-->

Dindik Pekalongan Bentuk 500 Relawan Triple eR Warriors, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah

Pekalongan News
Saturday, November 07, 2026, November 07, 2026 WIB Last Updated 2026-11-07T12:56:07Z
Dindik Pekalongan Bentuk 500 Relawan Triple eR Warriors, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah
Pekalongannews, Kota Pekalongan – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan perlu dimulai sejak dini, salah satunya melalui pembiasaan mengelola sampah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan membekali para pelajar melalui program relawan Triple eR Warriors, sebagai upaya mendorong tumbuhnya budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah di lingkungan satuan pendidikan.

Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri mengungkapkan bahwa, kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi bagi para relawan pelajar agar mengenal secara langsung proses pengelolaan sampah sekaligus memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah.

"Program Triple eR Warriors telah memasuki angkatan keenam dengan melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK," tuturnya saat mendampingi kegiatan Triple eR Warriors melakukan kunjungan lapangan ke TPS-3R Motah Rusun Indah Krapyak, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kamis (5/11/2026).

Mabruri menyebut, setiap satuan pendidikan membentuk tim relawan yang terdiri atas lima siswa dan satu guru. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada sekitar 500 relawan yang dipersiapkan menjadi penggerak kepedulian lingkungan di sekolah masing-masing.

“Para Triple eR Warriors ini kami persiapkan agar bisa menjadi agen perubahan, penggerak, sekaligus contoh bagi teman-temannya di satuan pendidikan. Mereka diharapkan mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk mengelola sampah, mulai dari hal-hal sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, hingga mendaur ulang,” terang Mabruri.

Menurutnya, kunjungan lapangan menjadi salah satu tahapan penting untuk membangun pemahaman dan kesadaran para pelajar mengenai persoalan sampah. Dengan melihat langsung kondisi tempat pemrosesan akhir maupun fasilitas pengolahan sampah berbasis 3R, para relawan diharapkan memahami bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan setiap individu, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Ia menyebutkan, produksi sampah di Kota Pekalongan mencapai sekitar 160 ton per hari. Menurutnya, apabila masyarakat membiasakan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya, volume sampah yang harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir berpotensi ditekan hingga separuhnya. Sementara itu, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat diolah kembali sehingga memberikan manfaat, termasuk nilai ekonomi.

“Kalau sampah dikelola dan dipilah dengan baik, sebenarnya jumlah yang harus dibuang bisa kita tekan. Sebagian lainnya masih bisa menjadi berkah karena memiliki nilai ekonomi. Oleh karena itu, kuncinya ada pada kesadaran kita masing-masing untuk mulai mengelola sampah dari rumah dan lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Ke depan, Dindik Kota Pekalongan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan terus mengembangkan program tersebut. Setelah pembekalan dan penguatan pemahaman, para relawan diharapkan dapat melanjutkan perannya melalui berbagai aksi nyata, seperti lomba praktik baik pengelolaan sampah, edukasi antarteman, serta kampanye gerakan 3R melalui media sosial.

Mabruri menekankan, melalui program Triple eR Warriors, para pelajar tidak hanya diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga dibentuk menjadi generasi yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

"Harapannya, kebiasaan baik dalam mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah dapat tumbuh menjadi budaya di sekolah, keluarga, hingga masyarakat luas,"tegasnya.

Salah satu relawan Triple eR Warriors, Alvino Narendra Putra atau akrab disapa Vino, siswa kelas V SD Negeri Panjang Wetan 03 Pekalongan ini mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Ia mengaku sebelumnya belum mengetahui secara langsung bagaimana proses pengelolaan sampah di fasilitas TPS-3R. Setelah mengikuti kunjungan, pemahamannya mengenai pengolahan sampah pun semakin bertambah.

"Iya, lebih paham tentang sampah,” ungkap Vino.

Vino juga menyampaikan bahwa kebiasaan memilah sampah sudah mulai diterapkan, baik di rumah maupun di sekolah.

"Di lingkungan sekolah, tempat sampah juga sudah dibedakan berdasarkan jenis sampah sehingga memudahkan siswa membuang sampah sesuai kategorinya,"tutup Vino.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI