Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts
Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts

Akreditasi Prodi IAIN Pekalongan

November 27, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Visitasi reakreditasi program studi Pendidikan Agama Islam IAIN Pekalongan
Pekalongan
Akreditasi menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga institusi perguruan tinggi atau program studi dalam tataran kompetisi pengelolan dengan institusi perguruan tinggi dan program studi lain serta merupakan tolok ukur bagi lembaga pengguna produk program perguruan tinggi untuk memastikan lulusan tersebut layak karena dihasilkan dari proses pengelolaan yang terkawal dengan baik.

Selain Itu Akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan (pendidikan tinggi) untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja.

Secara normativ landasan dari akreditasi sebuah intitusi pendidikan yakni Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61). Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (Pasal 47) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86,87, dan 88). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. 

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan pada bulan November ini dari tanggal 4 sampai 24 November mempunyai hajat besar, yaitu akreditasi. Sebanyak 9 program studi divisitasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan TInggi (BAN-PT), kesembilan prodi tersebut adalah S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Pendidikan Bahasa Arab, S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini, S1 Hukum Ekonomi Syariah, S1 Ilmu Hadits, S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, S2 Pendidikan Agama Islam, S2 Hukum Keluarga.


Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag mengatakan,
"Perolehan akreditasi nantinya menjadi bukti bahwa IAIN Pekalongan telah secara konsisten menjalankan kebijakan pemerintah termasuk memberikan pendidikan berkualitas, menjalankan tata kelola kelembagaan, riset dan pembelajaran sesuai dengan standar yang berlaku di pemerintah," ujarnya. 
Sehingga ia mematok nilai akreditasi harus maksimal, yang sudah dapat nilai A harus dipertahankan, yang nilainya B harus bisa naik A, sedangkan yang C sebisa mungkin dengan usaha maksimal naik menjadi B. 

Senada dengan Rektor IAIN, Wakil Rektor I Dr. H. Muhlisin, M.Ag menyampaikan bahwa,
"Akreditasi sangat diperlukan untuk standar ukuran tentang mutu pendidikan pada suatu lembaga pendidikan perguruan tinggi, dimana setiap perguruan tinggi harus bisa meningkatkan mutu dan daya saing terhadap lulusan nya dan dapat menjamin tentang proses belajar mengajar," tambahnya.
Perguruan tinggi sebagai acuan untuk memberikan informasi tentang sudah siapnya suatu perguruan tinggi tersebut dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar sesuai standarisasi yang diberikan oleh pemerintah (kemenristekdikti) dalam tahap proses globalisasi pendidikan untuk daya saing secara global dimasa yang datang. IAIN Pekalongan memiliki Visi Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam terkemuka dan kompetitif di tingkat nasional dalam pengembangan ILmu Pengetahuan dan Teknologi berwawasan keindonesiaan pada tahun 2036. 

Harapannya, dengan akreditasi ini merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan visi di atas.

Tingkatkan Kualitas UMKM, BCA Gelar Pelatihan Pembuatan Laporan Laba Rugi

October 11, 2017 Add Comment
Usaha Mikro Kecil dan Mengengah (UMKM) pertahun menopang 60,34 persen Produk Domestik bruto (PDB) nasional dan keberadaan pelaku usaha UMKM di Indonesia yang mencapai 59 juta usaha mampu berkontribusi pajak ke negara sebesar Rp 47 triliun. Andy Christianto, Kepala BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Pekalongan mengutip data Kementrian Koperasi dan UMKM saat berkesempatan membuka Pelatihan Pembuatan Laporan Laba Rugi bagi 100 pelaku usaha UMKM di Hotel Horison, Minggu (9/10/17).

Menurut Andy, sebagai salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, UMKM telah terbukti sebagai unit usaha yang paling mampu bertahan saat diterpa badai krisis moneter global. Meski terbilang kuat, lanjut Andy, faktanya masih banyak UMKM karena beberapa faktor memiliki kesulitan berkembang untuk menjadi besar.
"Salah satu penyebabnya karena ketiadaan laporan keuangan yang berakibat pelaku usaha UMKM sulit mengakses pendanaan atau permodalan terutama melalui perbankan," terang Andy.
Untuk itu sebagai pihak yang turut peduli, sambung Andy, BCA memiliki komitmen peningkatan kualitas UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui pelatihan dan memperluas akses pendanaan bagi UMKM.

Lebih jauh Andy memaparkan, Dengan adanya kebiasaan membuat laporan laba rugi, UMKM dapat menilai usahanya apakah berkembang atau tidak. Saat usaha mencatat kerugian, pelaku UMKM dapat segera mengevaluasi bisnisnya dan mencari cara agar usahanya dapat membukukan keuntungan. 
"Di sisi lain, apabila usahanya telah mencatatkan keuntungan, pelaku UMKM diharpakan tetap fokus menghasilkan inovasi-inovasi terbaru sehingga usahanya semakin berkembang," jelasnya.
Andy menuturkan, kegiatan pelatihan yang digelar BCA tidak hanya dilaksanakan di Kota Pekalongan namun di Semarang dan Malang menyusul selanjutnya di Banyuwangi serta beberapa kota lainya.
"Jadi pelatihan bagi UMKM ini kami lakukan sebagai wujud Solusi Bisnis Unggul BCA di bawah payung bakti BCA yang lebih menitikberatkan pemberdayaan masyarakat agar mampu bertumbuh untuk mencapai kemajuan secara mandiri," tandasnya.
Hadir dalam kesempatan pelatian selama dua hari tersebut, Senior Officer Divisi Bisnis Komersial dan SME BCA (DBKM) Suryawati Widjaja dan Vice President Divisi Pembelajaran & Pengembangan BCA Lim Wayan Setiady di Pekalongan, sebagai narasumber utama.

Aksi Solidaritas Wartawan Sasar Kantor Satpol PP Kota Pekalongan

October 10, 2017 Add Comment
Selain Polres Pekalongan Kota, aksi solidaritas puluhan wartawan Pantura Pekalongan juga menyasar Kantor Satpol PP Kota Pekalongan di Jalan Majapahit. Dengan menggelar aksi teatrikal puluhan peserta aksi menyuarakan keprihatinan terhadap nasib empat jurnalis Banyumas yang diperlakukan secara brutal oleh aparat kepolisian maupun Satpol PP saat sedang melaksanakan tugasnya.

Kepada Satpol PP Kota Pekalongan, koordinator aksi, Suryono meminta aparat penegak perda tersebut untuk bisa bekerja profesional, tidak semena-mena dan tidak melakukan aksi dengan kekerasan terutama kepada media.
"Kami sengaja menyampaikan aspirasi ke Satpol PP Kota Pekalongan agar mereka tidak brutal seperti yang terjadi di Banyumas," cecar Suryono.
Dihadapan Kasatpol PP Kota Pekalongan, Mu'adi, yang menemui puluhan awak media yang berunjuk rasa, Suryono berpesan agar Satpol PP Kota Pekalongan bisa bekerjasama dengan media dan meningkatkan profesional kerjanya dalam menghadapi setiap aksi di lapangan.

Menanggapi permintaan dari peserta aksi, Mu'adi berjanji akan menjadikan peristiwa kekerasan yang menimpa wartawan Banyumas sebagai bahan evaluasi agar peristiwa serupa tidak terulang terutama di Kota Pekalongan.
"Secara pribadi saya turut prihatin atas peristiwa tersebut selanjutnya saya juga mengapresiasi kepada wartawan Pekalongan yang menyampaikan aspirasinya dengan santun dan bisa dijadikan contoh semua komponen yang ada di Kota Pekalongan," ucapnya.
Mu'adi menegaskan, pihaknya selama ini menganggap media sebagai mitra yang sering ikut dilibatkan dalam beberapa aksi di lapangan terutama saat Satpol PP melaksanakan tugasnya seperti operasi, razia, cipta kondisi maupun penegakan perda.
"Kami sangat terbantu dengan keberadaan media yang turut andil dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat dan kedepan kerjasama yang baik akan kami tingkatkan," ujarnya.
Terpisah dalam rilis pernyataan sikap melalui group What'sapp, Ketua PWI Kota Pekalongan, Triyas Purwadi menyatakan rasa keprihatinya atas tindak kekerasan yang menimpa empat wartawan Banyumas yang dilakukan oleh Polisi dan Satpol PP.

Ia menyayangkan Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjadi dasar perlindungan tugas wartawan tidak diindahkan oleh Satpol PP dan Polisi selaku penegak hukum.
"Saya sangat menyesalkan peristiwa itu terjadi, semestinya mereka aparat dilapangan tidak perlu menggunakan kekerasan kepada wartawan," cetusnya.
Kepada pihak yang berwenang, dia berharap agar para pelaku tindak kekerasan kepada wartawan agar diproses hukum sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.
"Ini akan menjadi preseden buruk bagi aparat hukum khususnya satpol PP karena tidak sesuai dengan reformasi birokrasi di tubuh aparat penegak hukum," pungkasnya.



Aksi Solidaritas Wartawan Pekalongan Kutuk Kekerasan Di Banyumas

October 10, 2017 Add Comment
Puluhan wartawan Pekalongan dan Batang di Halaman Mapolresta Pekalongan meletakan ID Card, kamera dan membentangkan atribut kecaman kepada pelaku kekerasan terhadap wartawan Banyumas yang melakukan peliputan demo menolak pembangunan PLTPB Gunung Slamet di depan Pendopo Kantor Bupati Banyumas
Pekalongan
Sedikitnya 30 wartawan cetak, online, radio dan televisi yang bertugas di Pekalongan dan Batang, Selasa (10/10/17) siang melakukan aksi unjuk rasa damai di Halaman Mapolres Pekalongan Kota.

Puluhan wartawan dengan membawa berbagai tulisan mengutuk kekerasan yang menimpa sejumlah pekerja media yang sedang melakukan kerja jurnalistik meliput aksi pembubaran demo menolak PLTPB Gunung Slamet di depan Pendopo Kabupaten Banyumas Senin kemarin.

Koordinator Aksi, Suryono mengatakan, pihaknya mewakili rekan jurnalis Pekalongan dan Batang mengutuk aksi kekerasan yang menimpa empat orang wartawan Banyumas oleh aparat penegak hukum termasuk Satpol PP.
"Untuk itu kami meminta pelaku diberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku dan bila perlu semua yang terlibat dipecat dari jabatanya atau diberhentikan dengan tidak hormat karena sudah sangat berlebihan," tegasnya.
Dengan kejadian di Banyumas, lanjut Suryono, pihaknya meminta semua pihak menjadikan bahan evaluasi untuk tidak terjadi lagi peristiwa yang sama  dan mudah mudahan ini yang terakhir atau jangan sampai  terjadi lagi terutama di Kota Pekalongan.

Kendati demikian atas nama wartawan pantura, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Batang, tambah Suryono, pihaknya mengapresiasi langkah positif yang dilakukan oleh Polres Pekalongan Kota yang selama ini bekerjasama dengan baik termasuk memberikan ruang menyampaikan aspirasi para wartawan.
"Semoga hubungan baik ini bisa menjadi contoh daerah lain serta harapanya kejadian seperti yang ada di Banyumas tidak terjadi di Pekalongan," ujarnya.
Sementara itu Wakapolres Pekalongan Kota, Komisaris Polisi, Kristanto mengatakan, selama ini pihaknya berusaha menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan wartawan bahkan dia mempersilahkan para wartawan menilai sendiri seperti apa hubungan selama ini yang sudah terjalin.
"Yang pasti kami akan selalu bekerja dengan baik bersama wartawan dan peristiwa yang terjadi di Banyumas kami belum tahu persis kejadiaanya untuk itu segala kekurangan bisa disampaikan dengan baik kepada kami," pintanya.

OPD Bedol Desa Iringi Suami Bupati Kendal Mirna Annisa Sertijab Kapolres Pekalongan Kota

October 03, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kapolres Pekalongan Kota baru AKBP Ferry Sandi Sitepu saat menjalani tradisi pedang pora di Mapolresta Pekalongan
Kota Pekalongan
Baru pertama kali terjadi upacara penyambutan pejabat baru di lingkungan Polres Pekalongan Kota berjalan meriah dan mendapatkan banyak perhatian. Dimulai dari arak-arakan kereta kuda yang membawa pejabat baru dan rombongan hingga sambutan musik rampak khas Pekalongan yang akhir-akhir sangat populer.

AKBP Ferry Sandi Sitepu yang resmi menggantikan AKBP Enrico Sugiarto Silalahi sebagai Kapolres Pekalongan Kota diarak dengan kereta kuda menuju Mapolresta untuk mengikuti tradisi upacara pedang pora. 

Uniknya kedatangan Kapolres Pekalongan yang baru, AKBP Ferry Sandi Sitepu bersama istri yang juga menjabat sebagai Bupati Kendal, Mirna Annisa diiringi ratusan pejabat OPD di lingkungan Pemkab Kendal mulai dari Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur hingga Camat, Lurah dan Kades yang ada di Kabupaten Kendal.

Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur mengatakan, kehadiran ratusan pejabat di lingkungan Pemkab Kendal yang ikut mengantar suami dari Bupati Kendal ke Kota Pekalongan tidak akan menyebabkan gangguan pelayanan masyarakat di Kendal.
"Ini sudah direncanakan sebelumnya, maka Insya Allah tidak akan menganggu pelayanan publik," ucapnya, Selasa (3/10/17).
Sementara itu pejabat lama Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enrico Sugiarto Silalahi yang telah menyelesaikan tugasnya di Kota Pekalongan akan mendapatkan tanggung jawab baru sebagai Wakapolrestabes Semarang.

Almarhum Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid Dimakamkan Usai Sholat Jum'at

September 08, 2017 Add Comment
Kabar duka atas meninggalnya Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid terus merebak. Ucapan bela sungkawa baik secara langsung datang ke rumah duka maupun melalui jagad media sosial terus mengalir. Dari sore sebelumnya hingga pagi ini, ratusan pelayat masih terus mendatangi kediaman pribadi Walikota di jalan Toba, kota Pekalongan.

Dari informasi yang didapat, rencananya almarhum Walikota yang dikenal dengan panggilan akrab Alex ini akan dimakamkan hari ini usai sholat jum'at.
"Almarhum Bapak Walikota akan disholatkan lebih dahulu di Masjid Jami' Kauman kemudian akan dan usai sholat jum'at baru akan dikebumikan di kompleks pesantren Djunaid atau Rumah Sakit Djunaid," ujar Kabag Humas Pekalongan, Arif Karyadi, Kamis (7/9/17) petang.
Arif mengatakan, sebelumnya beliau Bapak Walikota sebelum dinyatakan meninggal secara resmi sempat menjalani perawatan di IGD RSUD Bendan pada Kamis siang sekira pukul 14.00 WIB.
"Pukul 15.30 WIB, beliau dinyatakan meninggal oleh dokter yang menangani," ucap Arif.
Sementara itu dokter spesialis yang menangani almarhum Walikota selama menjalani perawatan di IGD RSUD Bendan, Kukuh Subekti, menyampaikan, saat ditemukan tertelungkup di kediaman pribadi Walikota, kondisi yang bersangkutan sudah teraba denyut nadi.
"Jadi kita sudah lakukan resusistasi selama 2 jam namun tetap tidak ada respon hingga akhirnya tim medis menyatakan Pak Wali sudah meninggal dunia," terangnya.
Kukuh melanjutkan, diduga yang menjadi penyebab meninggalnya Bapak Walikota dikarenakan adanya penyumbatan pembuluh jantung dan lepas penggumpalan darah.

Kukuh juga menampik adanya faktor kelelahan yang menjadi penyebab meninggalnya Walikota, ia menjelaskan, sesuai dengan penelitian medis kelelahan tidak menjadi penyebab meninggalnya seseorang.
"Demikian juga dengan riwayat penyakit beliau, dari catatan medis kami, Pak wali meninggal karena adanya dugaan penyumbatan pembuluh jantung dan lepas penggumpalan darah," ungkap Kukuh.

Diduga Serangan Jantung, Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid Meninggal Dunia

September 07, 2017 Add Comment
Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid meninggal dunia. Kepastian kabar duka tersebut diterima pekalongan-news.com, Kamis (7/9/17) Sore pukul 15.30 dari Kepala Bagian (Kabag) Humas Kota Pekalongan, Arief Karyadi melalui saluran telepon genggam.

Menurut Arief, Walikota Pekalongan Alf Arlan Djunaid mengeluhkan dadanya sakit lantas terjatuh saat berada di kamar mandi di kediaman pribadinya di jalan Toba sekira pukul 14.00 WIB.
"Beliau baru saja pulang dari perjalanan dinas dari Makassar untuk menghadiri pameran Sulsel Expo 2017 setelah lebih dulu transit via bandara Ahmad Yani Semarang," ungkap Arief.
Arief menyampaikan, sesaat setelah mengeluhkan sakit di dadanya, Walikota dibawa ke RSUD Bendan, Kota Pekalongan untuk mendapatkan perawatan, namun kondisi Walikota terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia.
"Dari informasi yang didapat, Walikota mengehmbuskan nafas terakhir sekira pukul 15.30 WIB," terang Arief.
Walikota Pekalongan yang akrab dipanggil Alex meninggalkan seorang istri, Ratna Sofia dan dua orang anak. Saat berita ini naik tayang, jenazah Almarhum Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid sudah berada di rumah duka di jalan Toba, Kota Pekalongan.

Informasi meninggalnya Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid dengan cepat menyebar melalui jejaring media sosial What's app dan ucapan bela sungkawa pun mengalir deras dari beberapa kolega dan pejabat di jajaran Pemerintahan Kota Pekalongan.

Menurut salah satu orang dekat Walikota Pekalongan, Muhammad Lutfie, diduga Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid meninggal dunia dikarenakan sakit jantung secara mendadak.
"Iya beliau meninggal dunia karena terserang penyakit jantung secara mendadak," ucap Lutfie saat dikonfirmasi melalui sambungan telephon.

Persit Harus Cerdas Gunakan Medsos

July 23, 2017 Add Comment

Pekalongan - Dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang xx Dim 0710/Pekalongan beserta rombongan  di ranting 09 Koramil 08/bojong, sabtu,(22/7).salah satu yang menjadi perhatian ketua Persit KCK cab XX ny.Rere Heri Bambang Wahyudi adalah mengenai penggunaan media sosial(medsos).


Dalam sambutanya Rere sebutan akrabnya, menyampaikan Ucapan terimakasih atas sambutan yang dilakukan persit ranting 09, bojong selain itu Rere juga berharap persit ikut peran serta dalam lingkungan masyarakat sekitar,kedepan diharapkan Persit akan semakin berkembang dan samakin modern mengikuti perkembangan jaman.


Lebih lanjut rere menekankan agar Persit harus lebih cerdas dalam menggunakan medsos,karena dengan adanya UU ITE jangan sampai ikut-ikutan menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya, Persit harus berhati hati dalam bersikap dan bertindak,jangan sampai merugikan diri sendiri ataupun orang lain,jaga nama baik diri sendiri,Persit dan nama baik suami,"pesanya.

Dalam acara kunjungan ketua persit cabang XX tersebut, anggota persit ranting 09 bojong juga menyajikan ketrampilan cara membuat tatakan jarum pentul yang murah, sederhana,menarik dan indah dilihat.

Acara diakhiri dengan tanya jawab mengenai pejabat persit di lingkungan kodam,korem dan kodim serta pertanyaan pengetahuan umum, pembagian hadiah bagi yang dapat menjawab pertanyaan.( pendim 0710 pekalongan )

Betuk Sinergitas Kodim 0710 Pekalongan Beri Kejutan Hut Bhayangkara

July 01, 2017 Add Comment
Pekalongan - Hut Bhyangkara ke 71 Kodim 0710 Pekalongan beri kejutan dengan memberikan kue tart kepada anggota yang menjaga di Mako Polres Pekalongan Kota.


Dandim 0710 Pekalongan Letnan Kolonel Infanteri Heri Bambang Wahyudi mengatakan kejutan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi kepada Kepolisian atas sinergitas antara TNI Polri yang semakin hari semakin solid.

Menurut Dandim Heri pihaknya berharap di umur 71 tahun Kepolisian Republik Indonesia semakin jaya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengayom masyarakat dan tetap solid bersama Tni untuk membagun bangsa ini.

Sementara itu Kasi Propam Polres Pekalongan Kota Inspektur Satu Ketut Artika menjelaskan pihaknya terkejut dan tidak mengetahui atas kedatangan para anggota Kodim 0710

Menurut Ketut pihaknya mengucapakan terimakasih atas apresiasi dari Tni atas kejutan tersebut dan kejutan ini merupakan bentuk sinergitas Tni dan Polri yang begitu sangat solid

Ketut menambahkan di hari jadi Polri bisa lebih profesional untuk meraih kepercayaan masyarakat demi tetap tegaknya NKRI yang lebih sejahtera mandiri dan berkeadilan

WOM Finance Ajak Ratusan Anak Yatim Buka Puasa Bersama

June 15, 2017 Add Comment
PT Wahana Ottomitra Multiartha TBK (WOM Finance) mengajak 100 anak yatim penghuni Panti Asuhan Aisyiah dari Wisma Rini untuk berbuka puasa bersama di Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan, Rabu (14/6/17).

Kegiatan buka bersama Wom Finance dengan anak yatim menurut Chief Human Capital Officer PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, Ekanto Wijonosunu merupakan kegiatan rutin yang selalu digelar tiap tahun.

Ia mengatakan, kegiatan serupa secara bersamaan juga dilakukan di kota lain seperti Medan, Palembang, Surabaya dan Cimahi.
"Sebelumnya kami juga menggelar buka bersama dengan anak yatim di dua kota, Bekasi dan Makssar," ungkap Ekanto.
Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar, WOM Finance memiliki kontribusi terhadap kepedulian sosial di lingkungan perusahaan terutama dalam kegiatan berbagi di bulan suci Ramadhan.

Ekanto Wijonosunu menjelaskan, pertumbuhan perusahaan yang ditopang oleh kinerja yang baik patut di syukuri, sehingga sebagai ucapan rasa terima kasih, perusahaan menggandeng Panti Asuhan Aisyiah di Wisma Rini untuk berbagi kebahagiaan bersama WOM Finance.
"Kami sangat berharap, di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kami hadir untuk bersilaturahmi dan apa yang kami lakukan juga mendapat keberkahan dan memberikan manfaat bagi orang lain," ucapnya.
Dalam kesempatan buka bersama dengan seratusan anak yatim, WOM Finance juga memberikan bantuan sosial berupa dana operasional untuk Panti Asuhan Aisyiah Wisma Rini dan juga bantuan bingkisan lebaran untuk 100 anak yatim yang mengikuti kegiatan.

Berada Di Tempat Gelap, Lima ABG Di Bawah Umur Diamankan Satpol PP

June 11, 2017 Add Comment
Lima remaja dibawah umur masing-masing MBK, SA dan S, semuanya laki-laki serta BYA dan I, keduanya wanita, diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Sabtu (10/6/17) dari pekuburan china (bong) Kuripan, Kota Pekalongan.

