Pekalongan.

Ikuti Pengajian Bulan Ramadhan, Ratusan Ibu-Ibu Ini Dapat Mukena Gratis Dari Istri Walikota

June 06, 2017 Add Comment
Ada banyak cara untuk memakmurkan Masjid dan Mushola, salah satunya seperti yang dilakukan oleh sekelompok ibu-ibu aktivis di TP PKK yang dikomandoni oleh Istri Walikota Pekalongan ini misalnya. Mereka selama pelaksanaan bulan Ramadhan aktif berkeliling dari Masjid dan Muhola di empat Kecamatan dengan menggelar pengajian setiap menjelang berbuka puasa.

Tidak hanya sekedar pengajian atau mengkaji ilmu agama namun juga para peserta akan mendapatkan masing-masing satu mukena dari istri Walikota Pekalongan Ratna Sofia.

Ratna Sofia mengakatakan, tujuan dari penyelenggaraan pengajian untuk kaum ibu ini bukan sekedar bagi-bagi mukena, namun lebih bagaimana ibu-ibu ini menyempatkan waktu untuk meramaikan Masjid atau Mushola di Bulan Ramadhan dengan mengaji dan belajar ilmu agama.
"Dan alhamdulillah responya bagus dan antusias sekali. Dan saya berharap mereka yang datang memang ingin mengaji bukan untuk tujuan mendapatkan mukena," ujar Ratna, Senin (5/6/17).
Ratna menjelaskan, selama pelaksanaan pengajian keliling di empat Kecamatan, pihaknya telah membagikan ratusan mukena kepada para ibu dan di Kecamatan Pekalongan Selatan sendiri ada 188 mukena yang dibagikan.
"Sisanya nanti akan dibagikan pada tanggal 8 Juni nanti," ungkap Ratna.
Menurut Ratna, pembagian ratusan mukena di tiap pengajina yang digelar bergiliran di empat Kecamatan diperioritaskan bagi warga yang tidak mampu.
"Program ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh TP PKK Kota Pekalongan," terang Ratna.
Pelaksanaan kegiatan ini, kata Ratna, hasil dari kerjasama TP PKK Kota pekalongan dengan sejumlah lembaga termasuk BUMD dan perbankan.
"Kita ajak seluruh instansi bergabung bersama TP PKK Kota Pekalongan untuk berbagi di bulan Ramdhan," tandasnya.

Anggota KPU RI Hasyim Asyari Resmikan Rumah Canting Pemilu

June 04, 2017 Add Comment
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asyari meresmikan Rumah Canting Pemilu atau Rumah Pintar Pemilu, Jum'at (2/6/17) sore di Aula KPU Kota Pekalongan.

Rumah Pintar Pemilu menurut Hasyim Asyari merupakan program nasional untuk memberikan pengetahuan politik bagi para pemilih pemula agar mendapatkan informasi dan data terkait pemilu.

Ia berharap, Rumah Pintar Pemilu atau Rumah Canting Pemilu mampu memberikan manfaat kepada para pemilih pemula di Kota Pekalongan dalam mengakses informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu.

Walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid yang hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi adanya Rumah Canting Pemilu karena dapat membantu mendidik masyarakat terutama pemilih pemula.
"Sehingga para calon pemilih pemula nantinya menjadi pemilih yang baik dalam Pilgub tahun 2018 maupun Pileg tahun 2019 nanti," ujar Alex, sapaan akrab Walikota.
Di kesempatan yang sama, Ketua KPU Kota Pekalongan, Basir, mengatakan, Rumah Canting Pemilu atau Rumah Pintar Pemilu sangat terbuka bagi siapapun yang ingin mendapatkan informasi pemilu.
"Kami persilahkan masyarakat, pelajar maupun mahasiswa memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Rumah Canting Pemilu," ucap Basir.
Basir menjelaskan, Rumah Canting Pemilu atau Rumah Pintar Pemilu KPU Kota pekalongan dilengkapi beragam fasilitas seperti perpustakaan PPID, Musium dan Ruang Audio Visual.
"Ruang yang ada di Rumah Canting Pemilu juga bisa digunakan untuk sarana belajar politik dan berdiskusi," terang Basir.

Diprediksi Juni Tahun Ini Puncak Inflasi

June 02, 2017 Add Comment
Diprediksi tahun 2017 puncak inflasi yang dialami Kota Pekalongan akan terjadi pada bulan Juni. Hal tersebut dikatakan Seretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Sri Rumingsih, di Loby Kantor Sekda (1/6/17).

Sri Ruminingsih meminta kepada masyarakat untuk mengendalikan pola berbelanja selama bulan puasa Ramadhan hingga lebaran nanti dengan  tidak melakukan aksi borong maupun melakukan stok belanja.
"Tindakan masyarakat yang sudah disebutkan tadi bisa mendorong dan berpengaruh pada laju inflasi yang relatif tinggi di Kota Pekalongan," ungkap Sri.
Sri menjelaskan, dari berbagai kebutuhan puasa dan lebaran yang dipantau oleh Pemerintah Kota Pekalongan kondisinya cukup tersedia bahkan untuk ketersediaan beras mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama 10 bulan kedepan.

Sehingga kami berharap agar masyarakat tidak usah berlebihan dalam berbelanja. Secukupnya saja, dengan demikian akan membantu pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi.
"Untuk mengurangi dampaknya, kita sudah gelar pasar murah selama 16 hari kedepan dengan menyediakan kebutuhan pokok lebaran terutama komoditas penting yang dibutuhkan masyarakat," ujar Sri.
Dan untuk menjamin ketenangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan puasa dan lebaran, sambung Sri, pemerintah juga telah bekerjasama dengan berbagai distributor gas untuk menambah jumlah stok tabung gas yang akan disalurkan.
"Jumlah kenaikan stoknya mencapai 7 persen dari sebelumnya sehingga aman untuk memenuhi kebutuhan gas masyarakat," tambahnya.
Tak lupa, Sri juga merinci kenaikan harga kebutuhan pokok seperti 
Bawang putih yang seharusnya harganya Rp 38 ribu tapi masih dijual dengan harga tinggi, di kisaran 50 ribuan.

Demikina juga dengan bawang merah, cabai, telur ayam, daging ayam
dan bumbu dapur juga mengalami kenaikan. Termasuk juga tomat yang harganya melejit.
"Kita masih akan terus pantau komoditas yang rawan tersebut untuk bisa dilakukan upaya penurunan harga," pungkasnya.

Wakil Walikota Ingin Pelajaran Pancasila Diajarkan Di Sekolah Dasar

June 02, 2017 Add Comment
Meski mengaku mendapatkan pemberitahuan mendadak. Pemerintah Kota Pekalongan tetap melaksanakan upacara memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Wakil Walikota Pekalongan Saelany Maghfud menyampaikan hal tersebut usai memimpin upacara di Halaman Kantor Setda Kota Pekalongan, Kamis (1/5/17).
"Kita tadi melaksanakan upacara, meskipun mendadak tapi ini sangat penting. Kita sedang mendapatkan ujian persoalan kebhinekaan," ungkap Saelany.
Saelany menyebut, Indonesia atau Pancasila sekarang sedang diuji persoalan keberagaman, keagamaan, kerukunan umat beragama dan yang lebih mencemaskan adalah soal disintegrasi berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut Saelany mengatakan, landasan hidup berbangsa sedang mengalami cobaan terberat dalam perjalanan sejarah negeri ini. Semua membutuhkan perhatian untuk kembali menata persoalan kebinekaan kita.
"Terus terang saya prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Namun alhamdulillah untuk Kota Pekalongan masih terlihat kondusif, aman dan tidak ada gejolak," ucap Saelany.
Secara umum, kata Saelany, ada beberapa pihak yang disinyalir ingin merusak tatanan, bahkan ingin mengganti landasan hidup berbangsa yang berdasarkan Pancasila.
"Kita sudah sepakat, bahwa Pancasila, UU 45 dan NKRI adalah harga mati. Inilah yang ingin kita pesankan pada pelaksanaan upacara tadi," ujar Saelany.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, ia menginginkan adanya pelajaran Pancasila berikut dengan falsafahnya kembali diajarkan di sekolah-sekolah, terutama sekolah Dasar.
"Jadi tidak hanya sekedar hafal saja namun bagaimana menanamkan jiwa Pancasila itu sejak dini," terangnya.
Saya kira hal tersebut masih sangat relevan, sambung Saelany, karena paham Pancasila menurut saya masih yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia.
"Karena sudah bukan barang baru, setidaknya Pancasila masih tetap menjadi pilihan sebagai dasar negara," tandas Saelany.