Saat diamankan menurut Kasi Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Sapto Widiaspono, kelima anak yang rata-rata masih berusia 15 tahun tersebut berada di tempat gelap dan diduga hendak berbuat asusila.
"Kelimanya kami amankan dan kami bawa ke kantor untuk didata dan dibina termasuk memanggil orangtua yang bersangkutan," ucap Sapto.
Sapto menjelaskan, kelima remaja di bawah umur tersebut terjaring razia petugas yang sedang menyisir lokasi pemakaman china di Kuripan yang memang ditengarai sering digunakan untuk berbuat asusila.

Sapto menambahkan, dari kelima anak tersebut, empat diantaranya masih berstatus pelajar SMP di Kedungwuni dan seorang lagi sudah lulus.
"Mereka semua ini menurut pengakuan merupakan teman SD dan usai buka bersama nongkrong sampai malam di pemakaman china, Kuripan," ungkap Sapto.
Karena dianggap melanggar perda, kata Sapto, kelimanya kami amankan selanjutnya kami bawa ke kantor kemudian kami catat identitasnya termasuk kami buatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya.
"Setelah orang tua maupun kelurganya datang menjemput, kemudian kami lepaskan untuk selanjutnya orang tua yang akan melakukan pembinaan," terang Sapto.
Sapto menghimbau kepada orang tua agar betul-betul menjaga anak-anaknya terutama anak perempuan, sebab Pemerintah Kota Pekalongan memberlakukan perda miras dan perda yang dapat menjerat perbuatan asusila yang sering dilakukan di tempat-tempat tertentu.

Kelompok Kajian Kitab Turast Iain Pekalongan Gelar Khataman

June 09, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast, IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut
Pekalongan
Sebagai wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast yang secara resmi telah diluncurkan sejak September 2016. 

Kelompok kajian ini belum lama , tepatnya pada Jum’at lalu (2/6/2017) IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I, Direktur Pascasarjana, Seluruh dosen pengajar studi turast, pembimbing tahfidzul Qur’an, dan Kordinator Program Matrikulasi Baca Tulis Al-Quran. 

Acara yang berlangsung dengan khidmat, dimulai dengan tadarrus Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan do’a bersama sebagai wujud syukur kepada Allah Swt. Kegiatan semacam ini rencananya akan selalu diselenggarakan tiap tahunnya sebagai upaya untuk membangun kultur kepesantrenan di lingkungan sivitas akademika IAIN Pekalongan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Muhlisin, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga) sangat merespon kegiatan tersebut dan secara khusus akan mengawal jalannya gerakan Kampus Mengaji di IAIN Pekalongan. 
"Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen lembaga untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya beda (distingsi) sehingga dapat bersaing dengan lulusan kampus-kampus lain, Ucapnya.
Sejak awal tahun ajaran baru 2016-2017 setidaknya ada 8 (delapan) kitab Turats yang sudah dikaji dari berbagai bidang keilmuan, yakni: Fathul Qorib (Fikih), Amtsilah al-Tashrifiyah (Sharaf), ‘Imrithi (Nahwu), al-Bayan al-Mufid (Akidah), Syarah Quwaisini (Mantiq), Abi Jamrah (Hadits), Kifayah al-Atqiya’ (Tasawuf), dan Tafsir Ayat al-Ahkam (Tafsir). Selain kajian kitab-kitab tersebut, IAIN Pekalongan juga menggelar “Ngaji Qur’an” sebagai penguatan kemampuan mahasiswa di bidang Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Halaqah Tahfidz khusus bagi para Huffadz yang sedang menyelesaikan studinya di IAIN Pekalongan.
"Dengan mengkaji Kitab Turats, maka mahasiswa akan terbantu untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca karya-karya para Ulama’ yang berbahasa Arab atau lebih dikenal dengan Kitab Kuning, dan hal itu bisa dijadikan salah satu indikator SKPI”. Tegas Dr. Muhlisin.
Dalam tahun-tahun mendatang wacananya kajian Kitab Turats ini akan menjadi syarat bebas teori bagi mahasiswa yang hendak mengikuti ujian Skripsi. Paling tidak mahasiswa pernah menyelesaikan satu atau dua kitab Turats yang dikaji.Hal ini tentunya membutuhkan persiapan yang sangat matang, oleh karena itu para pengelola tidak mau gegabah dalam membuat kebijakan terkait hal itu.

Saat ini program Kampus Mengaji di lingkungan IAIN Pekalongan masih terus dikaji secara mendalam, hal ini dilakukan untuk menemukan pola pengembangan program yang efektif dan sesuai dengan kultur sivitas akademika IAIN Pekalongan. Sebab bagaimanapun kajian Kitab Turats adalah budaya Pesantren, tentunya bukan hal yang mudah menerapkannya di lingkungan formal seperti IAIN Pekalongan. 

Law Firm Setyono & Partner Bagi-bagi Takjil ke Pengguna Jalan

June 07, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Law Firm Setyono & Partner  membagikan takjil kepada para pengguna jalan di sekitar Jl Dr Wahidin Pekalongan,  (07/06/2017)
Pekalongan
Minggu kedua puasa ramadan, Law Firm Setyono & Partner berbagi kebahagiaan bersama membagi takjil kepada para pengguna jalan di sekitar Jl Dr Wahidin Pekalongan, tepatnya didepan kantor Law Firm Setyono & Partner (07/06/2017)

Menurut Ardi Widya Handoyo mewakili Law Firm Setyono & Partner, kegiatan ini Sebetulnya dalam rangka buka puasa bersama  tapi sebelumnya,  kita adakan pembagian takjil di depan kantor kita.
“Sebetulnya kegiatan ini sudah kami lakukan secara rutin setiap tahun,  tahun kemarin kita lakukan bersama dengan LSM, Lembaga Bantuan Hukum dari Lindu Aji dan Satya Wicaksana, “Ucap Ardi.
Ardi menambahkan, dalam kesempatan tersebut ada sekitar 1000 takjil yang dibagikan dalam tempo  setengah jam takjil  sudah habis.
“Sebelum kegiatan pembagian takjil kami juga sudah melakukan kegiatan bedah buku literasi untuk pembagian di daerah  pemalang yang sasarannya untuk anak sekolah ditempat yang tak terjangkau, “ kata Ardi.
 Menurut Ardi kegiatan yang sudah kami lakukan seperti ini akan bisa berlanjut dan Kedepannya ada rencana dengan kantor penasehat hukum lain, tapi kita belum pastikan kapan waktunya.
“Kegiatan yang kami lakukan ini murni dananya dari kantor kami  Law Firm Setyono & Partner,” Pungkasnya.