Beri Penguatan Tim Pendamping IT Diajak Buka Bersama

June 01, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Beri Penguatan Tim Pendamping IT Diajak Buka Bersama
Kota Pekalongan
Walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid memberikan penguatan dan pembekalan kepada sejumlah tim pendamping IT yang ditempatkan di empat Kecamatan  di Kota Pekalongan untuk membantu mengatasi persoalan teknis pelaksanaan program visi dan misi di bidang penguatan IT di tingkat Kelurahan.

Menurut Walikota, di era pemerintahanya, IT menjadi perhatian dan salah satu prioritas yang harus dilakukan dalam rangka membangun ekosistem IT berbasis komunitas yang selaras dengan dengan visi dan misi pemerintahan Alex-Sae.
"Banyak kegiatan terutama pelayanan di tingkat Kelurahan yang erat atau kerap berhubungan dengan IT, contohnya banyak aplikasi layanan yang dibuat untuk memudahkan masyarakat," ungkap Walikota saat berkesempatan berbuka bersama dengan Tim Pendamping IT, Rabu (31/5/17) semalam.
Walikota berharap, Tim Pendamping IT di empat Kecamatan mampu memangkas kesenjangan skil atau kemampuan penguasaan IT bagi SDM di Kelurahan.
"Sebab kita punya 27 Kelurahan yang menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan secara cepat dan efisien kepada masyarakat yang membutuhkan kemampuan IT," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Kota Pekalongan Sri Budi Santoso mengatakan, kegiatan buka bersama antara Tim Pendamping IT dengan Walikota Pekalongan selain bersilaturahmi untuk lebih mengenal satu sama lain juga untuk mendengarkan arahan yang diberikan.
"Tim Pendamping IT ini yang nanti akan memantau persoalan teknis di semua kelurahan, administrasi dan telesenter yang ada," ucap Sri Budi.
Hadir dalam kesempatan berbuka puasa bersama di Cafe Guest jalan Imam Bonjol tersebut empat Camat di Kota Pekalongan, Dinkominfo dan belasan Tim Pendamping IT

Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok, Pemkot Dan Bulog Gelar Pasar Murah

May 31, 2017 1 Comment
Untuk menyetabilakn harga kebutuhan pokok selama bulan puasa dan lebaran, Pemerintah Kota Pekalongan bekerjasama dengan Perum Bulog Sub Divisi Regional Pekalongan melakukan operasi pasar dengan menggelar pasar murah selama 16 hari kedepan.

Pembukaan pasar murah yang di pusatkan di Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat dilakukan oleh Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid didampingi Direktur Komersial Perum Bulog Sub Divre Pekalongan, Agus Sahyuti, Rabu (31/5/17).
"Memasuki Bulan puasa harga kebutuhan pokok biasanya naik tajam untuk itu kami menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadhan," ucap Walikota.
Semoga saja, Lanjut Walikota, dengan harga yang jauh di bawah harga pasar, masyarakat bisa tenang berbelanja kebutuhan yang diperlukan dan tidak risau lagi dengan harga yang melambung.
"Sehingga nantinya dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan bisa lancar," ujarnya.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kota Pekalongan, Betty Dahfiany Dahlan mengatakan, anggaran yang diperlukan untuk menggelar operasi pasar melalui pasar murah sebesar Rp 528 juta.
"Anggaran tersebut untu menyubsidi harga tiga komoditas yang dijual selama pasar murah berlangsung," ungkap Betty.
Betty menjelasakan, tiga komoditas yang disubsidi antara lain Beras, Gula pasir dan minyak goreng. Semuanya dijual dengan satu paket seharga Rp 66 ribu.
"Satu paketnya berisi beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram dan minyak goreng 2 liter," terang Betty.
Satu paket tersebut, kata Betty, kalau dijual sesuai harga pasaran mencapai Rp 96 ribu. Jadi pihaknya telah melakukan subsidi sebesar Rp 30 ribu untuk masing-masing paket.

Sementara itu Direktur Komersial Perum Bulog Sub Divre Pekalongan, Agus Sahyuti menuturkan, pelaksanaan kegiatan operasi pasar melalui pasar murah digelar secara bersamaan dengan gerakan stabilisasi pangan yang sedang dilakukan Bulog.

Dalam kegiatan pasar murah, kata Agus, Bulog menyediakan 17.280 paket sembako selama 16 hari pelaksanaan operasi pasar di 48 titik. Di tiap titiknya, lanjut Agus, disediakan 360 paket.
"Semoga saja selama pelaksanaan kegiatan pasar murah, harga kebutuhan pokok selama puasa hingga lebaran tetap stabil," tutupnya.

Bulan Puasa Pejabat Tinggi Kota Pekalongan Rame-Rame Tarling

May 31, 2017 Add Comment
Memasuki hari ke-4 bulan puasa Ramadhan, sejumlah pejabat tinggi Kota Pekalongan ramai-ramai mengikuti kegitan Tarawih Keliling (Tarling). Selain Walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid, tarling juga diikuti oleh Wakil Walikota, Saelany Maghfudz, Kepala Pengadilan Negeri Kota Pekalongan, Sarwono, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Mahatma Sentanu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enrico Sugiarto Silalahi dan sejumlah Kepala Dinas.

Dari lima putaran tarling yang direncanakan, Masjid Al Ashr di Perum Gama Asri, Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, menjadi yang pertama sebagai tuan rumah.

Walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid mengatakan, kegiatan tarawih keliling atau tarling sudah menjadi kegiatan rutin setiap bulan puasa karena dalam kesempatan tersebut dirinya bisa bersilaturahmi dengan masyarakat secara langsung.
"Selain silaturahmi, kami bisa menyerap secara langsung aspirasi masyarakat terkait dengan persoalan yang dihadapi," ungkap Walikota, Selasa (30/5/17).
Dalam kesempatan tersebut Walikota juga turut menghimbau agar masyarakat bisa menghormati warga yang sedang menjalani ibadah puasa dengan tidak makan dan minum di sembarang tempat.
"Dan untuk warung makan saya himbau untuk tidak buka pada siang hari akan tetapi lebih baik buka pada sore hari," ucap Walikota.
Usai kegiatan tarling, Walikota memberikan bantuan perlengkapan sholat berupa karpet dan sajadah bagi setiap masjid yang di datangi.

Sementara itu Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enrico Sugiarto Silalahi menambahkan, agar masyarakat selama menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan untuk selalu menjaga diri dan hati-hati sekaligus waspada.
"Sebaiknya masyarakat selalu memastikan rumah dalam kondisi aman saat hendak ditinggal sholat tarawih," pesanya.
Bila perlu, kata Enrico, rumah diberi tambahan pengamanan untuk menghindari tindak pencurian seperti yang terjadi di perumahan Binagriya belum lama ini karena lupa mengunci pintu saat mau sholat tarawih.
"Bulan Ramadhan kasus pencurian meningkat, masyarakat diharap berhati-hati," pungkasnya.

Ritual Pekcun Di Pantai Pasir Kencana Sedot Ribuan Pengunjung

May 31, 2017 Add Comment
Lomba membuat telur ayam agar bisa berdiri tegak saat tepat tengah hari menjadi puncak acara ritual Pekcun yang digelar Umat Khonghucu di Kota Pekalongan. Kegiatan yang berlangsung, Selasa (30/5/17) di objek wisata Pasir Kencana mampu menyedot ribuan masyarakat.

Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Bratayana Ongko Wijaya mengatakan, Pek Cun atau Tuan merupakan ajaran atau tuntunan yang termuat didalam kitab suci umat Khonghucu untuk melakukan ibadah besar kepada Tuhan YME pada saat kondisi alam mengalami disharmoni.
"Kondisi tersebut ditandai dengan letak tata surya khususnya matahari, bumi dan bulan dalam keadaan saling tarik menarik yang berdampak medan magnet ekstrim di bumi," papar Bratayana.
Pada saat kondisi demikianlah, sambung Bratayana, mengingatkan agar umat Khonghucu diminta eling dan taqwa. Eling atau ingat, katanya lagi, bahwa manusia bukanlah apa-apa dibanding alam semesta ini.