Dekati Pertengahan Puasa Harga Sejumlah Sayuran Turun

June 07, 2017 Add Comment
Mendekati pertengahan puasa bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok lebaran khususnya sayuran sudah sudah turun drastis dibanding sebelum bulan puasa. Dari hasil pantauan harga di Pasar Grogolan Kota Pekalongan, untuk beberapa komoditi seperti cabai dan bawang putih mengalami penurunan secara tajam.

Untuk harga cabai merah saat ini dijual dengan harga Rp 14 ribu perkilo sedangkan bawang putih menjadi Rp 35 ribu perkilo, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 55-60 ribu perkilo.

Cabai rawit di Pasar Grogolan terpantau Rp 15 ribu perkilo, kubis Rp 7000 perkilo, bawang solong atau bawan daun Rp 7000 perkilo, wortel Rp 12 ribu perkilo dan Caisin Rp 4000 perkilo.

Menurut salah satu pedagan Pasar Grogolan yang dikenal dengan Desy sayur, turunya beberapa komoditas seperti cabai dan sayuran lainya dikarenakan pasokan dari petani melimpah.
"Kita dapat pasokan banyak dari petani di Wonosobo, semua komoditas asal Wonosobo hampir semuanya turun harga," ungkap Desy saat disambangi di lapaknya.
Desi menjelaskan, saat hasil bumi terutama kelompok sayuran dari petani Wonosobo sudah membanjiri pasar sehingga masyarakat yang ingin mencukupi kebutuhan lebaran sangat tercukupi.

Dibanding sebulan sebelumnya, hampir semua harga sayuran harganya melejit, namun setelah memasuki bulan puasa sejumlah harga sayuran mulai turun.
"Kalau semua pasokan lancar dan melimpah biasanya harga akan turun dan daya beli masyarakat menjelang lebaran ini akan meningkat lagi," terang Ibu satu anak yang sering menjadi narasumber bagi para awak media.
Kendati beberapa komoditas turun drastis, kata Desy, namun masih ada juga beberapa yang mengalami kenaikan meski tidak signifikan semisal kemiri pecah dan kemiri gelondongan.
"Untuk kemiri pecah sebelumnya dijual Rp 25 ribu sekarang dijual dengan harga Rp 27 ribu perkilo, naik Rp 2000 dari harga sebelumnya," ujar Desy.
Begitu juga dengan harga kemiri gelondongan yang sebelumya dijual dengan harga Rp 32 ribu, sekarang menjadi Rp 35 ribu perkilo. Naik Rp 3000 dari harga sebelumnya.

Belum Bisa Ditempati Penyewa Rusunawa Diminta Sabar

June 07, 2017 Add Comment
Kasi Pengelolaan Perumahan, Dinas Perumahan dan pemukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan, Abdul Rasyid meminta masyarakat untuk bersabar atau menunda sementara keinginan menempati Rusunawa yang saat ini kondisinya belum bisa ditempati pasca di sidak Komisi B DPRD Kota Pekalongan kemarin.

Rasyid mengatakan, meski pembangunan Rusunawa Panjang Baru sebenarnya sudah selesai pada akhir tahun 2016, namun karena Perda Retribusi sebagai payung hukum yang salah satunya mengatur besaran tarif dan siapa saja yang berhak jadi pengehuni Rusunawa belum di juga di setujui akhirnya jadi pemicu penundaan pemfungsian Rusunawa Panjang Baru.
"Selain itu juga memang secara fisik belum layak untuk digunakan seperti rekomendasi pada kegiatan sidak Dewan sebelumnya," ungkap Abdul Rasyid.
Rasyid menjelasakan, 70 persen kapasitas kamar yang ada di Rusunawa Panjang Baru sudah ada yang siap menghuni atau menyewa, namun karena adanya persoalan yang harus diselesaikan, pihaknya mengambil langkah untuk menunda pembukaan Rusunawa Panjang Baru.
"Kami tidak berani buka dulu, kami masih menunggu pembukaan secara resmi saja agar bisa ditempati dengan aman," jelasnya.
Rasyid menuturkan, kondisi fisik Rusunawa Panjang Baru masih menjadi tanggungjawab pihak kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan dan memang harus segera dibenahi.
"Kami masih menunggu penyerahan secara resmi dari pemerintah Kota Pekalongan untuk pengelolaanya," terang Rasyid.
Menurut Rasyid, pihak kontraktor memang belum secara resmi menyerahkan bangunan Rusunawa tersebut kepada Kementrian PUPR yang memiliki dua bangunan Rusunawa Panjang Baru.

Teknisnya, lanjut Rasyid, ada penyerahan secara resmi dari pihak kontraktor ke Kementrian kemudian dari Kementrian diserahterimakan secara resmi ke Pemerintah kota Pekalongan kemudian baru ke kami sebagai dinas yang mengelola Rusunawa tersebut.

Abdul Rasyid menambahkan, kemungkinan dalam waktu dekat ini belum ada penyerahan resmi dari kontraktor ke Kementrian mengingat terhalang lebaran dan belum dibenahinya kondisi fisik bangunan seperti temuan anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan Kemarin.
"Nanti kita tunggu saja hasilnya karena ini masih kewajiban kontraktor untuk memperbaiki kualitas banguann sesuai dengan perencanaan semula," pungkasnya.
Penundaan pembukaan Rusunawa Panjang Baru praktis memupus harapan warga yang berminat bahkan yang sudah mendaftar menjadi penghuni Rusunawa panjang Baru karena dinilai Komisi B DPRD Kota Pekalongan
membahayakan.