Sedangkan taqwa, lanjutnya, merupakan kejadian alam yang dimaknai tidak dengan hukuman. Selanjutnya Bratayana menjelasakan fenomena menegakan telur saat matahari tepat diatas kepala karena faktor wuse atau atau ngosi yang berlangsung antara pukul 11.00 hingga pukul 13.00 siang.
"Kondisi wuse atau ngose itu saat matahari, bumi dan bulan berada dalam posisi garis lurus hingga akhirnya membentuk medan magnet yang sangat besar," ucapnya.
Wakil Walikota Pekalongan, Saelany Maghfud yang membuka acara sangat berharap tradisi Pekcun yang berlangsung rutin mampu menarik wisatawan dan menjadi promosi pariwisata.
"Hal tersebut nantinya akan meningkatkan perekonomian Kota Pekalongan," ujarnya.
Terkait dengan selamatan berupa sedekah laut, kata Saelany, semoga saja mampu berdampak baik bagi nelayan Kota Pekalongan agar ada peningkatan hasil tangkapan.
"Semoga ada manfaatnya bagi nelayan setempat termasuk keselamatan dalam mencari ikan di laut," tutupnya.

Meski Dapat Jatah Bedah Rumah, Banyak Warga Pasirsari Pilih Tinggalkan Rumah Karena Rob

May 30, 2017 Add Comment
Sebanyak 300 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ditargetkan akan selesai direhab pada tahun 2019. Dari jumlah tersebut 160 RTLH diantaranya sedang dilakukan pengerjaan rehab.

Lurah Pasirkratonkramat, M Arifin mengatakan, dari jumlah 160 RTLH yang sedang dikerjakan sudah termasuk RTLH yang diperuntukan bagi warga Pasirkratonkramat.
"Kami mendapatkan bedah rumah sebanyak 100 RTLH dari pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR dan pemerintah daerah," ungkap Arifin, Senin (29/5/17).
Satu unit rumah, kata Arifin, besaranya mencapai Rp 15 juta untuk yang dari Kementrian PUPR, sedangkan dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah besaranya Rp 10 juta.
"Khusus bedah rumah yang dibiayai dari APBD Kota Pekalongan, besaranya mencapai Rp 7,5 juta," terangnya.
Selain itu, Lanjut Arifin, anggaran bedah rumah dari Pemerintah Propinsi baru akan melakukan proses survai dan verifikasi yang akan dimulai dalam waktu dekat.
"Untuk kepastian pelaksanaanya, kemungkinan usai lebaran tahun ini," ungkap Arifin.
Lebih lanjut, Arifin juga menginformasikan adanya warga yang banyak meninggalkan rumahnya begitu saja karena terus menerus tergenang rob. Kasus terbanyak merupakan warga Pasirsari yang sekarang tergabung dalam Kelurahan Pasirkratonkramat.
"Jumlahnya cukup banyak, kurang lebih puluhan rumah ditinggalkan karena alasan rob," jelas Arifin.
Arifin menyebut, warga yang meninggalkan rumahnya kebanyakan mengungsi ke tempat saudaranya atau pindah ke tempat lain, namun masih di sekitar rumah atau tak jauh dari tempat tinggal semula.
"Kebanyakan warga Pasirsari yang memang paling parah tergenang rob, sebab nyaris seluruhnya terendam air," pungkas Arifin.

Pompa Hydrant Macet, Inilah Yang Akan Tejadi Bila Kebakaran Melanda Kota Pekalongan

May 27, 2017 Add Comment
Sejumlah pompa hydrant yang tersebar di seratusan titik di seluruh Kota Pekalongan diketahui tidak berfungsi aktif. Akibatnya wilayah Kota Pekalongan menjadi tidak terlindungi bila terjadi musibah kebakaran. Staf Pemadam Kebakaran, Suwardi mengungkapkanya dalam kegiatan simulasi penanggulangan bencana kebakaran di Kantor PLN Kota Pekalongan, pekan lalu.
"Kalau dihitung, dari 100 titik hydrant yang ada, paling hanya 10 persen yang masih aktif. Itupun yang bisa dipastikan berfungsi tinggal 3 unit," ungkap Suwardi.
Sebagai petugas damkar, pria yang akarab dipanggil Warda'i ini mengaku tidak bisa bekerja maksimal, sebab dalam keadaan darurat keberadaan pompa hydrant sangatlah urgen.