Sementara itu warga maupun penyewa sangat berharap pada saat lebaran tahun ini sudah bisa menghuni Rusunawa dan dengan adanya persoalan tersebut secara umum mereka mengaku kecewa.

Balqis Diab Sebut Rusunawa Panjang Baru Belum Layak Huni

June 06, 2017 Add Comment
Kota Pekalongan
Dinilai memiliki kualitas bangunan yang buruk oleh Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang berada di Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan terancam tidak bisa fungsikan penggunaanya dalam waktu dekat. 

Saat dilakukan sidak, Komisi B menemukan adanya beberapa fisik bangunan yang mengalami keretakan dan kerusakan, sehingga dianggap membahayakan bila akan difungsikan.
"Ini kan fasilitas umum yang akan digunakan masyarakat dalam jangka waktu yang lama. Kalau masing-masing bangunan belum sempurna dan banyak kerusakan maka belum layak untuk digunakan," ungkap Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balqis Diab, Senin (5/6/17).
Balqis menyebut, saat dirinya masuk memang sempat terkagum-kagum dengan fisik bangunan yang megah, namun ketika ia menelisik lebih dalam ternyata banyak juga kerusakan yang ditemui.

Balqis meminta kepada pelaksana untuk lebih teliti lagi untuk mengecek satu persatu kondisi bangunan. Sebab, jangan hanya mengejar bagunan terisi lantas mengabaikan kelayakan bangunan.
"Kalau memang bangunanya belum sempurna dan kurang layak jangan digunakan dahulu," ujarnya.
Senada dengan Balqis Diab, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan Budi Setiawa mengkhawatirkan adanya sejumlah kerusakan di bangunan Rusunawa yang nantinya akan berimbas kepada penyewa yang notabene adalah masyarakat Kota Pekalongan sendiri.

Ia tengah mengusulkan adanya studi kelayakan bangunan sebelum digunakan masyarakat. Dari hasil uji kelayakan tersebut akan didapatkan hasil apakah memang sudah layak untuk difungsikan.
"Saya khawatir tiba-tiba saja dalam jangka dua hingga tiga tahun bangunan tersebut roboh," ucap Budi.
Budi berjanji, dalam waktu dekat akan menggelar rapat kerja dengan melibatkan instansi terkait untuk menindaklanjuti persoalan 
kerusakan bangunan Rusunawa yang akan difungsikan oleh pemerintah Kota Pekalongan.

Seperti diketahui, dua Rusunawa yang berdiri di Lapangan Merah Kelurahan Panjang Baru seluas 1,13 Hektar dibangun dengan menghabiskan anggaran Rp 18 miliar.

Rusunawa setinggi lima lantai memiliki 114 kamar tipe 24 atau seluas 24 meter persegi merupakan merupakan proyek dari Kementrian PUPR untuk pulau Jawa 1 yang berjumlah 10 lokasi. Salah satunya berada di Kota Pekalongan.

Ikuti Pengajian Bulan Ramadhan, Ratusan Ibu-Ibu Ini Dapat Mukena Gratis Dari Istri Walikota

June 06, 2017 Add Comment
Ada banyak cara untuk memakmurkan Masjid dan Mushola, salah satunya seperti yang dilakukan oleh sekelompok ibu-ibu aktivis di TP PKK yang dikomandoni oleh Istri Walikota Pekalongan ini misalnya. Mereka selama pelaksanaan bulan Ramadhan aktif berkeliling dari Masjid dan Muhola di empat Kecamatan dengan menggelar pengajian setiap menjelang berbuka puasa.

Tidak hanya sekedar pengajian atau mengkaji ilmu agama namun juga para peserta akan mendapatkan masing-masing satu mukena dari istri Walikota Pekalongan Ratna Sofia.

Ratna Sofia mengakatakan, tujuan dari penyelenggaraan pengajian untuk kaum ibu ini bukan sekedar bagi-bagi mukena, namun lebih bagaimana ibu-ibu ini menyempatkan waktu untuk meramaikan Masjid atau Mushola di Bulan Ramadhan dengan mengaji dan belajar ilmu agama.
"Dan alhamdulillah responya bagus dan antusias sekali. Dan saya berharap mereka yang datang memang ingin mengaji bukan untuk tujuan mendapatkan mukena," ujar Ratna, Senin (5/6/17).
Ratna menjelaskan, selama pelaksanaan pengajian keliling di empat Kecamatan, pihaknya telah membagikan ratusan mukena kepada para ibu dan di Kecamatan Pekalongan Selatan sendiri ada 188 mukena yang dibagikan.
"Sisanya nanti akan dibagikan pada tanggal 8 Juni nanti," ungkap Ratna.
Menurut Ratna, pembagian ratusan mukena di tiap pengajina yang digelar bergiliran di empat Kecamatan diperioritaskan bagi warga yang tidak mampu.
"Program ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh TP PKK Kota Pekalongan," terang Ratna.
Pelaksanaan kegiatan ini, kata Ratna, hasil dari kerjasama TP PKK Kota pekalongan dengan sejumlah lembaga termasuk BUMD dan perbankan.
"Kita ajak seluruh instansi bergabung bersama TP PKK Kota Pekalongan untuk berbagi di bulan Ramdhan," tandasnya.

Anggota KPU RI Hasyim Asyari Resmikan Rumah Canting Pemilu

June 04, 2017 Add Comment
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asyari meresmikan Rumah Canting Pemilu atau Rumah Pintar Pemilu, Jum'at (2/6/17) sore di Aula KPU Kota Pekalongan.

Rumah Pintar Pemilu menurut Hasyim Asyari merupakan program nasional untuk memberikan pengetahuan politik bagi para pemilih pemula agar mendapatkan informasi dan data terkait pemilu.