Suwardi melalui atasanya terdahulu pernah mengusulkan agar keberadaan pompa hydrant kembali diaktifkan namun hingga sekarang usulan tersebut tak pernah direalisasikan.

Suwardi menambahkan, idealnya dalam setiap Kecamatan minimal ada 10 pompa hydrant atau menurut standar nasional, setiap 2,5 kilometer setidaknya harus ada instalasi pompa hydrant yang aktif.
"Kalau itu tidak terpenuhi selain melanggar peraturan Menteri, tim damkar juga tidak bisa maksimal dalam melaksanakan tugasnya," ujar Suwardi.
Suwardi juga menjelaskan, kawasan yang tidak terjangkau instalasi pompa hydrant menjadi tidak terlindungi, apalagi sesuai dengan peraturan Menteri Pekerjaan Umum, setiap pembangunan gedung seluas 5000 meter persegi atau area yang dihuni oleh 5000 populasi wajib memasang pompa hydrant.
"Jadi gedung-gedung besar seperti hotel, pasar, rusunawa, mall dan bangunan besar lainya wajib tunduk pada aturan Kementrian PUPR," jelas Suwardi.
Saat ini, kata Suwardi, terjadi ketidakseimbangan di Kota Pekalongan yang disebabkan infrastruktur yang tidak mendukung pekerjaan damkar.
"Kedepan, seharusnya kami yang melakukan sidak kesiapsiagaan infrastruktur maupun peralatan keselamatan di setiap instalasi dan gedung penting atau strategis seperti pompa hydrant dan Apar," pungkasnya.

Susun Buku 'Pekalongan Dalam Angka 2017' Ini Yang Dilakukan Pemkot

May 27, 2017 Add Comment
Peneribitan buku 'Pekalongan Dalam Angka 2017' masih terus digodog. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan, Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Amarta, Kompleks Kator Setda Kota Pekalongan, Selasa (23/5/17). Rencananya penyusunan buku tersebut akan menampilkan wajah Kota Pekalongan terkini berikut data valid yang didapatkan dari berbagai sumber.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) yang menjadi tim penyusun tengah bekerjasama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan telah menetapkan kegiatan FGD tersebut menjadi langkah awal dari proses penyusunan buku tersebut.
"Ini merupakan langkah awal yang dilakukan BPS untuk memulai menyiapkan data yang diperlukan," ungkap Kepala BPS Kota Pekalongan, Eddy Prawoto.
Eddy mengatakan, sebelumnya kita awali dengan mengumpulkan seluruh stakholder yang ada melalui FGD untuk saling berdiskusi.

Diharapkan, kata Eddy, seluruh stakeholder yang hadir memberikan masukan sekaligus saran sehingga isi buku Pekalongan Dalam Angka 2017 bisa maksimal dan berbobot.
"Dari data valid yang disampaikan, akan menjadi bagian atau bahan yang akan mengisi buku Pekalongan Dalam Angka 2017," ucap Eddy.
Eddy menjelaskan, nantinya buku tersebut akan bermanfaat sekali bagi masyarakat yang memerlukan data valid tentang Kota Pekalongan terbaru.
"Buku tersebut akan memuat seluruh data atau statistik Kota Pekalongan yang disampaikan melalui angka berikut penjelasanya," ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, keberadaan buku tersebut sangat penting bagi masyarakat yang ingin mengakses dan mengetahui kondisi statistik sebenarnya tentang Kota Pekalongan.

Nantinya bila sudah diterbitkan, lanjut Sri Ruminingsih, masyarakat bisa mendapatkan buku tersebut secara gratis di Kantor BPS Kota Pekalongan.
"Yang ingin mendapatkan versi e-booknya, bisa juga dengan cara mengakses di website www.pekalongan.bps.id," terangnya.