Ia berharap, Rumah Pintar Pemilu atau Rumah Canting Pemilu mampu memberikan manfaat kepada para pemilih pemula di Kota Pekalongan dalam mengakses informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu.

Walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid yang hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi adanya Rumah Canting Pemilu karena dapat membantu mendidik masyarakat terutama pemilih pemula.
"Sehingga para calon pemilih pemula nantinya menjadi pemilih yang baik dalam Pilgub tahun 2018 maupun Pileg tahun 2019 nanti," ujar Alex, sapaan akrab Walikota.
Di kesempatan yang sama, Ketua KPU Kota Pekalongan, Basir, mengatakan, Rumah Canting Pemilu atau Rumah Pintar Pemilu sangat terbuka bagi siapapun yang ingin mendapatkan informasi pemilu.
"Kami persilahkan masyarakat, pelajar maupun mahasiswa memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Rumah Canting Pemilu," ucap Basir.
Basir menjelaskan, Rumah Canting Pemilu atau Rumah Pintar Pemilu KPU Kota pekalongan dilengkapi beragam fasilitas seperti perpustakaan PPID, Musium dan Ruang Audio Visual.
"Ruang yang ada di Rumah Canting Pemilu juga bisa digunakan untuk sarana belajar politik dan berdiskusi," terang Basir.

Diprediksi Juni Tahun Ini Puncak Inflasi

June 02, 2017 Add Comment
Diprediksi tahun 2017 puncak inflasi yang dialami Kota Pekalongan akan terjadi pada bulan Juni. Hal tersebut dikatakan Seretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Sri Rumingsih, di Loby Kantor Sekda (1/6/17).

Sri Ruminingsih meminta kepada masyarakat untuk mengendalikan pola berbelanja selama bulan puasa Ramadhan hingga lebaran nanti dengan  tidak melakukan aksi borong maupun melakukan stok belanja.
"Tindakan masyarakat yang sudah disebutkan tadi bisa mendorong dan berpengaruh pada laju inflasi yang relatif tinggi di Kota Pekalongan," ungkap Sri.
Sri menjelaskan, dari berbagai kebutuhan puasa dan lebaran yang dipantau oleh Pemerintah Kota Pekalongan kondisinya cukup tersedia bahkan untuk ketersediaan beras mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama 10 bulan kedepan.

Sehingga kami berharap agar masyarakat tidak usah berlebihan dalam berbelanja. Secukupnya saja, dengan demikian akan membantu pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi.
"Untuk mengurangi dampaknya, kita sudah gelar pasar murah selama 16 hari kedepan dengan menyediakan kebutuhan pokok lebaran terutama komoditas penting yang dibutuhkan masyarakat," ujar Sri.
Dan untuk menjamin ketenangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan puasa dan lebaran, sambung Sri, pemerintah juga telah bekerjasama dengan berbagai distributor gas untuk menambah jumlah stok tabung gas yang akan disalurkan.
"Jumlah kenaikan stoknya mencapai 7 persen dari sebelumnya sehingga aman untuk memenuhi kebutuhan gas masyarakat," tambahnya.
Tak lupa, Sri juga merinci kenaikan harga kebutuhan pokok seperti 
Bawang putih yang seharusnya harganya Rp 38 ribu tapi masih dijual dengan harga tinggi, di kisaran 50 ribuan.

Demikina juga dengan bawang merah, cabai, telur ayam, daging ayam
dan bumbu dapur juga mengalami kenaikan. Termasuk juga tomat yang harganya melejit.
"Kita masih akan terus pantau komoditas yang rawan tersebut untuk bisa dilakukan upaya penurunan harga," pungkasnya.

Wakil Walikota Ingin Pelajaran Pancasila Diajarkan Di Sekolah Dasar

June 02, 2017 Add Comment
Meski mengaku mendapatkan pemberitahuan mendadak. Pemerintah Kota Pekalongan tetap melaksanakan upacara memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Wakil Walikota Pekalongan Saelany Maghfud menyampaikan hal tersebut usai memimpin upacara di Halaman Kantor Setda Kota Pekalongan, Kamis (1/5/17).
"Kita tadi melaksanakan upacara, meskipun mendadak tapi ini sangat penting. Kita sedang mendapatkan ujian persoalan kebhinekaan," ungkap Saelany.
Saelany menyebut, Indonesia atau Pancasila sekarang sedang diuji persoalan keberagaman, keagamaan, kerukunan umat beragama dan yang lebih mencemaskan adalah soal disintegrasi berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut Saelany mengatakan, landasan hidup berbangsa sedang mengalami cobaan terberat dalam perjalanan sejarah negeri ini. Semua membutuhkan perhatian untuk kembali menata persoalan kebinekaan kita.
"Terus terang saya prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Namun alhamdulillah untuk Kota Pekalongan masih terlihat kondusif, aman dan tidak ada gejolak," ucap Saelany.
Secara umum, kata Saelany, ada beberapa pihak yang disinyalir ingin merusak tatanan, bahkan ingin mengganti landasan hidup berbangsa yang berdasarkan Pancasila.
"Kita sudah sepakat, bahwa Pancasila, UU 45 dan NKRI adalah harga mati. Inilah yang ingin kita pesankan pada pelaksanaan upacara tadi," ujar Saelany.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, ia menginginkan adanya pelajaran Pancasila berikut dengan falsafahnya kembali diajarkan di sekolah-sekolah, terutama sekolah Dasar.
"Jadi tidak hanya sekedar hafal saja namun bagaimana menanamkan jiwa Pancasila itu sejak dini," terangnya.
Saya kira hal tersebut masih sangat relevan, sambung Saelany, karena paham Pancasila menurut saya masih yang terbaik untuk diterapkan di Indonesia.
"Karena sudah bukan barang baru, setidaknya Pancasila masih tetap menjadi pilihan sebagai dasar negara," tandas Saelany.